Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
10. Hellhound / Anjing Spiritual


__ADS_3

Setelah Riziel selesai mandi lalu hpnya yang berada di meja tempat belajarnya berdering lalu aegera mengambilnya dan melihat chat di wa tidak di kenal.


TRING! TRING!


...(1 Pesan Tidak Di Kenal)...


(Tidak kenal)


∆[ini aku sakura kelas XI IPA]


^^^(Riziel)^^^


^^^∆[dapat dari mana nomor wa ku?]^^^


(Tidak kenal)


∆[Da..dari dozen aku memintanya langsung dan apa masih marah?]


^^^(Riziel)^^^


^^^[∆ Sudah tidak dan sekarang ada apa?]^^^


(Tidak Kenal)


[∆ Tidak aku hanya ingin minta maaf atas sikap aku sudah memaksamu dan bisakah mempertimbangkan kembali keputusannya pliss?]


^^^(Riziel)^^^


[∆ Ya bisa dan besok libur dan kamu tunggu di halte bis depan sekolah? daan rumahmu dekat sana?]


(Tidak Kenal)


[∆ Bisa dan tebakanmu benar jadi boleh aku bertemu besok?]


^^^(Riziel)^^^


[∆ Ya sampai jumpa besok dan aku akan ke sana jam 08.30 harus udah sampai di sana tunggu saja sampai aku datang]


(Tidak kenal)


[∆ Ok terimakasih]


Riziel pun langsung mematikan hpnya lalu menyimpan kembali di atas meja dan tidur karena lelah dan spirit Riziel pun keluar dari tubuhnya lalu memasuki dunia surga.


...***Normal POV***...


Riziel yang sedang berjalan jalan di surga tidak ada tujuan berjalan menuju pintu surga tersembunyi karena tempatnya yang rahasia.


"Open gate Heaven!" ucap Riziel yang mengatakan untuk membuka pintu surga dan setelah pintu terbuka dan melihat banyak sekali senjata dan lainnya yang tanpa sadar dewa Arthur mengawasinya dan melakukan telepati dengan Riziel.


"Hei nak sedang apa di sana?" tanya dewa arthur kepada Riziel yang berbicara di pikirannya.


"Ti-tidak ada hanya aku tersesat dan melihat ruangan tersembunyi jadi aku melihat ada apa isi ruangan itu" ucap Riziel yang gugup ketahuan oleh dewa arthur yang sedang mengawasinya karena Riziel lupa tidak mengingat kepada hal itu sendiri.


"Close gate heaven!" Riziel yang menutup kembali ruangan tersebut lalu pergi mencari arah lain.


"Sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan nak apakah itu ingin membawa keluar 1 arwah dari sini?" Tanya dewa Arthur kepada Riziel.


"Kalau itu sih gampang di urus hanya aku ingin berjalan akibat bosan" ucap Riziel yang mencari sesuatu yang menurutnya tidak membosankan.


"Bagaimana pergi ke ruanganku saja temani aku disini dan akan aku jelaskan ruangan yang kau temukan dan memberikan hadiah untukmu" ucap dewa Arthur mengajak Riziel ke tempat dewa arthur.


"Baiklah aku akan kesana dan kenapa ingin memberikan hadiah kepadaku kan sudah mendapatkan senjata yang aku inginkan saja itu sudah berharga untukku?" tanya Riziel kepada dewa Arthur yang menanyakan tujuan sebenarnya.


"Segeralah kemari dan kamu akan tau" ucap dewa arthur lalu memutuskan sihir telepatinya.


Riziel pun segera ke tempat dewa Arthur karena rasa penasarannya yang tidak mau kalah dan setelah sampai di depan pintu ruangannya tiba tiba terbuka otomatis tanpa di sentuh dan Riziel pun segera masuk dan mencari keberadaan dewa arthur berada.

__ADS_1


"Hei nak aku disini jangan seperti anak tikus yang masuk sembarangan lalu merusak sesuatu" ucap dewa arthur yang sedang duduk di atas kursi bersama seekor anjing dengan tubuh seukuran dengan Riziel.


"Se-sejak kapan tubuh dewa arthur menjadi kecil dan kenapa ada anjing disini?" tanya Riziel yang kaget dengan penampilan asli dewa arthur versi manusia dan adanya seekor anjing di surga.


"Sudah duduk dulu akan aku jelaskan" ucap dewa arthur yang mempersilahkan Riziel duduk dan menjelaskan semuanya.


"Baiklah" ucap Riziel lalu duduk dan mendengarkan dewa arthur menjelaskannya.


"Jadi aku punya kemampuan manipulasi bentuk tubuh dan tujuan aku mengajakmu kesini karena anjing ini bosan dan bawa hellhound ini bersamamu berjalan jalan sekaligus menjaga keluargamu yang mungkij sedang di incar oleh beberapa iblis" ucap dewa arthur yang meminta Riziel membawa hellhound ini ke dunia manusia.


"Ba-bagaimana mungkin dan kalau tidak salah hellhound adalah mitos anjing spiritual ini tidak masuk akal" ucap Riziel terkejut dengan perkataan dewa arthur dan belum bisa menerima kenyataannya.


"kalau di dunia manusia memang mustahil tapi kan kalau di dunia langit ituyang mustahil bisa saja terjadi dan sebenarnya ini pemberian dariku akibat keluarga akan terjadi sesuatu yang sudah di prediksi dan tenang saja hellhound ini bisa memanipulasi tubuhnya menjadi manusia, anjing seperti di dunia manusia dan wujud asli seekor cerberus yang lumayan besar" ucap dewa arthur memberitahukan tentang seekor cerberus kepada Riziel.


"Baiklah aku berterimakasih atas penjelasannya dan aku terima demi keselamatan keluargaku sendiri" ucap Riziel berkata kepada dewa arthur yang setuju untuk akan membawa hellhound kedunia manusia.


"Gog gog" suara hellhound itu merespon Riziel yang setuju membawanya.


"Ohh ya apakah makanannya sama seperti anjing biasanya? dan siapa namanya anjing ini?" ucap Riziel memberikan pertanyaan terakhir kepada dewa Arthur.


"Ternyata kau bawel juga dan makanannya sama seperti yang lain tapi kalau masalah nama belum menentukannya jadi bisa kau kasih nama bila ada di pikiranmu" ucap dewa arthur memikirkan nama untuk hellhound di sebelahnya sekaligus dibantu oleh Riziel berpikir namanya siapa yang cocok.


Setelah beberapa lama Riziel terpikir 1 nama lalu berkata "Bagaimana dengan nama Aiko dewa Arthur?" tanya Riziel kepada dewa Arthur.


"Gog god aauunngg" suara hellhound itu penuh semangat sekaligus setuju dengan nama barunya.


"Sepertinya hellhound juga setuju tuh" ucap dewa arthur.


"Baiklah saya undur diri" ucap Riziel lalu aiko melompat dari kursi dan mengikuti Riziel dari belakang.


"Baiklah sampai jumpa" ucap dewa Arthur memberikan salam perpisahan.


Setelah keluar dari ruangan dewa Arthur dan hellhound yaitu aiko menggonggong kepada Riziel.


"Gog gog ha ha" suara aiko yang bersemangat dan berubah wujud menjadi seekor cerberus.


"Apa maksudmu menyuruhku untuk menunggangi dirimu itu?" tanya Riziel kepada aiko yang kurang mengerti bahasa anjing.


"Baiklah" ucap Riziel lalu aiko pun menundukkan badannya agar Riziel gampang naik.


Setelah Riziel berhasil naik ke badan aiko dalam wujud cerberus lumayan besar dan mereka pun pergi menuju pintu surga dimana zanna berada.


"Di depan sana berhenti dan beristirahat lah dulu" ucap Riziel yang sudah sedikit memahami tentang anjing.


Setelah sampai di sana lalu aiko berhenti dan Riziel melompat dari tubuh besarnya aiko dalam wujud cerberus lalu kebetulan melihat zanna yang sedang mengobrol dengan teman astral yang lain.


[TL : astral yaitu roh orang yang sudah meninggal dan tinggal di antara neraka untuk orang jahat dan surga untuk roh orang yang baik]


"Ah yo Riziel dan apakah itu anjing spiritual?" ucap zanna yang melihat Riziel datang lalu langsung menyapa duluan sekaligus bertanya tentang hewan di belakang Riziel.


"Ya memang benar ini pemberian dewa arthur kepadaku tapi katanya untuk menjaga keluargaku tapi entah maksudnya apa" ucap Riziel memberitahukannya sambil berjalan mendekati zanna.


"Ohh kamu belum tau yah? jadi dulu itu ada seseorang yang sama sepertimu begini yaitu penjaga surga dan neraka dan tidak salah namanya itu ezra dan salah satu keluarganya yaitu adiknya menghilang dan setelah mencari di dunia manusia tidak ada kemajuan kemudian dewa arthur memberitahukan dimana adiknya berada yaitu di neraka di culik oleh salah satu iblis...


...yaitu morno kemudian setelah ezra mendengar itu kemudian pergi menuju neraka dan bertarung mati matian dengan morno dan alhasil ezra kalah dan spiritnya hancur sekarang ezra masih hidup seperti manusia pada biasanya tapi tidak mempunyai ingatan tentang Nirwana" ucap zanna menceritakan cerita pengalaman dahulu awal memasuki surga atau awal zanna meninggal.


[TL : Nirwana adalah dunia dimana manusia tidak bisa melihat dan memasukinya sembarangan atau bisa di sebut surga dan neraka]


"Begitu yah belarti aku harus berhati hati" ucap Riziel yang akan berhati hati dalam perbuatannya.


"Dia siapa zanna apa teman baru?" tanya teman astral zanna yang bertanya.


"Ya dia teman adikku di dunia manusia" ucap zanna memberi tau identitas Riziel.


"Wah sama seperti ezra dulu orang satu satunya manusia yang bisa memasuki surga keren sekali andaikan aku dulu bisa seperti itu" ucap teman astral zanna yang bicara tentang ezra dahulu.


"Aduh dasar ibu ibu gak di dunia gak di surga sama aja kerjaannya gosip terus" Riziel yang berbicara di dalam hatinya sambil mengeluh.

__ADS_1


"Yasudah sepertinya temanmu ingin berbicara jadi aku tinggal dahulu" ucap temen sesama astral lalu pergi menjauh.


"Jadi ada urusan apa datang kemari Riziel?" tanya zanna kepada Riziel.


"Hanya ingin mengajak untuk bertemu dengan adikmu saja bagaimana mau?" tanya lagi Riziel setelah menjawab pertanyaan zanna sebelumnya.


"Apakah sambil menunggangi hellhound itu?" tanya zanna mulai banyak tanya.


"Ya dan anjing ini punya nama Aiko dan aiko beri salam kepada zanna" ucap Riziel kepada aiko lalu aiko menggonggong dan menjilat pipi zanna.


"Baiklah ayo kita berangkat ke dunia sekarang sudah mulai pagi" ucap Riziel mengajak zanna.


"Baiklah" ucap zanna setuju ikut dengan Riziel karena ada urusan dengannya.


...***Dunia***...


Setelah itu aiko menurunkan badannya agar Riziel dan zanna tidak kesulitannya dan setelah itu sudah selesai menaiki tubuh aiko lalu pergi menuju rumah Riziel dengan kecepatan tinggi dan setelah sampai di depan rumah Riziel lalu aiko sedikit mengecilkan badan tapi masih dalam wujud cerberus tapi versi kecil agar mudah masuk ke dalam kamarnya dan Riziel segera masuk ke dalam tubuh aslinya.


"Hahhh aiko dan zanna anggap saja seperti rumah sendiri istirahat saja nanti kalau aku sudah siap aku akan beri tanda" ucap Riziel lalu mengambil handuk dan baju untuk di pakai pergi nanti.


"Baiklah" ucap zanna yang berbaring di atas kasur tidurnya.


Lalu aiko istirahat dan tertidur sebentar di kamarnya dan Riziel masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih persiapan pergi nanti.


"Hahhh segar sebaiknya cepat agar tidak ada yang marah" ucap Riziel yang mandinya di percepat dan memakai baju lalu keluar dari kamar mandi sambil mengeringkat rambutnya dengan handuk dan melihat aiko tertidur dan zanna hanya membaca buku koleksi di kamarnya.


"Sudah selesai Riziel ternyata favorit membaca komik yah?" tanya zanna kepada Riziel.


"Ya kalau aku bosan membaca komik makannya suka mengoleksi buku komik lebih berguna" ucap Riziel yang merapihkan rambutnya sambil bebicara kepada zanna.


"Begitu yah dan apakah aku harus menunggu dulu?" tanya zanna yang mengambil 1 buku komik.


"Ya tunggu dan bila bosan baca saja buku komik siapa tau suka" ucap Riziel sambil membuka pintu kamarnya.


"Baiklah dan akan menunggu bersama Aiko" ucap zanna sambil membaca komik.


Setelah itu Riziel keluar dari kamar dan pergi menuju ruang makan yang melihat ibu Riziel sedang memasak.


"Ehh ternyata sudah bangun dan tolong bangunkan ayahmu dan sakira padahal hari minggu malah tidurnya agak siang terus ayahmu itu dan sakira" ucap sinta mengeluh tentang kebiasaan kirota dengan sakira.


"Ya bu Riziel akan bangunkan" ucap Riziel yang langsung pergi menuju kamar ayahnya dan sakira.


[Tok! Tok Tok! (suara ketukan pintu)]


"Ayah sudah pagi ayo bangun" ucap Riziel sambil membangunkan ayahnya dan pintu terbuka.


"Ya terimakasih sudah membangunkan" ucap kirota membuka pintu dan langsung pergi menuju ruang makan.


"Tinggal tersisa sakira saja pasti susah bangun" ucap Riziel membuka pintu kamar sakira.


Riziel pun pada saat membangunkan sakira


tiba tiba sakira bangun dari tidurnya.


"Kakak sedang apa?" tanya sakira yang masih lemas badannya baru bangun.


"Ayo sarapan pagi jangan di biasakan" ucap Riziel menyuruh bangun sakira.


"Baiklah kak" ucap sakira yang di tuntun oleh Riziel menuju tempat makan.


"Nah semua sudah bangun jadi ayo kita makan dan lain kali di biasakan lagi kebiasaan buruk seperti itu" ucap sinta mengancam kepada kirota.


"Baiklah minta maaf" ucap kirota meminta maaf atas sikapnya.


"Kakak mau kemana kan hari minggu kok rapi begitu?" tanya sakira.


"Ada urusan sekolah" ucap Riziel yang sedang makan hanya berbicara 3 kata lalu melanjutkan makannya lagi.

__ADS_1


"Ohh begitu yah kak" ucap sakira sambil melanjutkan makan.


"Kalau begitu hati hati nanti" ucap sinta kepada Riziel.


__ADS_2