
Jika ingin memutar waktu Devan ingin tidak ingin mengenal Benny.Pria yang dengan gentlenya meminta adiknya untuk dijadikan pendampingnya.Tapi kini dengan teganya memberikan luka yang mendalam untuk gadis kecil yang ia sayangi.
Devan menatap langit yang bertaburkan bintang dari balkon kamarnya.Dinginnya malam menusuk pori porinya.Tapi lebih dingin hatinya saat ini saat mendengar kenyataan yang baru saja disampaikan oleh Erik.Meski Erik sudah melakukan tugasnya dengan baik sebagai Kakak tapi Devan merasa tidak berguna sebagai Kakak yang tidak tau sama sekali dengan sang adik.
Kayla yang baru saja memasuki kamarnya setelah menemani Lyra mengobrol.Dia melihat sekeliling kamar tapi tak menemukan sang suami.Kayla berjalan kearah balkon karena semenjak mereka menikah Kayla tau kalau balkon kamar adalah tempat favoritnya saat ada masalah.
Kayla menghampiri Devan yang tampak melamun.
"Mas...",lirih Kayla memeluk Devan dari belakang memberikan kekuatan untuk sang suami dengan masalah yang ia hadapi saat ini.
Devan menikmati pelukan dari sang istri dengan memejamkan mata pelan.
"Aku gagal jadi seorang Kakak sayang,aku gak bisa menjaga adikku dengan baik hingga orang yang aku percaya tega melukai hatinya.Apa salahku Yang?sehingga Benny tega melakukan ini.Jika memang dia punya salah dengan kekhilafannya harusnya ia memutuskan adikku itu lebih baik dari pada sekarang saat adikku sudah jatuh sejatuh jatuhnya pada Benny",lirih Devan menahan air matanya agar tidak jatuh.
Kayla hanya diam mendengarkan semua ucapan sang suami tanpa mau mengomentari karena ia tau Devan hanya ingin dia mendengarkan semua yang ia pendam selama ini.
"Mereka disana pasti kecewa padaku Yang malah orang lain yang tak ada hubungan darah dengan kami memasang badan saat adikku disakiti.Mommy dan Daddy sudah menitipkan Lyra padaku untuk aku jaga tapi orang terdekatku yang melukainya.Aku harus apa Yang?Lyra adikku sedangkan Benny sahabatku",gumam Devan membalikan badannya menatap sang istri dengan mata berkaca-kaca.Hanya Kayla yang tau kalau seorang Devan yang biasanya angkuh,datar dan dingin bisa menitikkan air mata untuk seorang adik yang begitu ia sayangi.
"Mas...orang tua Mas tidak kecewa dengan Mas.Mas sudah melakukan tugas Mas dengan baik sebagai seorang Kakak.Apa yang terjadi pada Lyra adalah takdir yang telah Allah tuliskan untuknya.Jangan pernah menyalahkan diri Mas sendiri!. Percayalah ini adalah ujian bagi rumah tangga mereka.Kita doakan saja apa yang terbaik untuk mereka.Apapun keputusan mereka kita harus bisa menerimanya demi kebaikan dan kebahagiaan Lyra",ucap Kayla bijak membuat Devan terharu dengan ucapan sang istri bahkan dia tidak pernah berpikir ke arah sana.
"Masuk yuk Mas!...angin malam tidak baik untuk kesehatan",ajak Kayla meggandeng tangan suami memasuki kamar mereka.
Setibanya di kamar Devan langsung memeluk sang istri."Makasih sudah menjadi istri Mas yang selalu bisa menenangkan Mas",ujar Devan menghirup aroma tubuh sang istri yang selalu membuatnya tenang.
Kayla membalas pelukan sang suami dengan erat."Sudah tugasku sebagai istri Mas",jawab Kayla tersenyum tipis.
Disaat yang sama Lyra sedang mengobrol dengan Erik diruang keluarga didampingi Nenek yang duduk tak jauh dari mereka berdua.
"Kak...jangan lupakan aku sebagai adikmu di sana.Adik yang selalu membuatmu repot dan manja",ucap Lyra terkekeh mengingat betapa cengeng dan manjanya ia dengan Erik dulu.
"Kamu adikku Ra...mana mungkin aku bisa lupa denganmu lagian aku tidak pergi jauh Ra cuma ke Kalimantan",jawab Erik menahan sesak didadanya karena gadis kecilnya sudah tidak bisa ia gapai lagi.
"Hehehe...apa kamu tidak berniat untuk menikah Kak?",tanya Lyra menatap manik Erik yang tampan terkejut dengan pertanyaannya.
Deg
Erik kaget dengan pertanyaan Lyra yang menanyakan kapan ia menikah.Tidak tau kah ia sampai saat ini gadis kecilnya ini masih jadi penghuni hatinya.
"Siapa yang mau dengan Kakak yang cuma pria yatim piatu yang kalau bukan karena keluarga Wijaya bukanlah apa apa Ra",jawab Erik lirih membuang muka saat Lyra menatap manik matanya.
__ADS_1
"Kamu jangan berkecil hati Kak...kamu tampan dan berkharisma juga mapan siapa gadis yang tak mau menjadi istrimu",ucap Lyra tersenyum kecut.
"Walau Kakak seperti yang kamu katakan tapi tidak bisa membuatmu jatuh cinta pada Kakak Ra",batin Devan menghela napas panjang.
Lyra tau hatinya masih ada cinta untuk Erik tapi apa daya dia bukan wanita single saat ini.Dia masih istri orang yang mungkin saja sebentar lagi akan berganti menjadi seorang janda.Karena Lyra sudah memutuskan untuk berpisah dengan Benny.Percuma ia bertahan kalau pada akhirnya akan ada hati seorang anak yang akan terluka karena keegoisannya.
"Ra...fokus Kakak saat ini adalah memajukan perusahaan dan untuk pasangan Kakak belum memikirkannya,tapi tenang saja Kakakmu ini normal kok jangan risau kan Kakak fokus pada masalah rumah tanggamu", ucap Erik terkekeh kecil menyembunyikan luka hatinya.
Tapi Nenek yang dari tadi memperhatikannya sedikit tersentuh dengan kata kata bijak sang cucu padahal hatinya begitu terluka.
"Semoga kamu mendapatkan wanita yang bisa memahamimu Nak",batin Nenek menatap Erik dari jauh dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tau Kak... setelah masalahku selesai aku akan mengunjungi Kakak disana sekalian liburan",ucap Lyra tersenyum samar menatap sang Kakak dengan pandangan yang tak terbaca.
"Ya...Kakak tunggu.Sebaiknya kamu tidur sana ini sudah larut kasihan juga Nenek yang menemani kita", tunjuk Erik kearah Nenek yang tersenyum tipis.
"Ya Kak...Kakak juga istirahat ya",ucap Lyra beranjak dari duduknya lalu tersenyum penuh arti pada Erik yang juga tersenyum tipis padanya.
Mereka memutuskan masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat karena waktu sudah menunjukkan jam 23:23 malam.Sudah terlalu larut untuk istirahat.
***
Benny sudah duduk diruang tamu menuggu para penghuni rumah yang belum menampakkan batang hidungnya.Ingin dia menghampiri sang istri tapi mengingat
Lyra masih marah padanya membuatnya urung untuk menemuinya.
Devan yang melangkahkan kakinya keruang makan melirik sekilas Benny yang duduk diruang tamu sendirian.
Benny yang melihat kehadiran Devan segera menyusul keruang makan.
"Dev...gue mau bicara sama elo berdua aja",ucap Benny dengan wajah memohon.
"Baiklah...keruang kerja gue Lo tunggu sebentar mau nemuin Kayla dulu agar sarapan terlebih dahulu",ucap Devan meninggalkan Benny yang terpaku melihat kepergian Devan.
Setelah menemui Kayla Devan menyusul Benny diruang kerjanya.
"Ada apa?",tanya Devan yang duduk di kursi kerjanya.
"Masalah gue dan Lyra gue udah mutusin untuk memperbaiki rumah tangga gue dan membawa anak gue tinggal bareng gue dan Lyra",ucap Benny.
__ADS_1
"Apa Lo udah bicarakan ini dengan adik gue?Lo gak bisa mutusin masalah ini sepihak.Lo yakin Lyra bakalan nerima anak Lo?",tanya Devan menatap tajam Benny.
"Gue yakin Lyra bisa nerima Vanya",jawab Benny mantap.
"Lalu anak Lo bisa gak nerima adik gue sebagai ibu sambungnya.Lo udah ngomong ini belum ke anak Lo?",tanya Devan lagi dengan hati yang benar benar emosi.
"Masalah anak gue Lo tenang aja dia ingin punya orangtua lengkap dan Lyra bisa jadi ibunya",jawab Benny dengan pedenya.
"Lo tau gak beberapa hari yang lalu anak Lo melabrak adik gue di apotik.Dengan lantangnya anak Lo bilang adik gue merebut Daddy-nya dari nya",desis Devan yang sudah muak dengan keegoisan sahabatnya ini.Salah satu bodyguard melaporkan apa yang terjadi di apotik kepada Devan.
Benny nampak terkejut mendengar penjelasan Devan.Dia tidak menyangka kalau anaknya berani mengatakan itu didepan umum.
"Lo kaget?...Ben lepasin adik gue dan menikahlah dengan ibu dari anak Lo karena yang diinginkan anak Lo keluarga yang utuh itu Lo bersama dengan ibu kandungnya",ucap Devan penuh penekanan.
"Gak...Lo gak bisa mengatur rumah tangga gue Dev...ini masalah gue dan Lyra.Gue yakin Lyra dan Vanya akan jadi ibu dan anak yang saling menyayangi",ucap Benny berapi-api..
"Kata siapa Mas?", Lyra tiba tiba masuk menghampiri dua pria tampan yang sedang bersiteg membuat mereka menatap kearah Lyra dengan raut muka yang terkejut.
"Ra...sayang...Mas mohon maafin kesalahan Mas.Kita ulang lagi dari nol kamu aku dan Vanya akan hidup bahagia selamanya",ucap Benny mencoba meraih tangan sang istri dan langsung ditepis oleh Lyra.Devan yang menyaksikan tersenyum mengejek.
"Mas...anak kamu tidak menyukaiku...dia dengan lantangnya bilangan aku merebutnya dari dia dan ibunya",desis Lyra menatap Benny penuh kebencian.
"Itu karena kalian belum mengenal satu sama lain.Vanya anak yang penurut Ra..",ucap Benny penuh permohonan.
"Tapi sayangnya aku tidak minat jadi ibu sambung anakmu Mas",ucap Lyra membuang muka.
"Lalu apa mau kamu Ra?",geram Benny yang sudah lelah memohon pada sang istri.
"Kita pisah...",ucap Lyra lantang.
"NO...sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu Lyra",teriak Benny yang tersulut emosi.
"Kalau begitu aku yang akan mengugatmu Mas",jawab Lyra santai.
"Lyra...",geram Benny yang menurutnya sudah berubah tak ada lagi cinta dimatanya yang ada hanyalah kebencian.
"Sudahlah Mas...aku sudah memikirkan semuanya baik baik.Mungkin jodoh kita sampai disini.Pikirkan anakmu Mas jangan egois...dia ingin Mommy dan Daddy-nya bersama dengannya selamanya",ucap Lyra terseyum sinis.
"Lyra...Mas mohon beri Mas kesempatan kedua",lirih Benny.
__ADS_1
...****************...