Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Pria posesif


__ADS_3

Sepulangnya Kayla dari rumah Feri Irawan ia langsung menuju butik diantar oleh Devan.Karena hari ini feeting terakhir baju pengantin yang dipesan Lyra.Sedangkan Devan kembali menuju kantornya karena ada beberapa urusan yang ia selesaikan berdasarkan laporan orang kepercayaannya tentang keluarga Kayla dimasa lalu.


Kayla menuju ruangannya dengan wajah yang benar benar lelah.Ia menghempaskan bokongnya pada kursi kebesarannya dan memijat pelipisnya pelan.Masalahnya dengan Feri tadi membuatnya kesal.Dengan seenaknya Feri meminta mahar yang fantastis pada Devan dan tentunya Kayla tau untuk kepentingannya pribadi.Seolah olah ia menjual Kayla pada Devan.Untung Devan tau rencana busuk Feri dengan tidak terpancing akan syarat yang diajukan oleh Feri.


Kayla menghembuskan nafas panjang dengan bersamaan datangnya Lyra yang diantarkan oleh asisten Kayla menuju ruangannya.


Tok tok tok


"Permisi Key...ini Mbak Lyra nya sudah datang",ujar Fani dengan ramah.


Kayla merubah raut wajahnya seperti tidak terjadi apa apa lalu berdiri dari bangkunya dan berjalan mengitari meja kerjanya dan menyambut Lyra."Oh...silahkan masuk Lyra",jawab Kayla dengan senyum lebar menuntun Lyra masuk keruangannya.


"Terima kasih Mbak",Lyra menatap Kayla dengan senyuman tipis lalu duduk disofa uang terletak disudut ruangan Kayla.


"Oh ya Fan...minta tolong bawakan gaunnya Lyra ya",ucap Kayla.


"Baiklah Key... aku permisi dulu",pamit Fani yang berlalu dari ruangannya Kayla.


Setelah Fani berlalu dan tidak kelihatan lagi Lyra menatap Kayla dengan penuh selidik.


Mbak Kayla dan Kak Devan kapan nyusul aku nih?",goda Lyra yang tampak terkejut dengan pertanyaannya.


"A-aku?",tanya Kayla menunjuk dirinya sendiri dengan tampang cengo.


"Hahaha,Mbak kau lucu sekali",Lyra terkikik geli melihat tingkah Kayla.


"Hehehe",Kayla menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Dia pikir Lyra akan melarang hubungannya dengan Devan.


Lyra menghentikan tawanya dan mengusap sudut matanya yang berair."Tapi aku salut samamu Mbak,kamu bisa menaklukan si manusia datar dan kaku seperti Kakakku itu", lanjut Lyra yang masih menyisakan tawanya.


"Kamu tidak marah padaku kalau kami menjalin hubungan?",tanya Kayla dengan tergagap.


"Marah?,untuk apa aku marah Mbak?,malah aku bersyukur Mbak bisa runtuhin dinding balok hati Kakakku yang tak pernah tersentuh oleh gadis dan wanita manapun,meski mereka sering mengejar ngejar Kakakku",ucap Lyra menerawang membayangkan Kakaknya yang selalu dingin dan datar pada semua perempuan kecuali dirinya dan Nenek.


Kayla menghembuskan nafas lega karena apa yang dipikirkannya tidak sesuai dengan ekspektasi.Devan benar Kayla anaknya baik dan menyenangkan menurutnya.


"Mbak percaya sama aku dijamin Kakakku sayang banget sama Mbak,pria dingin dan datar sekali jatuh cinta akan bucin dan posesif banget jadi jangan buat Kakakku patah hati ya Mbak!",Lyra mengelus jemari Kayla lembut dan menatap manik mata Kayla penuh harap.


Kayla mengangguk kecil apa yang Lyra katakan memang benar.Devan begitu posesif padanya bahkan sedikit kelihatan berlebihan mencintainya atau bahasa anak sekarang bucin.Pria itu sekali satu jam pasti akan menghubunginya untuk sekedar bertanya lagi apa.

__ADS_1


"Janji ya Mbak...",Lyra menyadarkan Kayla dari lamunannya dan diangguki oleh Kayla dengan tersenyum tipis.


"Key...ini gaunnya",Fani datang membawa gaun yang sangat indah yang memiliki motif keemasan



beginilah kira kira gaunnya.😂


Lyra menatap gaunnya dengan mata berbinar gaunnya sangat indah menurutnya.Dia meraba gaun yang hampir jadi itu dengan perasaan haru.


"Gimana,kamu suka?",tanya Kayla.


"Ya...iya aku suka banget malahan",jawab Lyra mantap.


"Kalau begitu tinggal dikasih payet sedikit dibagian tilenya",ujar Kayla.


"Fani tolong kamu bantu Lyra untuk memakai gaunnya",ujar Kayla kepada Fani yang mengambilkan gaun yang masih dipakai patung manekin dan dibantu beberapa karyawan lainnya.


"Aku maunya sama Mbak",potong Lyra cepat dengan wajah penuh harap dan diangguki pelan oleh Kayla sedangkan Fani hanya tersenyum samar.


Kayla membantu Lyra mengenakan gaun itu diruang ganti tanpa mereka sadari saat ini ada dua pria tampan yang sedang menunggu kedua gadis itu diluar.


"Kau begitu very beautiful,Beib",puji Benny dengan sangat tulus.


"Sayang...kau disini?",Lyra yang kaget mendengar suara kekasihnya langsing berlari memeluk erat calon suaminya itu.


"Hmmm...ingat belum halal,udah main peluk peluk aja",ketus Devan yang jengah melihat gaya pacaran sang adik.


"Hanya pelukan Kakak ipar",jawab Benny yang melepaskan pelukan sang kekasih.


"Kau yakin?",Devan menatap tajam Benny yang terlihat gelagapan.


"Eehh...",Benny menggaruk tengkuknya guna menghilangkan rasa gugupnya.


Kayla hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabat yang sebentar lagi akan menjadi saudara ipar ini beradu mulut.


"Kakak...Mas Benny stop!",teriak Lyra yang mulai kesal dengan keduanya yang tidak pernah akur dan mengalahkan kalau sudah berdebat.


Devan menghentikan ucapannya saat ia tersadar kalau saat ini berada didepan kekasihnya yang tampak tersenyum tipis melihat tingkahnya.

__ADS_1


"Lyra...apa masih ada yang mau diperbaiki dengan gaun ini?",Kayla mengalihkan suasana canggung yang terjadi.


"Udah segini udah cukup kok Mbak",jawab Lyra dengan mata berbinar.


"Baiklah kalau begitu dua hari lagi sudah bisa diambil",ucap Kayla dengan senyuman yang menghiasi bibir kecilnya.


"Mari saya bantu kembali untuk membuka gaunnya",ujar Kayla dan diangguki Lyra dan mereka pun masuk kembali kedalam ruang ganti.


"Mas aku bantu Lyra sebentar ya",bisik Kayla yang berjalan tepat didepan Devan dan hanya di jawab deheman kecil oleh Devan.


Devan dan Benny duduk saling diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun menunggu para gadis mereka.Para pria tampan ini begitu sangat menghebohkan para karyawan mereka saling berbisik kecil agar tidak kedengaran oleh para pria bucin yang tengah sibuk dengan pikiran mereka masing masing.


***


Devan tampak masih diam saat Lyra dan Benny yang sudah berlalu pergi beberapa menit yang lalu.Dia sibuk memandangi Kayla yang masih sedikit direpotkan dengan beberapa pekerjaannya.


"Sayang...apakah kita menikah nanti kamu sendiri yang akan menjahit baju pengantin nya atau akan dipesan diperancang ternama?",Devan menatap gadisnya yang sudah selesai dengan pekerjaannya.


Kayla menatap manik mata Devan yang begitu banyak cinta didalamnya untuk dirinya lalu tersenyum lebar."untuk baju akadnya aku sendiri yang merancangnya",jawab Kayla.


"Bukannya kamu bilang belum bisa merancang?",Devan mengerutkan keningnya yang bingung dengan kekasihnya yang tiba tiba bisa merancang.


Kayla bangkit dari duduknya dan membuka laci meja kerjanya mengamabil sebuah kertas lalu ia tunjukan pada Devan.


"Bagaimana menurutmu Mas?",Kayla menyodorkan sebuah kertas yang merupakan sebuah rancangan kebaya.


"Cantik...tapi dadanya jangan terlalu rendah sayang aku tidak rela orang lain melihat bagian dari tubuhmu ini walau itu sedikit saja",ujar Devan menunjuk desain gambar bagian dada.


"Baiklah sesuai dengan permintaanmu Mas",jawab Kayla tersenyum hangat.


Benar kata Lyra kalau Devan sangat posesif padanya dan entah kenapa ia menyukainya.Mendengat jawaban Devan serasa ia sangat dihargai dan dilindungi sebagai perempuan.


"Hmmm...maaf kalau aku sedikit mengubah konsepnya,aku hanya tidak ingin laki laki mengkhayal liar dengan baju pengantinmu nanti dan laki laki itu keenakan aku saja belum melihatnya masa ia mereka ikutan melihat",ujar Devan polos dan sukses membuat Kayla merona.


"Gak apa apa Mas,justru aku berterimakasih karena Mas sudah mengingatkan aku",jawab Kayla dengan wajah yang sangat bahagia.


"Jadi hari ini kita ziarah ke makam orangtuamu?",Devan mengalihkan pembicaraan mereka karena memang mereka berencana akan ziarah ke makam orangtuamu Kayla oleh karena itu Devan menjemputnya.


"Jadilah Mas,ayo kita berangkat!",ajak Kayla yang bangkit dari duduknya dan diikuti oleh Devan.Mereka keluar ruangan dengan bergandengan tangan membuat para karyawan tersenyum melihat bos mereka yang sudah menemukan pria yang baik.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2