Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Tentang masa lalu Devan


__ADS_3

Kayla kembali ke ruang rawat Lyra meski Devan sudah membujuknya untuk pulang lebih dahulu karena kondisi fisiknya masih lemah.


Kayla sebenarnya ingin bertanya pada Devan tentang dokter Wina yang menatap Devan penuh minat selama pemeriksaannya tadi.Kayla diam diam memperhatikan dokter Wina yang mencuri curi pandang pada Devan.Hatinya sedikit kesal karena ada orang lain yang menatap suaminya dengan tatapan memuja.


Itu juga alasan Kayla yang tak mau pulang dia takut marah marah pada Devan yang berpengaruh pada janinnya.


Devan yang merasa Kayla menghindarinya mulai tidak tenang apalagi mood wanita hamil berubah ubah serta emosinya bisa meledak ledak.Lebih baik dia diam dan tak mengganggu Kayla dulu.


Kayla duduk sambil memainkan ponsel ditangannya sedangkan Lyra sudah terlelap setelah meminum obatnya.


Devan mendekati Kayla setelah selesai menelfon Ray guna memastikan meeting yang berlangsung lagi lancar atau tidak.


"Sayang...kita pulang yuk! sebentar lagi Benny datang buat gantiin kita menjaga Lyra",ucap Devan mengelus perut rata sang istri lembut menyalurkan kasih sayangnya pada janin yang ada diperut Kayla.


"Hmmm",jawab Kayla yang masih kesal pada Devan yang tak menjelaskan kenapa dokter tadi menatapnya seperti itu.


"Sayang...istri Mas yang sangat cantik kok tiba tiba cuekin Mas dari tadi?ada apa hum?",tanya Devan menangkup wajah sang istri dengan kedua tangannya.


"Tau ah...aku kesal aja Mas tadi dokter itu diam diam curi curi pandang sama Mas",ketus Kayla dengan mengerucutkan bibirnya ke depan.


"Jadi istri Mas ini cemburu?",goda Devan mencubit gemas hidung mancung Kayla.Dia bahagia kalau Kayla cemburu padanya itu berarti istrinya sangat mencintainya dan tak ingin kehilangan dirinya.


"Gak...cuma kesal aja", bantah Kayla yang masih ketus pada Devan.


"Iya deh istri Mas cuma kesal dan gak cemburu",Devan mengalah dari pada sang istri kembali mendiamkannya.


"Mau pulang gak?",tanya Devan lagi.


"Sebentar lagi ya Mas,tunggu Mas Benny datang",ucap Kayla.


"Oh ya kamu belum makan sayang mau makan diluar atau dipesan aja terus makan disini",tanya Devan memeluk mesra sang istri.

__ADS_1


"Makan diluar aja Mas",jawab Kayla.


"Ok deh...oh ya sayang kamu gak ada kepengen sesuatu gitu?Mas pengen juga kamu merengek sesuatu minta dicarikan sesuatu yang kamu mau?",ucap Devan yang ingin merasakan bagaimana direpotkan dengan ngidam sang istri.


"Mas mau aku ngidam gitu?",tanya Kayla.


"Ya...kamu gak merasa menginginkan sesuatu?",tanya Devan.


"Untuk sekarang belum Mas,aku malah sekarang gak mau jauh jauh dari kamu",ucap Kayla manja.


"Kamu apa calon debay nih yang gak mau jauh jauh dari Mas?",Devan menggoda sang istri membuat Kayla tersipu malu.


"Dua duanya Mas,gak tau aja rasa mual aku hilang jika udah didekat kamu Mas",ucap Kayla.


"Benarkah?rejeki nomplok dong buat Mas di tempelkan terus sama istri Mas yang cantik ini",ucap Devan mencium singkat bibir sang istri.Dia merasa bahagia dan dibutuhkan saat sang istri bermanja-manja padanya.Apalagi sebentar lagi keluarga kecilnya akan lengkap dengan kehadiran seorang anak.


"Emang Mas gak risih nantinya jika aku nempel terus sama kamu Mas?",tanya Kayla menatap manik mata sang suami yang jernih.


"Oh ya Mas...kayaknya dokter Wina suka deh sama kamu tapi aku bersyukur suamiku gak menanggapinya malah datar banget",ucap Kayla.


Deg


"Sayang Mas mau ngomong sesuatu sama kamu dan janji jangan salah paham dulu sebelum Mas cerita sampai selesai",Devan ingin menjelaskan siapa Wina di masa lalunya.


"Baiklah Mas...apapun dimasa lalu kamu gak penting buat aku karena kenyataannya akulah yang jadi masa depan kamu Mas",ucap Kayla bijak membuat Devan terharu dengan ucapan sang istri.


"Makasih sayang...kamu adalah masa depan Mas selamanya sampai maut memisahkan kita.Mas akan tetap menceritakan semuanya sama kamu dan tak akan ada yang Mas tutupi dari kamu ",Devan tersenyum haru menatap wajah cantik sang istri.


"Sayang dulu Mas dan dokter Wina teman baik selama masa kuliah.Kita kuliah di universitas yang sama tapi berbeda fakultas dia kuliah kedokteran sedangkan Mas mengambil jurusan Management bisnis.Selama kita kuliah Mas bersikap biasa saja seperti yang kamu kenal dingin dan datar karena tujuan hidup Mas itu kamu.Tak ada yang spesial terjadi antara Mas dan Dokter Wina selam kita berteman.Hingga suatu hari menjelang kelulusan dia mengatakan isi hatinya sama Mas kalau dia mencintai Mas",ucap Devan pelan melihat reaksi sang istri yang tampak tempat saja.


Kayla tetap diam tanpa mau bertanya atau memotong ucapan sang suami.

__ADS_1


"Tapi...Mas tolak karena Mas hanya menganggap dia teman dan tidak lebih karena saat itu hati Mas sudah untukmu sepenuhnya meski Mas kehilangan jejak kamu saat itu.Jadi semenjak itu Mas tidak bertemu dia lagi dan tadinya pertemuan Mas setelah kejadian itu",ucap Devan.


Kayla tersenyum tipis menatap sang suami dalam."Mas...jujur tadi aku kesal dengannya yang terus saja mencuri curi pandang sama Mas tapi aku tau suamiku tidak akan mengkhianatiku.Tapi jika suatu hari nanti kamu tidak mencintaiku lagi tolong jangan mengkhianatiku.Lepaskan aku",ucap Kayla serak menahan tangisnya.


"Sssttt...kamu istri Mas sampai maut memisahkan kita.Dan Mas tidak akan. mau menukarkan berlian seperti kamu dengan belingan kaca",ucap Devan meletakkan jari telunjuknya dibibir sang istri.


"Hmmm...kalau mau bermesraan jangan disini Pak...Noh di kamar aja",ejek Benny.


"Ck...masuk ketuk pintu dulu",kesal Devan yang terganggu dengan kehadiran Benny.


"Ini rumah sakit bukan ruang kerja Lo Dev",ketus Benny.


"Ya sudah gue minta tolong jaga Lyra ya...Gue harus antar Kayla pulang",ucap Devan menghampiri Benny.


"Ya...Lo tenang saja biar Lyra jadi urusan gue yang penting Kayla beristirahat yang cukup apalagi dia tengah hamil muda",ucap Benny menepuk pelan bahu Devan.


"Ok...gue bakalan bantu Lo rujuk sama Lyra sebagai imbalannya", bisik Devan membuat Benny tersenyum lebar.


"Gue gak mau maksa dia Dev...kalau dia mau rujuk ya alhamdulilah kalau gak mungkin dia bukan jodoh gue lagi",ucap Benny bijak karena hakikatnya cinta itu tidaklah harus memiliki.


Benny menyadari kesalahannya karena sudah membohongi Lyra sedari awal.Ia tau jika sesuatu diawali dengan kebohongan maka endingnya juga tidak baik.


Meski cintanya pada Lyra tak kan terganti sampai kapanpun.Tapi dia akan melepas Lyra jika ia bahagia dengan tidak menjadi istrinya lagi.


"Kalau begitu gue tinggal dulu Kayla belum makan malam soalnya",ucap Devan meraih jemari sang istri.


"Apa Lo bilang Lo belum kasih Kakak ipar gue makan?ingat Dev...ada anak Lo juga perut Kayla yang butuh makanan",teriak Benny menggelengka kepalanya.


"Sssttt... berisik Lo ntar adik gue bangun",bisik Devan yang beranjak pergi menarik pelan sang istri.


Sementara itu dari tadi sepasang mata tampak mendengarkan ucapan mereka dengan tangan terkepal dan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2