Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Mengidam


__ADS_3

Hari ini Devan sudah di izinkan pulang dari rumah sakit meski tadi pagi dia kembali mengalami muntah dan itu memang sudah biasa menurut dokter karena Devan yang mengalami kehamilan simpatik.


Devan pulang ke rumah utama kediaman Wijaya karena permintaan Nenek agar Kayla ada temannya di rumah.Setibanya di rumah Devan mengumpulkan para maid untuk memberikan lambat gembira atas kehamilan sang istri.


Devan juga membagikan sedikit bonus kepada para maid dalam bentuk syukurnya.Dan bertepatan saat itu Erik menarik kopernya dari dalam kamarnya.Erik memang memundurkan keberangkatannya ke Kalimantan karena kliennya juga mengganti jadwal untuk meeting.


Erik menghampiri Devan dan yang lainnya untuk mengucap selamat secara langsung meski kemarin ia telah tau kalau ia akan segera mendapatkan keponakan.


"Selamat Kak semoga lancar sampai lahiran",ucap Erik merangkul Devan.


"Makasih Rik...jadi berangkat sekarang?",Devan melirik koper yang terletak disudut sofa.


"Iya...besok meetingnya gak bisa diwakilkan sama asisten aku disana.Karena klien ini investor besar",jawab Erik tersenyum tipis.


"Kak aku boleh ikut gak",ucap Lyra dengan manjanya.


"Gak Ra...kamu gak boleh ikut kamu harus selesaikan dulu sidang perceraianmu",ucap Devan melarang Lyra ikut.Bukan dia tak bermaksud mengekang adiknya.Berdua dengan Erik yang notabenenya mencinta Lyra akan membuat Devan kuawatir dengan sang adik apalagi mereka bukan saudara kandung.


"Apa?Lyra kamu yakin dengan keputusanmu?",Kayla yang mendengar ucapan sang suami terlonjak kaget.


"Ya...Mbak.Mas Benny udah talak aku kemarin",ucap Lyra sendu.


Benny tersenyum tipis saking tipisnya tak ada yang menyadari ia tersenyum.Entah kenapa ia bahagia dengan perceraian Lyra tapi saat melihat tatapan Lyra ada rasa sakit yang ia rasakan karena Lyra kelihatan tidak bahagia dengan perceraiannya.


"Ada apa Ra?kok kamu gak bahagia gitu bukannya kamu yang menggebu gebu minta pisah sama Mas Benny",ucap Kayla yang menyadari tatapan Lyra.


"Aku bahagia kok Mbak", kilah Lyra menatap iparnya tersenyum lebar.Senyum yang dipaksakan menurut Kayla.


Setelah mengobrol sebentar Erik pamit untuk kembali ke Kalimantan apalagi dia juga sudah hampir satu bulan meninggalkan perusahaannya disana.


***


Devan yang sedang duduk disofa kamarnya yang sedang mengecek email yang masuk ditemani Kayla tiba tiba saja menginginkan rujak.


"Sayang Mas pengen rujak",ucap Devan tiba tiba membuat Kayla yang sedang menonton Drakor kesukaannya kaget karena sang suami selama ini tidak menyukai makanan yang asam.


"Kamu ngidam,Mas?",tanya Kayla mempause tontonannya.


"Entahlah tiba tiba saja Mas pengen makan yang asam asam kayaknya segar gitu",Devan sudah membayangkan makanan itu.


"Tapi kita gak ada mangga muda Mas",ucap Kayla.

__ADS_1


"Beli yang jadi aja sayang.Mas boleh minta tolong gak bilangin Bi Laras buat beli rujaknya.Mas lagi malas gerak sayang",ucap Devan memohon pada Kayla.


"Ya sudah kamu tunggu sebentar ya! aku kebawah dulu buat minta tolong Bi Laras",Kayla segera beranjak dari duduknya tiba tiba Devan menahannya.


"Kamu telfon aja tuh ke dapur",ucap Devan melirik telfon yang dikhususkan untuk menghubungi para maid jika dia malas untuk turun.


Kayla menggeleng pelan melihat kelakuan sang suami yang tak mau jauh darinya.Kayla segera menghubungi bagian dapur dan stelah selesai ia kembali melanjutkan tontonannya.


"Sayang...


"Hmmm...


"Kamu mau gak ambil alih kembali harta milik kamu yang dikuasai Om Feri mu itu",ucap Devan tiba tiba yang masih fokus pada laptopnya.


Kayla terdiam sejenak memikirkan ucapan suaminya."Semua udah dikuasai sama Om Feri Mas...gak mungkin lah aku bisa ambil alih kembali meski semuanya masih atas nama aku tapi Om Feri selalu membuat laporan keuangan kalau hasil perusahaan dikirim ke rekening aku padahal tidak ada sama sekali",ucap Kayla.


"Aku bisa mendapatkan perusahaan kamu kembali sayang dengan menjebloskan Om kamu ke penjara atas tuduhan pembunuhan berencana kepada kedua orang tua kamu",Devan meletakkan laptopnya lalu menggenggam tangan sang istri.


"Mas...emang kamu punya bukti?aku memang tau kedua orang tua ku meninggal tidak wajar tapi aku tidak punya bukti untuk menyeret pelakunya ke penjara Mas",Kayla tiba tiba menitikkan air matanya saat mengingat kembali kejadian naas itu.


"Tentu sayang.Bahkan bukti itu telah lengkap dan tak alasan untuk Feri itu mengelak",Devan lalu memberikan sebuah berkas tentang bukti kejahatan Feri termasuk kasus cuci uang yang ia lakukan pada perusahaan milik Kayla.


"Mau lihat isi flashdisk ini?",sambung Devan saat Kayla memegang sebuah flashdisk dan diangguki oleh Kayla.


Devan menghubungkan flashdisk itu dengan laptopnya.Tak lama muncullah video yang berisi seseorang yang tengah menyabotase mobil milik Ayah Kayla.Dan laki laki yang tak lain Feri Irawan tersenyum puas lalu berkata "Selamat tinggal Kakakku sayang".Lalu ia segera berlalu dari mobil itu dan tak lama kemudian Ayah dan Ibu Kayla memasuki mobil.


Kayla sangat ingat waktu itu orangtuanya pamit akan melakukan perjalanan bisnis keluarga kita dan menitipkannya pada keluarga Feri.Tak lama setelah mereka pergi kabar duka itu datang menghancurkan kebahagian Kayla mulai hari itu.Feri mengambil alih perusahaan dan Aruna yang selalu menindasnya hanya Ayu istri Feri yang menyayanginya.


"Mas jebloskan bajingan itu dan beri hukuman yang setimpal",ucap Kayla dengan air mata yang mengatakan dipipi mulusnya.


Devan menghapus jejak air mata di pipi Kayla dan memeluknya dengan lembut."Tanpa kamu suruh Mas akan lakukan sayang.Oh...ya besok sidang Aruna kamu diminta hadir sebagai saksi",ucap Devan mengecup puncak kepala sang istri.


"Kamu temani aku kan Mas?",tanya Kayla.


"Tentu sayang...",jawab Devan tersenyum lebar.


"Oh ya kapan Om Feri akan dijebloskan Mas?",tanya Kayla.


"Mungkin sekarang polisi sudah bergerak karena Ray sekretaris Benny sudah melaporkan Dari kemarin.Berkas bukti tadi adalah salinan sayang untuk jaga jaga",jawab Devan.


Tak lama pintu kamar mereka diketuk dari luar.Kayla segera membuka pintu kamar dan terlihat maid yang membawa rujak pesanan Devan.

__ADS_1


"Makasih Bi...maaf merepotkan",ucap Kayla mengambil nampan yang dibawa Bi Laras.


"Sama sama Nona Kayla",jawab Bi Laras dan pamit kembali ke dapur.


Kayla memberikan rujak itu pada Devan dan dengan lahap Devan langsung memakan rujak itu dengan rakusnya.


"Pelan pelan Mas...gak ada yang akan meminta rujak kamu",Kayla mengelap bibir Devan yang belepotan dengan kaus kacang.


Tak lama ponsel Devan berdering menampilkan nama Ray disana.Kayka mengambil ponsel itu lalu memberikannya pada Devan.


"Angkat dulu Mas siapa tau penting",ucap Kayla.


Devan lalu mengangkat panggilan itu dan mengaktifkan laudspeker nya.


["Assalamu'alaikum Bos]


[Waalaikum salam Ray...ada apa?]


[Nona Lyra mengalami kecelakaan dan sekarang sudah di rumah sakit ditemani Pak Benny]


[Apa...],pekik Devan.


[Kamu share lock rumah sakitnya saya ke sana sekarang juga]


Klik...


Devan mematikan panggilan itu sepihak lalu bergegas menyudahi ngerujaknya dan mengambil kunci mobil di atas nakas.


"Mas...aku ikut...kamu gak boleh bawa mobil kita minta sopir untuk menyetir",ucap Kayla mengejar sang suami yang menuju lift rumah mereka.Kayla takut jika Devan yang menyetir mereka bisa celaka karena Devan pasti akan mengebut.


"Ayo...sayang",Devan menggegam tangan sang istri.


Setibanya dilantai satu Devan berteriak memanggil sang sopir untuk menyiapkan mobil untuk mereka.


Mendengar Devan berteriak Nenek langsung menghampiri sang cucu."Dev ada apa?kenapa kamu berteriak",ucap Nenek.


Devan menghentikan langkahnya lalu manatap sang Nenek."Nek...Lyra kecelakaan",ucap Devan pelan.


"Apa?...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2