
Kayla membalas tatapan tajam dari dokter Wina yang terang terangan ingin mengadu domba ia dan sang suami.
"Dev...apa sih yang kamu lihat dari perempuan ini,aku lebih segalanya dari dia Dev.Tapi gak pernah sedikitpun kamu melirikku",teriak dokter Wina karena cemburu menguasai hatinya.
"Dia...istriku lebih segalanya bagiku jika dibandingkan denganmu.Lihatlah dirimu secara tidak langsung mempermalukan dirimu sebagai seorang dokter didepan umum dengan mencoba menganggu suami orang",balas Devan yang menahan amarahnya agar cara resepsi sang adik tidak terganggu.Mereka menjadi pusat perhatian para undangan.
"Dev...aku mencintai kamu lebih dulu dibandingkan dia",ucap dokter Wina menunjuk Kayla yang tampak tak percaya dengan apa yang dilakukan dokter muda itu.
"Tapi aku juga mencintai istriku jauh sebelum dia mengetahui aku mencintainya.Intinya dia berharga bagiku dan akulah yang mengejar cintanya",ucap Devan menggengam erat jemari Kayla.
Dokter Wina tertawa sinis lalu dengan langkah pasti ia menuju kearah Kayla berusaha untuk melabrak Kayla.
"Seujung kuku kau sentuh istriku aku jamin kau dan keluargamu kubuat hancur saat ini juga",teriak Devan saat dokter Wina akan mendorong Kayla.
"Hehehe segitunya kau mencintainya Dev...kedua orang tua kita bersahabat dekat dan kau akan menghancurkan Papaku?",tanya dokter Wina sinis.Ia tak peduli lagi dengan karirnya hancur yang dia inginkan Devan tau betapa ia mencintai pria itu.
"Tentu saja aku sangat dan sangat mencintai istriku",ucap Devan tajam.
"Ah....",pekik Kayla saat dokter Wina memanfaatkan kelengahan Devan untuk mendorong Kayla keras.Beruntung Fino yang berdiri tak jauh dari Kayla dengan sigap menahan Kayla agar tidak jatuh.
Semua undangan kaget dengan apa yang dilakukan oleh dokter muda itu.Suasana pesta langsung rusuh.Lyra yang ada diatas panggung langsung turun saat mendengar pekikan Kayla.Ia juga mendengar dari atas pelaminan pertengkaran Kakaknya dengan sang dokter.
Dengan langkah sigap Lyra menyingsing gaun pengantinnya dan menarik keras dokter Wina yang berusaha kabur."Mau kemana kau,ha?",ucap Kayla dengan tatapan tajam mencengkram lengan dokter itu keras.
"Lepaskan aku...jangan ikut campur anak kecil",desis dokter Wina yang memberontak berusaha melepaskan cengkraman Lyra.
"Tidak semudah itu setelah menyakiti Kakakku Kayla, siapapun yang berurusan dengan orang yang aku sayangi mereka akan hancur hari ini juga",geram Lyra dengan tatapan tak kalah dinginnya dari Devan.
"Lepaskan aku anak bodoh",bentak dokter Wina yang kesakitan.
"Ray...",teriak Lyra membuat orang orang mengalihkan pandangannya pada Lyra dan dokter Wina yang tampak meringis kesakitan akibat cengkraman Lyra.
"Iya...Nona Lyra",jawab Ray berjalan terburu-buru kearah Lyra.
"Perintahkan seluruh investor untuk menarik saham dari perusahaan orangtua wanita gila ini dan Mas Erik beli saham orang tuanya yang ada di rumah sakit kita lalu pecat secara tidak hormat wanita ini,hari ini juga",teriak Lyra yang geram dengan kelakuan dokter Wina.
Dokter Wina melotot kaget dengan ucapan Lyra.Ia tidak memikirkan akibat dengan kelakuannya biasa perusahaan sang Ayah.Yang dia pikirkan hanya persaannya saja.
"Honey...tahan emosi kamu,Ray urus wanita ini",ucap Erik mencoba menenangkan Lyra.Erik tau bagaimana bar bar Lyra jika keluarganya diusik.
__ADS_1
Ray langsung meringkus dokter Wina bersama anak buahnyadan segera menelepon para investor untuk mencabut saham mereka diperusahaan Ayah Wina.Begitu juga Erik meminta pada sekretaris barunya untuk melakukan hal serupa.
Lyra segera berjalan kearah Kayla yang masih syok ditemani Devan Kakaknya."Mbak...kamu baik baik saja kan,keponakan aku gak kenapa napa kan?",tanya Lyra beruntun.
"Mbak gak apa apa Ra...untung tadi Rey segera menolong Mbak",ucap Kayla berusaha tenang.
Devan mencoba menahan amarahnya di depan sang istri.Dia takau Kayla ketakutan- jika melihat amarahnya.
"Kak...bawa Mbak Kayla ke kamar kamu",ucap Lyra diangguki Devan.Dengan sigap Devan membopong tubuh Kayla menuju kamar pribadinya di hotel ini.
"Fin...tolong bubarkan acara ini aku tak mau lagi melanjutkan resepsi ini",ucap Lyra pada Fino lalu melangkah kearah sang suami yang masih berdiri didepan pelaminan.
"Mas...maaf aku gak bisa lagi melanjutkan resepsi kita,hatiku sudah tak nyaman lagi melihat keadaan Kakak iparku",ucap Lyra sendu,ya semenjak mereka akan menikah Lyra mengubah panggilannya pada Erik dari Kakak menjadi Mas.
"Senyaman kamu honey",jawab Erik mengusap lembut pipi sang istri.
"Makasih Mas,maaf udah menggagalkan acara kita,aku-
"Sssttt...yang aku mau itu menikah dengan kamu bukan resepsinya honey",sanggah Erik membawa sang istri kedalam pelukannya.
"Mas... aku udah buat kamu malu tadi,maaf ya",lirih Lyra.
"Tapi aku bar bar sekali tadi Mas",ucap Lyra membayangkan apa yang ia lakukan tadi.
"Ya kamu istri bar bar CEO Erik,dan Mas tak mempermasalahkan itu honey",jawab Erik membenarkan apa yang dikatakan Lyra tentang dirinya yang bar bar.
"Makasih Mas",ucap Lyra mengurai pelukannya.
"Kita ke kamar biar kamu bisa istirahat",ucap Erik membawa sang istri menuju kamar mereka.
"Rik...Lyra kita pamit dulu ya",ucap Fero yang mengamit tangan sang istri.
"Iya Kak...maaf acaranya berantakan",ucap Erik merasa tak enak hati pada Fero.
"Gak apa apa Rik.Kita ngerti kok",jawab Fero.
"Ra...kabari aku jika terjadi sesuatu pada Kayla ya",ucap Fani dengan raut wajah yang tampak cemas.
"Ya...Kak",jawab Lyra sendu,Lura tau meski Kayla tidak jatuh tapi wanita itu tampak sangat syok.
__ADS_1
"Hati hati dijalan Kak",ucap Erik.
"Ya...",jawab Fero.
Sepasang pengantin itu melangkah pergi meninggalkan tempat resepsi menuju kamar pengantin mereka di hotel itu.
***
"Pastikan wanita itu tidak mendapatkan pekerjaan di manapun dan hancurkan keluarganya",
Klik
Devan menatap sang istri yang sedang berbaring.Raut ketakutan masih terlihat jelas pada wajah Kayla meski wanita itu sedang tidur.
"Maafkan Mas sayang tak bisa menjaga kamu dan anak kita dengan baik.Aku suami dan Daddy yang buruk untuk anak kita",lirih Devan menggegam erat tangan sang istri.
Devan mengusap sudut matanya berair,untuk kedua kalinya ia menangis sepanjang hidupnya.Pertama saat kedua orangtua meninggalkan dan yang kedua saat ia gagal menjaga sang istri dan calon anaknya dengan baik.
tok tok tok
Devan segera membuka pintu kamarnya,sang adik langsung menerobos masuk dan berjalan menuju Kayla yang terbaring diatas tempat tidur.
"Maaf Kak... mengganggu kalian aku gak bisa mencegah Lyra yang ingin memastikan keadaan Kak Kayla",ucap Erik yang merasa tak enak hati pada Devan.
"Aku justru yang minta maaf pada kalian karena kejadian ini acara kalian berantakan",balas Devan.
"Tak apa Kak...aku juga sebenarnya tak terlalu suka resepsi ini yang ku inginkan hanyalah ijab-kabul,tapi ini semua keinginan kalian,bukan?",ucap Erik.
Devan hanya mengangguk kecil dan mempersilahkan Erik duduk disofa yang ada di kamar itu.
"Apa sudah menghubungi dokter untuk memeriksa Mbak Kayla,Kak?",tanah Lyra yang masih duduk disebelah Kayla tidur.
"Sudah...dalam perjalanan kesini",jawab Devan.
"Oh ya Nenek bagaimana Kak?",tanya Lyra yang tiba tiba teringat sang Nenek.
"Rey sudah membawanya pulang tadi",jawab Devan yang tadi memerintahkan Rey untuk membawa sang Nenek pulang setelah meringkus Wina.
"Syukurlah Kak",jawab Lyra.
__ADS_1
...****************...