
"Sayang...lihat dasi Mas yang warna maroon gak",teriak Devan yang mengacak acak lemari baju miliknya saat sang istri sedang mandi.
"Di laci lemari sebelah kiri coba lihat Mas...dasi kamu aku taruh disitu semuanya",balas Kayla yang sedang melilitkan handuk ketubuhnya.
"Gak ada sayang...",teriak Devan lagi.
Ceklek
Kayla keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.Ia melongo saat hampir separuh isi lemari Devan sudah berada diluar."Mas... apa yang kamu lakukan",pekik Kayla.
Devan segera menoleh kearah sang istri saat sedang asyik mengacak acak isi lemarinya."Cari dasi sayang...",jawab Devan tanpa bersalah.
"Tapi ini kenapa kamu mengeluarkan semua isi lemarimu Mas?",kesal Kayla dengan wajah bersungut-sungut.Ia kesal dengan sang suami yang sudah megobarak abrik isi lemari hanya karena mencari dasi.
"Hehehe...abisnya gak ketemu ketemu sayang",jawab Devan cengengesan menggaruk kepalanya tak gatal.Ia baru sadar sudah mengacaukan isi lemari dan dapat dipastikan sang istri sebentar lagi akan mengamuk.
"Kan aku udah bilang dasi kamu aku taruh dilaci sebelah kiri Mas",kesal Kayla saat menarik laci yang di maksud dan mengambil dasi yang dicari sang suami.
"Wah...kamu memang ajaib sayang bisa nemuin dasi ini.Mas aja gak nemuin Nemu dari tadi",puji Devan dengan menunjukan dua jempolnya kearah Kayla.
"Kan aku udah bilang dilaci sebelah kiri tapi kamu cari dilaci sebelah kanan.Sampai hari kiamat pun kamu gak akan menemukannya Mas",gerutu Kayla.
"Maaf sayang....hehehe",ucap Devan cengengesan gak jelas.
"Tanggung jawab kamu Mas,rapikan kembali",tunjuk Kayla pada baju yang berserakan dilantai.
"Sayang...kita udah janji sama dokter satu jam lagi kalau Mas rapikan ini dulu kita bisa telat loh yang.Mas minta Bi Sri aja buat rapiin ya sayang",bujuk Devan pada Kayla.Memang mereka hari ini akan ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan Kayla.
"Gak ada bantahan Mas.Kamu tau kan gak ada yang boleh masuk kamar kita selain kita berdua",ucap Kayla menatap sang suami tajam.
"Tapi sayang kita bisa telat loh",elak Devan.
"Kita bisa jadwalkan ulang besok buat periksa Mas jika kita telat dan dokternya gak bisa periksa aku karena kita telat.Lagian yang punya rumah sakit kan kamu",omel Kayla.
"Tapi sayang...
"Kerjakan aja Mas.Kalau kamu ngeluh terus bisa bisa kita telat benaran",ucap Kayla.
"Iya iya sayang",jawab Devan dengan lesuh.Mau tak mau iya harus merapikan kembali isi lemari.Hanya sang istri yang berani memerintahnya karena selama ini dialah yang memerintah orang lain.
Kayla tersenyum tipis melihat sang suami dengan ogah ogahan memasukan kembali pakaiannya ke dalam lemari.Wanita itu memakai pakaiannya dan memoles make up natural.
Setelah selesai ia duduk ditepian tempat tidur menunggu suaminya selesai merapikan lemarinya dengan bermain ponsel.
__ADS_1
"Selesai sayang",ucap Devan menutup lemarinya pelan.
Kayla menatap kearah Devan dengan tersenyum tipis"Lain kali kalau mau acak acak isi lemari kamu harus pikirkan dulu akibatnya Mas",omel Kayla.
"Iya sayang...Mas minta maaf ya",jawab Devan mengelus perut buncit sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Berangkat yuk Mas",ajak Kayla saat melirik jam tangannya yang masih menunjukkan jam 08:15 pagi.Itu artinya masih ada waktu setengah jam lagi untuk mereka sampai dirumah sakit.
"Ayo sayang",jawab Devan menggandeng tangan sang istri.
Saat mereka keluar kamar mereka disambut dengan tatapan tajam sang Nenek dan Lyra.Wanita paruh baya itu nampak kesal dengan sang cucu.
"Dev...kenapa kamu nyuruh Erik tinggal di apartemen?"tanya Nenek dengan tatapan penuh intimidasi.
"Demi kebaikan cucu kesayanganmu Nek",jawab Devan datar.Dia tak habis pikir bisa bisanya sang adik mengadu pada Neneknya
"Kebaikan apa maksud kamu Dev?.Erik juga cucuku kenapa kamu tanpa mendiskusikan dengan Nenek menyuruh Erik tinggal di apartemen",ucap Nenek dengan penuh emosi.
"Ra...Kakak yang menjelaskan atau kamu?", ucap Devan menatap tajam sang adik.Lyra yang ditatap seperti itu menelan salivanya pelan.
"Ada apa ini?apa yang terjadi?",tanya Nenek dengan tatapan bingung.
"Cucu kesayangan Nenek menjalin hubungan dengan Erik saat masa Iddah ya belum selesai.Demi mencegah fitnah dan hal lainnya aku terpaksa menyuruh Erik tinggal di apartemen",jawab Devan.
"Apa...?",pekik Nenek menatao tajam Lyra yang sudah tertunduk.
"Lyra...Nenek membekali kamu dengan ilmu agama kenapa kamu seceroboh ini.Kamu dalam masa Iddah sudah menjalin hubungan dengan laki laki lain?",Nenek menatap sang cucu penuh kekecewaan.
"Maaf Nek...",lirih Lyra.
"Baiklah kamu harus tetap berdiam diri dirumah mulai hari ini sampai masa iddahmu selesai dan setelah itu kalian menikah",ucap Nenek tegas.
"Tapi Nek...aku mau-
"Apa?pacaran dulu?saling mengenal dulu?",tanya Nenek dengan begitu emosi.
"Iya...",lirih Lyra mengangguk pelan.
"Dalam agama kita tidak ada istilah pacaran,dan untuk saling mengenal kalian sudah besar bersama untuk apa lagi saling mengenal.Kalau belum siap untuk menikah lebih baik saling menjauh dulu",ucap Nenek menggelengkan pelan kepala yang begitu pusing menghadapi keras kepala sang cucu.
"Nek...
"Tidak ada bantahan atau Nenek kirim kamu ke desa tempat Nenek Marini mu selama masa iddahmu?",ancam Nenek.
__ADS_1
"Gak mau Nek...iya aku nurut apa kata Nenek",jawab Lyra pasrah.Dia akan begitu merindukan sang kekasih selama tiga bulan ini yang tidak akan bisa untuk bertemu.
"Bagus...",jawab Nenek menghembuskan nafas panjang.
"Sudah selesaikan Nek?aku mau ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Kayla",ucap Devan melirik jam tangannya.Mereka sudah telat gara gara drama queen sang adik.
"Ya sudah hati hati di jalan ya!",ucap Nenek dan diangguki kedua pasangan itu.
Setelah Kayla dan Devan memasuki mobilnya Nenek menatap tajam Lyra dengan penuh kekecewaan."Masuk ke kamarmu sekarang dan ponselmu Nenek sita.Kalian tidak boleh saling komunikasi dulu sebelum masa iddahmu selesai",ucap Nenek menarik paksa ponsel yang ada ditangan Lyra.
"Ya Nek...",jawab Lyra sendu dan melangkah menuju kamarnya.
"Dasar anak muda zaman sekarang.Pandu...putrimu membuatku pusing",gerutu Nenek memijit pangkal hidungnya.
***
Kayla dan Devan berjalan melewati koridor yrmah sakit menuju poli Obygin.Dengan cuek dan datar Devan tak mempedulikan tatapan orang orang yang memujanya.Devan merangkul pinggang istrinya posesif saat ada pria yang menatap Kayla penuh minat.
Saat sampai didepan poli kandungan Devan segera membawa masuk sang istri karena sudah ditunggu oleh dokter.
"Selamat siang Dev", sapa dokter muda itu dengan tersenyum ramah.
"Hmmm",Devan menjawab hanya dengan deheman saja membuat Kayla jengah dengan kelakuan sang suami selalu datar dan dingin.
"Maaf dok suami saya memang seperti itu",ucap Kayla dengan tak enak hati.
"Tak apa apa Nona...saya sudah mengenal sifatnya karena kita dulu berteman baik",jawab dokter itu ramah.
"Mari kita langsung langsung periksa kandungannya Nona",ucap Dokter itu menyuruh Kayla untuk berbaring ditempat tidur.
Dokter itu mengolesi gel diatas perut buncit Kayla lalu memulai melakukan USG pada wanita hamil itu.
"Lihat...bayi kalian sangat sehat dan beratnya pun normal sesuai dengan usia kandungannya",ucap dokter itu membuat Kayla dan Devan begitu bahagia melihat layar monitor yang menampilkan gambar abstrak sang anak.
"Mas...anak kita",lirih Kayla mengenggam erat tangan sang suami.
"Iya sayang",jawab Devan yang tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.
"Mau lihat jenis kelaminnya?",tanya Dokter.
"Gak dok...karena saya ingin jenis kelaminnya nanti menjadi sebuah surprise untuk kami",ucap Devan yang tak ingin tahu jenis kelaminnya sang anak.
"Baiklah saya akan memberikan resep obat untuk kalian tebus",ucap sang dokter lalu memberikan secarik kertas berisi resep obat.
__ADS_1
Kayla dan Devan meninggalkan rumah sakit dengan perasaan bahagia.Anak dalam kandungan Kayla sangat sehat.Pasangan suami istri itu menampilkan senyum yang membaut siaoa saja iri melihatnya.
...****************...