Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Posesif


__ADS_3

Devan mendengkur kasar mendengar sindiran Benny.Ditatapnya sang istri yang mulai tenang dan mulai ceria kembali setelah kejadian bertemu dokter Wina.Devan berjanji pada dirinya sendiri ini kali terakhir ia menginjakkan kakinya di rumah sakit ini.Meski rumah sakit ini miliknya tapi pengurusannya akan ia serahkan pada Lyra nantinya.Dia akan menjadikan Lyra CEO di rumah sakitnya ini.Dengan begitu ia tidak akan lagi bertemu dengan Wina.Meski dia tidak punya perasa pada Wina tapi demi menjaga hati sang istri apapun akan dia lakukan.


"Yuk berangkat!",ajak Benny menyadarkan Devan dari lamunannya.


"Ra sebaiknya kamu pakai kursi roda dulu sampai loby",usul Devan yang tak tega melihat kondisi kaki Lyra yang masih sedikit kaku untuk berjalan.


"Kak...aku baik baik saja ok,dan aku gak perlu kursi roda.Kapan aku sembuhnya jika tetap dimanja kayak gini",protes Lyra dengan wajah cemberut.


"Iya Kakak tau tapi jalanmu akan seperti siput Ra,ini kita dilantai tiga Loh Ra,jadi jangan bandel dan menurut dengan apa yang Kakak katakan",tegas Devan yang tak mau adiknya kenapa napa.


"Ra...sekali kali dengarkan apa kata Kakakmu",ujar Kayla lembut.


Benny yang jengah dengan drama yang tak penting ini langsung membopong tubuh Lyra membuat semua orang melotot dengan aksi Benny.Lyra pun tak kalah kagetnya dan langsung memukul bahu Benny.


Andai Benny masih suaminya tidak masalah tapi mereka tidak punya hubungan apa apa lagi meski belum ada putusan pengadilan namun secara agama mereka bukan lagi sukai istri.


"Mas...turunin aku",teriak Lyra.


"Sssttt... berisik",balas Benny yang berjalan keluar dari ruangan Lyra.


Devan dan Kayla hanya menggeleng kecil lalu mengikuti pasangan itu dari belakang dengan Devan menyeret koper milik Lyra.


"Mas...lihat malu dilihat orang",bisik Lyra yang menyembunyikan wajahnya didada bidang Benny sehingga ia bisa mendengarkan detak jantung Benny yang tak beraturan.


"Diam Ra...semua orang akan berpikir biasa saja karena orang orang belum tau kalau kita bukan lagi suami istri",cicit Devan menahan gejolak dihatinya menghadapi kenyataan kalau mereka bukan lagi suami istri.


Lyra hanya diam mendengar ucapan Benny hatinya ikut merasakan kepedihan meski luka yang Benny torehkan tidak begitu dalam karena setelah Lyra pikir pikir ini bukan keinginan Benny.Pria ini hanya bertanggungjawab pada apa yang ia lakukan.


Sepanjang perjalanan dua pasangan fenomenal itu menjadi buah bibir di area rumah sakit.Semua orang yang melihat ada yang memuji dan ada juga yang tersenyum sinis merasa iri dengan wanita yang ada disamping pria tampan itu.Bagaimana tidak kalau Lyra digendong ala bridal style sementara itu Devan terus merangkul pinggang sang istri dengan posesif.


Pemandangan itu tak luput juga dari dokter Wina yang menatap Devan dan Kayla dengan tatapan tajam.Tangannya terkepal namun ia tidak bisa melakukan apa apa karena posisinya hanyalah teman bagi Devan dan tak lebih.Apalagi ia merasa Devan menghindarinya dan itu membuatnya makin meradang.


"Mas...kita jadi pusat perhatian kalau kamu posesif kayak gini",protes Kayla yang tidak nyaman dengan tatapan orang orang padanya.


"Mas hanya tidak rela jika istri Mas dipandang oleh laki laki lain jadi cuma ini caranya agar mereka tau kalau kamu milik Mas",bisik Devan.

__ADS_1


Kayla memutar matanya jengah dengan kelakuan sang suami.Dia hanya pasrah saat Devan makin mempererat rangkulannya dipinggangnya.


"Mas...jika begini kamu akan menyakiti anak kita karena perutku sedikit tertekan di bagian pinggang",kesal Kayla.


"Maaf kan Mas sayang",Devan langsung melonggarkan rangkulannya.


Tak lama mereka sampai di loby rumah sakit dan disambut oleh Fero dan Fani.


"Ck...dasar pria bucin", sindir Fero tepat disamping Devan.


"Kenapa Lo iri?makanya buruan nikah biar merasakan bagaimana tak relanya jika istri kita ditatap laki laki lain",ketus Devan.


Kayla langsung melepaskan rangkulan Devan dan beranjak menuju Fani yang tersenyum lebar padanya.


"Fan...aku rindu",ucap Kayla yang langsung memeluk sahabatnya itu.


"Aku juga Key...tapi bagaimana lagi kamu harus menjaga agar calon ponakan aku ini baik baik saja.Masalah butik serahkan padaku dan Fahira",ucap Fani melerai pelukannya.


Kayla hanya tersenyum kecut karena dia kini tidak lagi sebebas dulu tapi ia juga tak bisa memungkiri jika kini ada nyawa yang harus ia jaga sebelum lahir.


"Kenapa hari ini Lo mengesalkan sekali Ben", protes Devan yang langsung menarik sang istri memasuki mobilnya dan diikuti oleh Fero dan Fani.


Kini iring iringan ketiga mobil tersebut meninggalkan pelataran rumah sakit.Mereka memasuki mobil masing-masing.


"Mas... berhenti",teriak Kayla.


"Ada apa sayang",tanya Devan yang langsung mengehentikan laju mobilnya.


"Aku kepengen rujak itu",tunjuk Kayla pada pedagang asongan dipinggir jalan.


"Ya sudah kamu diam di mobil biar Mas yang turun",ucap Devan lalu turun untuk membeli rujak yang diinginkan sang istri.


Devan langsung menghampiri pedagang asongan yang menjual rujak.Dan setelah membayar Devan kembali ke mobil dan melajukan kendaraan roda empatnya itu menyusuk rekannya yang sudah tidak kelihatan lagi mobilnya.


Tak lama kemudian mobil milik Devan tiba dirumah utama keluarga Wijaya.Terlihat mobil Benny dan Fero susah terparkir di halaman miliknya.

__ADS_1


Kemudian Devan dan Kayla turun dari mobil dan memasuki rumahnya.


"Ini dia pangeran kita,kemana dulu Lo bro?mampir ke hotel?",ledek Fero yang tengah duduk diruang tamu bersama yang lainnya.


"Berisik Lo",ketus Devan yang langsung mengambil pastikan kresek yang ada digenggaman Kayla dan membawanya ke dapur lalu menyalin rujak itu kepiring.Lalu memberikannya pada Kayla.


"Kamu ngidam Key?",tanya Fani yang duduk tepat dihadapan Kayla.


"Hmmm",angguk Kayla disela kunyahannya.


"Sayang pelan pelan makannya takkan ada yang minta kok",ucap Devan membersihkan sudut bibir Kayla yang belepotan dengan tisu basah.


"Kamu mau Mas?",ucap Kayla menyodorkan piring berisi rujak yang sisa setengah.


"Gak sayang...udah ya makan rujaknya nanti perut kamu sakit",ucap Devan pelan.


"Begini nih kalau udah punya pasangan dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak", sindir Fero yang dari tadi menjadi penonton kemesraan Kayla dan Devan.


"Lo kalau mau punya pasangan silahkan aja tuh wanita disebelah Lo juga jomblo sama kayak Lo",ucap Devan menunjuk Fani dengan dagunya.


"Apaan sih Lo Dev...jadi malu kan nih anak",jawab Fero yang melihat Fani merona malu karena ucapan absurd Devan.


Lyra dan Benny hanya tersenyum melihat keusilan dua orang dihadapannya.


Lyra mengusap sudut matanya karena sedih membayangkan nasib rumah tangganya yang sudah kandas.Meski rasa itu masih ada tapi ia malu untuk meminta rujuk pada Benny apalagi anak Benny menginginkan Mommy dan Daddy-nya bersama.


Lyra belum diberi tahu kalau yang menabraknya adalah Velly ibu dari anak Benny.Karena mereka sudah sepakat kalau Benny lah yang nantinya akan menjelaskan


pada Lyra.


"Daddy"...


Semua mata tertuju pada suara anak kecil yang memanggil Daddy.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2