
Kayla melepaskan perlahan pelukan sang suami dipinggangnya saat menyadari hari sudah beranjak petang.Ya setelah akad nikah Lyra Kayla dan Devan memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum nanti malam acara resepsi Lyra dan Erik diadakan di hotel.
Kayla berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya sekalian membersihkan diri.Kehamilan yang kian membesar membuat Kayla susah untuk berjalan cepat.Berat badannya pun ikut naik seiring dengan usia kehamilannya.Terkadang ia merasa insecure dengan dirinya sendiri saat berjalan beriringan dengan sang suami.Devan yang memiliki wajah yang sangat tampan dan dengan tubuh proporsional nya membuat Kayla merasa kurang percaya diri.
Meski Devan tak mempermasalahkan itu semua bahkan menurutnya istrinya makin sexy jika sedang hamil.
Kayla memandangi tubuh polosnya pada kaca yang ada dikamar mandi.Perutnya sudah sangat membesar mengingat ada malaikat kecil yang sedang ada didalam perutnya.
"Kamu sexy kok sayang dan aku suka",bisik Devan yang tiba tiba saja memeluk tubuh polos Kayla dari belakang.
"Mas... aku-
"Jangan pedulikan omongan orang sayang.Yang melihat dan menyentuhnya aku bukan mereka jadi untuk apa kamu memikirkan omongan mereka sementara aku suami kamu tak mempermasalahkannya", tutur Devan dengan tulus.Memang dia tidak masalah dengan bentuk tubuh sang istri toh itu semua juga karena ulahnya yang menginginkan sang istri hamil.
"Janji ya Mas bagaimana pun bentuk tubuhku setelah melahirkan kamu jangan tinggalkan aku",lirih Kayla menatap sang suami dari pantulan cermin.
"Mas janji akan buat tubuh kamu seperti semula lagi setelah melahirkan sayang.Bukan berarti kamu gemuk Mas gak suka tapi dengan berat badan berlebihan itu penyakit akan banyak berdatangan sayang",ucap Devan membimbing sang istri menuju bachtub agar sang istri bisa merilekskan tubuh dan pikirannya.
"Maksudnya Mas?",tanya Kayla.
"Mas akan datangkan instruktur senam buat kamu agar tubuh kamu kembali seperti semula.Udah jangan berpikir macam macam lagi fokus aja sama kandungan kamu biar urusan itu yang lainnya Mas yang atur",ucap Devan yang ikut berendam didalam bachtub.Hanya berendam ya gak lebih mengingat waktu sudah cukup mepet karena sebentar lagi akan memasuki waktu magrib mereka tak mau meninggalkan ibadah wajib demi ibadah sunah.
Setelah setengah jam berendam Kayla dan Devan mengerjakan sholat magrib berjamaah.Menemui sang pencipta sang telah memberikan mereka kebahagiaan yang tak terhingga.Berdoa diakhir sholat meminta kesehatan untuk mereka terutama sikecil yang sebentar lagi akan bertemu dengan mereka.Tak lupa juga untuk kedua orangtua mereka yang telah menghadap Ilahi.
Setelah selesai sholat mereka bersiap siap untuk ke resepsi Lyra dan Erik.Kayla dibantu oleh Devan memasang gaun yang sudah Devan pesan untuk sang istri.Kayla memang sengaja tak mau memakai jasa MUA untuk make up mengingat ia sedang hamil dan ia harus berhati hati dengan produk makeup demi keamanan janin yang ia kandung.
Kayla sudah siap dengan gaun tertutup yang dipilihkan oleh Devan namun sangat indah dan elegan dan rambut Kayla dibiarkan terurai begitu saja dengan makeup tipis yang tak mengurangi kecantikannya.Sedangkan Devan tampak gagah dan tampan dengan tuxedo berwarna senada dengan gaun Kayla.
Keduanya keluar kamar beriringan dengan Nenek yang juga keluar dari kamar memakai kebaya modern dengan rambut yang disanggul tinggi.Meski usianya tak lagi muda tapi wajahnya masih sangat terawat.
"Nek...kita barengan aja ya",ucap Kayla tersenyum manis pada sang Nenek.
"Ayo...",jawab Nenek melangkah beriringan menuju mobil yang telah disiapkan.
Sedangkan pengantin telah menuju hotel beberapa jam setelah akad nikah.Devan mempersiapkan kamar presidensuit dihotel miliknya yang juga tempat resepsi diadakan untuk sang adik.
__ADS_1
Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai di hotel tempat resepsi diadakan.Salah satu bodyguard yang diperintahkan Devan untuk mengamankan acara menghampiri mobil Devan dan membukakan pintu mobil.Nenek turun lebih dahulu disisi kanan mobil dibantu salah satu bodyguard.Sedangkan disisi sebelah kiri tampak Devan turun lebih dahulu dan membantu sang istri turun.Mereka langsung disambut oleh kilatan kamera paparazi yang mencari berita.Mereka melangkah masuk dengan Nenek yang berada didepan dan Kayla yang mengamit lengan Devan berjalan dibelakang Nenek dengan anggunnya.
Acara resepsi dengan 200 tamu undangan itu tampak meriah.Lyra dan Erik tampak sangat bahagia dia atas pelaminan.Kedua pasang pengantin itu tak henti hentinya mengumbar senyum lebih tepatnya Lyra lah yang banyak senyum karena Erik adalah tipe laki-laki datar dan dingin sama hal nya dengan Devan.Jarang senyum bukan berarti dia tak bahagia tapi baginya senyumannya hanya untuk Lyra.
Nah loh tambah satu lagi nih pria bucin๐๐
Kayla mendampingi Devan mengapa para undangan yang merupakan kolega bisnis Devan.Wanita hamil itu tampak sedikit kelelahan mengikuti sang suami hingga ia memutuskan untuk duduk.
Devan mau tak mau harus merelakan sang istri untuk duduk disalah satu meja ditemani oleh Fani yang juga merasakan hal yang sama.
"Mas tinggal sebentar ya sayang",bisik Devan lalu mengecup puncak kepala Kayla penuh kasih sayang.
"Ya Mas...disini juga ada Fani kok",jawab Kayla tersenyum tipis.
"Fan titip Kayla ya.Oh ya Fino akan mengawasi kalian dimeja sebelah", tunjuk Devan pada seorang pemuda yang tampak duduk ditemani oleh seorang wanita tersenyum simpul kalau melambaikan tangan kearah mereka.
"Ck...gak perlu diawasi juga Mas.Disini ramai kok",ucap Kayla berdecak kesal kerjaan suaminya begitu posesif.
"Sayang-
"Itu kamu tahu",sahut Devan lalu melangkah menjauh dari wanitanya untuk menyapa para koleganya.
"Key...sabar Mas Fero juga melakukan hal yang sama kok.Kamu tau gak para pria berdasi yang memakai earphone ditelinga mereka itu adalah para bodyguard yang ditugaskan untuk mengamankan acara ini juga tengah menjaga kita berdua atas perintah suami kita",bisik Fani pada Kayla yang menatap pria berdasi yang tampak wara wiri.
"Ya aku tau...",jawab Kayla cuek.
"Gini amat ya jadi istri Presdir selalu dikawal dan dipantau dari jauh",lirih Fani.
"Resiko Fan...nikmati aja",ucap Kayla.
"Hai...boleh gabung gak?",tanya seorang wanita berpakaian sedikit terbuka dibagian dada dengan memegang segelas minuman ditangannya lalu dengan kompaknya mengangkat kedua bahunya acuh.
Kayak hanya menatapnya datar tanpa berniat untuk menjawab.
Wanita itu tampak sedikit kesal namun ia berusaha tenang agar tujuannya tercapai."Kamu Kayla kan istri dari Devan masih ingat aku?aku dokter Wina",ucap wanita itu tersenyum palsu.
__ADS_1
Kayla hanya mengangguk kecil seraya tersenyum tipis."Ya...aku ingat",jawab Kayla datar.
"Boleh gabung gak kebetulan aku datang sendirian",ucap dokter Wina sok akrab.
"Silahkan",jawab Kayla tak mempedulikan dokter Wina.
"Fan...jadi kemarin USGnya?",tanya Kayla tanpa mempedulikan dokter Wina yang baru saja duduk dihadapannya.
"Jadi Key...kamu tau apa yang terjadi pas aku USG?, ternyata dokternya cowok tau lah kamu apa yang terjadi?",kesal Fani mengingat sifat posesif sang suami.
"Ganti dokter pasti",jawab Kayla dan dibenarkan oleh Fani.
"Kesal dong akunya Key...apa beda coba dokter cowok sama dokter cewek?",ujar Fani.
"Kayak gak tau aja kamu pria yang dua itu kalau menyangkut masalah istri mereka",ucap Kayla.
"POSESIF..."jawab mereka kompak lalu tertawa bersama.
"Lagi ngetawain apa sayang?",ucap Devan tiba tiba merangkul Kayla dari belakang dan mengecup pelipis sang istri.
"Ngetawain kamu dianya Dev,istri macam apa itu suami diketawain",adu dokter Wina berharap Devan dan Kayla akan ribut.
"Hmmm apa yang kamu ketawain sama Fani",tanya Devan mengacuhkan dokter Wina.
"Kamu dan Fero si pria bucin dan posesif",ucap Kayla tersenyum lebar seraya melirik dokter Wina dari sudut matanya.
"Kenapa kalau Mas posesif sama kamu,hum?.Mas lakuin itu karena Mas sayang sama kamu dan gak rela jika ada pria lain yang melirik dan menyentuh milik Mas",jawab Devan sungguh sungguh.
"Mas...aku mencintaimu",ucap Kayla dengan sengaja memanas manasi dokter Wina.
"Mas bahkan mencintaimu melebihi apapun",jawab Devan membuat dokter Wina panas seketika dan menatap tajam kearah Kayla.
" Jangan pernah menatap istriku dengan tatapan seperti itu jika kau masih ingin berkarir di rumah sakit milikku",ucap Devan dengan datar dan dingin.
...****************...
__ADS_1