Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Perhatikan kecil


__ADS_3

Kayla menghembuskan nafas pelan,ia tau kalau kedatangan Tante Ayu ke butiknya tidak lain memintanya untuk membebaskan Aruna dari penjara.Ditambah lagi mantan suaminya juga telah diamankan pihak berwajib.Devan benar benar menepati janjinya akan mengirim orang yang sudah meleyapkan kedua orang tuanya ke penjara.


Kini perusahaan sudah kembali menjadi miliknya itu pula salah satu alasan kenapa Tante Ayu sering mengunjunginya di butik.Wanita yang dulu menyayanginya kini berbalik menjadi musuhnya semenjak Aruna di penjara.


"Key...aku tau kamu risih dengan Tante Ayu yang selalu berusaha ingin bertemu denganmu.Tapi melihat penampilannya tadi membuat aku kasihan Key,dia terlihat begitu lusuh dan tak terurus",ucap Fani yang masih menemani Kayla.


"Masa' sih Fan?bukankah suaminya iti katanya CEO kok malah-


"Sudah...jangan dipikirin lagi Key...biar aja.Dari pada kamu memikirkan hal yang tak penting mending kamu pikirin sekarang kesehatan kamu dan calon ponakan aku jangan sampai kenapa napa",sanggah Fani yang tak ingin bos sekaligus sahabatnya itu stres dan mengakibatkan gangguan pada kehamilannya.


"Hmmm kamu benar Fan...tujuan ku sekarang adalah suami dan calon anakku",balas Kayla mengelus perutnya yang mulai membuncit.


"Oh ya Kay...keamarin saat aku membersihkan ruangan kamu aku nemuin desain ini",ucap Fani menyodorkan sebuah desain gaun yang sudah terlihat usang.


"Fan...ini-


"Kalau kamu mau kita bisa produksi dan aku yakin gaun ini kalau jadi pasti akan laku dipasaran.Aku udah bicarakan ini dengan Fahira dan dia setuju kita akan promosikan nanti di Jakarta fashion week.Tinggal persetujuan dari kamu aja lagi kerena desain ini milik Mamamu Kay",ujar Fani.


Seketika Kayla terhenyak dia masih ingat kalau Mamanya akan menjahit sendri gaun ini untuk di pakai Kayla di hari ulangtahunnya tapi takdir berkata lain seminggu setelahnya kecelakaan maut itu datang merenggut semuanya.


"Gimana Key?",tanya Fani yang melihat Kayla melamun.


"Mungkin ini udah saat Fan...ya sudah kita jahit dan akan kita tampilkan di Jakarta fashion week.Jika kita menang kita akan produksi dengan jumlah terbatas",,ucap Kayla.


"Ahhh...aku sangat senang Key",pekik Fani.


Kayla tersenyum tipis melihat sahabatnya itu begitu bahagia.Dia menatap foto sang Mama yang ada diatas meja kerjanya dengan mata berkaca-kaca."Ma...aku akan wujudkan impian Mama dan karya Mama akan dilihat banyak orang",batin Kayla menyeka sudut matanya yang yang berair.


"Are you ok Kay?",tanya Fani yang menyadari sahabat itu menangis.


"I'm fine Fani",ucap Kayla tersenyum lebar.


"Oh... syukurlah.Kamu membuatku takut aja Key",balas Fani dengan perasaan lega.


"Oh ya Fahira mana aku belum melihatnya dari tadi?",tanya Kayla mengalihkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Tadi katanya memeriksa bahan baku kita di gudang.Aku tinggal dulu gak apa apa kan?aku akan membicarakan tentang desain ini pada Fahira dia pasti senang",ujar Fani beranjak dari duduknya.


"Ya...silahkan Fan.Aku mau telfon Mas Devan dulu",jawab Kayla.


Setelah Fani menghilang dari balik pintu telfonnya tiba tiba berdering.


Drt drt drt


My Suami is calling...


Kayla tersenyum lebar baru saja ia berniat akan menelfon sang suami malah pria itu yang lebih dulu menelfonnya.Tak menunggu lama Kayla segera medial tombol hijau dan mengaktifkan loud speaker nya karena ia lebih nyaman mengobrol seperti itu dari pada ponselnya via dekatkan langsung ke telinga.


[Assalamu'alaikum Mas?]


[Waalaikum salam sayang lagi apa?]


[Ini mau ngecek laporan Mas,Masnya lagi apa]


[Mikirin kamu sayang]


Kata seketika merona mendengar jawaban dari Devan.


[Sayang kamu masih disitu?]


[I-Iya Mas...oh ya ada apa Mas]


[Oh Mas mau ngabarin kamu Mas nanti sedikit telat jemputnya karena ada meeting yang gak bisa Mas wakikkany sama Rey]


[Oh iya Mas....gak apa apa nanti aku minta Fani buat temani aku sebelum kamu datang jemput Mas]


[Ya sudah... nanti makan siangnya Mas kirim ya,jangan lupa sholat salam buat sedekah utun]


[Iya Mas...Mas juga ya]


[Iya sayang....Mas tutul dulu ya.Assalamualaikum]

__ADS_1


[Waalaikum salam Mas]


Tut...


Kayla tersenyum tipis sambil mengelus perutnya mendapatkan perhatian kecil dari sang suami.Ia bersyukur walau sibuk Devan pasti akan menyempatkan untuk menelfonnya.


Semenjak Benny memutuskan pindah ke Kalimantan Devan benar benar sibuk.Apalagi Rey sekretaris Benny dulu yang menggantikan Benny menjadi sekretarisnya sekaligus asisten Devan juga belum bisa diandalkan.Karena klien taunya Bennylah orang kepercayaan Devan jadi jika ada meeting tak jarang klien ingin Devan ikut serta.Karena selama ini Benny selalu diandalkan Devan untuk menggantikannya jadi para investor banyak mengenalinya sengaja orang kepercayaan Devan.


Tak lama kiriman makanan dari Devan datang.Kayla begitu antusias saat salah satu menu makanannya adalah makanan favorit Kayla.


Wanita hamil itu langsung memakan makanannya dengan lahap karena saat ini nafsu makannya sedang baik.Semenjak rasa mual tak lagi datang Kayla selalu memakan makanan apapun selagi sehat untuk calon anaknya.


Sementara itu disebuah ruangan seorang wanita tampak fokus kasa laptopnya hingga tak menyadari kedatangan seorang pria yang dari tadi memperhatikannya.


Pria itu menyunggingkan senyumnya saat melihat wanita itu begitu fokus dalam bekerja.


"Makan siang suku Ra...nanti dilanjutkan lagi",ucap pria itu.


"Sedikit lagi Kak",jawab Lyra tanpa menoleh.


"Tidak ada bantahan Ra",ucap pria itu yang menyingkirkan laptop itu dari hadapan Lyra.


"Iya Kak iya",kesal Lyra yang menggerutu karena sang Kakak selalu memaksakan kehendaknya.


"Jangan mengumpati Kakakmu Ra...",ucap pria itu.


Lyra hanya tersenyum menampilkan barisan gigi putihnya saat isi hatinya ketahuan sang Kakak.


Mereka berjalan beriringan melewati lorong rumah sakit.Namun langkah mereka tiba tiba terhenti saat seseorang memanggil pria yang bersama Lyra.


"Hei...Dokter Erik.Bisa bicara sebentar?",tanya seorang wanita yang juga memakai almamater putih yang sama seperti Erik.


Lyra mendengus kesal melihat kelakuan dokter wanita itu yang tampak kecentilan.Sedangkan Erik langsung memasang wajah datarnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2