Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Kedatangan bibit pelakor


__ADS_3

Erik mengabaikan seruan dokter cantik yang berusaha mendekatinya.Erik memiliki sifat yang hampir sama dengan Devan cuek dan datar pada sekitarnya.Meski begitu banyak wanita yang berusaha menaklukkan pria datar dan dingin itu.


Lyra yang melihat Erik masih berdiam diri memilih melanjutkan langkahnya dengan wajah masam dan kesal.


Erik yang menyadari sang adik sudah berlalu pergi memilih untuk meninggalkan dokter wanita itu yang masih berusaha mencari perhatian Erik.


"Rik...ayo makan siang bareng!",ucap dokter itu tidak tau malu padahal Erik sudah mengabaikannya.


"Stop Wina...kalau kau hanya ingin tau tentang Kak Devan dariku percuma karena aku tidak akan memberikan informasi apapun padamu.Jangan pernah melangkah melebihi batasmu karena Kakakku sudah menikah jadi jangan coba coba mengusik rumah tangganya",desis Devan pada dokter itu yang tak lain dokter Wina.


"Hahaha...aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya",ketus Wina tertawa jahat.


"Heh...sayangi almamatermu jika tidak mau nama baik serta gelarmu rusak hanya untuk menjadi pelakor",cibir Erik membuat Wina geram dan mengepalkan tangannya.


Setelah mengatakan itu Erik segera menyusul Lyra yang tadi terlihat kesal padanya karena kedatangan dokter Wina.Gadis kecilnya itu semakin hari semakin membuatnya gemas karena dengan sikap juteknya jika Erik digoda oleh para dokter wanita lainnya dirumah sakit ini.


Entah perasaannya saja atau memang benar kalau sang adik diam diam mulai menaruh hati padanya.


Ya elah si babang Erik gak tau dari dulu Lyra sudah menyukainya 😁


Saat Erik sampai di kantin rumah sakit dia melihat Lyra menyuap makanannya dengan wajah masam dan mulutnya tampak komat kamit entah apa yang ia ucapkan.


"Ra...jangan makan sambil ngomel nanti tersedak",ucap Erik yang mendudukan diri di depan Lyra.


"Udah ngobrolnya sama tu dokter cantik?",sinis Lyra membuat Erik terkekeh geli melihat Lyra yang entah kenapa bisa ia katakan sedang cemburu.


"Kamu cemburu?",tanya Erik membuat Lyra gelagapan.


"Siapa yang cemburu,asal Kakak tau tuh cewek ngincar Kak Devan dari dulu eh kini malah balik ngincar Kakak.Awas nanti jadi pelampiasan",ucap Lyra membuat Erik tersenyum senang.


"Kakak tau kok...tenang aja dia bukan tipe Kakak",ucap Erik.


"Terus tipe Kakak yang kayak apa,hum?",tanya Lyra yang tanpa ia sadari sangat kelihatan sedang cemburu.


"Kayak kamu",bisik Erik membuat Lyra tertegun dan menegang mendengar ucapan sang Kakak yang menatapnya dalam.


"Kak...


"Apa,hum?",tanya Erik yang masih menatap manik Lyra.


"Kak...jangan bercanda",ucap Lyra tertawa kecil lalu memutus tatapan mereka.Ada rasa senang dalam hatinya mendengar penuturan Erik


"Apa Kakak kelihatan sedang bercanda?",tanya Erik dengan serius.


"Kak aku...

__ADS_1


"Nanti malam kita makan malam diluar.Mau?",tanya Erik.Tak mungkin dia mengutarakan perasaannya ditempat ini apalagi momennya tidak mendukung.


"Iya...",jawab Lyra mengangguk pelan lalu tersenyum samar.Entalah hatinya begitu senang saat Erik mengatakan kalau dia adalah tipe wanita idamannya.


"Yuk makan",ajak Erik saat pesanannya datang.Erik tadi memesan makannya lebih dahulu sebelum duduk.


Sementara ditempatkan lain Kayla tengah fokus dengan beberapa gaun yang sedang ia pajang di manekin.Salah satunya gaun rancangan terbaru dari butiknya yang baru saja selesai di jahit.


"Far... rancangan kamu memang the best...lihatlah baru saja aku pasang dipatung sudah langsung diambil pembeli",puji Kayla saat salah satu gaun yang baru beberapa menit atau yang lalu langsung diambil pembeli yang baru saja masuk.


"Makasih Kak...itu juga berkat Kakak yang menambahkan beberapa ide di sana",ucap Fahira merendah.


"Oh ya apa kamu nantinya gak kepikiran memiliki butik sendiri?",tanya Kayla.


"Kayaknya enggak deh Kak.Aku hanya bisa mendesain tapi tidak bisa berbisnis.Dulu pernah coba tapi gagal makanya Kak Fero ngajak Kakak kerja sama",balas Fahira tersenyum tipis.


"Oh begitu ya...kamu sangat berbakat Far...desain kamu selau laku keras.Bahkan kita memproduksinya terbatas agar pembeli akan antusias kalau pakaian mereka modelnya tidak pasaran",ucap Kayla.


"Ah...Kakak bisa saja ia juga karena kerja sama tim Kak",jawab Fahira tersipua malu.


Tok tok tok


Kayla dan Fahira menatap arah pintu masuk ternyata di sana ada Lani salah satu karyawannya.


"Maaf Mbak Kayla di luar ada tamu yang ingin bertemu",ujar Lani membuat Kayla mengernyitkan bingung karena dia merasa tidak memiliki janji hari ini.


"Gak tau Mbak tapi dari baju yang ia kenakan seperti seorang dokter",jawab Kami makin membuat Kayla bingung padahal dia tidak ada janji diluar dengan dokter kandungannya.


"Temui aja dulu Kak",ucap Fahira.


Kayla segera berlalu dari ruangan Fahira untuk menemui tamunya.Sesampai Kayla diruang tunggu wanita hamil itu kembali mengernyitkan saat melihat seorang wanita cantik mamakai almamater putih duduk diruang tunggu.


"Selamat siang...benar dokter mencari saya",tanya Kayla dengan sedikit ragu karena wajah dokter cantik yang ada dihadapannya begitu familiar.


"Ah...ya benar kamu Kayla kan?",tanya dokter muda itu lalu berdiri dan memindai penampilan Kayla dari atas sampai bawah.


"Iya...apa kita pernah bertemu sebelumnya,maaf wajah dokter begitu familiar untuk saya",jawab Kayla yang sedikit risih dengan tatapan dokter itu.


"Saya dokter kandungan di salah satu rumah sakit milik tempat Lyra dirawat dan kamu dulu pernah sekali cek up ke saya karena mual",jawab dokter itu dengan senyum yang dipaksakan.


Kayla mencoba mengingat lalu tersenyum lebar."Oh iya saya baru ingat dokter teman Mas Devan kan?.Kalau begitu mari duduk saya akan meminta karyawan saya untuk mengambilkan minuman",ucap Kayla mempersilahkan dokter itu duduk.


"Oh tidak udah repot repot Kayla, kedatangan saya kesini untuk membicarakan sesuatu hal sama kamu",ucap dokter itu tersenyum licik.


"Oh ya ada apa,eh maaf saya lupa dengan dokter siapa ya",tanya Kayla sopan.

__ADS_1


"Saya dokter Wina",jawab dokter itu datar.


"Maaf ada apa?",tanya Kayla lagi.


"Begini...ini tentang Devan-


"Mas Devan?ada apa dengan suami saya Dok?",tanya Kayla sedikit bingung.


"Saya tak mau basa basi sama kamu,saya hanya ingin menyampaikan kalau sebelum kamu mengenal Devan dia adalah kekasih saya",ujar dokter itu.


"A-apa?jadi-


"Ya...gara gara kamu datang Devan pergi begitu saja meninggalkan saya",ucap dokter itu melihat raut wajah Kayla yang tampak mulai berubah.


"Tapi...setau saya Mas Devan tak mempunyai kekasih sebelum kami dekat",jawab Kayla sedikit ragu.


"Tentu saja...namanya juga laki laki bukan?",ujar dokter itu tersenyum miring rencananya untuk mempengaruhi Kayla tampak mulai berhasil.


"Saya percaya suami saya.Tentang anda itu masa lalunya dan saya lah masa depannya saat ini",ucap Kayla berusaha tenang meski hatinya tidak baik baik saja.


"Harusnya-


"Harusnya apa?jangan coba coba mengusik rumah tanggaku apa lagi istriku",ucap Devan yang tiba tiba saja muncul karena hatinya dari tadi tidak tenang dan ini lah yang terjadi istrinya tengah diancam oleh temannya sendiri.


"Dev...Van",gumam Wina dengan tatapan tak percaya.


"Sudah aku katakan jangan pernah mengusik rumah tanggaku atau kamu akan merasakan akibatnya",desis Devan dengan tatapan penuh amarah.


"Harusnya kamu sadar Dev...aku lebih layak jadi istri kamu dibandingkan wanita ini", tunjuk Wina dengan tatapan menghina pada Kayla membuat wanita hamil itu tersentak kaget.


"Istriku bahkan tak sebanding denganmu,wanitaku sangat terhormat dibandingkan kamu yang masih saja mengejar suami orang",jawab Devan merangkul pinggang sang istri posesif membuat Wina meradang karena cemburu.


"Dev...aku yang selama ini cinta sama kamu bukan wanita ini", teriak Wina penuh emosi


"Oh jadi dia bibit pelakor ternyata",pikir Kayla tersenyum smirk.


"Kau pasti yang menggoda Devan bukan jika tidak mana mau dia sama kamu",ucap Wina dengan nafas naik turun.


"Kamu salah Wina...justru aku yang mengejarnya",jawab Devan membuat Wina melotot tak percaya.


"Sungguh miris sekali kelakuan kamu dok,kamu wanita berpendidikan bergelar dokter tapi kelakuan kamu tak mencerminkan wanita berpendidikan yang berusaha menjadi pelakor",ucap Kayla telak membuat wanita bergelar dokter itu mengepalkan kedua tangannya lalu berlalu dari hadapan kedua pasangan istri itu.


Semua orang tampak berbisik bisik saat Wina berjalan keluar dari butik Kayla.


"Mas...kamu hutang penjelasan sama aku",ucap Kayla menatap tajam Devan.

__ADS_1


Deg


...****************...


__ADS_2