Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Makin sensitif


__ADS_3

2 bulan kemudian...


Hari ini kandungan Kayla telah memasuki usai 3bulan.Meski dia tidak merasakan mual lagi tapi entah kenapa wanita hamil itu makin sensitif dan suka marah marah tak jelas.


Seperti pagi ini entah kenapa tiba tiba saja ia menangis hanya karena Devan terlalu sibuk dan mengabaikannya.Hal itu seketika membuat Devan panik dan juga bingung.


"Sayang...ada apa,hm?",tanya Devan mencoba mendekati sang istri yang sesugukan karena tangisannya.Dan mengalihkan tatapannya dari laptop yang ada dipangkuannya.


"Kamu udah gak sayang lagi sama aku Mas",ucap Kayla seketika tangisannya pecah.


"Sayang...hey...siapa bilang Mas gak sayang kamu?Mas itu sayang banget sama kamu my wife",bujuk Devan mengusap air mata di pipi sang istri yang tengah duduk ditepi tempat tidur.


"Tapi kamu cuekin aku Mas...gak pedulikan aku dari tadi",Isak Kayla.


Devan menghembuskan nafasnya pelan, menghadapi wanita hamil memang butuh kesabaran ekstra."Sayang...Mas minta maaf ya kalau Mas tadi cuekin kamu tapi bukan berarti Mas gak sayang lagi sama kamu.Malah Mas makin sayang sama kamu dan anak kita",ucap Devan tulus memeluk sang istri yang mulai tenang.


"Beneran Mas",lirih Kayla.


"Iya sayangku cintaku...tadi Mas ngecek email yang dikirim oleh Ray untuk bahan meeting pagi ini jadi Mas gak sengaja abaikan kamu",balas Devan tersenyum tipis mengecup puncak kepala sang istri.


Kayla tersenyum kecil lalu mengangguk tanda mengerti."Maaf ya Mas akhir akhir ini aku terlalu sensitif,tapi aku juga gak ngerti kenapa kayak gini",gumam Kayla dengan mata yang masih sembab.


"Gak apa apa sayang Mas ngerti dan kita nikmati aja karena ini bawaan bayi sayang",balas Devan.

__ADS_1


"Makasih udah jadi suami yang selalu ngerti aku Mas",ucap Kayla melerai pelukannya.


"Sudah jadi tugas Mas sayang.Oh ya keluar yuk...biar Mas buatin kamu susu",ujar Devan menggandeng sang istri untuk sarapan dan meminum susu hamilnya serta vitaminnya sekaligus.


Setelah apapun Devan dia akan meluangkan waktunya untuk membuatkan susu hamil untuk sang isteri.Memang Devan sudah melarang keras Kayla untuk memasuki dapur selama sang istri hamil.Dia tak ingin terjadi sesuatu pada calon anaknya karena sang istri kelelahan.Apalagi Kayla sudah kembali aktif di butiknya.


Setibanya di rumah makan mereka sudah ditunggu oleh anggota keluarga yang lainnya.Mereka memang selalu sarapan bersama walau sesibuk apapun pekerjaan mereka.


"Maaf sedikit terlambat",ucap Devan membantu sang istri duduk lalu pergi ke dapur untuk membuatkan susu hamil untuk Kayla.


"Santai aja...lagian ada juga yang lebih terlambat dari kalian",jawab Nenek.


Kayla tersenyum menyadari Lyra belum turun dari lantai atas.Sudah dipastikan wanita yang baru beberapa hari resmi bercerai itu pasti ketiduran karena pulang larut malam dari rumah sakit.


"Dasar nya aja dia suka molor Nek... Erik aja on time lah dianya aja memang suka molor",ucap Devan yang datang dari dapur membawa segelas susu untuk sang istri tercinta.


"Biarkan saja Nek...mungkin dia kelelahan karena kemarin malam ikut aku bergadang merekap data dari perusahaan kita di Kalimantan",bela Erik.


"Kau itu Rik...selalu saja memanjakannya", sungut Devan.


"Tentu saja karena dia adikku",jawab Erik santai memulai sarapannya.


"Dia adik ku juga jika kau lupa Rik",balas Devan membantu sang istri mengambilkan sarapan.

__ADS_1


"Sudah...bukannya Lyra adik kalian berdua lalu apa yang kalian ributkan lagi",sanggah Nenek menengahi perdebatan mereka.


Devan dan Erik langsung diam dan tak berkutik lagi.Mereka fokus pada sarapan mereka masing masing.


"Oh ya Dev kamu apakan cucu menantuku? kenapa matanya sembab begitu?",tanya Nenek dengan tatapan tajam saat menyadari mata Kayla yang sembab akibat menangis tadi.


"Tadi itu....


"Mas Devan gak apa apakan Kayla Nek...tadi cuma salah paham saja", bela Kayla.


Nenek hanya menggeleng pelan ia sebenarnya tau kalau Kayla yang akhir akhir ini begitu sensitif dan mudah menangis.


Setelah sarapan mereka segera berangkat menuju tempat kerja masing masing.Devan dan Kayla satu mobil karena ia akan. mengantar sang istri terlebih dahulu ke butik.


Tak lama mobil Devan sampai di butin wanita hamil itu langsung turun setelah pamit pada sang suami.Dengan perut buncitnya Kayla begitu percaya diri melangkah memasuki butik miliknya.Setibanya Kayla didalam ia langsung disambut okeh Fani.Gadis itu segera membantu Kayla menuju ruangannya.


"Key tadi ada yang nyariin",ujar Fani setelah Kayla duduk di kursi kebesarannya.


"Siapa Fan?",tanya Kayla.


"Hmmm...Tante Ayu",cicit Fani.


"Apa?....",

__ADS_1


...****************...


__ADS_2