
Kayla tampak cantik dengan gaun indah yang melekat ditubuhnya.Gaun yang dirancang khusus oleh Fahira untuknya.Karena Kayla akan datang langsung ke perusahaan yang dulunya milik orangtuanya.Wanita hamil itu tampak sangat cantik dan anggun.
Devan tampak kesal karena banyak laki laki yang memandang sang istri dengan tatapan tak berkedip.Ingin rasanya iya mencongkel mata pria yang menatap sang istrinya itu.
Pria itu langsung merangkul pinggang sang istri dengan erat seolah mengatakan kalau Kayla adalah miliknya.
Banyak pasang mata yang memuji pasangan itu dan ada juga yang menatap sinis pada Kayla karena merasa iri dengan posisi Kayla yang merupakan istri dari CEO baru mereka.Mereka tidak tau saja kalau Kayla adalah pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
Kayla dan Devan menuju ruang meeting untuk mengumumkan Devan sebagai CEO baru di PT Angkasa milik Kayla karena Devan sudah mengakuisisi perusahaan milik Kayla dengan perusahaannya.
Semua mata tertuju pada Kayla dan Devan yang duduk di kursi CEO.Di sana juga hadir Fero karena selama ini perusahaan milik Kayla telah bekerja sama dengan ALX Group milik Fero.
Acara pun dimulai dengan salah satu direktur memberikan ucapan salam dan mengumumkan CEO baru yang akan memimpin PT Angkasa selanjutnya.Dan Devan pun diminta untuk memberikan sedikit sambutannya.
Devan segera berdiri dan memberikan salam."Assalamu'alaikum semua nya,terima kasih selama ini sudah memajukan perusahaan ini dengan baik.Saya selaku pimpinan baru kalian tidak akan merombak struktur yang ada namun hanya memberikan sedikit pelajaran pada tikus tikus nakal yang ada diperusahaan ini.Mengenai Pak Feri Irawan yang sudah lengser merupakan CEO lama diperusahaan ini bukanlah pemilik dari PT Angkasa.Saya disini mengakuisisi perusahaan ini dengan perusahaan saya karena pemilik sah dari PT Angkasa sendiri adalah istri saya Kayla Maharani anak dari mendiang Bapak Danu Setiawan.Mungkin beberapa karyawan senior ada yang kenal dengan beliau?",ucap Devan dan diangguki beberapa orang yang kenal dengan Almarhum Papa Kayla.
Semua orang tampak kaget dengan penuturan Devan dan menatap Kayla dengan segan karena ada diantara mereka tadi mencibir Kayla yang tak pantas menjadi istri CEO mereka.
Devan menghampiri sang istri lalu memintanya untuk berdiri.Devan langsung mengulurkan tangannya pada Kayla dan disambut oleh Kayla."Ini lah dia CEO sebenarnya PT Angkasa,tapi karena istri saya alhamdulillah sedang hamil saya tak mengizinkannya bekerja.Karena pada dasarnya istri tempatnya dirumah bukan kantor",ucap Devan penuh wibawa dan tersenyum hangat pada sang istri.
Acara pun selesai dan ditutup dengan doa.Semua paserta meeting mulai keluar satu persatu dari ruang meeting.Kini yang tinggal hanya beberapa perwakilan divisi dan para pemegang saham termasuk Fero.Ia juga menjadi pusat perhatian selain dari Devan.Beberapa orang wanita peserta meeting tampak berlama lama memandangi makhluk ciptaan Tuhan yang begitu sempurna itu.
Devan yang menyadari karyawannya tengah mencuri pandang pada Fero langsung menegur sahabatnya itu dengan suara keras."Bagaimana kemarin tanggapan orangtua Lo tentang Fani?dapat restu dong",goda Devan melirik para karyawan yang tampak mulai berbisik bisik.
"Ha ...sukses dong bro.Insyaallah minggu depan lamaran",jawab Fero yang menyadari kalau dirinya tengah ditolong sang sahabat dari tatapan penuh minat para karyawan wanita.
__ADS_1
Para karyawan itu langsung keluar dari ruangan meeting membuat Kayla menggeleng pelan dengan kelakuan pria tampan dihadapannya.
"Mas...kalian sengaja",tanya Kayla penuh selidik.
Devan tersenyum pada sang istri lalu mengangguk pelan."Iya sayang...karena sahabat ku ini mulai risih dengan tatapan para wanita itu",ucap Devan.
"Emang beneran kamu mau melamar Fani Mas Fero?",tanya Kayla yang sedang dirangkul oleh Devan.
"Emang Fani belum mengabari kamu Key?", tanya Fero pada Kayla.
Kayla menggeleng pelan,memang ia belum dikabari oleh Fani.Mungkin karena ia beberapa hari ini tidak ke butik jadi dia belum bertemu langsung dengan Fani.
Fero tersenyum kecil lalu menatap kedua pasangan suami istri yang terlihat bucin lebih tepatnya Devan lah yang bucin pada Kayla.
Ia tau betul bagaimana sahabatnya ini mencintai Kayla dari dulu.Ia dan Benny yang tau tersiksanya Devan karena kehilangan jejak Kayla.Sampai pria yang dulunya humoris dan muadh bergaul berubah menjadi pria yang dingin dan datar bahkan tak tersentuh oleh wanita manapun selama kehilangan jejak Kayla.
"Ha...jadi benar Mas?.Dasar Fani kok gak telfon sih mau lamaran",kesal Kayla karena sang sahabat tak memberitahu dirinya perihal dirinya akan segera dilamar.
"Jangan kesal gitu sayang.Bukannya ponsel kamu semalaman mati,dan terus sekarang ponsel kamu juga ketinggalan dirumah.Mungkin saja saat ini Fani tengah menghubungi kamu",ucap Devan memberi pengertian pada sang istri agar tidak kesal pada sahabatnya itu.
"Hehehe iya juga ya Mas", jawab Kayla terkekeh pelan.
"Oh ya...kalau gitu gue duluan Dev,Key karena gue ada meeting satu jam lagi",ucap Fero melirik jam tangannya sekilas.
"Baiklah Fer,hati hati dijalan",balas Devan menepuk pelan bahu Fero.
__ADS_1
"Ya...tentu",jawab Fero melangkah pergi meninggalkan ruang meeting.
Kayla dan Devan saling melemparkan senyum lalu juga melangkah keluar dari ruang meeting.Namun langkah mereka terhenti karena tiba tiba saja ada yang menyapa Devan.
"Selamat siang Pak Devan",sapa pria paruh baya yang terlihat tersenyum pada Devan lalu menyodorkan tangannya.
"Selamat siang juga Pak Bambang",jawab Devan menyambut tangan Pak Bambang.
"Sudah lama kita tidak bertemu,oh ya kenapa pimpinan rumah sakit dipindahkan kepada adik angkat anda Pak?.Sayang sekali anda multitalenta kenapa harus mundur dari pimpinan,apakah ada sesuatu yang anda hindari Pak Devan?",tanya Pak Bambang yang terlihat melirik sinis kearah Kayla.
"Saya rasa itu bukan urusan anda,saya tau mana yang terbaik untuk rumah sakit saya sia yang memimpin.Dan perihal tentang sesuatu yang ingin saya hindari anda benar dan anda tau jawabannya sendiri.Saya ingin yang terbaik untuk istri saya karena saya tak ingin dia stres dengan kelakuan putri anda dan berpengaruh dengan kandungannya",jawab Devan datar dan begitu kesal dengan pria yang tak lain ayah dari dokter Wina ini.
"Hehehe...jadi anda takut rumah tangga anda goyah karena anak saya?", sindir Pak Bambang.
"Sama sekali tidak Pak,anda tau kekuasaan saya jika putri anda kembali macam macam.Dan apakah anda tau skandal putri anda yang mungkin saja akan menghancurkan karirnya bahkan nama baik anda?.Jika dia kembali mengganggu istri saya jangan salahkan saya keluarga anda hancur",desis Devan membuat Pak Bambang pucat seketika.
Devan segera membawa sang istri keluar dari ruang meeting itu menuju ruangannya di perusahaan itu.
Kayla mulai mencerna pembicaraan Devan dengan pria tadi.Dia akhirnya menyadari kalau pria tadi tak lain adalah ayah dari dokter Wina.
Wanita hamil itu tersenyum kecil ternyata sang suami selalu mendahulukan kebahagiaannya.Demi menjaga hatinya ia rela memberikan pimpinan rumah sakit pada Erik.
Kayla mengelus pelan perut buncitnya."Sayang Daddy kamu begitu mencintai kita Nak",batin Kayla tersenyum kecil.
"Dasar wanita tak tau diri", desis Devan pelan saat melangkah menuju ruangannya dengan menggandeng sang istri.
__ADS_1
...****************...