Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Kayla kecelakaan


__ADS_3

Sementara itu dibalik pintu kamarnya Kayla memegang dada sebelah kirinya menahan debaran jantung saat menjawab kata kata Devan tadi.Ia sungguh merasa malu karena sudah begitu berani menantang Devan untuk segera menghalalkannya.


Kayla berjalan menuju cerminan melihat bayangannya disana.Dia meletakan kedua tangannya dipipinya menahan rasa panas yang menjalar diwajahnya.


"Ya Tuhan aku benar benar malu", lirih Kayla.


Dan beranjak hendak menunju lemari mengambil pakaian ganti.


Disebuah kamar tampak Devan sedang duduk berhadapan dengan sang Nenek.


"Nek...aku ingin pernikahannya kami dipercepat lagi",ujar Devan menatap Nenek yang tersenyum penuh misteri.


"Kamu sudah bicarakan ini dengan Kayla?lalu Omnya bagaimana?apa kalian sudah mendapatkan restu?",tanya Nenek beruntun.


"Aku sudah bicarakan ini dengan Kayla Nek,dan dia setuju.Untuk masalah Om dan restunya Kayla sudah memutuskan tanpa restu Om nya kita akan tetap menikah.Karena Omnya tidak ada hubungan darah dengan bahkan laki laki itu yang membuat hidup Kayla seperti ini",jawab Devan datar dan dingin.


"Hufff...Apa Kayla tau apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya yang sebenarnya?",tanya Nenek.


Devan menggelengkan kepalanya pertanda Kayla tidak tau.


"Itu juga alasan aku ingin menikahinya secepatnya Nek untuk melindunginya.Karena perusahaan itu masih atas nama Kayla sebagai ahli waris laki laki itu hanya mengelolah saja dan aku yakin laki laki itu akan membutuhkan tanda tangan Kayla untuk pengalihan semua aset",jawab Devan.


"Kamu yakin hanya karena itu?",goda Nenek membuat Devan salah tingkah.


"Ya-yakin lah Nek,bukankah Nenek bilang dalam agama kita tidak ada kata pacaran",kilah Devan berusaha menutupi kegugupannya.


"Hmmm baiklah...besok pagi kita bicarakan dengan tunanganmu itu,ingat! jaga batasanmu menyentuhnya.Dan alangkah baik lagi kamu tidak kontak fisik dulu sebelum halal",ujar Nenek menasehati cucunya itu dengan tegas.


"Hmmm...iya Nek,sampai saat ini hanya sebatas pegangan tangan dan tidak lebih",jawab Devan.


"Bagus...cinta itu harusnya menjaga bukan merusak,kamu mengerti!",ujar Nenek dan diangguki oleh Devan.


"Ya sudah sebaiknya kamu istirahat,jangan mengganggu dia langsung masuk ke kamarmu atau pernikahanmu Nenek tunda",ancam Nenek pada Devan yang sedang diambang pintu kamar Nenek.


"Ya Nek...",jawab Devan dengan muka ditekuk lalu pergi meninggalkan kamar Nenek menuju kamarnya dilantai atas.


"Huh...dasar anak muda zaman sekarang",gerutu Nenek yang melihat kepergian cucunya dengan muka kusut.


Devan menatap langit yang bertaburkan bintang dibalkon kamarnya dengan hati yang begitu bahagia.Sebentar lagi gadis impiannya akan menjadi miliknya.Apapun akan ia lakukan demi sang kekasih meski harus memberikan bodyguard bayangan demi menjaga keamanan sang kekasih mengingat ia telah mengumumkan gadisnya pada seluruh dunia pada acara pernikahan Lyra yang dihadiri oleh para paparazi.Devan tak ingin para pesaing bisnisnya memanfaatkan gadisnya untuk kepentingan mereka.


Cinta yang selama ini Devan tunggu akan segera ia miliki seutuhnya.Ia tau setelah ini akan banyak halangan yang akan mereka hadapi menjelang hari pernikahannya.


"Aku harap wanita ular itu tidak lagi muncul dihadapan ku",batin Devan tersenyum evil mengingat dia anak dari Fero Irawan yang begitu terobsesi dengannya.Lalu ia menghubungi orang kepercayaannya untuk mengawasi Aruna.Devan lalu mengirim pesan pada Kayla.


Devan


[Sudah tidur sayang].


Tak ada balasan dari Kayla mungkin gadis itu benar benar sudah tidur pikir Devan menatap jendela kamar Kayla yang lampunya sudah mati.


Ting

__ADS_1


My sweety ❤️


[Baru selesai sholat Mas,Mas sudah sholat?].


Devan


[Belum...nanti sebelum tidur].


My sweety❤️


[Gak baik menunda sholat Mas].


Devan


[Iya...aku sholat sayangku].


Tak ada lagi balasan dari Kayla setelah ia menunggu.


Ting


Grandma


[Jangan mengganggunya anak nakal,atau pernikahanmu ditunda,biarkan dia istirahat].


"Ck...dari mana Nenek tau aku menghungi Kayla",Devan berdecak kesal.


Ting


Grandma


Devan menghembuskan nafas panjang saat aksinya ketahuan oleh sang Nenek.Dia memilih masuk ke kamar dari pada pernikahannya ditunda.Lalu melangkah ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya dan sholat sesuai perintah calon Nyonya.


Sementara itu dikamarnya Kayla tengah mendapat telfon dari Aruna yang mengajaknya bertemu.Aruna ingin meminta maaf atas sikapnya tempo hari pada Kayla.Kayla yang sebenarnya sudah memaafkan Aruna malas untuk bertemu tapi setelah desakan demi desakan akhirnya Kayla luluh juga.


Kayla mengakhiri sambungan telfon langsung memeriksa pesan masuk dari Devan.Dia masih saja berdebar saat Devan memanggilnya dengan sebutan sayang.


Setelah membaca pesan tanpa berniat membalas karena dia yakin Devan sudah tidur ia kembali berniat melanjutkan tidurnya dan meraih alam mimpi.


Begitu juga dengan Devan yang masih menatap langit kamarnya setelah selesai melaksanakan sholatnya.Entah kenapa matanya sulit tertidur.Perasaannya tiba tiba tidak enak seakan ada sesuatu yang akan terjadi.Dia begitu takut terjadi sesuatu pada Kayla setelah pengumuman pertunangaannya semalam.


***


Pagi menyapa membangunkan para penghuni rumah.Kayla yang dari subuh telah terbangun karena menjalankan kewajibannya.Kini tengah berada di dapur untuk membantu para maid menyiapkan sarapan pagi.Meski sudah dilarang namun Kayla tetap ngotot untuk membantu meski kepala maid sudah menegurnya.


Kayla yang terbiasa pagi pagi memasak membuatnya merasa tidak enak kalau hanya berdiam diri tanpa membantu.


Nenek yang menghampiri meja makan dibuat kaget oleh Kayla yang sedang menata makanan diatas meja dibantu para maid.


"Nak...apa yang kau lakukan hum?,ini pekerjaan para maid dirumah ini",Nenek menatap tajam Bu Sri kepala maid.


"Maaf Nyonya...saya sudah melarangnya tapi Nona Kayla tetap tidak mau mendengarkan ucapan saya",ujar Bu Sri yang menunduk takut pada Nenek.

__ADS_1


"Nek...jangan marahi Bibi Sri disini Kayla yang ingin mengerjakan semua ini",Kayla berusaha menolong Bu Sri dari tatapan tajam Nenek.


"Kayla...


"Biarkan saja Nek kalau itu yang membuatnya bahagia",Devan datang dari lantai atas menuju ruang makan mendapati Kayla yang ditegur oleh Neneknya karena melakukan pekerjaan rumah.


Kayla yang melihat kedatangan Devan tersenyum lega karena sudah menyelamatkannya dari Omelan sang calon mertua.


"Dev...


"Sudahlah Nek...dia sudah terbiasa melakukannya,mungkin dia ingin menunjukan kalau dia bukan gadis manja serta menginginkan Nenek mencicipi masakannya",ujar Devan.


"Baiklah...nanti setelah kamu resmi jadi menantu dirumah ini Nenek tidak akan membiarkanmu di dapur Kayla",ujar Nenek dengan lembut dan ditanggapi ringisan kecil oleh Kayla.


"Ayo...kita sarapan!",Nenek mengajak Kayla duduk disampingnya Devan.


Sarapan pagi itu berlangsung khidmat tanpa ada percakapan.Nenek memuji dalam hati masakan Kayla yang pas dilidahnya walau hanya nasi goreng dan ditambah ayam goreng sebagai pelengkap.


Devan menatap Kayla yang tengah lahap memakan sarapannya.Dia beruntung memiliki Kayla yang merupakan paket lengkap untuk dijadikan istri.Selain cantik,pintar dan juga pandai memasak.


"Kay...bagaimana kalau pernikahan kalian dilangsungkan dua Minggu lagi",Nenek meninstrupsi disela sarapannya.


"Hmmm Kayla ikut saja Nek,karena Kayla gak punya siapa siapa juga untuk membantu persiapan pernikahan ini",jawab Kayla yang menghentikan sarapannya.


"Bagaimana denganmu Dev?",tanya Nenek menatap cucunya itu.


"Dev...percayakan saja semuanya pada Nenek",jawab Devan tersenyum penuh kemenangan akhirnya Nenek menyetujui kalau pernikahannya dipercepat.


"Ya sudah kalian tentukan saja konsepnya nanti Nenek akan meminta EO untuk mempersiapkan semuanya",ujar Nenek tersenyum bahagia akhirnya sang cucu menikah juga.


"Ya Nek",jawab Kayla dan Devan kompak.


Setelah sarapan Devan mengantar Kayla menuju tempat jahitnya sedangkan dia menuju kantornya.Setelah memastikan Kayla masuk ke tokonya Devan melajukan kembali mobilnya menuju kantornya.


Kayla memasuki ruangannya dan mengambil rancangan baju pengantin miliknya dilaci meja kerjanya.Dia tersenyum lebar akhirnya dia bisa memakai hasil rancangannya sendiri dihari bahagianya.


Dia menelfon Fino manager toko tempatnya membeli bahan kain untuk mempersiapkan bahan kain yang ia perlukan sekalian nanti ia ambil setelah bertemu Aruna.


Setelah berkutat dengan beberapa revisi gaun Kayla berangkat menuju kafe tempat janjiannya dengan Aruna menggunakan taxi online yang sudah ia pesan beberapa jam yang lalu.


Akhirnya taxi yang ditumpangi Kayla sampai di sebuah kafe yang cukup ramai.Lalu ia turun setelah membayar ongkos tadinya.Baru saja ia menutup pintu mobil tiba tiba sebuah mobil melaju kencang dari arah berlawanan dan menyerempet tubuh Kayla.


Brugh


Ahhhh....tubuhKayla terbanting cukup jauh dan terkapar diatas aspal.Mobil yang menyerempetnya pergi begitu saja.


Orang orang berkerumun melihat Kayla yang sudah tak sadarkan diri tanpa ada yang mau menolong.


Tiba tiba dua orang laki laki berpakaian serba hitam datang lalu mengangkat tubuh Kayla dan membawanya ke mobil mereka.Salah satu mereka tampak sedang menelfon seseorang.


[Maaf...bos Nona kecelakaan didepan sebuah kafe di jalan X].

__ADS_1


Terdengar umpatan di seberang telfon sebelum panggilannya terputus begitu saja.


...****************...


__ADS_2