Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Akad nikah


__ADS_3

Kayla menatap penuh haru pada sang adik ipar yang baru saja selesai dirias.Tak menyangka kalau takdir mempertemukan Lyra kembali pada cinta pertamanya.Lyra sangat cantik dengan tampilan barunya mengenakan hijab saat hari pernikahannya.


"Ra...jadilah istri yang baik untuk Erik ya.Mudah mudahan ini pernikahan terkahir untukmu Ra",ucap Kayla tulus mengusap sudut matanya yang berair.


"Aamiin Mbak...",ucap Lyra berdiri dari duduknya dan memeluk Kayla.


Tak lama acara akad pun dimulai penghulu pun telah datang setengah jam yang lalu.Devan sebagi wali Lyra telah duduk dihadapan Erik yang beberapa menit yang lalu datang dari apartemennya.Devan langsung yang akan menikahkan sang adik dengan sang adik angkat.Sedangkan Lyra masih disembunyikan dikamarnya sebelum akad nikah selesai.


Para undangan telah duduk ditempat yang telah disediakan.Nenek tampak tersenyum haru saat orangtua Fero menghampirinya.Wanita yang tidak lagi muda itu sangat bahagia meski sebelumnya sang cucu pernah mengalami kegagalan dipernikahan pertamanya.Dia berharap ini pernikahan terakhir bagi kedua cucunya yang begitu ia sayangi.


"Bagaimana saudara Erik apakah sudah siap?",tanya Pak penghulu.


"Insyaallah saya siap Pak",jawab Erik yang telah duduk dengan gagahnya.


"Pak Devan.Silahkan dimulai!",ucap Pak penghulu pada Devan yang telah menatap sang adik angkat penuh haru.


"Boleh saya sebelumnya menyampaikan sesuatu pada calon pengantin Pak?",tanya Devan pada pak penghulu dan diangguki oleh Pak penghulu.


" Aku juga pernah mengatakan hal ini beberapa bulan yang lalu pada lelaki berbeda dan diacara yang sama. Rik... Lyra adikku yang sangat aku sayangi dan kamu pun begitu.Dia pernah gagal dalam rumah tangganya.Jika suatu hari nanti kamu tidak lagi mencintainya tolong jangan sakiti dia pulangkan lagi dia padaku.",tutur Devan dengan suara serak menahan tangisannya.


"Insyaallah Lyra akan jadi istri di dunia dan akhirat ku Kak",jawab Erik mantap.


Lyra di dalam kamar meneteskan air matanya mendengar kata kata sang Kakak.Dulu Kakaknya pernah mengatakan hal yang sama pada mantan suaminya tapi kali ini jawaban sang calon suami sungguh berbeda dengan mantan suaminya dulu dan itu yang membuatnya begitu bahagia.


Devan tersenyum tipis lalu mengangguk pelan dan Erik mulai menjabat tangan Devan guna mengucap ijab kabul untuk menghalalkan sang kekasih yang selama ini ia cintai.


" Bismillahirrahmanirrahim saudara Nerendra Eriko Atmaja bin Tjandra Atmaja saya nikahkan engkau dengan saudariku Lyra Anastasya Wijaya binti Pandu Wijaya dengan mahar satu set perhiasan dan seperangkat alat sholat,tunaiii...


"Saat terima nikahnya Lyra Anastasya Wijaya binti Pandu Wijaya dengan mahar tersebut, tunaiii...


"Bagaimana saksi?",tanya Pak penghulu.


Sah....


"Alhamdulillah.....

__ADS_1


Pak penghulu memanjatkan doa untuk kedua mempelai.Erik tampak begitu bahagia setelah dengan lancar mengkabul sang istri.


Setelah selesai berdoa sang pengantin wanita dipanggil untuk menemui sang suami.Lyra diapit oleh Kayla dan Fani berjalan begitu anggun.Ketiga wanita itu termasuk pengantin menjadi pusat perhatian para undangan.


Lyra sangat cantik dengan gaun pengantin yang dirancang oleh Kayla sendiri.Senyuman tak lepas dari bibirnya.Hari ini dia resmi menjadi Nyonya Atmaja.


Lyra duduk tepat disebelah Erik dan tersenyum malu.Kemudian rangkaian serah terima mahar dan pemasangan cincin pun telah dilangsungkan.Semua kamera tak henti hentinya mengambil gambar kedua pengantin.


Kayla tampak menangis haru didekapan sang suami.Kayla yang beberapa hari yang lalu diberitahu Devan tentang kisah sang adik yang diam diam mencinta Erik dan begitu juga sebaliknya sangat bahagia karena lahirnya kisah mereka berakhir di pelaminan.


"Udah dong sayang nangisnya",bujuk Devan mengusap air mata sang istri.


"Ini tangisan bahagia Mas",jawab Kayla dengan suara seraknya.


"Nanti Devan junior ikut cengeng kayak Mommy-nya dong",tutur Devan membuat Kayla memberengut dan sukses membuat pria datar itu tertawa lebar.


"Mas...ih..",kesal Kayla.


"Mas sayang kamu Kayla Maharani",ucap Devan menatap sang istri penuh cinta.


"Aku juga Mas",jawab Kayla tersenyum lebar.


"We love u to Mas",jawab Kayla mengusap perut nya.


"Hahaha...Mas sayang kalian",tutur Devan memeluk Kayla.


"Ehem...dasar bucin",cibir Fero yang menggangu Kayla dan Devan yang sedang bermesraan.


"Ck...ganggu aja Lo",sungut Devan mengurai pelukannya pada sang istri.


"Mana Fani biasanya Lo kayak perangko melulu sama bini Lo itu",tanya Devan.Karena semenjak menikah Fero bucin parah dari Devan pada Fani.


"Lagi ke toilet",jawab Fero santai.


"Itu bukanya Fani sama siapa tu?",ucap Kayla yang menunjuk kearah Fani yang mengobrol dengan seorang cowok.

__ADS_1


Fero menoleh kearah yang ditunjuk Fani seketika rahangnya mengeras melihat sang istri diganggu laki laki lain.Fero seketika menghampiri sang istri dengan hati yang sangat cemburu.


"Hahaha...dasar pria posesif",ledek Devan namun tak didengar lagi oleh Fero.


"Hus...kayak kamu enggak aja Mas",ucap Kayla.


"Ya wajar dong sayang mana rela aku jika istriku yang cantik itu diganggu orang lain cari mati itu namanya",jawab Devan yang menatap kearah Fero yang sedang merangkul posesif sang istri dihadapan laki-laki yang sedang berbincang dengan Fani.


"Ya deh...yang bucin",sindir Kayla.


"Ya dong...harus itu",jawab Devan.


Tak lama Fani datang menghampiri Kayla dan Devan dengan wajah cemberutnya.Ia kesal dengan Fero yang begitu cemburuan jika ada pria didekatnya.


"Ada Fan kok cemberut gitu wajahnya",tanya Kayla.


"Kesal aku sama Mas Fero Key",jawab Fani menatap sang suami yang berjalan kearah mereka.


"Kesal kenapa?",tanya Kayla lembut.


"Mas Fero-


"Wajar Fan...jika dibalik seandainya Mas Fero didekati wanita lain apa yang kamu rasakan?",tanya Kayla membuat Fero tersenyum tipis karena istri sahabatnya itu sungguh bisa membuat sang istri mengerti apa yang ia lakukan demi kebaikan rumah tangga mereka.


"Ya...aku cemburu lah",cicit Fani.


"Nah itu kamu tau...wajar gak suami kamu bersikap kayak gitu?",tanya Kayla.


Fani mengangguk kecil lalu meminta maaf pada sang suami.


Dari kejauhan sepasang mata tampak berkaca-kaca menyaksikan pernikahan Lyra dan Erik.Orang itu ingin masuk dan mengucapkan selamat tapi rasa malu dan sakit yang ia rasakan tak mampu melangkahkan kakinya untuk memberi ucapan selamat pada kedua pengantin.


Ada ribuan batu yang menghantam tubuhnya saat melihat senyum indah Lyra yang dulunya hanya untuknya kini menjadi milik orang lain.Ada rasa sesal karena kesalahan dimasa lalu membuatnya harus kehilangan wanita yang begitu ia cintai.


Kini semua hanya tinggal kenangan kisah itu akan ia kenang dalam hatinya.Entah sampai kapan rasa itu membelenggunya.

__ADS_1


"Selamat Ra...semoga dengan dia kamu bahagia",gumam orang itu lalu melangkah jauh dari kediaman Wijaya.


...****************...


__ADS_2