
Kayla tampak mulai berangsur pulih meski bahu sebelah kanannya masih susah untuk digerakkan.Saat ini ia tengah dikunjungi oleh Fani dan para karyawan nya.Kayla begitu beruntung dikelilingi oleh orang orang yang tulus menyayanginya.Sampai saat ini Kayla belum tau siapa yang sudah menabraknya.Devan dan keluarga sengaja menyembunyikannya demi trauma psikis yang dialami Kayla saat kecelakaan.Devan tak ingin kondisi psikologis Kayla bertambah saat tau siapa yang sudah berusaha melenyapkannya adalah perempuan yang dianggap sahabat sekaligus sepupunya itu.
"Cepat pulih ya Key!,jangan pikirkan toko serahkan semuanya ke kita kita",ujar Fani memberi semangat pada Kayla.
"Makasih ya Fan...kamu benar benar sahabat yang bisa aku andalkan dan maaf mungkin pekerjaan kalian akan berat karena toko kita udah dilirik salah satu perusahaan,tapi aku malah kek gini",lirih Kayla menatap para karyawannya satu persatu dengan tatapan sendu.
"Gak apa apa toh Mbak...kita kita kan udah jadi keluarga,iya kan?",ujar salah satu karyawan bagian produksi bernama Susi pada para karyawan lain dan diangguki oleh mereka.
"Tuh...apa aku bilang Key...kamu fokus pada pemulihan kamu aja dulu.Nanti jika ada perlu tanda tangan kamu baru aku datangi rumah kamu",timpal Fani menggenggam tangan Kayla lembut.
"Kalian memang terbaik",ujar Kayla dengan mata berkaca-kaca.
"Oh ya...Devan mana Key?,dari tadi gak kelihatan?",tanya Fani mengalihkan pembicaraan mereka.
"Oh...tadi keluar sebentar mau ngurus kecelakaan aku ke kantor polisi",ujar Kayla enteng.
"Oh",gumam Fani disertai anggukan.
"Kamu beruntung ya Kay...dapat calon suami kayak Devan",ujar Fani lagi.
"Kenapa emangnya Fan?",tanya Kayla.
"Ya ...orangnya tampan,baik,cinta dan sayang tulus sama kamu dan tajirrr",ujar Fani cengengesan saat melihat Kayla sudah menatapnya tajam.
"Jangan bilang kamu-
"Eits...jangan ngadi ngadi kamu Key...aku gak mungkin jadi pagar makan tanaman ya",kilah Fani saat Kayla sudah menduga yang tidak tidak dengannya.
"Maaf Mbak Kayla dan Mbak Fani kita balik ke toko dulu ya,kan ada gaun yang urgent untuk besok yang mau diselesaikan",sela Susi yang merasa sudah terlalu lama meninggalkan toko.
"Oh...iya Susi silahkan...aku nanti nyusul mau nungguin Devan datang dulu,maaf ya gak barengan lagi?",ujar Fani yang masih menunggu Devan kembali takut sahabatnya kenapa napa ditinggal sendirian.
Semua karyawan satu persatu meninggalkan ruangan rawat Kayla dan tinggallah Fani yang menemani Kayla.
"Kamu mau butuh sesuatu gak Key?",tanya Fani yang melihat Kayla tampak melamun.
"Oh...gak Fan...cuma aku mikir aja Aruna kok gak jenguk aku kesini ya...dia pasti tau kan aku kecelakaan kan kejadiaannya didepan kafe",Kayla menatap Fani yang juga sedang memikirkan hal yang sama.
"Mungkin kemarin pas Lo kecelakaan kali Key,kan kamu gak sadarkan diri saat itu",duga Fani.
"Mungkin juga ya",jawab Kayla tersenyum tipis.
"Sudah...jangan berpikir yang macam macam...mau makan buah gak biar aku kupasin ini anak-anak yang pada beli loh",tawar Fani menunjuk parcel buah yang dibawah para karyawannya.
"Boleh deh...aku mau buah pir,tolong kupasin ya!",pinta Kayla sedikit tidak enak hati.
"Siap buk bos",jawab Fani memberi hormat pada Kayla dan tersenyum lebar.Kayla pun tertawa lepas melihat tingkah Fani yang lucu menurutnya.
Tanpa mereka sadari ada empat pasang mata tengah mendengarkan percakapan mereka.Siapa lagi kalau bukan Devan dan kali ini bersama sahabatnya Fero yang kebetulan ingin menjenguk Kayla.Sedangkan Lyra sudah dijemput oleh Benny ditempat penyekapan tadi.
__ADS_1
"Hmmm...",Devan berdehem kecil saat memasuki ruangan Kayla membuat para gadis menoleh kearah sumber suara.
"Mas...kamu udah datang?",tanya Kayla menatap Devan yang tersenyum tipis.
"Gimana keadaan kamu selama aku tinggal?...baik baik aja kan?",tanya Devan dengan posesif nya menuju tempat tidur Kayla.
"Aku baik baik aja kok Mas",jawab Kayla.
"Hmmm...gue gak dianggap nih",suara bariton menyadarkan Kayla dan Fani kalau Devan tidak datang sendiri.
Fani menatap pria tampan sebelas dua belas sifatnya dengan Devan dengan tatapan tak berkedip.
"Awas...air liur kamu netes Fan",bisik Kayla jahil.
Dan bodohnya Fani langsung mengelap mulutnya membuat Kayla tertawa terbahak-bahak.Sahabat sekaligus asistennya itu tampak malu dengan Kayla yang menjahilinya.
"Hey...ada apa sih?",tanya Devan heran tiba tiba kekasihnya itu tertawa begitu kencangnya.
Kayla menghentikan tawanya dan menatap Devan tersenyum penuh arti.
"Gak ada kok Mas...",jawab Kayla yang masih menyisakan sedikit tawanya.
Fani sang tersangka hanya tersenyum malu menatap Fero.Fero yang menyadari tawa Kayla karena aksi sahabatnya yang menatapnya tak berkedip hanya mengedikkan bahu saat Devan beralih menatapnya.
"Duduk dulu Mas Fero",ujar Kayla basa basi.
Fero mendudukkan bokongnya pada salah satu sofa diruangan itu berhadapan dengan Fani yang sudah pindah duduk dari samping tempat tidur Kayla yang digantikan oleh Devan.
"Makasih ya Fan...udah bantu kupasin buahnya",ucap Kayla memecah keheningan diruangan itu.
Fani menoleh kearah Kayla dan tersenyum lebar. "Sama sama Key...kayak sama siapa aja kamu",jawab Fani tulus.
"Makasih juga ya Fani sudah mau menjaga Kayla selama saya pergi tadi",kini Devan yang bersuara meski sedikit kaku.
"Iya sama sama Pak Devan",jawab Fani.
Fero menatap gadis didepannya penuh arti,ada rasa penasaran dihatinya saat gadis ini yang tampak salah tingkah ditatap olehnya.
"Jangan tatap anak gadis orang kayak gitu Fer...nanti dia risih",ujar Devan yang menyadari kalau sahabatnya itu dari tadi menatap Fani.
"Hmmm...Gak kok",jawab Fero mengalihkan pandangannya kearah lain.
Devan yang menggeleng kecil saat melihat sahabatnya itu.Dia tau Fero seperti apa kalau berhadapan sama cewek.Selama ia mengenal Fero baru kali ini ia memergoki sahabatnya itu melirik cewek lebih dari lima menit.Pasti sahabatnya ini suka pada sahabat kekasihnya ini pikirnya.
"Kay...gimana keadaannya,cepat pulih ya",ucap Fero tikus menatap tunangan sahabatnya itu.
"Alhamdulillah sudah sedikit baikkan Mas...hanya tangan yang masih belum bisa digerakkan",jawab Kayla yang memegang bahu kanannya dipenuhi perban.
"Wajar...kan tulang tangan kamu retak",jawab Fero.
__ADS_1
"Iya Mas...",jawab Kayla tersenyum canggung.
"Key...aku kayaknya balik ke toko dulu ya ini Susi ngecatt aku kalau di toko ada pelanggan kita yang mau ambil gaunnya",sela Fani yang sudah beranjak dari duduknya.
"Oh...ya udah kamu hati hati ya...udah pesan taxi online-nya",tanya Kayla.
"Belum Key...gak sempat juga nunggu aku naik ojek pengkolan aja nanti didepan",jawab Fani yang mulai gelisah karena ditunggu pelanggan.
"Kalua gitu tolong antar Fani ya Fer!",ujar Devan pada sahabatnya.
"Gue?",jawab Fero cengo menunjuk dirinya sendiri.
"Ya elo lah bego siapa lagi diruangan ini yang bernama Fero kalau bukan elo",dengus Devan yang melihat sahabatnya itu cengo.
"Gak usah Pak Devan...biar saya naik ojek aja,mungkin teman Pak Devan ada urusan juga setelah ini",tolak Fani yang merasa tidak enak hati merepotkan orang lain.
"Udahlah...diantar sama Fero aja kamu udah ditungguin juga kan?",tanya Devan.
"Ya sudah...mari saya antar",ujar Fero yang juga beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan ruangan itu diringi Fani dibelakangnya.
Sepeninggal keduanya Kayla tersenyum tipis membuat Devan mengerutkan keningnya melihat Kayla yang aneh menurutnya.
"Kamu baik baik aja kan sayang?",tanya Devan meletakkan punggung tangannya didahi Kayla.
"Aku baik baik aja Mas",jawab Kayla menatap Devan yang mengkwatirkannya.
"Kok kamu dari tadi Mas perhatiin senyum senyum aja dan tadi tiba ketawa kencang",ujar Devan.
"Oh...itu...Kayla kembali tersenyum...kayaknya sahabat aku suka sama Mas Fero deh Mas",ujar Kayla menduga duga.
"Masa sih sayang?",tanya Devan.
"Hmmm kamu tau kenapa tadi aku ketawa...Fani menatap Mas Fero tak berkedip sampai aku jahilin",ujar Kayla kembali terkikik geli.
Devan tersenyum tipis melihat kekasihnya kembali tersenyum dan melupakan sejenak rasa traumanya.Dia bersyukur kalau Kayla baik baik saja meski tangannya masih belum bisa gerakkan.
"Kay...gimana pernikahan kita ditunda sampai tangan kamu sehat",tanya Devan yang ingin kekasihnya itu sembuh total dihari bahagia mereka.
"Gak usah Mas...lagian kata dokter tangan aku akan baik baik saja seiring waktu.Kan masih dua mingguan lagi acaranya Mas",jawab Kayla.
"Lalu gaun pernikahan kamu gimana?katanya mau jahit sendiri",bujuk Devan agar Kayla mau menunda pernikahannya.
"Masalah gaun...aku bisa minta tolong sama Aruna Mas,dia kan sekolah desainer dulu",jawab Kayla enteng.
"Aruna?",beo Devan.
"Iya anaknya Om Feri",jawab Kayla.
Devan terdiam mendengar ucapan Kayla,dia bingung bagaimana cara memeberitahu Kayla yang sebenarnya.
__ADS_1
...****************...