Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Kayla siuman


__ADS_3

"Lepaskan...",teriak seorang perempuan yang diikat disebuah kursi dengan lilitan yang begitu kuat.


"Kalian akan menyesal telah menculik saya",teriak perempuan itu lagi dengan rambut yang sudah acak acakan.


"Maaf Nona...kami tidak takut dengan ancaman murahanmu itu",jawab Bara dengan seringaiannya.


"Huh...kau belum tau siapa saya,hah?",ujar perempuan itu dengan angkuhnya.


"Hahaha...",tawa Bara dan para rekannya menggema di ruangan yang penuh oleh debu itu.


"Dengar Nona Aruna Delia Irawan jangan kau kira Feri Irawan bajingan itu akan menyelamatkanmu disini.Yang ada dia akan ikut terlibat dengan kasus yang menimpamu mencoba melenyapkan nyawa orang lain.Andai kami menyerahkanmu ke polisi kira kira hukuman apa yang akan kau terima dengan kasusmu yang melakukan pembunuhan berencana?",ujar Bara menatap tajam Aruna yang mulai ketakutan.


"Saya mohon bebaskan saya...sa-saya akan memberika apapun yang kalian minta",mohon Aruna dengan tampang memelas.


"Hahaha... jangan mimpi kau Nona kalau kami ini akan mengkhianati Tuan kami",jawab Bara dengan tawa yang masih memekakkan telinga Aruna.


Aruna benar benar ketakutan mendengar kata kata para penjahat dihadapannya.Dia pikir dengan melenyapkan Kayla dia akan bisa memiliki Devan.Tapi kenyataannya disini dia sekarang ditawan diruang sempit tanpa cahaya.


Sementara itu dirumah sakit Kayla masih belum sadarkan diri.Devan yang dari tadi tidak beranjak dari duduknya memegang lembut jemari sang kekasih sambil membisikkan kenangan mereka berdua untuk membantu Kayla agar cepat sadar.


"Sayang...Mas mohon buka mata kamu!, disini ada Nenek dan Lyra juga yang menunggui kamu sayang",lirih Devan yang tak peduli lagi bagaimana keadaannya sekarang yang tampak kacau.Rambutnya yang sudah acak-acakan serta baju yang sudah tidak rapi lagi seperti biasanya.


"Kay...bangun sayang!",gumam Devan memilukan.Kaedaan Kayla membuat gairah hidupnya betul betul tidak ada lagi.


Sementara itu dialam bawah sadarnya Kayla tengah bertemu dengan kedua orangtuanya.


"Ma...Pa Kayla rindu sekali dengan kalian",ujar Kayla dengan mata berkaca kaca.


"Kami juga Nak...",jawab Papanya dengan senyuman lebar dan memeluk Kayla erat.


"Kalau begitu izinkan aku bersama kalian disini,ya?",ucap Kayla penuh harap.


"Tidak Nak...tempatmu belum disini Nak,lihat pria itu dari tadi memanggil namamu dia begitu kesakitan saat kamu tinggalkan",ucap Mamanya pada Kayla yang menunjuk seorang pria tengah meraih Kayla agar ikut dengannya.


"Tapi...aku masih ingin bersama kalian disini",rengek Kayla dengan mata berkaca-kaca.


"Belum saatnya Nak...kembalilah pada duniamu.Pria itu membutuhkanmu disisinya",ujar Mamanya dan melepaskan genggamannya pada tangan putrinya.


Kayla berusaha mengejar kedua orangtuanya yang terus berjalan meninggalkannya,tiba tiba samar samar ia dengar,"Kay...bangun sayang!".

__ADS_1


Lama lama suara itu makin jelas saat seseorang menggenggam tangannya dan mengecup lembut punggung tangannya hingga air mata pria itu jatuh tepat dipunggung tangannya.


Kayla tampak menggerakkan jemarinya saat Devan mengecup punggung tangan Kayla penuh rasa sayang.


Devan yang menyadari itu langsung menatap Kayla yang mulai membuka matanya perlahan.


"Alhamdulillah...Ya Allah akhirnya kamu sadar juga sayang.Mas sudah sangat takut karena kamu tidak siuman dari tadi",ujar Devan penuh rasa syukur dan mencium jemari tangan tunangannya itu berkali kali.Seakan dia begitu bahagia melihat kekasihnya kembali membuka mata.


"M-mas...",lirih Kayla dengan suara terputus putus.


"Iya sayang ini Mas,apa ada yang sakit,hum?",Devan mengusap lembut rambut Kayla.


Kayla menggeleng pelan menatap pria yang ia cintai begitu kusut dan tak terurus.Pria yang biasa rapi dengan setelan jasnya serta rambut yang klimis.Kini bajunya tampak sudah keluar dari celananya serta beberapa kancing baju yang sudah terlepas dan rambut yang acak acakan.


"K-kamu kenapa seperti ini,Mas?",tanya Kayla yang masih lemas.


"Ini semua karena kamu sayang yang tidur tidak bangun bangun membuat Mas hampir gila dan frustasi",ungkap Devan tanpa ada yang ia tutupi.


Kayla tersenyum tipis melihat Devan yang masih tampan menurutnya walau tidak berpakaian rapi dan rambut klimisnya.


"Mas...kenapa aku bisa disini?",tanya Kayla yang masih belum sepenuhnya sadar.


"Sssttt...kamu jangan banyak ngomong dulu,setelah pulih akan Mas ceritakan kenapa kamu bisa sampai disini sampai tangannya diperban seperti ini",ujar Devan menunjuk bahu Kayla yang dipalut perban.


Sebenarnya nya mereka bisa menekan tombol darurat untuk tapi Nenek yang mengerti cucunya perlu waktu berdua hingga memutuskan menelfon dokter dari luar kamar diikuti oleh Lyra.


"Selamat malam Nona Muda,bagaimana?ada keluhan?",tanya dokter ramah.


"Gak dok...hanya bahu saya agak ngilu",jawab Kayla meringis kecil membuat Devan panik kalau saja dokter tidak menatapnya memberi isyarat kalau kekasihnya tidak apa apa.


"Wajar ngilu karena bahu Nona mengalami keretakan dan baru saja dipasang gip",ujar Dokter membuat Devan bernafas lega.


Setelah melakukan rangkaian pemerikasaan dokter meninggalkan ruangan Kayla diikuti dua orang suster yang mendampinginya.


Kini tinggal keluarga Devan yang masih setia menemani Kayla yang masih terbaring lemah.


"Mbak...aku takut Mbak akan meninggalkan kami ",ujar Lyra lirih memeluk Kayla dengan sayang.


"Hus...ngomong apa kamu Ra",tegur Devan yang tidak terima adiknya ngomong seperti itu.

__ADS_1


Kayla hanya tersenyum tipis melihat kedua adik kakak yang jarang akur tapi saling menyayangi ini tengah berdebat.


"Mbak kamu tau gak,Kak Devan begitu frustasi dan hampir gila ngeliat Mbak terbaring tak sadarkan diri tadi",ledek Lyra mengadukan kelakuan Kakaknya itu.


Kayla yang menatap Devan tersenyum simpul ,dia sungguh bahagia berada ditengah keluarga yang menyayanginya dengan tulus.


"Benar Mas?",tanya Kayla menatap manik mata Devan yang tampak kwartir dan rasa takut yang dalam.


"Iya...sayang,Lyra benar dan saat Mas pertama kali mendengar kamu kecelakaan dunia Mas rasanya runtuh seolah olah Mas gagal melindungi kamu sayang",ujar Devan jujur.


"Segitukah kamu cinta sama aku Mas?",tanya Kayla hati hati.


"Iya sayang...bahkan melebihi diri Mas sendiri",jawab Devan menggenggam jemari Kayla lalu meletakan didadanya.


"Disini selain nama Allah ada nama kamu Kay...Mas mencintaimu karena Allah sayang",ujar Devan sungguh sungguh.


"Makasih Mas,sudah mencintaiku dengan begitu dalamnya",jawab Kayla dengan mata berkaca-kaca menahan laju air matanya.


"Apapun untukmu sayang",Devan kembali mengenggam erat jemari Kayla.


"Hmmm...jadi kalian anggap apa kami ini,hum?",Nenek tiba tiba memotong pembicaraan cucunya yang semakin lebay menurutnya.


"Nenek...", lirih Kayla tersipu malu.


"Dev...biarkan dia istirahat lebih banyak,masih ada hari esok untuk kalian bercerita",ucap Nenek yang mulai jengah dengan kata kata sang cucu.


"Iya Nek..."


"Sayang kamu istirahat ya Mas akan selalu disini jaga kamu.Mas ingin membersihkan diri dulu ya",ujar Devan membantu Kayla kembali rebahan dan menyelimutinya.


Devan selesai mandi dan mengganti pakaiannya yang tadi diantar oleh Bu Sri lalu menatap brangkar tempat Kayla tidur nyenyak setelah meminum obatnya dibantu Lyra.


"Gimana Kak?",bisik Lyra pada Devan.


"Besok saja Ra,sekarang pulanglah sebentar lagi suamimu menjemput",ujar Devan menggulung lengan bajunya.


"Tapi perempuan itu gimana Kak?",tanya Lyra pelan.


Setelah besok Kayla cek up",ujar Devan.

__ADS_1


"Baiklah Kak",Lyra mendesah kecewa dengan ucapan Kakaknya yang tak bisa diganggu gugat.Tangannya sudah gatal hendak menampar perempuan itu.


...****************...


__ADS_2