
Setelah selesai makan siang yang penuh dengan drama mereka pulang ke kediaman masing masing.Devan dan Fero kembali berulah saat ada seorang waiters pria yang kenal dengan Kayla dan Fani.Dan pria itu menegur kedua wanita itu dan sedikit berbicara basa basi.Tanpa kedua sadari Devan dan Fero sudah tampak kesal.
"Apa bosmu mengajimu untuk mengobrol dengan pelanggan?",tanya Fero dengan tatapan tajamnya membuat waiters itu seketika gugup dan takut.
"Maafkan saya Tuan",jawab waiters itu dengan kepala menunduk.
"Mas...",desis Fani menatap Fero kesal sedangkan yang ditatap seolah olah tak melihat.
"Kembalilah bekerja atau saya membuatmu berhenti bekerja sekarang juga",tutur Devan dengan wajah datarnya dan merangkul tubuh sang istri dengan erat seolah olah ingin mengatakan kalau Kayla hanya miliknya.
"I-Iya Tuan...kalau begitu saya permisi dulu",ucap waiters itu pergi meninggalkan pasangan tersebut.
Dan disini mereka sekarang berada di parkiran restoran dengan kedua wanita yang tampak merengut dengan kelakuan kedua pria yang begitu posesif.
"Mas...kita pulang",ketus Kayla meninggalkan Devan yang masih saja menggerutu karena sang istri di tegur kembali oleh waiters pria tadi.
Devan segera memasuki mobil menghampiri sang istri yang sudah duduk didalam mobil.Sementara Fero harus menumpang mobil Fani karena tadi dia datang bareng mobil Devan.
Devan menjalankan mobilnya meski sang istri masih tampak kesal padanya.Tapi dia memang tak bisa menahan rasa kesalnya saat sang istri ada yang mencoba mendekati.Ya dia akui dia memang cemburu dengan pria yang tadi menegur sang istri.
Devan melirik sang istri yang tampak memalingkan wajahnya kerah kaca jendela mobil."Sayang...jangan diam aja dong",bujuk Devan menggeggam tangan sang istri.
Kayla menepis tangan Devan karena hatinya masih kesal dengan sikap Devan yang terlalu berlebih-lebihan.
"Sayang...memangnya Mas salah jika marah kalau istri Mas di ajak ongobrol oleh laki laki lain didepan Mas sendiri.Kamu lihat gak tatapannya sama kamu itu beda sayang",ucap Devan.
"Mas...
"Key...Mas ini laki laki yang begitu dalam mencintai kamu.Mas takut kamu pergi meninggalkan Mas.Dan beginilah cara Mas mencintai kamu begitu posesif dan Mas cemburu Key...karena kamu gak tau bagaimana perjuangan Mas untuk mendapatkan kamu",ucap Devan datar.
Deg
Kayla menatap sang suami seketika saat Devan tak lagi memanggilnya dengan sebutan sayang.Itu berarti Devan marah padanya."Mas...aku-
"Key...apa salah jika Mas cemburu?.Aku laki laki yang tak bisa mengontrol emosiku jika wanitaku dilirik dan diganggu oleh laki laki lain Key...
"Mas...",Kayla mulai berkaca-kaca saat mendengar penuturan sang suami.Dia tadi begitu kesal saat suaminya marah pada teman lamanya.
"Sekarang Mas tanya sama kamu jika keadaaan kita balik.Jika ada teman perempuan aku mendekati aku seperti tadi apa yang kamu rasakan,hum?",tutur Devan yang sedikit membentak.Susah payah ia menahan amarahnya agar tidak meledak dan mengontrol emosinya karena tak ingin sang istri syok dan mempengaruhi kehamilannya.
__ADS_1
"Mas...a-aku",tangisan Kayla pecah saat melihat sang suami begitu marah padanya.
Devan yang tersadar ia baru saja membentak sang istri langsung menepikan mobilnya dan segera memeluk sang istri."Sayang....maafkan Mas.Sungguh Mas gak bermaksud membentak kamu",ucap Devan lalu mengusap punggung sang istri agar Kayla tenang.
Kayla semakin menangis kencang dalam pelukan Devan.Entah kenapa ia begitu takut dengan kemarahan sang suami.
"Sudah sayang...Mas minta maaf",ucap Devan melerai pelukannya dan menghapus sisa air mata di pipi mulus Kayla.
"Mas...aku-
"Sstt...sudah sayang jangan dibahas lagi",ujar Devan mengecup kening sang istri.
"Mas...aku gak rela jika ada perempuan lain dekatin kamu",isak Kayla sesugukan.
"Itu juga yang Mas rasakan sayang,Maaf jika cara Mas mencintaimu membuat kamu gak nyaman.Tapi asal kamu tau jika Mas sudah mencintai seorang perempuan tak akan Mas biar laki laki manapun untuk melirik dan mengganggunya.Dan itulah yang tengah Mas lakukan.Karena jika Mas sudah cinta tak akan ada tempat untuk perempuan lain disini bahkan melirikpun tak akan Mas lakukan",ucap Devan menunjuk dada sebelah kirinya.
Kayla tersenyum lebar disisa tangisannya.Ia begitu bahagia karena dicintai begitu dalamnya oleh sang suami."Akulah wanita beruntung itu Mas yang ada disini", tutur Kayla yang ikut menunjuk dada sebelah kiri Devan.
"Ya sayang...kamu wanita itu dan selamanya akan ada disini",jawab Devan dengan tatapan penuh cinta.
"Mas...aku bahagia dicintai olehmu.Maaf sikap ku tadi yang tak mengerti ketakutanmu Mas",ucap Kayla menautkan jemarinya pada jemari Devan.
"Ya Mas...",jawab Kayla membalas senyuman sang suami.
Devan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah.Kedua pasangan itu saling menautkan jemarinya.Terkadang dalam rumah tangga itu perlu pertengkaran agar bisa meluapkan emosi jiwa yang terpendam dan setelahnya hubungan akan makin lengket kembali.Juga dalam hubungan cemburu itu pasti ada untuk mengekspresikan rasa cinta pada pasangan.
Sementara di mobil lain terjadi kecanggungan karena kejadian di restoran tadi membuat Fani merasa gugup.Entah kenapa hatinya menghangat saat Fero tadi menyebut dirinya sebagai wanitanya.Gadis itu sesekali melirik kearah Fero yang fokus menyetir mobil.
"Apa aku terlalu tampan?",tanya Fero yang masih fokus pada jalanan.
Setika senyuman Fani luntur dengan penuturan Fero yang terlalu kepedean."Gak...",ketus Fani memalingkan wajahnya yang sudah memanas karena ketahuan menatap pria itu.
Fero terkekeh geli melihat tingkah malu malu Fani."Bagaimana jawaban atas pernyataanku tadi malam?",tanya Fero menatap sekilas pada Fani yang sedang menatap kearah kaca jendela.
"A-aku...
"Aku apa,hum?",tanya Fero tak sabaran.
"Mas kamu yakin dengan perasaan kamu aku cuma wanita biasa bagaimana dengan keluarga kamu?.Mereka pasti-
__ADS_1
"Keluargaku tak seperti yang kamu pikirkan.Mommy-ku dulunya juga wanita biasa saat dipersunting oleh Daddy-ku.Keluargaku tak memandang orang dari status dan harta Fan.Dan mereka juga membebaskan anaknya memilih pasangan mereka",tutur Fero dengan jujur.
"Benarkah?",tanya Fani dengan tatapan tak percaya.Karena menurut novel yang ia baca jika perempuan dari keluarga biasa bersuamikan orang kaya pasti akan dihina oleh keluarga sang pria.
"Ya...jadi bagaimana dengan jawabannya?",tanya Fero tak sabaran.
Fani tampak gugup dadanya berdegup cukup keras.Gadis itu tampak menghembuskan nafas panjang."Ya...aku mau",jawab Fani pelan.
"Apa?aku tak mendengarnya Fan?",canda Fero yang begitu bahagia akhirnya cintanya bersambut.
"Tak ada pengulangan Mas",ujar Fani menahan rasa malunya.
"Makasih sudah menerima cintaku.Aku janji akan segera menikahimu",ucap Fero membuat Fani membola seketika.
"Mas...gak secepat itu juga",bantah Fani yang memang belum siap dalam waktu dekat untuk menikah.Setidaknya mereka saling mengenal dulu sebagai pasangan kekasih.
"Fan...aku gak mau pacaran.Aku gak jamin bisa menahan diriku jika ada didekatmu.Jadi alangkah baiknya hal baik itu disegerakan",ucap Fero sungguh sungguh.
"Ya itu kamunya aja yang mesum Mas",ketus Fani.
"Fan...aku mungkin bukan muslim yang baik tapi bukankah dalam agama kita tak ada kata pacaran?.Bukankah pacaran setelah menikah itu jauh lebih baik.Lihatlah sahabatmu mereka juga tidak pacaran bukan?",tutur Fero meyakinkan gadisnya.
"Tapi-
"Jika aku sudah kabul kamu nanti dihari pernikahan kita berarti aku sudah berjanji pada Tuhanku untuk menjagamu, melindungimu, membuatmu bahagia serta akan selalu mencintaimu karena asmaNya",ucap Fero membuat buku kuduk Fani meremang.
"Mas...bawa aku ke orang tuamu.Setelah itu akan aku putuskan permintaanmu tadi",putus Fani.Ia ingin mengenal keluarga Fero dulu, bagaimana tanggapan kedua orangtuanya pada dirinya.
"Baiklah kita hari ini temui kedua orangtuaku",ucap Fero bersemangat.
"Gak juga hari ini Mas,aku belum siap", pekik Fani yang spot jantung oleh kekasihnya ini.
"Gak ada penolakan...ini sebentar lagi juga sampai",ucap Fero yang sudah memasuki kawasan perumahan.Memang Fero sudah merencanakannya saat cintanya diterima oleh Fani tadi.
"Mas...kamu",geram Fani.
...****************...
Cie...yang mau bertemu calon mertua 😀.
__ADS_1