Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Kecurigaan Kayla


__ADS_3

Devan menatap Kayla yang tengah terlelap tidur beberapa menit yang lalu setelah melakukan rangkaian pemeriksaan pada lengannya yang mengalami keretakan.


Setelah beberapa waktu yang lalu Kayla berkeinginan kalau gaun pengantinnya dikerjakan oleh Aruna membuat Devan kebingungan itu mengatakan yang sebenarnya pada Kayla.Karena ia tau Kayla sangat menyayangi sepupunya itu walau Om nya telah menghancurkan kebahagiaannya.


Devan masih setia menemani Kayla dan tak berkeinginan meninggalkannya walau barang sebentar.Bahkan pekerjaannya dilakukannya disini melalui email yang dikirim oleh Rey.Sedangkan kantor sepenuhnya ia serahkan kepada Rey asisten pengganti dikarenakan Benny masih dalam masa cutinya.


Tak lama pintu ruangan inap Kayla terbuka sang Nenek tampak memasuki ruangan dengan membawa Paper bag berisikan makanan sehat yang dimasak oleh maid untuk Devan dan Kayla.


"assalamu'alaikum..."


"Waalaikum salam...Nek, sendirian?",tanya Devan.


"Menurutmu Nenekmu ini datang sama siapa?",kesal Nenek denganpertanyaan ambigu sang cucu.


"Ya...aku pikir Lyra ikut,hehe",cengir Devan menampakkan barisan gigi putihnya.


"Kamu itu...",gemas Nenek


"Hehehe...emang mereka jadi berangkat Nek?",tanya Devan menata makanan yang dibawa sang Nenek diatas meja.


"Menurutmu?",ketus Nenek yang tak habis pikir dengan pertanyaan cucu laki lakinya ini.


"Ya...


"Makanya buruan nikah biar bisa kayak mereka",ujar Nenek.


"Aku maunya gitu Nek,Nenek lihatkan calon cucu menantu Nenek sedang tidak baik baik saja...ini saja aku mau mengundurnya sampai dia benar benar pulih dulu Nek",jawab Devam menatap Kayla yang tertidur pulas.


"Nenek turut prihatin atas musibah yang menimpa kalian,tapi kamu sudah bicarakan ini pada Kayla?",tanya Nenek mengusap bahu Devan.


"Sudah Nek...tapi Kayla kekeh kalau pernikahan kita tetap dilangsungkan ditanggal yang sudah ditentukan",jawab Devan lesuh memikirkan keadaan kekasihnya.


"Kalau menurut Nenek apa yang dikatakan Kayla benar kalian akad saja dulu setelah Kayla pulih baru diadakan resepsinya,Nenek takutnya Kayla masih diincar oleh Si ikan teri itu",ketus Nenek tiba tiba.


"Feri Nek",ralat Devan yang menggeleng mendengar ucapan absurd sang Nenek.


"Iya...itu maksud Nenek",jawab Nenek.


"Penyelidikan aku sudah hampir selesai tentang kematian orang tua Kayla Nek dan setelah itu aku akan membuatnya menyusul putrinya dipenjara",jawab Devan.

__ADS_1


"Lalu...kamu sudah beritahu Kayla tentang dalang kecelakaan yang menimpanya,Dev?",Nenek menatap sendu Kayla yang sedang terbaring tidur.


"Belum Nek...aku akan mengatakannya diwaktu yang tepat nantinya setelah ia pulih dari traumanya",jawab Devan.


"Kalau begitu Nenek pergi dulu...titip salam buat Kayla kalau dia sudah bangun dan jangan lupa dimakan makanannya",ujar Nenek sembari bangkit dari duduknya.


"Iya Nek...aku nunggu Kayla bangun dulu baru makan,Nenek hati hati dijalan kabari aku kalau sudah sampai",ujar Devan menyalami punggung tangan Neneknya.


"Tentu sayang",ujar Nenek tersenyum tipis lalu segera berlalu meninggalkan ruangan Kayla.


Devan menatap kekasihnya yang masih tertidur pulas.Dia menggenggam tangan Kayla lembut.Sepertinya apa yang dikatakan Nenek benar dia harus segera menikahi Kayla agar bisa melindunginya lebih ekstra lagi.


"Mas...",Kayla yang baru saja bangun tersenyum melihat Devan yang sedang melamun dan menggenggam erat jemarinya.


"Hei...sudah bangun?",ujar Devan dengan suara lembut mengelus pelan pipi mulus Kayla.


Kayla mengangguk kecil menatap kekasihnya yang tampak lelah terlihat kantung matanya yang menghitam."Kamu kenapa melamun,Mas?",tanya Kayla.


"Hmmm gak kok sayang...Mas hanya kepikiran kamu karena kelalaian Mas kamu jadi begini",jawab Devan tak sepenuhnya berbohong.


"Kamu gak salah Mas akunya saja gak hati hati pas turun dari mobil",jawab Kayla.


"Makan yuk...Nenek udah bawain kita makanan",ujar Devan membawakan Kayla piring yang lengkap dengan nasi beserta lauknya.Mereka makan sepiring berdua dengan saling menyuapi.


"Pa...papa harus bantu aku keluar dari sini",rengek Aruna saat Papanya datang setelah pihak kepolisian mengabarinya tentang penangkapan putrinya.Ya walau sudah tiga hari berlalu baru Feri mengunjunginya.Tapi ini lebih baik dari pada tidak sama sekali menurut Aruna.


"Aruna...kenapa kamu gegabah seperti ini mencelakai orang dengan tanganmu sendiri",Feri tampak memijit pangkal hidungnya yang pusing dengan kelakuan putrinya.


"Pa...Papa bantu aku agar bebas dari sini aku takut Pa disini",rengek Aruna kembali dengan mata berkaca-kaca.


"Papa heran sama kamu kenapa kamu bisa mencelakai Kayla bukankah kalian selalu saling menyayangi layaknya sahabat",bisik Feri yang geram dengan kelakuan putrinya.


"Karena dia akan menikah Pa", lirih Aruna yang memancarkan kebencian dimatanya.Feri tersenyum penuh arti melihat tatapan kebencian yang terpancar dari mata anaknya.


"Lalu...


"Pa...dia nikah sama cowok yang Runa cinta selama ini Pa",kesal Aruna yang melihat Papanya santai saja mendengar Kayla akan menikah.


"Maaf Aruna...Papa udah minta pengacara kita untuk membebaskan kamu secara bersyarat tapi apa yang kamu lakukan ini sudah terlalu berat Nak,kamu merencanakan pembunuhan Aruna",geram Feri menatap Aruna tajam.Dia dan pengacaranya sudah meminta kepada pihak kepolisian untuk kebebasan bersyarat untuk putrinya namun ditolak.Kemungkinan ini karena ulah dari tunangan Kayla yang meminta kepolisian untuk mempersulit prosesnya dan tidak memberikan kebebasan bersyarat untuk Aruna.

__ADS_1


"Aruna...kamu sudah salah memilih lawan kamu berhadapan langsung dengan keluarga Wijaya Runa",ujar Feri yang tampak pusing dengan masalah yang ia hadapi apa yang dilakukan putrinya akan berdampak buruk pada perusahaan seandainya media tahu putrinya terjerat hukum.Ini akan berdampak pada larinya para investor yang sudah payah ia cari.


"Papa kan kaya...punya kekuasaan untuk melawan Devan",ketus Aruna.


"Apa kamu bilang?...dengar Aruna melawan Devan sama saja Papa cari mati.Perusahaan kita masih dibawah naungan Wijaya Gruop Aruna.Bahkan bahan baku perusahaan kita itu berasal dari perusahaan Devan",ujar Feri yamg geleng geleng kepala dengan permintaan anaknya ini.


"Lalu nasib aku gimana Pa?",rengek Aruna yang tak mau menghabiskan sisa umurnya dipenjara sementara Kayla hidup bahagia dengan orang yang ia cintai.


"Makanya kalau mau melakukan sesuatu itu mikir",ujar Feri yang menunjuk nunjuk kepala Aruna dengan jari telunjuknya.


"Pa...


"Mau tak mau kamu harus menjalani hukumannmu disini Papa akan mencari pengacara terbaik untuk meminta keringanan hukumanmu dipersidangan nanti",jawab Feri yang tampak lesuh lalu meninggalkan Aruna yang histeris melihat Papanya berlalu begitu saja tanpa mau menolongnya.


Aruna berteriak keras memanggil Papanya saat polisi kembali membawanya kedalam sel tahanan.Masa depannya sudah hancur oleh dendam dan cinta yang membutakan mata hatinya.Mau tak mau dia harus tidur di hotel prodeo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Tak pernah terpikir olehnya kalau dia akan disini stelah membuat Kayla celaka.Baginya saat itu jika dia tidak bisa memiliki Devan maka Kayla juga tidak bisa memiliki Devan.Tapi dia tidak sadar perbuatannya adalah sebuah kriminal dengan berusaha menghilangkan nyawa orang lain.


Tak ada yang peduli dengannya saat ini Papanya tidak bisa berbuat apa apa untuk menolongnya dan Mamanya belum datang menemuinya meski pihak kepolisian sudah menelfonnya.Mungkin wanita yang sudah melahirkannya itu kecewa dengan perbuatannya sehingga dia tidak mau menemuinya disini.


Terlahir dari keluarga broken home membuat Aruna sudah bertindak semaunya mencari perhatian kedua orang tuanya tapi kali ini kesalahannya sangat fatal.Sekarang semuanya sudah terlanjur nasi telah menjadi bubur tidak akan mungkin kembali menjadi beras.


"Kayla...aku benci sama kamu",histeris Aruna yang menyugar rambutnya sendiri lalu tertawa jahat.


Sementara itu Kayla tengah dalam perjalanan pulang dari rumah sakit setelah tiga hari dirawat di rumah sakit tadi siang dokter sudah mengizinkannya untuk pulang setelah luka fisiknya hampir sembuh dan hanya diperlukan rawat jalan untuk tulang tangannya yang retak.


Kayla tampak melamun memikirkan kenapa Aruna tak datang menjenguknya.Saat ia ditelfon nomornya tidak aktif dan Devan maupun Lyra yang bergantian menjaganya hanya menggeleng saat Kayla bertanya apakah ada seorang gadis yang datang menjenguknya selama ia dirumah sakit.Kemana perginya Aruna tidak mungkin dia tidak tau kalau ia ke kecelakaan.


Devan yang dari tadi fokus menyetir tiba tiba mengerutkan keningnya melihat kekasihnya yang tampak melamun.


"Sayang...masih memikirkan Aruna",tanya Devan menggenggam jemari sang kekasih.


Kayla menatap Devan tersenyum kecil lalu menghembuskan nafasnya.Entah kenapa hatinya merasakan kalau ada yang disembunyikan Devan darinya saat tadi ia bertanya tentang Aruna.


"Mas...kamu gak sedang menyembunyikan sesuatu dari aku kan?",tanya Kayla dengan tatapan menyelidik.


"Sayang...kamu jangan berpikir yang aneh aneh dulu ya...kesehatan kamu itu lebih penting sekarang dari pada mencemaskan orang lain",ujar Devan tanpa mau menjawab pertanyaan Kayla.


Kayla mengangguk tanpa berniat menyela ucapan Devan.Dia sedikit curiga ada hal yang tidak ia ketahui dan tengah ditutup-tutupi oleh Devan.Biarlah nanti dia sendiri yang akan mencari tahu pikirnya.

__ADS_1


Devan menghela nafas panjang bagaimanaoun caranya ia menutup dari Kayla suatu saat Kayla pasti akan tau juga.Biarlah dia akan mencari waktu yang tepat untuk memberitahu Kayla kebenarannya setelah gadis itu benar benar siap.


...****************...


__ADS_2