
"Selidiki lebih lanjut lagi!",ujar Nenek dengan tatapan tajam ingin membunuh.
"Baik Nyonya",ucap salah satu orang kepercayaan Nenek dan segera berlalu pergi.
"Siapa Nek? sepertinya ada sesuatu yang terjadi",tanya Erik dengan wajah datarnya.
"Ada yang berkhianat pada kita Rik,dan saat ini orang orang kita sedang menyelidiki lebih dalam lagi",ujar Nenek dengan raut wajah yang begitu sedih.
"Apa aku mengenali pelakunya Nek?",tanya Erik.
"Ya...Rik Nenek minta mundurkan kepulanganmu ke Kalimantan akan ada yang membutuhkanmu setelah masalah ini terungkap",ujar Nenek dengan tatapan memohon.
"Apa ada hubungannya dengan adikku Nek?",tanya Erik dengan tatapan penuh selidik.
"Ya...",jawab Nenek singkat.
"Apa Lyra sudah tau Nek?",tanya Erik menatap pintu kamar sang adik yang tertutup rapat.
"Kamu...suda-
"Ya Nek...sudah dari 5 tahun yang lalu Nek dan maaf aku tidak bisa mencegah pernikahan Lyra karena aku tak ingin melihatnya terluka.Karena aku pikir bajingan itu tidak menemui anaknya lagi ternyata aku kecolongan Nek,maaf",ujar Erik penuh penyesalan.
"Kita akan akhiri semua sandiwaranya setelah kepulangan Devan dari Bali dan biarkan Devan yang memutuskan hukuman untuknya",ujar Nenek dengan raut kecewa.
"Terlalu lama Nek... Kak Devan akan pulang dua Minggu lagi dan aku tak ingin adikku dibohongi lebih lama lagi.Kita bongkar dan biarkan Lyra yang memutuskan tentang nasib rumah tangganya",ujar Erik dengan tatapan yang penuh emosi.
Baiklah...kebetulan orang orang Nenek baru saja memberikan info terbaru dan ini juga menyangkut keselamatan Lyra karena jal*ng itu merencanakan sesuatu untuk adikmu",ujar Nenek dengan tatapan penuh kebencian.
"Mari kita selesaikan semuanya hari ini Nenekku",Erik menampilkan senyum evilnya.
Dan saat bersamaan orang yang mereka bicarakan datang tanpa merasa berdosa dan seolah olah tak terjadi apa apa.
Benny melangkah dengan tenang menuju kamarnya lebih tepatnya kamarnya dan Lyra.Tampak dia begitu bahagia dan senang karena baru saja bertemu dengan putrinya tercinta.
Nenek dan Erik yang melihatnya dari ruang keluarga tersenyum penuh misteri.Mereka saling tatapan dan menampilkan senyum evilnya.Benar benar Nenek dan cucu yang kompak.
***
Sore yang indah dengan matahari yang hampir terbenam membuat cahaya langit begitu memukau.Lyra dan Benny tengah menikmati suasana itu digazebo belakang rumah.Mereka tampak bahagia dengan Benny memeluk Lyra dari belakang dan sesekali mengecup puncak kepala sang istri penuh sayang.
"Mas...aku bahagia banget karena kamu mencintai aku tanpa syarat",ucap Lyra menatap wajah tampan sang suami.
"Mas juga sayang",ucap Benny mengecup puncak kepala Lyra.
"Bisa jelaskan ini!",Nenek melempar amplop cokelat dihadapan Benny.
__ADS_1
"Nek...ada apa kok tiba tiba Nenek bersikap kek gitu sama Mas Benny.
Benny tampak gugup dengan amplop yang ada dihadapannya.Entah kenapa perasaannya tidak enak.
"Tolong jelaskan Benny",ujar Nenek dengan tatapan datar.
"Nek...ada apa sih?",tanya Lyra dengan tatapan bingung karena tiba tiba saja Neneknya bersikap dingin.
Benny dengan tangan gemetar membuka pelan amplop coklat yang tadi diberikan oleh Nenek.
Jedar
Bagaikan petir disiang hari Benny menatap nanar foto yang ada digenggamannya.Raut wajahnya tampak pucat pasi rahasianya terbongkar sudah.Benny berusaha bersikap tenang dan seolah olah tak tau apa apa.
"Nek...ini tidak benar aku yakin ada yang ingin menghancurkan rumah tangga kami",ujar Benny meyakinkan Nenek.
"Ada apa sih Mas",Lyra merebut paksa amplop dari tangan Benny.Lyra tampak syok dan membulatkan matanya saat melihat foto foto yang ada didalam amplop tersebut.
"Mas...",Lyra menatap Benny penuh tanya.
"Mas bisa jelaskan sayang itu adalah keponakan Mas dari sepupu jauh",ujar Benny menyakinkan Lyra yang mulai berkaca-kaca.Sedangkan Nenek hanya tersenyum sinis.
"Tapi...kenapa kamu gak pernah kenalin aku ke mereka Mas?",tanya Lyra menahan degupan jantungnya yang terkejut dengan foto foto suaminya bertemu dengan seorang anak kecil yang tampak bahagia tak hanya itu ada seorang wanita disana tersenyum bahagia.Mereka seperti sebuah keluarga bahagia.
"Sayang kapan kapan Mas akan kenalkan kamu dengannya",jawab Benny berusaha menggapai tangan Lyra.
Sedangkan Benny tampak mengeraskan rahangnya menahan emosi agar tidak meledak.Tatapan matanya tampak berkilat menandakan ia begitu marah dengan Nenek yang ikut campur dalam kehidupannya.
"Hufff...dasar tua bangka selalu saja ikut campur",batin Benny.
"Tega kamu bohongi aku Mas",teriak Lyra dengan bercucuran air mata dan lari menuju kamarnya dan disusul oleh Benny dari belakang.Lyra langsung mengunci pintu kamar saat Benny ingin masuk ke kamar mereka.
Lyra menangis tergugu dibalik pintu kamar.Kenyataan yang baru saja ia lihat menghancurkan segala mimpi dan harapannya pada Benny.Semua cinta dan ketulusannya telah ia berikan pada Benny.Ternyata apa yang ia dapat hanya sebuah kecurangan.
Dor dor dor
"Lyra dengarkan Mas sayang...semua tak seperti yang kamu pikirkan.Anak itu keponakan Mas sayang yang memang memanggil Mas Daddy",bujuk Benny yang terus menggedor pintu kamar.
Lyra semakin menangis dadanya begitu sesak dan hatinya hancur.Baru saja ia merasakan kebahagiaan karena menikahi Benny yang begitu menyayangi dan memanjakannya.Tapi semuanya hanya semu dan hanya kebohongan yang ia ciptakan untuk memperdaya dirinya.
"Sayang...Mas mohon buka pintunya sayang.Mas janji akan jelaskan semuanya sejelas jelasnya kepada kamu",ujar Benny yang masih berusaha meyakinkan Lyra.
"Mas... tinggalkan aku sendiri",teriak Lyra dengan suara serak menahan tangisannya.
"Gak...sayang sebelum Mas jelaskan ke kamu Mas akan terus disini",ujar Benny yang masih kekeh dengan keinginannya.
__ADS_1
"Biarkan Lyra sendiri dulu menenangkan pikirannya.Gue minta bicara yang sejujurnya pada adik gue jangan bohongi dia lagi dengan alasanmu itu",Erik menepuk pundak Benny pelan.
"Apa Lo ha?ingin menghancurkan rumah tangga gue dan Lyra karena Lo suka kan sama adik Lo itu dan jangan Lo harap akan memilikinya",teriak Benny menatap nyalang pada Erik.
"Lo sendiri yang menghancurkannya sedari awal.Dan untuk masalah yang Lo maksud gue memang suka sama Lyra iya gue memang suka sama Lyra paling tidak gue gak pernah menghancurkan hatinya seperti yang Lo lakuin saat ini.Dan harusnya gue udah kasih Lo bogeman.Tapi karena gue menghargai Lo gue masih tahan tapi kalau Lo masih bohongi dia lo berhadapan sama gue",ancam Erik penuh penekanan.
"Hahaha ngaku juga Lo ya...jangan pernah atur hidup gue",geram Benny tertawa sumbang.
"Gue bukan ngatur Lo gue cuma takut aja karena saat ini ibu dari anak Lo sedang merencanakan sesuatu untuk adik gue dan jika sampai terjadi sesuatu pada Lyra gue jamin hidup Lo bakal sengsara karena Devan sendiri yang akan memberi Lo hukumannya",ujar Erik tersenyum mengejek dan berlalu dari hadapan Benny.
Benny membalas tatapan tajam Erik dengan penuh dendam.Karena ia pikir Erik lah yang sudah membongkar rahasia yang ia tutup rapat rapat Liam tahun ini termasuk kepada Devan.
Lyra yang mendengar semua percakapan itu hanya menggeleng tak percaya.Kakaknya menyukai dirinya dan wanita ibu dari anak suaminya merencanakan sesuatu untuknya.Kepala Lyra benar benar mau pecah memikirkan hal ini.
Dia tak tau harus berbuat apa dia ingin menceritakan semua bebannya ini pada orang lain dan itu entah siapa karena dia tak punya sahabat karena dia sudah bergantung pada Benny saat Erik mulai menjauhinya dulu.Ingin ia mengadu pada Erik tapi Erik telah membuatnya kecewa karean menyimpan kebusukan Benny selama ini padanya.
Lyra mengusap air matanya kasar dan membuka pintu kamar hanya Nenek tempatnya mengadu saat ini.
Ceklek
Lyra membuka pintu ternyata Benny sudah tidak lagi didepan pintu kamarnya.Entah kemana perginya Lyra tak mau peduli lagi.Lyra mencari Nenek ke kamarnya karena jam segini Neneknya suka bersantai di kamar.
Tok tok tok.
"Nek...ini Lyra...boleh masuk?",tanya Lyra dengan suara serak.
Ceklek
Lyra langsung menghanbur kedalam pelukan Neneknya.Tangisannya kembali pecah dan begitu menyayat hati.
Nenek mengusap lembut rambut sang cucu agar sang cucu merasa tenang.
"Sudah jangan tangisi lagi!,air mata kamu terlalu berharga untuk menangisi pria sepertinya",ujar Nenek mengurai pelukannya.
Mata Lyra tampak sembab serta hidungnya sudah kemerahan karena terlalu lama menangis.
"Masuk dulu yuk...kita ngobrol didalam",Nenek menggandeng sang cucu untuk duduk disofa kamarnya.
"Kamu sudah tau kan kebenarannya dan semua itu memang benar.Nenek tau ini berat untuk kamu tapi semua pilihan ada di kamu",ujar Nenek denah bijak karena ia dan Erik memutuskan untuk tidak ikut campur.Tugas mereka hanya membuktikan pada Lyra tentang kelakuan suaminya yang nantinya akan melukai sang cucu.
"Nek...Lyra memutuskan untuk berpisah saja Nek.Lyra udah terlanjur kecewa pada Mas Benny",jawab Lyra sesugukan.
"Jangan gegabah Nak!,jangan ambil keputusan saat emosi.Kalian bicarakan ini baik baik bisa jadi ini bukan kemauan Benny kan?",ujar Nenek lembut.
"Tapi Nek..."
__ADS_1
"Pikirkan lagi...!,kita lihat apa Benny akan berkata jujur atau tidak",ujar Nenek tersenyum tipis dan mengusap air mata di pipi sang cucu.
...****************...