Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Pernikahan dan pertunangan


__ADS_3

Tak terasa sudah tiga hari berlalu hubungan Kayla dan Devan semakin lengket.Mereka disibukkan dengan urusan masing masing.Tempat Jahit Kayla pun saat ini sudah ada kemajuan.Kayla mencoba mengembangkan bakatnya untuk mendesain baju dan meluncurkan produk sendiri nantinya.


Sedangkan Devan sibuk dengan kantor dan persiapan pernikahan Lyra.Ia sekarang lebih bersemangat dalam bekerja karena ada Kayla sebagai alasannya untuk terus mengembangkan usahanya.


Dan tibalah hari ini dimana adiknya Lyra akan dipersunting oleh sahabatnya sendiri.Adik kecil yang selalu ia jaga dan sayangi akan memulai hidup baru dengan orang yang ia cintai.


Lyra tampak sangat cantik dengan setelan kebaya berwarna putih.Disampingnya juga ada Nenek yang tampak begitu bahagia melihat sang cucu sebentar lagi akan menjadi seorang istri.Baru kemarin rasanya ia menggendong Lyra dan sekarang ia akan menjadi milik suaminya.Kayla yang juga berada disamping Lyra tampak anggun dengan gaun berwarna peace yang menyatu dengan kulitnya.


Semua tamu undangan tampak mulai berdatangan mulai dari rekan bisnis dak kolega Devan serta teman Lyra dan sahabat Devan yaitu Fero yang baru beberapa hari tiba di Indonesia setelah melakukan perjalanan bisnisnya.Ia tampak gagah dengan setelan jas berwarna navy dan dasi kupu-kupu yang menambah kadar ketampanannya.Sayangnya ia memiliki sifat tak jauh beda dari Devan dingin dan datar.


Devan juga tampak sibuk menyambut para tamu undangan dengan setelan jas mewahnya dengan kemeja yang berwarna senada dengan gaun milik Kayla karena hari ini mereka akan resmi bertunangan.Karena permintaan Kayla yang tak perlu dilamar secara resmi karena tidak adanya keluarga yang kan menanti kedatangan keluarga Devan.


Sedangkan Benny telah duduk dimeja akad menunggu sang penghulu datang yang akan menikahkannya.Ia tampak sangat gugup dan berkeringat.Fero yang melihat Benny menyunggingkan senyumannya.Ia tau sahabatnya itu sangat gugup.


"Santai Bro...rileks",goda Fero yang berdiri tepat dibelakang Benny duduk.


Benny menantap Fero dengan senyum sumringah lalu memeluk ala lelaki sejati.


"Kapan Lo tiba di Indo,hah?",ujar Benny menepuk pelan punggung sahabatnya itu.


"Baru dua hari yang lalu,gue sengaja datang buat melihat Lo nikah.Akhirnknya Lo jadi ipar manusia kutub itu juga",ejek Fero memukul pundak Benny pelan.


"Bangsat Lo...kayak Lo enggak aja",cibir Benny dan diiringi tawa kecil dari Fero.


"Gue harap Lo segera nyusul,kayaknya Lo doang yang belum ada gebetan",cibir Benny.


"Maksud Lo Devan udah punya gebetan gitu?",tanya Fero menatap Benny dengan mata menyipit.


"Hahaha... kemana aja Lo,emang Lo gak baca papan ucapan didepan?",tanya Benny yang menyisakan tawanya.


"Gak...",jawab Fero kebingungan.


"Hari ini bukan gue aja yang nikah tapi Devan juga bertunangan",ucap Benny.


"What?...Lo serius?",tanya Fero yang begitu kaget dengan ucapan sahabatnya barusan.


"Hmmm...",jawab Benny acuh dengan mengedikkan bahunya


"Wah...gue udah kecolongan ini,tapi...tunggu dulu jangan bilang kalau dia udah nemuin tuh cewek",tebak Fero.


"Makanya...jangan sibuk kerja mulu,ketinggalan info deh Lo",sewot Benny.

__ADS_1


"Dasar tuh anak ya",geram Fero menatap punggung Devan yang sibuk dengan relasinya.


"Hahaha...", Benny tertawa ngakak membuat orang orang menatap kearahnya.Mengetahui dirinya jadi pusat perhatian Benny langsung menghentikan tawanya.


Devan menghampiri kedua sahabatnya terutama Benny yang sebentar lagi resmi menjadi adik iparnya.Devan tersenyum tipis kearah Fero yang menatapnya tajam.


"Kenapa muka Lo kayak gitu natap gue?",tanya Devan bingung menatap kedua sahabatnya terutama Fero yang menatapnya tajam.


"Lo berhutang penjelasan sama gue",ketus Fero.


Devan menatap kearah Benny yang mengedikkan bahunya pertanda dia tidak ikut campur.Devan yang tau akar masalahnya tersenyum kecil lalu menepuk pelan pundak Fero.


"Gue udah nemuin dia Fer...dan maaf kalau gue gak cerita karena gue tau Lo sibuk di Singapura",jawab Devan menjelaskan secara singkat alasannya.


"Hmmm",Fero berdehem kecil lalu menggangguk memahami penjelasan Devan.Dia mengakui memang sibuk di Singapura mengakuisisi perusahaan Papanya dan perusahaannya agar dia tidak bolak balik Singapura mengurus perusahaan sang Papa yang sudah menyerahkan semuanya pada Fero.


"Gimana urusan Lo,lancar kan?",tanya Devan.


"Ya...begitulah",jawab Fero acuh membuat Devan tertawa kecil karena sifat nya dan Fero memang sebelas dua belas dalam menjawab pertanyaan.


Tiba tiba seseorang datang membisikkan sesuatu pada Devan dan diaangguki olehnya.


"Ben...persiapkan diri Lo menjabat tangan gue sebentar lagi karena penghulunya sudah datang",ucap Devan lalu berlalu meninggalkan kedua sahabatnya untuk menemui Pak penghulu yang akan menikahkan sang adik.


Fero yang menyadari kegugupan Benny hanya bisa menepuk pelan pundak pria tampan yang memilki hidung bangir dan mata sipit itu lalu berlalu pergi entah kemana.


Terdengar MC sudah memulai acara dan menyuruh para tamu undangan menempati tempat duduk untuk menyaksikan langsungnya akad nikah dirinya dan Lyra.


Benny sudah duduk dihadapan penghulu dan juga Devan sabagai wali nikah atas Lyra.Sedangkan Lyra masih berada disebuah ruangan menunggu selesainya ijab kabul untuk bertemu dengan suaminya nanti.


Devan menatap Benny dengan tajam membuat Benny seketika menundukkan pandangannya kebawah.Devan mengambil micrrofon lalu memulai berbicara.


"Ben...titip adik gue,jaga dan sayangi dia dan jika dia salah tolong nasehati dan bila suatu hari nanti elo udah gak cinta lagi sama dia jangan Lo bilang sama dia...cukup Lo kembalikan dia sama gue",ucap Devan dengan suara serak menahan tangisnya.Para undangan juga tampak terharu mendengar ucapan Devan yang mewakili sang Ayah yang telah tiada.


"Gue janji dihadapan Tuhan kalau gue akan selalu mencintai Lyra...dan akan selalu membahagiakannya",jawab Benny dengan serak dan mata yang berkaca-kaca.


Sedangkan Lyra yang mendengar ucapan Kakak dan sang calon suami menitikkan air matanya.Kayla yang menyadarinnya mengelus pundak Lyra lembut dan memberikan sebuah tisu.


Tibalah waktu yang ditunggu tunggu yaitu ijab kabul lalu Benny menyambut uluran tangan Devan untuk melakukan ijab-kabul.Dan dalam satu tarikan nafas Benny mengkabul ucapan Devan.


"Saya terima nikahnya Lyra Anastasya Wijaya binti Pandu Wijaya(alm) dengan seperangkat alat sholat dan sat set berlian tunai...

__ADS_1


"Bagaimana para saksi?",tanya Pak penghulu.


Sah...


"Alhamdulillah",jawab semua para undangan yang hadir.


Lyra yang berada dikamar bernafas lega karena suaminya berhasil melakukan ijab kabul dengan satu tarikan tanpa mengulang.Dia menatap sang Nenek dengan mata berkaca-kaca lalu memeluknya erat tanpa mengeluarkan kata kata.Pelukan cukup mewakilkan perasaannya saat ini.


"Jadi istri yang baik untuk suami Ra,jangan mengumbar aib suami karena suami adalah pakaian istri begitu pula sebaliknya kamu paham",ucap Nenek mengurai pelukannya dan mengecup puncak kepala Lyra penuh kasih sayang.


Lyra beralih menatap Kayla sang calon Kakak ipar yang juga menatapnya haru.Kayla merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang calon adik ipat disambut oleh Lyra.


"Selamat ya Lyra semoga sakinah mawadah warahmah,jadi istri yang saleha dan menghormati suami",ucap Kayla yang sudah mengurai pelukannya dan mengganggap kedua tangan Lyra lembut.


"Makasih Mbak",jawab Lyra dengan suara serak dan mata yang memerah.


Tak lama pintu ruangan dibuka dan seorang panitia menghampiri mereka.


"Maaf...Mbak Lyra sudah bisa keluar sekarang menemui suami tercinta",tutur panitia pelaksana pernikahan Lyra dan Benny.


Lyra keluar dari persembunyiannya didampingi oleh Nenek dan Kayla.Semua mata tertuju kepada mereka bertiga.Benny menatap sang istri tak berkedip begitu juga Devan menatap gadisnya dengan penuh cinta.


Beny dan Lyra memasangkan cincin pernikahan di jari pasangan mereka masing


masing lalu memandang tangani buku nikah.Semua undangan tampak turut bahagia menyaksikan akad nikah keduanya.


Acara terus berlanjut dengan resepsi pernikahan.Lyra tampak cantik dengan gaun yang dijahit langsung sang calon Kakak ipar dan Benny begitu gagah dengan tuxedo berwarna cokelat keemasan.


Dan tiba saatnya pelemparan bunga oleh pengantin.Lyra tidak melemparkan bunganya melainkan memberikan langsung pada sang Kakak dan diterima oleh Devan sering tepukan tangan dari tamu undangan.


Devan beranjak menuju sang kekasih yang berdiri disebelah Neneknya lalu berlutut sembari mengeluarkan sebuah cincin berlian yang merupakan cincin milik mendiang sang ibu.


"Kayla aku mungkin bukan lelaki sempurna tapi maukah kamu menyempurnakan hidup lelaki yang tidak sempurna ini?.Will you marry me?",ucap Devan lantang sembari menyodorkan cincin dihadapan Kayla.


Kayla menatap haru pada sang kekasih dia tidak menyangka pertunangannya akan melebihi ekspektasinya.Kayla menatap Nenek dan Lyra bergantian mereka memberikan anggukan.


"Yes..I Will",jawab Kayla mantap.Devan berdiri dan memasangkan cincin berlian yang sudah dicocokkan dengan ukuran jari manis Kayla.


Semua tamu undangan mengucapkan selamat pada Kayla dan Devan dan juga pada kedua pengantin yang menandai primadona pesta.


Acara yang berlangsung dengan lancar itu ditutup dengan doa yang dipimpin tokoh agama setempat.

__ADS_1


Dua pasang mata menatap Kayla penuh kebencian dan amarah dalam tatapannya.


__ADS_2