
Hari ini Lyra sudah diiIzinkan pulang setelah dinyatakan sembuh oleh Dokter dan diharuskan cek up dua minggu sekali.
Kayla yang mendengar kabar adik iparnya itu akan pulang begitu sangat bahagia.Dia juga merengek pada Devan untuk ikut menjemput Lyra ke rumah sakit meski Devan sudah melarangnya.Tapi Kayla tak kehilangan akal,ia menggunakan anak yang ia kandung sebagai alasan ingin ikut.
Devan yang tak tega melihat sang istri dengan mata berkaca-kaca mau tak mau mengizinkan Kayla ikut.
Devan mengemudikan mobilnya sendiri dengan Kayla yang duduk disampingnya.Dia tak ingin memakai sopir karena takut sopir ngebut saat membawa mobil dan akan membahayakan kandungan sang isteri.
Ya Devan begitu overprotektif pada kehamilan sang istri.Dia bahkan melarang Kayla datang ke tokonya.Bukan maksud melarang tapi demi kebaikan keduanya yaitu ibu dan calon bayi yang dikandung Kayla
Mengenai toko jahit milik Kayla kini sudah berkembang pesat dengan bekerja sama dengan Fero beserta adik Fero yang juga seorang desainer.Kini toko Kayla telah berubah menjadi butik yang cukup di kenal di kota itu.Bahkan pelanggannya sekarang juga mulai dari kalangan atas.Tak jarang Fahira adik Fero melakukan fashion show demi karya mereka dikenal.Bahkan dua Minggu yang lalu mereka resmi melauchingkan produk mereka dengan nama "Kaira Fashion" yaitu gabungan nama Kayla dan Fahira.
Kembali lagi pada Devan dan Kayla yang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjemur sang adik.Sebenarnya Lyra tak perlu di jemput karena mantan suaminya bersedia mengantarnya pulang.Tapi bumil juga ngotot ikut menjemput jadilah mereka harus menunggu Devan datang sebelum kembali pulang.
Sesampainya mereka di rumah sakit Kayla dan Devan langsung menuju ruangan Lyra.Ditengah perjalanan mereka tidak sengaja bertemu dengan Dokter Wina.
Kayla langsung mempererat dekapannya di lengan Devan seakan mengatakan kalau Devan hanya miliknya.Devan yang menyadari sikap sang istri tersenyum senang.Dia tau saat ini sang istri tengah cemburu.
Devan merupakan pria cuek dan datar tak peduli dengan tatapan memuja dari dokter Wina.Fokusnya saat ini adalah istrinya seorang.
"Hai...Dev dan-
"Kayla dokter Wina...bahkan saya masih ingat loh nama dokter", sindir Kayla yang kesal dengan tatapan dokter Wina.
"Oh iya...Kayla ya.Mau periksa kandungan lagi?",tanya dokter Wina dengan pedenya.Dia tidak tau kalau adik Devan yaitu Lyra dirawat dirumah sakit ini.
"Tidak dokter Wina...untuk dokter kandungan saya sudah punya dokter kandungan yang dipilihkan langsung oleh suami saya",jawab Kayla mengusap lengan Devan.Dia ingin membuat mental dokter Wina down.Bibit pelakor harus dihempas dengan cara elegan.
__ADS_1
Dokter Wina tampak tersenyum sinis mendengar ucapan Kayla.Dia masih berusaha menarik perhatian Devan namun sayang Devan bukan pria yang mudah tergoda bahkan dia tidak peduli dengan sekitarnya.Fokusnya hanya pada istrinya.
"Dev...sudah lama kita tidak ngumpul bareng,bagaimana kalau kita meluangkan waktu untuk kumpul kayak dulu lagi?",tanya dokter Wina yang masih berusah mendekati Devan.
"Maaf... waktuku terlalu berharga untuk kumpul yang tak penting.Fokus dunia ku saat ini hanya dua yaitu kerja dan istriku", ucap Devan telak membuat dokter Wina bungkam.Membuat sang Nyonya tersenyum lebar mendengar jawaban sang suami.
"Maaf...kami permisi dulu",ucap Devan merangkul pinggang langsing sang istri.
Dokter Wina menatap kedua pasangan suami istri itu dengan tatapan terluka.Hatinya telah dipatahkan oleh sang arjuna.Sudah banyak hal yang ia coba untuk menjerat Devan namun sang pujaan tak juga meliriknya.
"Aku akan buat kamu berlutut di kakiku Devan Wijaya",geram dokter Wina.Dia belum tau siapa Devan sebenarnya bahkan dia bisa bekerja di rumah sakit itu saja karena Devan yang memberinya kesempatan.Karena rumah sakit itu merupakan milik Devan.Saham ayahnya hanya 15% disana selebihnya milik Fero dan Devan.
Kayla dan Devan akhirnya sampai diruangan rawat sang adik.Lyra yang dari tadi menunggunya tampak cemberut karena menunggu terlalu lama.
"Kenapa lama sekali sih Kak?",tanya Lyra pada Devan.
"Tadi ada sesuatu hambatan sebelum masuk kesini",jawab Devan melirik sang istri yang hanya diam saja sedari bertemu dengan dokter Wina tadi.
Lyra yang menyadari sang Kakak ipar diam saja mengkode sang Kakak seolah bertanya apa yang terjadi.Devan hanya menghembuskan nafas panjang.
"Benny mana Ra?",tanya Devan yang membiarkan sang istri dalam mode diamnya.
"Keluar Kak,katanya mau bayar administrasi",jawab Lyra.
"Kamu sudah siap?apa masih ada barang yang tertinggal?",tanya Devan.
"Gak ada Kak.Semua udah dikemas oleh Mas Benny",jawab Kayla sendu.Entah kenapa ada perasaan tak rela setelah ini dia akan jarang bertemu dengan Benny.Terlebih selama di rumah sakit Benny lebih sering menemaninya dibanding Devan.Karena Devan disibukan dengan ngidam sang istri.Akhirnya permintaan Devan dikabulkan oleh Allah dia sudah tiga hari ini dia harus menuruti ngidam sang istri.
__ADS_1
"Mbak...kamu kenapa,huh?",tanya Lyra yang melihat iparnya itu hanya diam saja bahkan tak menanyakan kabarnya hari ini.
"Gak ada Ra...Mbak hanya merasa sedikit lelah saja",alibi Kayla padahal ia masih kesal dengan dokter Wina tadi.
"Sayang...kalau kamu tak lelah harusnya kamu gak ngotot iku jemput Lyra",ucap Devan lembut.
Kayla menatap tajam Devan ucapan Devan barusan membangun ular yang dari sudah bangun dan siap mematoknya.
"Lalu kamu akan leluasa bertemu dengan dokter Wina?begitu Mas?",ucap Kayla dengan mata berkaca-kaca.
Devan langsung panik saat melihat sang istri mulai menetes air matanya langsung mendekap erat tubuh Kayla."Gak gitu maksud Mas sayang...Mas gak mau kamu lelah nanti calon debay kita ikut kenapa napa kalau kamu lelah dan capek",bujuk Devan mengusap rambut Kayla.
Lyra yang melihat adegan itu manggut-manggut.Ia mengerti kenapa Kakak iparnya ngotot ikut menjemputnya.
Benny yang baru masuk heran dengan melihat Kayla menangis terisak didekapan Devan.Benny menatap Lyra seolah bertanya apa yang terjadi.Lyra hanya mengedikkan bahunya seolah tak tau.
"Hmmm",Benny berdehem pelan membuat Devan menoleh.
"Sayang Benny sudah kembali sebaiknya kita pulang yuk.Biar istri Mas ini bisa istirahat",ucap Devan membujuk sang istri yang masih sesugukan.
"Sayang...dengarkan Mas!.Mas itu cintanya sama kamu dan gak akan ada yang lain selain kamu.Tidak ada alasan untuk Mas mencari yang lain jika wanita dihadapan Mas ini sudah membuat hidup Mas sempurna apalagi sebentar lagi Mas akan jadi Daddy",Devan mengecup pelan puncak kepala sang istri.
"Huek...",ejek Benny mengejek pasangan suami istri yang lagi bucin dihadapannya.
"Iri bilang bos",sindir Devan.
"Mbak aku tau ini pengaruh hormon kehamilan,tapi Mbak sebisa mungkin mengontrolnya agar kalian tidak salah paham lagi.Kesenangan bibit pelakor dong kalau kalian berantem",ucap Lyra memberi pengertian pada iparnya.
__ADS_1
"Mau pulang kapan ini?",tanya Benny melirik jam tangannya.
...****************...