
Dokter Alina,dokter kandungan Kayla tengah memeriksa keadaan Kayla.Devan tampak menemani sang istri yang duduk disebelah Kayla.Dokter menanyakan satu persatu yang Kayla rasakan.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?",tanya Devan dengan raut wajah kuawatir setelah dokter Alina selesai memeriksa Kayla.
"Nyonya Kayla hanya mengalami syok ringan Tuan,diharapkan Nyonya Kayla tidak banyak pikiran.Kalau boleh saya saran kan anda bisa mengajak Nyonya Kayla untuk baby moon.Agar Nyonya Kayla tidak terlalu stres menghadapi nanti kelahiran baby-nya",ucap Dokter Alina ramah.
"Lalu baby kami Dok",tanya Devan.
"Baby-nya baik baik saja,yah itu tadi Nyonya jangan banyak pikiran dan alihkan pikiran Nyonya dari kejadian tadi dengan hal positif lainnya",ucap Dokter Alina.
"Syukurlah Dok",ucap Devan sedikit lega.
"Oh ya ini ada resep obat untuk ditebus nantinya,kalau bisa ditebus sekarang ya Tuan agar Nyonya bisa meminum obatnya",ucap Dokter Alina menuliskan resep obat untuk Kayla.
"Iya Dok,terima kasih",tutur Devan.
"Sama sama Tuan,saya permisi dulu",ucap Dokter Alina beranjak pergi dari kamar milik Devan.
Setelah Dokter Alina pergi Devan meminta salah satu anak buahnya untuk menebus obat.Dia tak mau meninggalkan Kayla yang masih banyak diam.
"Sayang...maafin Mas ya",lirih Devan menggengam erat jemari Kayla kemudian mengecup pelan punggung tangannya.
Kayla hanya tersenyum kecil lalu menggangguk pelan.Kini hanya mereka berdua di kamar itu.Lyra dan Erik sudah kembali ke kamar mereka saat dokter Alina datang.
"Mas gak becus jaga kalian,"ucap Devan yang terus menyalahkan dirinya sendiri.
"Mas...aku baik baik saja kok,Mas udah jaga kita dengan baik.Mungkin ini sudah takdir yang harus terjadi.Yang penting anak kita baik baik saja",lirih Kayla yang tak tega mendengar Devan dari tadi terus menyalahkan dirinya sendiri.
"Mas sudah membuat perhitungan dengan wanita gila itu sayang.Dan setelah ini dia tidak akan menggangu kita lagi",tutur Devan.
"Mas dia hanya dibutakan oleh cinta tanpa memikirkan akibatnya.Kasihan dia Mas,dia sangat mencintai kamu-
"Tapi Mas tidak mencintainya sayang,hanya kamu yang ada dihati Mas selamanya",ujar Devan.
__ADS_1
"Tapi Mas di-
"Siapa yang berani menyakiti orang yang Mas cintai dia akan Mas buat hancur",ujar Devan dengan menahan amarahnya yang tiba tiba datang jika mengingat kejadian tadi.Andai saja Rey tidak tanggap dengan apa yang dilakukan Wina mungkin kondisi istrinya lebih parahnya dari ini.
Kayla memilih diam tak mau lagi berkomentar saat melihat sang suami begitu emosi.Jika sudah begini berarti kesalahan dokter Wina tak bisa lagi di tolerir lagi.Kayla sangat mengenali sifat sang suami jika sudah begini apapun keputusannya tak akan bisa diganggu gugat lagi.
"Kamu marah Mas membaut perhitungan dengan Dokter Wina?",tanya Devan yang melihat raut wajah istrinya tiba tiba saja berubah
"Gak Mas...aku tau kamu lakuin semuanya demi kebaikan kita",jawab Kayla tersenyum tipis.
"Mas akan lakukan apapun jika ada yang berani menyakiti kamu dan anak kita",ucap Devan menatap sang istri penuh kasih sayang.
"Iya Mas...aku tau",jawab Kayla.
Kayla begitu merasa beruntung dicintai oleh Devan.Tak hanya cinta juga perhatian dan perlindungan selalu pria itu berikan.Kayla tau selama ini suaminya mengerahkan beberapa bodyguard bayangan untuk menjaganya dari jauh saat ia berada diluar rumah.
Di spesialkan oleh pria yang digilai para wanita membuat Kayla merasa beruntung.Devan akan bersikap hangat jika pada keluarganya saja.Jika di kantor pria itu sangat datar dan dingin dan sangat jarang tersenyum bahkan hampir tak pernah tersenyum.Tak ada wanita yang berani mendekatinya.Meski dokter Wina sekali pun tak mampu menggodanya.
Kayla kembali tidur setelah meminum obatnya.Wanita itu sedikit merasa bersalah pada Lyra karena dirinya acaranya Lyra berantakan.Kayla ingin menemui Lyra tapi Devan melarangnya takut menganggu mereka mengingat hari hampir larut malam.Bukan karena apa Devan tau adiknya itu pasti dengan melakukan ibadah halalnya dengan sang suami.
Devan duduk ditepian tempat tidur menemani Kayla tidur karena dia harus menyelesaikan beberapa urusannya dulu.Meski ia telah mempercayakan semuanya pada Rey tapi ada seserang yang ingin ia hubungi karena selama pesta tadi ia tak melihat sahabatnya itu.
Devan sengaja melakukan panggilan video pada sahabatnya itu.Setelah mencoba beberapa kali baru panggilan ke enam panggilannya diangkat.
Devan;Kemana aja Lo,hum?.Gue kirim langsung undangannya sama lo.Jangan bilang Lo belum move on dari adik gue.
Benny;Hahaha maaf Dev...gue ada meeting yang gak bisa gue wakilkan pada asisten gue.Maaf tak bisa datang.
Devan;Lo dimana sekarang kayaknya bukan di Kalimantan?.
Benny;Gue lagi disalah satu hotel di kota xxx menghadiri meeting dengan salah satu klien.
Devan; Alasan Lo basi tau gak.Gue tau Lo lagi dikota ini sekarang.Jangan jadi pengecut Ben.Gue tau Lo datang di akad Lyra kemarin.Kenapa gak masuk aja?,belum move on?.
__ADS_1
Benny;Ya ya...gue lupa rumah Lo ada cctvnya.Gue belum bisa melihat orang yang gue cintai bahagia dengan orang lain.Yah...lo benar gue belum move on.Gak semudah itu melupakan seseorang yang kita cintai dengan waktu singkat.Gue lihat berita barusan terjadi kekacauan.Wina berulah lagi?.
Devan;Ya...jejak digital memang selalu nomor satu sebagai penyampai berita.Hampir saja istri gue celaka Ben.Mantan sekretaris Lo memang bisa dihandalkan.Jika tidak ada dia yang menopang tubuh Kayla mungkin anak gue lahir prematur saat ini.
Benny;Ya...Rey memang selalu peka orangnya dengan keadaan sekitar.Itu sebabnya gue percaya banget sama dia dalam urusan kantor.Lo harus tambah dia bonus.Minimal liburan mungkin.
Devan;Tak perlu Lo kasih tau gue udah siapkan bonus untuknya.
Benny;Adik Lo bar bar nya belum juga hilang ya.Video dia melabrak Wina jadi berita hangat.
Devan; Hehe...Ya gue gak tau ngidam apa Mommy saat hamil dia dulu.
Benny;Hehehe gadis itu selalu saja seperti itu.
Devan;Gimana kabar Vanya?.Lo harus cepat cepat cari ibu untuknya.
Benny; Doakan saja semoga gue bisa dapat ibu sambung yang menyayangi Vanya dengan tulus.
Devan;Lahiran anak gue nanti awas saja Lo gak datang,gelar CEO Lo gue cabut.
Benny;Baiklah Tuan Presdir.Gue tutup dulu Vanya bangun.
Devan; Baiklah...bye.
Klik.
Devan menutup laptopnya pelan dan melirik kearah sang istri yang sudah tertidur pulas.Dia bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka serta mengganti pakaiannya untuk ikut tidur.
Setelah selesai Devan ikut bergabung dengan sang istri menuju alam mimpi.
"Selamat tidur sayang,mimpi yang indah",Devan mengecup pelan kening sang istri lalu ikut memejamkan matanya untuk tidur.
...****************...
__ADS_1