Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Kepulangan Erik


__ADS_3

Brak


Kayla reflek mendorong Devan hingga mengenai panci yang ada diatasnya kompor.Wanita hamil itu begitu terkejut dengan teriakan Lyra.


"Maaf Mas...aku gak sengaja",ucap Kayla permohonan dan membantu suaminya itu berdiri.


"Hahaha...",Lyra tertawa keras saat melihat sang Kakak yang terjungkal ke lantai dapur.


Devan segera berdiri dan menatap tajam sang adik yang menertawakan dirinya."Puas kamu?",kesal Devan.


"Ups...maaf Kak aku gak sengaja,tapi kalian sudah menodai pikirnya suciku",sungut Lyra.


"Apanya yang suci?bukankah kau juga pernah melakukannya dulu?",ketus Devan yang tak habis pikir dengan sang adik.


Sementara itu Kayla melanjutkan masakannya dengan diam dia sungguh malu dengan sang adik ipar.Hingga tak mampu menatap wanita itu.


"Udah sayang biar dilanjutkan Bibi",ucap Devan menarik tangan sang istri dan membawanya pergi dari dapur.


Kayla hanya tertunduk saat melewati Lyra mukanya merah padam menahan malu.Dia tak menyangka akan kembali terciduk.


Setelah kepergian pasangan itu Lyra pun ikut kembali ke kamar takutnya Vanya bangun dan jatuh dari tempat tidur.Dan kepala maid segera mengambil alih masakan yang dibuat Kayla tadi dibantu oleh beberapa maid yang lain karena waktu makan siang hampir tiba.


"Mas...aku malu banget sama Lyra",gumam Kayla yang duduk ditepian tempat tidur.


Devan yang baru masuk lalu mengunci pintu kamar."Buat apa malu sayang...kamu itu kan istri Mas dan dia juga pernah kayak gitu sama mantan suaminya",jawab Devan yang mendudukan diri disebelah sang istri.


"Tapi...kan aku-


"Daripada mengeluhkan yang belum pasti terjadi lebih baik kita lanjutkan yang tadi tertunda",ucap Devan mengedipkan matanya kearah sang istri.


"Apaan sih Mas...bentar lagi makan siang loh",kesal Kayla karena suaminya tak tau tempat untuk bermesraan.


"Tapi Mas mau makan kamu sayang",bisik Devan dengan suara serak.


"Mas...


Suara Kayla tertahan karena Devan sudah membungkan mulutnya.Jadilah siang itu mereka melakukan ibadah halal sapasang suami istri.


Sedangkan dibawah Lyra dan Nenek serta Vanya sudah duduk di ruang makan untuk makan siang bersama.


"Loh Kayla dan Devan mana?kok belum turun?.Oh ya Bik tolong panggil mereka yang agar turun untuk makan siang",ujar Nenek pada salah satu maid.


"Baik Nyonya",jawab maid itu patuh.

__ADS_1


"Eh...tunggu Bik!,gak usah tadi mereka bilang akan makan siang satu jam lagi karena Kakak iparku tidur siang",ujar Lyra yang takau maid itu kena semprot Devan karena menggangu waktu berdua ya dengan sang istri.Karena Lyra tau Kakaknya pasti melanjutkan apa yang tertunda tadi di dapur.


"Ra...Kayla sedang hamil dia harus makan tepat waktu agar janinnya sehat",omel Nenek.


"Duh gimana ngomongnya ini,di sini ada Vanya lagi",batin Lyra.


"Udah Bik panggil aja",ucap Nenek.


"Nek...kasian Mbak Kayla biarkan ia istirahat sebentar karena tadi dia yang memasak semua makanan ini",ucap Lyra.


"Ya sudah Bik...kita makan aja dulu biarkan mereka menyusul nanti.Tolong bagi dua makanan ini Bik saya tak mau cucu dan cucu menantu saya makan makanan sisa dari kami",ujar Nenek meminta maid membagi dua makanan yang terhidang diatas meja makan.


"Baik Nyonya",jawab maid itu dan meminta bantuan pada rekannya bintik membantu.


"Tak ada yang memanggilku ke kamar?",ucap seorang pria tiba tiba datang ke ruang makan.


"Kak Erik?",cicit Lyra menatap sang Kakak yang ia rindukan.


"Hai Ra...bagaimana apa masih ada yang sakit?",tanya Erik perhatian pada sang adik.


"Dasar cucu kurang ajar,kapan kamu pulang,ha?kenapa tidak menemui Nenekmu ini?",geram Nenek menjewer telinga Erik pelan.


"Aduh...ampun Nek.Iya aku minta maaf,tolong lepasin dulu Nek telingaku bisa putus",rengek Devan mengusap daun telinga yang panas setelah Nenek melepaskan jewerannya.


"Beberapa jam yang lalu Nek?",jawab Erik.


"Kak...kamu gak balik cepat kan?",tanya Lyra.


"Kenapa Ra?",tanya Erik.


"Gak...ada ",jawab Lyra memalingkan wajahnya.Entah kenapa disaat ia sudah memutuskan untuk kembali lagi dengan Benny dan menghapus perasaannya Erik kembali datang.


"Oh ya putri cantik ini-


"Anaknya Mas Benny",jawab Lyra singkat.


Erik hanya beroh ria mendengar jawaban Lyra.Mungkin adiknya ini sudah mau menerima masa lalu mantan suaminya itu pikirnya yang tak lagi bersuami dan memilih melanjutkan makan siangnya.Walau hatinya begitu terluka tapi asalkan adik ya bahagia dia rela melepas cintanya.


Tak lama pasangan pengantin baru datang mengahampiri mereka yang sedang makan siang dalam diam.


"Rik...Kakak pikir kamu masih beristirahat",ucap Devan menarik kursi untuk sang istri duduk.


"Mana bisa tidur Kak kalau sebelum pergi ke kamar tadi aku mencium bau harum masakan kakak ipar ku ini",jawab Erik jujur membuat Kayla tersenyum lebar.Dia sangat senang jika semua orang menyukai masakanya.

__ADS_1


Devan yang duduk disebelah sang istri melirik pada Kayla."Kamu benar Rik...Kakak saja ketagihan dengan masakan Kakakmu ini",balas Devan mengedipkan sebelah matanya pada Kayla membuat sang isteri tersipu malu.


"Terima kasih sudah menyukai masakan aku",ucap Kayla jujur.


"Tapi kamu gak boleh tiap hari masak Kay...ingat kamu gak boleh kecapean karena saat ini kamu tengah mengandung pewaris keluarga Wijaya", timpal Nenek yang tak mau cucu menantunya itu kecapean.


"Iya Nek",jawab Kayla patuh.


Mereka kembali makan dalam diam menikmati makan msiang mereka sesekali Lyra tampak menyuapi Vanya yang tampak kesulitan untuk makan.


Kayla sungguh terharu melihat iparnya itu meski ayah dari anak yang ia sukai telah mengecewakannya tapi nalurinya sebagai wanita tetap menyayangi putri mantan suaminya itu.


Devan yang menyadari tatapan sang istri hanya tersenyum simpul.Tak lama lagi mereka juga akan menyuapi anak mereka untuk makan dan Devan tak sabar menunggu hari itu tiba.


Tak lama mereka menyelesaikan makan siang mereka dan duduk berkumpul di ruang keluarga.Vanya baru saja dijemput oleh baby sitter untuk pulang ke kediaman Velly karena permintaan Benny.


Kayla mengajak Lyra untuk mengobrol ringan sedangkan sang suami dan Erik beserta Nenek membicarakan bisnis mereka yang tak ada satupun yang Kayla mengerti.


Kayla mengajak Lyra untuk duduk di dekat kolam renang."Ra...Mbak boleh tanya sesuatu gak?",tanya Kayla yang ingin menanyakan sesuatu yang mengganjal hatinya.


"Tanya apa Mbak",jawab Lyra.


"Maaf bukan maksud Mbak ikut campur.Kamu ada rencana rujuk sama Benny?",tanya Kayla membuat Lyra terdiam.


"Gak usah jawab kalau kamu gak mau cerita", timpal Kayla saat melihat sang ipar diam.


"Aku gak tau Mbak,emang kenapa?",tanya Lyra.


"Mbak lihat Vanya nyaman denganmu dan Mbak pikir kamu akan mempertimbangkan untuk menjadi ibu sambung dari Vanya",ucap Kayla.


"Entahlah Mbak... sejujurnya aku baru belajar mencintai Mas Benny karena sebelumnya hatiku milik seseorang dan orang itu aku tidak tau apa dia membalas perasaanku.Tapi setelah aku menikah dengan Mas Benny aku memutuskan untuk belajar mencintainya karena aku merasa berdosa karena masih mencintai orang lain tapi sudah memiliki suami.Namun baru saja aku akan memulai aku harus kecewa Mbak",lirih Lyra mengusap sudut matanya selama ini ia memendam semuanya sendiri.


"Apa kamu saat ini masih mencintai pria itu?",tanya Kayla hati hati.


Lyra mengangguk kecil dan kalau tersenyum samar.Kayla yang melihat tatapan mata iparnya yang penuh dengan luka.


"Saran Mbak turuti apa kata hatimu dan istikharah lah selama tiga malam berturut-turut untuk meminta petunjuknya mana yang terbaik",ucap Kayla.


"Makasih sarannya Mbak selama ini aku gak pernah ada teman curhat dan aku memendamnya sendiri",ucap Lyra.


Tak jauh dari mereka dua orang berbeda tempat mendengarkan semua pembicara mereka.Satu diantara mereka tampak berkaca-kaca dan menatap wanita yang ia cintai dengan hati yang terluka .Sementara itu tak jauh dari laki laki itu seorang pria tampak tersenyum simpul.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2