Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
#32


__ADS_3

Dua pasang insan yang tengah dimabuk cinta tengah menikmati sunrise yang baru saja muncul di salah satu pantai Matahari terbit dikawasan Sanur.Tak hanya mereka berdua tapi juga para wisatawan lokal maupun mancanegara tampan menikmati ciptaan Tuhan yang begitu indah menghiasi pantai Sanur yang terkenal dengan sunrisenya itu.


Devan memeluk posesif pinggang ramping sang istri ditengah tengah lautan manusia yang menikmati matahari terbit itu.Dia begitu sangat posesif pada Kayla baginya tak boleh sedikitoun ada laki laki yang berani melirik istrinya meski tanpa sepengetahuannya masih banyak laki laki yang mengangguk kecantikan alami yang ada pada Kayla.


"Kamu bahagia sayang?",tanya Devan mengecup pucuk kepala Kayla penuh kasih sayang.


"Bahagia...sangat sangat bahagia Mas,makasih ya udah bawa aku kesini",jawab Kayla menatap matahari yang mulai menampakkan diri.


"Apapun untukmu sayang selama Mas mampu semuanya pasti akan terwujud",ucap Devan sungguh-sungguh.


"Aku cinta sama kamu Mas",ucap Kayla membalikkan badannya menatap manik mata sang suami yang membuatnya hanyut dalam cinta Devan.Cinta yang dirasakannya begitu tulus dan memabukkan sehingga ia tak mampu berjauhan dengan Devan walau sedetikpun.


"Mas juga sayang bahkan lebih dari yang kamu tau",ucap Devan mengecup kening Kayla lembut.


Devan menarik Kayla dan membawanya menjauh dari keramaian menuju sebuah restoran guna mengisi perut mereka yang masih kosong.


"Mau makan gak?",tanya Devan.


"Iya mau...aku lapar banget Mas",jawab Kayla manja yang membuat Devan gemas untuk tidak mencium istri kecilnya ini.


Mereka memasuki restauran yang berada ditepi pantai Sanur menjual makanan khas kota Bali.Kayla meminta Devan untuk memilihkan menu makanan mereka karena Kayla tidak tau apa makanan yang enak di restauran yang merupakan kunjungi.


Setelah selesai dengan kulinernya mereka hari itu menikmati wisata bulan madu di sekitar Sanur hingga kembali menikmati indahnya sunset di pantai Mertasari.


Kayla dan Devan tampak begitu menikmati kebersamaan mereka dalam suasana bulan madu.Seyuman indah tak hentinya terlukis dari bibir mungil Kayla.Devan begitu memanjakannya dengan semua keinginannya.Karena bulan madu mereka bertepatan dengan festival layang yang di adakan di pantai Mertasari.Kayla merengek manja meminta Devan ikut menerbangkan layangan yang dari tadi sudah diincarnya dan dengan senang hati Devan mengabulkan permintaan sang istri yang bagaikan perintah yang harus ia jalani.


Selama satu jam mereka menikmati festival layang dan mereka memutuskan untuk kembali ke Villa karena tubuh mereka sudah lelah seharian berkeliling di sekitar Sanur.


"Capek?",tanya Devan mengusap rahang Kayla dengan jari jarinya penuh sensual saat mereka diperjalanan pulang.


"Banget...tapi aku puas dan senang Mas",ungkap Kayla menikmati usapan Devan diwajahnya.


Devan terkekeh pelan mendengar jawaban sang istri yang meski lelah tapi masih tersenyum indah membuatnya makin jatuh cinta sedalam dalamnya.Pernikahan yang dia harapkan dari dulu.Menjadikan Kayla pendamping hidupnya dan ibu dari anak anaknya nanti serta menemaninya disisa usianya sampai maut memisahkan mereka.


"Aku pengen tidur nyampe Villa Mas",ujar Kayla.


"Eits...mandi dulu sayang terus makan malam baru tidur,OK!",sanggah Devan membantah niat sang istri yang ingin langsung tidur.


"Tapi aku capek Mas",rengek Kayla.


"Iya Mas tau...tapi tubuh kamu kotor sayang seharian berkeringat",Devan berusaha membujuk Kayla agar tidak langsung tidur.


"Iya deh iya...",jawabnya dengan sedikit kesal.


"Dosa loh sayang jawabnya kayak gitu kalau suami ngomong",tegur Devan mencubit hidung mancung Kayla gemas.

__ADS_1


"Iya Mas...maaf",ujar Kayla.


"Iya...Mas maafin,tapi ada syaratnya",ujar Devan berusaha bernegosiasi dengan sang istri.


"Apa...?"


"Nanti malam...


"Gak ada gak ada...aku capek Mas",sela Kayla yang tau akal bulus suaminya itu yang tak akan membiarkannya tidur sampai pagi.


"Hahaha....iya sayang Mas bercanda doang",Devan tertawa lepas melihat sang istri yang mulai merajuk.


Mereka melanjutkan perjalanan dengan mengobrol ringan tentang destiwisata yang ada di pulau Bali.


Sesampainya di Villa mereka langsung membersihkan diri lalu makan malam sebelum kembali beristirahat.Karena besok pagi mereka akan pindah ke hotel milik Devan yang terletak di Pantai Jimbaran.


Disisi lain saat ini Fani tengah disibukkan dengan orderan sebuah kebaya pengantin untuk pernikahan salah satu sepupunya.Fani berusaha semaksimal mungkin mempayet kebaya tersebut agar hasilnya tidak mengecewakan.


"Kebaya orang terus,buat kamu kapan?",Feri datang mengusik Fani yang sedang fokus mempayet kerah kebaya.


"Ck,kau lagi...kenapa kau sering mengusikku kesini ha?apa kau tidak punya pekerjaan?",gerutu Fani dengan wajah kesalnya karena beberapa hari ini Fero selalu saja datang mengganggunya.


"Aku hanya ingin memastikanmu bekerja dengan baik",elak Fero menatap gadis berambut pendek tersebut.


"Kau bukan bos ku disini,cam kan itu baik baik.Lebih baik kau pulang sana!",usir Fani menunjuk arah pintu masuk.


"Menurutmu?", ketus Fani melotot kesal.


"Hahaha hidupmu terlalu menoton Nona",ejek Fero dengan tawa mengejek.


"Kalau hanya menggangguku dan membuatku tidak bisa bekerja dengan baik karena kebaya ini akan digunakan lusa",jawab Fani.


"Kau bisa mengerjakannya besok dan ini sudah hampir larut malam apa kau tidak kangen dengan kasurnya?",tanya Fero yang masih setia mengganggu Fani.


"Huh...kau menyebalkan sekali Tuan,baiklah aku pulang",geram Fani merapikan pekerjaannya dan bersiap siap pulang.


"Nah...mari aku antar",ujar Fero dengan percaya diri.


"Tidak...terima kasih,aku pulang naik taksi",jawab Fani ketus.


"No...aku sudah datang jauh jauh kesini untuk menjemputmu tapi kamu malah mengacuhkanku?kau sungguh keterlaluan",omel Fero.


"Apa aku memintamu untuk menjemputmu?",tanya Fani yang mulai jengah dengan pria yang ada dihadapannya ini.


"Lihat Nona jam sudah menunjukkan 23:00 apa kamu yakin naik taksi jam segini apa kamu tidak takut nanti ada yang membegal mu dijalan?",ujar Fero.

__ADS_1


Fani tampak sedikit berpikir benar apa yang dikatakan pria yang ada dihadapannya ini.Dia sendiri sebenarnya juga takut untuk pulang sendiri meski naik taksi.Karena saat ini pembegalan lagi marak maraknya apa lagi dia perempuan.


"Baiklah aku ikut denganmu",jawab Fani kemudian.


"Perempuan pintar...ayo!",ajak Fero melangkah keluar dari toko dan diikuti Fani.


***


"Bodoh...percuma kau aku bayar kalau mencelakai wanita satu itu saja kau tidak sanggup",teriak Velly murka.


"Maaf bos...dia dikelilingi dan dijaga oleh para bodyguard dengan begitu ketat",jawab salah satu orang suruhan Velly.


"Arggh...aku tidak mendengar alasan apapun kalian aku beri kesempatan satu kali lagi andai gagal kalian tidak akan mendapatkan bayaran kalian",ancam Velly berapi-api.


"Baik bos kami undur diri dulu",


"Benny kau hanya milikku sayang kita akan menikah dan hidup bahagia bersama putri kita selamanya",ujar Velly tertawa jahat.


Malam berganti pagi hari ini Lyra berencana akan pergi membeli obat pereda nyeri haidnya diapotik yang tidak jauh dari rumah.


Dia lega kalau belum hamil disaat rumah tangganya yang dalam keadaan kacau ini.Tak bisa ia bayangkan kalau ia hamil dan Benny terbukti melakukan kecurangan dibelakangnya.Akan sangat sulit lepas dari pernikahan yang lebih dengan kebohongan ini.Karena Lyra sendiri anti dengan perselingkuhan.


"Mas...aku ke apotik bentar ya mau beli obat pereda nyeri haid",ujar Lyra pada Benny yang sedang bersiap siap ke kantor.Ia sengaja percaya dengan pengakuan Benny agar lebih mudah menyelidiki kebenaran tentang anak yang memanggil Benny Daddy.


"Emang obatnya habis sayang",tanya Benny menatap sang istri yang sedang menyisir rambut hitam panjang miliknya.


"Iya Mas...",jawab Lyra lalu berdiri mengambil tas sandangnya diatas nakas.


"Mau Mas antar?",tawar Benny saat istrinya akan menyalami punggung tangannya.


"Gak usah Mas dekat kok... lagian katanya pagi ini ada meeting?",ujar Lyra mengingatkan Benny kalau ini i akan ada meeting dengan klien dari luar kota.


"Ya sudah kalau gitu kamu hati hati ya...bawa dua bodyguard!",pesan Benny mengingat kalau Vanya bisa saja mencelakai istrinya.Meski dia membohongi Lyra yang sudah memiliki anak tapi hati dan cintanya hanya untuk Lyra.


"Ya..Mas juga ya jaga mata jaga hati",sindir Lyra membuat Benny terpaku ditempatnya saat Lyra sengaja menyindirnya padahal dia tidak pernah berselingkuh Vanya adalah kesalahan satu malamnya disaat pesta lajang salah satu temannya yang menghadirkan seorang gadis kecil.


Lyra melajukan mobilnya menuju apotik yang tak jauh dari rumahnya tanpa ia sadari ada satu mobil yang mengikutinya yang merupakan bodyguard yang sengaja mengikutinya karena perintah Erik meski tadi Lyra sudah menegaskan kalau bodyguard itu tidak perlu ikut.


Erik tidak mau terjadi sesuatu pada adik kesayangannya itu.Meski Lyra sudah mempunyai suami Erik masih memperlakukannya layaknya gadis single.


Setibanya di apotik Lyra dikagetnya dengan seorang anak kecil yang menarik tasnya.Anak itu tampak kesal padanya.


"Tante...jangan ambil Daddy aku dong",ujar anak kecil itu lantang.


Deg

__ADS_1


Lyra kaget saat mendengar anak kecil yang menyebutnya telah mengambil Daddy-nya.


__ADS_2