Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Kutunggu didepan penghulu,Mas


__ADS_3

Arghh....


Prank


Aruna melempar semua barang yang ada dimeja hiasnya.Nafasnya memburu menatap tajam foto masa kecilnya dengan seorang gadis kecil.


"Aku tak akan biarkan kamu bahagia Kayla,Devan adalah milikku dan sampai kapanpun akan jadi milikku",desis Aruna lalu tertawa jahat.


Aruna membanting foto yang terpajang didinding kamarnya.Foto masa kecilnya dengan Kayla.Aruna merasa di khianati oleh sahabat sekaligus sepupunya itu.Figura berukuran besar itu hancur tak bersisa.Lalu merobek foto yang ada di figura itu.


"Sahabat macam apa kamu Kayla merebut pria yang aku cintai",teriak Aruna frustasi.


Prank


Aruna kembali melempar barang barang yang ada di kamarnya.


"Apa yang kamu lihat dari gadis tak berguna itu Devan sayang?",lirih Aruna yang seperti sudah kehilangan akal sehatnya.Makeup nya sudah berantakan oleh tangisannya,keadaannya benar benar kacau.


"Aku akan melakukan apapun demi mendapatkanmu Devan termasuk menyingkirkan gadis yang tak berguna itu",ucap Aruna yang kembali histeris.


Cintanya pada Devan sudah terlalu dalam namun sayang pria tampan yang dingin itu menolaknya mentah mentah.Cinta membuatnya kehilangan akal sehatnya.Padahal Kayla tidak tau apa apa tentang perasaannya pada Devan.


Cinta memang buta itulah pepatah yang sering diucapkan.Itu pula yang dirasakan Aruna cintanya pada Devan membutakan mata hatinya dan membenci sahabat sekaligus sepupunya yang tak pernah tau apa yang ia rasakan pada Devan.


Sementara itu dua sejoli yang tengah dimabuk asmara menikmati dinginnya angin malam ditemani cahaya rembulan.Mereka tengah berada di gazebo rumah milik Devan.Karena beberapa jam yang lalu mereka memutuskan untuk pulang karena acara inti sudah selesai.sedangkan pengantin baru menginap di hotel selama dua hari.


Devan menatap Kayla dengan penuh cinta, pandangannya tak pernah ia alihkan dari makhluk cantik dihadapannya.Sungguh Maha Besar Allah yang sudah menciptakan makhluk secantik tunangannya ini pikirnya.


Kayla yang dari tadi dipandangi oleh Devan benar benar salah tingkah.Wajahnya memerah dan memanas karena malu diperhatikan oleh pria tampan disampingnya.


"Mas... ka-kamu kenapa liatin aku terus sih?",Kayla menatap Devan malu malu.


"Kamu tuh cantik dan gak ngebosenin bila dipandang apa lagi berdandan seperti ini makin cantik",puji Devan tulus.

__ADS_1


"Apaan sih Mas",jawab Kayla tersipu malu dan memalingkan wajahnya dan tersenyum tipis.Pujian Devan membuatnya begitu bahagia.


"Benar sayang...jangan sering sering dandan seperti ini ya",pinta Devan.


"Kenapa Mas?",Kayla menata bingung Devan.


"Karena Mas takut kamu banyak yang naksir",jawab Devan menatap dalam manik tunangannya.Dia akui Kayla saat ini begitu memukau apalagi saat pesta tadi banyak para pria meliriknya meski mereka tau Kayla baru saja bertunangan.Dan dia tak ingin Kayla selalu berpenampilan seperti ini karena akan membuatnya tidak tenang memikirkan Kayla yang akan dilirik pria lain dan ia tidak akan rela penantiannya selama ini terasa sia sia.


Kayla menahan senyumannya mendengar ucapan Devan yang membuatnya begitu dihargai dan dibutuhkan disisi Devan.Pria yang membuatnya mudah membuka hati dalam waktu singkat padahal dia tipe cewek yang tak mudah jatuh cinta.Apalagi mereka baru beberapa bulan kenal meski dulunya mereka pernah kenal dan itu menurut Devan karena Kayla tak mengingat apapun dimasa lalu tentang Devan.


Tak jauh dari mereka duduk sepasang mata tengah mengawasi mereka.Dia tampak tersenyum bahagia menatap dua sejoli yang sedang tersenyum malu malu.


"Semoga kalian selalu bahagia",ucapnya dengan mata berkaca-kaca lalu berlalu pergi menuju kamarnya.


"Sayang kamu mau konsep pernikahan seperti apa?",Devan menatap Kayla yang tersenyum tipis menampakkkan lesung pipinya menambah kecantikan gadis yang di cintainya.Devan benar benar sudah jatuh cinta sedalam dalamnya pada Kayla.


"Gak ada sih Mas,dulu aku ya cuma mengharapkan pernikahan aku diadain sederhana saja dengan gaun pengantin yang aku rancang sendiri",jawab Kayla lirih.


"Kenapa?"


"Memangnya aku seperti apa menurutmu Kay?",tanya Devan menatap dalam gadisnya.


"Kamu?".


"Ya aku?,memangnya aku ini seperti apa?".


"Kamu terlalu sempurna buat aku Mas,kita bagaikan langit dan bumi yang memiliki paras yang begitu tampan dan sempurna tanpa ada cacat sedikitpun.Terkadang aku berfikir apa yang kamu lihat dari aku yang hanya gadis sederhana serta yatim piatu ini?",lirih Kayla dengan suara serak.


Devan menangkupkan wajah Kayla dengan kedua tangannya."Hey...tatap mata aku sayang!,aku...cinta sama kamu tanpa syarat dan tanpa melihat status kamu",ucap Devan bersungguh sungguh.


Kayla sungguh begitu bahagia saat menatap manik mata Devan yang begitu tulus mencintainya."Makasih sudah memilihku",ujar Kayla menatap mata Devan yang membuatnya terhipnotis dan tersesat didalamnya.


Devan mengangguk cepat dan meraih kedua tangan Kayla dan meremasnya pelan.Dia melihat cincin mendiang Mama sudah melingkar indah dijemari Kayla sebagai bukti keseriusannya untuk memiliki Kayla.

__ADS_1


"Tentu...kamu gadis yang dikirim Tuhan untuk melengkapi kekuranganku my sweety",jawab Devan menatap Kayla penuh cinta.


Kayla tersipu malu mendengar kata kata Devan diakhir kalimatnya.Mukanya merona dan merah padam membuat Devan begitu gemas melihatnya.


"Kenapa,hum?my sweety",Devan kembali menggoda Kayla.


Blush


Muka Kayla makin mamanas dan salah tingkah saat Devan kembali memangilnya dengan sebutan "My sweety".


"Hahaha",Devan terkekeh geli melihat Kayla salah tingkah.


"Mas...gak lucu ya",kesal Kayla mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Kamu makin cantik deh ngambek kan kayak gitu,gak sabar untuk cepat halalin kamu sayang biar bebas meluk kamu",bisik Devan ditelinga Kayla.


"Mas...",Kayla menatap tajam kearah Devan.


"Iya deh iya aku minta maaf",sela Devan mengangkat kedua jari membentuk huruf V.


Kayla bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan Devan yang masih saja menggodanya.Dia benar benar kesal dengan Devan yang selalu saja membuatnya tersipu malu.


"Kay...jangan marah dong",teriak Devan mengejar Kayla yang sudah memasuki rumah Devan.


"Tau ah gelap",ketus Kayla tanpa mau berhenti meski Devan sudah berhasil mensejajarkan langkahnya.


Devan menarik tangan Kayla sehingga Kayla menghentikan langkahnya dan menatap Devan yang juga menatapnya serius.


"Mas serius gak sabar buat halalin kamu Kay,Mas gak mau kamu diambil orang",ucap Devan sungguh sungguh.


"Aku tunggu kamu didepan penghulu Mas",jawab Kayla dan berlari pergi meninggalkan Devan yang mematung mendengar jawaban dari Kayla.


Kayla memang menginap dirumah Devan karena permintaan Nenek.Mau tak mau Kayla mengiyakan permintaan Nenek yang terus merayunya.

__ADS_1


Devan masih mematung dengan degupan jantung yang begitu cepat.Akhirnya ia tersadar saat Kayla sudah menutup pintu kamarnya.Devan berteriak penuh kebahagiaan.Ia akan segera mendesak Nenek untuk menikahkan mereka secepatnya kalau perlu besok pagi.


...****************...


__ADS_2