
Matahari sudah merangkak naik namun seorang wanita masih tenang dalam mimpinya.Bahkan gelak tawa sang suami saat menelfon dengan salah satu sahabatnya tak menganggu tidurnya.
Devan menatap sekilas sang istri yang sedang tidur saat sadar akan suara berisiknya setelah mengakhiri sambungan teleponnya.
Devan baru saja selesai meeting dan saat kembali ke kamar ia mendapat telfon dari Fero sang sahabat.
Pria yang sebentar lagi jadi ayah itu tersenyum penuh kebahagiaan melihat sang istri tidur dengan nyamannya.Ia melirik sekilas jam dinding kamarnya menunjukkan angka 09:20 itu berarti sebentar lagi ia dan sang istri akan pergi ke pengadilan.
Dengan hati hati ia membangunkan sang istri yang tengah tertidur pulas."Sayang...ayo bangun",bisik Devan tepat ditelinga sang istri.
Tak lama Kayla membuka matanya perlahan karena merasa tidurnya terganggu dan benar saja saat matanya terbuka lebar sang suami sudah ada dihadapannya tersenyum manis.
"M-mas...",gumam Kayla dengan suara serak khas bangun tidur.
"Nyenyak sekali tidurnya sayang",ujar Devan mengusap rambut sang istri.
Kayla tersenyum lebar lalu mengangguk seraya mendudukkan tubuhnya dibantu oleh Devan.
"Udah jam berapa Mas?",tanya Kayla mengucek matanya yang masih perih karena kantuk.
"Hampir setengah sepuluh sayang.Ayo mandi kita akan ke pengadilan Pak Regan sudah dalam perjalanan ke pengadilan",ucap Devan lembut.
"Iya Mas",jawab Kayla lalu segera turun dari tempat tidur dan langsung masuk ke kamar mandi.
"Hati hati sayang jangan buru buru mandinya,Mas akan siapkan pakaian kamu",ucap Devan.
Kayla mengehentikan langkahnya dan berbalik menatap sang suami tersenyum manis lalu mengangguk.
Devan memang sangat memanjakan sang istri tak jarang ia membantu sang istri memilihkan baju yang akan dipakai sang istri.Hal itu tak membuat Devan merasa harga dirinya rendah dihadapan sang istri dimana biasanya istrilah yang menyiapkan pakaian untuk sang suami tapi Devan melakukannya dengan senang hati.Karena Kayla pun juga melakukan hal yang sama padanya.
Sepuluh menit berlalu Kayla keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk.Ia segera mengenakan baju yang dipilihkan boleh Devan.
__ADS_1
Devan yang sedang duduk di sofa hanya tersenyum kecil melihat sang istri dengan santai mengenakan baju di hadapannya.Karena baju yang dipilihnya sudah ia letakkan diatas tempat tidur.
Bukan Devan yang minat melihat keindahan yang ada pada tubuh sang istri tapi Devan berusaha mengontrol nafsunya apalagi saat ini istrinya tengah hamil muda.
Saat sang istri kesusahan menarik resleting gaunnya Devan segera beranjak dari duduknya dan membantu sang istri.
"Makasih Mas",ucap Kayla saat Devan selesai membantu Kayla.
"Sama sama sayang...sana make up dulu",ucap Devan dan diangguki oleh Kayla.
Wanita hamil itu memoleskan bedak tipis tipis lalu mamakai maskara dan terakhir lisptik berwarna merah muda.Ia tak suka berdandan menor meski begitu ia tetap cantik bahkan jika dilihat sekilas di bukanlah wanita berumur 25 tahun melainkan seperti gadis berusia 20 tahunan.
"Yuk...Mas",ucap Kayla yang sudah menyandang dan salempangnya.
"Devan yang sedang sibuk membalas email dari Benny itu menoleh pada sang istri lalu tersenyum lebar."Cantik...",puji Devan tulus.
Kayla langsung tersipu malu mendengar pujian dari sang suami."Makasih Mas",gumam Kayla tersenyum manis dan diangguki oleh Devan.
Sesampainya dilantai bawah mereka disambut oleh Nenek dan Lyra.Keduanya berencana ikut untuk memberi dukungan pada Kayla.Karena mereka tau Kayla pasti sangat gugup dan juga sedikit trauma.Lyra juga ingin menjaga sang ipar mana tau si wanita ular itu berbuat ulah saat melihat kehadiran Kakak ipar kesayangannya.
"Nenek dan Lyra mau kemana?",tanya Kayla saat melihat wanita berbeda usia dihadapannya sudah rapi.
"Kami akan ikut menemani kalian",jawab Nenek begitu semangatnya dan tersenyum lebar.
"Iya Mbak...kami akan memberimu suport agar tidak gugup nantinya dihadapan hakim dan jaksa",jawab Lyra.
Kayla tampak berkaca-kaca melihat semua orang begitu peduli dan menyayanginya.Dan begitu juga dengan Devan doa bersyukur kalau keluarganya mau repot repot menemani sang istri.
"Kita berangkat sekarang karena Pak Regan dan Erik ketua bodyguard yang mengawasi Kayla saat kecelakaan terjadi sudah menunggu kita",ucap Devan
Ini Erik yang berbeda ya say 😁
__ADS_1
"Kita satu mobil aja ya Kak",timpal Lyra.
"Baiklah....ayo",ajak Devan mengamit tangan sang istri lembut.
Nenek yang melihat kemesraan cucunya bersama sang cucu menantu tersenyum bahagia.Setidaknya cucunya itu sangat mencintai sang istri.Walau rumah tangga cucu bungsunya sudah tidak dapat di selamatkan lagi tapi ia bersyukur kalau sang cucu tidak lagi terpuruk.
Akhirnya dengan menempuh perjalanan selama 20 menit mereka akhirnya sampai di pengadilan negeri di kota itu.Devan segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir.
Mereka turun dari mobil disambut oleh kilatan kamera para wartawan yang tengah meliput jalannya persidangan.
Para bodyguard segera melindungi Devan sekeluarga dari wartawan yang dari tadi terus memepetnya dengan beberapa pertanyaan.
Akhirnya dengan bantuan para bodyguard itu mereka sampai di depan pintu ruang persidangan.
Kayla tampak gugup terus menggenggam erat tangan sang suami.Harusnya persidangan ini sudah berlangsung beberapa hari yang lalu,tapi karena insiden kecelakaan Lyra dan kondisi sang istri yang juga drop karena kehamilannya Devan meminta persidangan di undur sekarang.
Tak lama sidang akhirnya dimulai Devan meminta persidangan itu dilakukan tertutup mengingat wartawan pasti akan memburu sang istri sebagai korban.Devan tak mau Kayla kenapa napa karena kehamilannya sangat rentan.
Semua peserta sidang sudah duduk ditempatnya masing masing begitu juga Kayla yang duduk berdampingan dengan pengacaranya yaitu Regan Hutabarat.
Tak lama tersangka memasuki ruang sismdan didampingi oleh dua orang polwan.Aruna tampak menunduk saat melewati Devan dan keluarga.
Gadis yang biasanya modis dan sangat menjaga penampilan itu tampak sangat berbeda.Tak ada lagi make up di wajahnya bahkan tubuhnya yang dulu berisi kini sedikit kurusan.Entah apa yang terjadi selama ia dipenjara.
Saat Aruna duduk di tempat yang telah ditentukan bersama pengacara yang telah ditunjuk oleh Feri Irawan sang ayah kandung.Gadis itu bersitatap dengan Kayla dengan sorot mata penuh kebencian.
Tak lama wanita paruh memasuki ruang persidangan dengan tergesa gesa dan langsung duduk di sebelah mantan suami Feri Irawan.
Kayla yang melihat kedatangan wanita paruh baya itu hanya diam membeku dan bergumam kecil."Tante Ayu",lirih Kayla.
...****************...
__ADS_1
Author up dua kali hari ini ya😀 dan selamat membaca semoga suka dengan karya ku ya jangan lupa like dan komentar nya.