Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
45. Masalah kehidupan


__ADS_3

Riziel yang berjalan menuju kelas masing masing dan berjalan bersama dengan sakura sambil mengobrol beberapa hal.


"Ohh ya Riziel kenapa kau kembali dan tidak sesuai perkataanmu sebelumnya?" Sakura yang sangat ingin tau.


"Itu aku pulang terpaksa karena tubuh spiritku hampir hancur jadi memutuskan untuk menjalani hidupku sebenarnya sambil memulihkan tubuh spiritku sampai pulih" Riziel yang mengatakannya karena sakura sudah tau.


"Lalu bagaimana apakah jika hancur sangat berbahaya untukmu tidak?" Sakura yang sangat peduli.


"Itu kalau hancur ingatanku tentang alam Nirwana akan hilang dan juga tentang kekuatanku hancur" Riziel yang sedikit kecewa kepada dirinya sendiri.


"Itu belarti kau jangan menggunakan energi spiritmu untuk sementara dan menurutmu berapa lama bisa pulih sepenuhnya?" Sakura yang begitu ingin tau.


"Itu 1 atau 2 tahun" Riziel yang mengatakan setaunya saja.


"Terlalu lama dan bagaimana dengan olimpiade matematika tingkat nasional" sakura yang begitu terkejut.


"Aku akan lakukan sebisaku saja" Riziel yang melanjutkan jalannya.


"Semangat Riziel jangan putus asa" sakura yang menyemangati Riziel.


"Terimakasih banyak dan jangan khawatir seperti kakakmu" Riziel yang tersenyum sambil mengusap kepala sakura.


"Jangan lakukan itu memalukan hmph dan aku masuk kelas dahulu" sakura yang langsung belok masuk ke dalam kelasnya.


"Hahh apa yang aku harus lakukan" Riziel yang pusing sekali.


Lalu seseorang yang melewat di depan Riziel langsung tidak sengaja tertabrak hingga terjatuh.


"Maaf apakah kau baik baik saja" Riziel yang mengulurkan tangannya.


"Aku baik baik saja dan kau Riziel bukan?" Perempuan itu seperti mengenal Riziel sambil meraih tangan Riziel lalu berdiri.


"Ya siapa aku lupa?" Riziel yang tidak mengingatnya.


"Aku alice dan kau baru datang?" Alice yang orang sebelumnya di tolong di malam hari.


"Ternyata kau dan begitulah ada apa?" Riziel yang begitu aneh.


"Itu kata Bu Amelia nanti setelah jam istirahat datang ke kelas 12 IPS untuk pembekalan lagi" Alice yang mengingatkan kepada Riziel.


"Begitu baiklah terimakasih informasinya dan sampai jumpa" Riziel yang melanjutkan jalannya menuju kelasnya.


Riziel langsung meninggalkan alice di sana sendiri lalu di tempat lain Seraphim sedang bicara dengan dewa arthur.


*******


Dewa arthur dan Seraphim sedang membicarakan yang begitu serius berdua di dalam ruangan dewa arthur sendiri.


"Apakah Riziel bisa melakukan kegiatannya dengan kondisi yang begitu buruk karena tubuh spiritnya hampir hancur" Seraphim yang begitu tidak percaya kepada Riziel masih bisa bertahan.


"Jangan khawatir percayalah padanya maka kau pasti tau" dewa arthur yang mengatakan kalimat yang tidak di mengerti.


"Apa maksudmu Arthur aku tidak mengerti" Seraphim yang tidak mengerti.


"Saya sudah mengatasinya dan pasti kau tau nanti jika waktunya sudah tepat untuk sekarang perhatikan saja haha" Dewa Arthur yang begitu suka menyembunyikan sesuatu rahasia.


"Baiklah hmph" Seraphim yang kesal tidak di beritahukan oleh dewa arthur.


Lalu mereka berdua sangat menikmati waktunya berdua berbicara bersama dengan begitu aman.


Sedangkan Felysia yang sedang berjaga sedang bosan tidak ada teman bicara sebagai menghiburnya dan takut Riziel menghilang tidak ada lagi yang menghiburnya.


"Ada apa denganmu Felysia kenapa melamun?" Zanna yang begitu jarang mendatangi Felysia.


"Ahh aku hanya menghawatirkan Riziel melihat kondisinya begitu buruk dan bisa saja se-waktu waktu tubuh spiritnya hancur dan tidak ada lagi yang yang menghiburku lagi" Felysia yang begitu menghawatirkan.


"Itu pasti tapi lihat saja pasti Riziel tidak akan datang untuk beberapa lama dan sebenarnya aku juga khawatir tapi kakek Riziel bicara serahkan kehidupannya sendiri agar bisa merasakan kehidupan begitu sulit untuknya yang harus di lalui" zanna yang bercerita kepada Felysia yang mendengarnya langsung memhuat air matanya mengalir.


"Iya akan aku coba mengingat perkataan kakek Riziel" Felysia yang tersenyum sambil menghapus air matanya.


"Meskipun Riziel tidak ada tapi anjingnya akan datang kemari untuk mengetahui kondisimu dan yang lainnya dan memberitahukannya kepada Riziel" zanna yang mengingatkan kepada Felysia.


"Terimakasih zanna telah memberikan jawaban di pikiranku" Felysia lalu memeluk zanna langsung.


"Ya tenanglah dan aku juga akan menemani dan juga juga mengunjungimu sambil berkeliling bersama jika ada anjing milik Riziel" zanna yang menenangkan Felysia agar berhenti menangis.


*******


Riziel yang belajar di dalam kelasnya sambil memulihkan kondisinya sedikit demi sedikit meskipun itu lama tapi mungkin berguna.


"Hoaamm bosan" Riziel yang sangat bosan belajar.


"Memangnya kau tidak tidur Riziel?" Clovis yang membuka buku pelajarannya.


"Aku tidur sebentar karena aku stress sebentar lagi olimpiade matematika tingkat jawa barat jadi push rank sampai jam 2 pagi" kagami yang beralasan apapun demi menutupinya.


"Hehe semangat boy, makannya jangan pintar nanti jadi perwakilan mati di olimpiade nanti lu" clovis yang mengejek Riziel di sebelahnya.


"Siapa juga yang mau guru maksa emang mau aku tolak?" Riziel yang begitu kesal.


"Makannya kalau ulangan jangan jawab yang bener cobalah yang salah aja" clovis yang mencoba mengajarkan cara yang salah.


"Matamu gak naik kelas iya bodoh" Riziel yang kesal.


"Riziel dan clovis jika ingin mengobrol silahkan di luar!" Bu dina langsung bicara kepada Riziel dan clovis.


"Ti-tidak bu lanjutkan saja dan kami akan diam sambil memperhatikan" Riziel yang langsung mencari aman.


"Baiklah ibu berikan 1 kesempatan lagi" Bu dina langsung melanjutkan mengajar pelajaran.


Setelah itu Riziel langsung fokus belajar lagi sambil bosan juga paksakan saja dan setelah sekian lama akhirnya bel istirahat berbunyi.


Riziel langsung berjalan menuju kantin untuk makan di sekolah dengan kepalanya sedikit pusing.


"Halo Riziel apakah ingin ke kantin?" Alice yang melewat lorong kelas lalu menyapa Riziel.


"Iya begitulah" Riziel yang memegang kepalanya yang sudah sangat pusing.


"Apa kau baik baik saja?" Alice yang melihat kondisi Riziel kurang sehat.


"Aku baik baik saja dan sepertinya lemas saja karena sarapan pagi sedikit mungkin" Riziel lalu berjalan menuju kantin.

__ADS_1


"Baiklah dan bersama saja kesana bagaimana?" Alice yang kebetulan ingin ke kantin.


"Terserah kau saja deh" Riziel berjalan di lorong kelas dengan sesekali memegang kepala yang amat pusing.


Lalu Riziel sampai di kantin lalu duduk di meja yang kosong dan alice yang duduk juga di depan Riziel.


"Biarkan aku membeli obat untukmu ya bagaimana?" Alice yang merasa kasihan kepada Riziel.


"Maaf membuat merepotkanmu alice" Riziel yang langsung badannya mulai lemas juga.


"Tidak apa tunggu sebentar aku membeli obat untukmu" alice yang pergi meninggalkan Riziel untuk membeli obat sakit kepala.


Lalu alice yang pergi datanglah sakura yang melihat Riziel yang sedang menunggu sesuatu sampai kepalanya menempel ke meja.


"Riziel hei sadarlah" sakura yang membangunkan Riziel.


"Ugh sakura ternyata duduk saja" Riziel yang langsung terbangun dengan kepala tidak terlalu sakit.


"Kau kenapa? Apakah aku perlu bawa ke uks ti---" sakura yang bicara lalu seorang murid laki laki kelas sakura mendatanginya sambil menggebrakkan meja.


"Woy enak ya berduaan dengan perempuanku hah!" Laki laki itu menggebrak meja dengan keras.


Semua murid yang mendengarnya lalu sedikit menjauh dari sana agar tidak ingin terkena masalah.


"Hei tenanglah rangga lalu aku hanya anggap temanmu saja bukan lebih dan jangan harap bisa dekat denganku" sakura yang membela dirinya sendiri agar Riziel tidak terlibat.


Riziel yang kepalanya mulai pusing lalu laki laki itu menendang Riziel hingga terguling kebelakang.


"Ugh sakit apa yang terjadi denganku?" Riziel yang tersadar dengan kepala masih sakit.


"Berhenti rangga tidak ada urusannya dengan Riziel jangan bawa bawa dia" sakura yang menghalangi rangga ingin menyiksa Riziel.


"Pergi kau karena urusanku dengan dia karena kau sangat dekat dengannya" Rangga yang begitu kesal lalu mendorong sakura hingga terjatuh.


Lalu rangga Saat ingin memukul sakura lalu tangan rangga langsung di hentikan oleh Riziel yang sudah terbangun.


"Jauhkan tangan busukmu itu Sia--!" Riziel yang kesal saat melihat Rangga ingin memukul sakura lalu Riziel pipinya di pukul hingga terjatuh lagi.


"Kau yang seharusnya diam karena kau sudah mendekati wanita yang aku sukai" Rangga yang begitu emosi dan masih ingin memukul Riziel.


Semua murid yang mulai ricuh lalu alice yang mendengar begitu ramai langsung mempercepat membeli obat dan minum air putih.


Riziel yang langsung terbangun lalu memukul balik Rangga dengan keras sekuat tenaga dengan sedikit gangguan kepalanya sakit.


Riziel yang mendaratkan pukulan di bagian kepala rangga hingga terguling ke belakang dengan pukulan Dragon Fist Punch lalu Riziel mendatangi sakura yang terjatuh kesakitan.


"Tidak apa-apa?" Riziel yang mengulurkan tangannya untuk membantu sakura berdiri.


"Tidak aku hanya terjatuh dan bagaimana denganmu?" Sakura yang melihat kondisi Riziel masih kurang baik.


"Masih sedikit pus---" Riziel langsung pingsan dan sakura menangkap badan Riziel.


"Riziel apakah kau baik baik saja?" Alice yang langsung menerobos banyak murid sehingga melihat sakura dan Riziel dalam keadaan pingsan.


"Riziel pingsan alice dan bantu aku bawa ke uks tolong" sakura yang meminta bantuan kepada alice.


Semua murid yang hanya memperhatikan saja tidak ingin membantu Riziel maupun rangga yang pingsan juga menabrak beberapa meja hingga berantakan.


"Baiklah biar aku bantu" Alice yang mencoba mencoba membawa Riziel.


"Apa yang terjadi dengan Riziel?" Dozen yang yang sedang berjalan membawa Riziel menuju uks.


"Riziel keadaan tubuhnya sedang tidak bagus lalu rangga mencari masalah dan memukul Riziel dan Riziel melawan hingga pingsan" sakura yang menceritakan secara singkat.


"Yasudah aku ke kelas dahulu sakura dan aku titip ini untuk Riziel" alice yang memberikan air minum dan obat sakit kepala lalu alice langsung berjalan belok ke rah kelasnya.


"Hati hati di jalan alice" sakura yang langsung mengikuti dozen.


"Sakura kau tidak akan kembali ke kelas?" Dozen yang bertanya.


"Ayo cepat dong agar aku juga bisa kembali ke kelas juga" sakura yang baru ingat sekarang ada ulangan.


"Ohh begitu baiklah" dozen lalu mempercepat langkahnya menuju uks.


Dozen dan sakura akhirnya sampai di uks lalu menitipkan Riziel di dalam uks lalu menempatkannya di atas tempat tidur uks di temani oleh guru yaitu pak Hadi.


"Pak kami kembali ke kelas dahulu" Dozen yang cepat kembali kembali ke kelas.


"Ehh pak ini titip untuk Riziel juga dan aku harus cepat kembali ada ulangan dadakan" sakura langsung memberikan obat dan air minum kepada pak hadi.


"Baiklah kalian kembali" pak hadi langsung menerima barang yang di bawa sakura lalu menyimpannya.


"Baik pak" sakura lalu berjalan kembali menuju kelasnya.


Riziel yang pingsan dan pikiran tenggelam di dalam masa lalu yang begitu pahitnya hingga menuju alam bawah sadar bertemu dengan energinya yang sudah hampir hancur.


Riziel yang melihat cahaya putih di dalam dirinya hancur dan lenyap dan tubuhnya kondisi terikat oleh rantai yang mengikat tubuhnya.


Riziel yang berusaha menghancurkan rantai yang mengikat dengan sekuat tenaga dan rantai itu putus satu persatu hingga lepas.


Lalu Riziel berusaha kembali untuk kembali untuk sadar lalu melihat akar merambat di penuhi bunga lalu Riziel langsung mencoba menggapainya.


*******


Asmodeus yang yang sedang berbicara dengan agares berdua sambil melakukan tugasnya masing masing lalu tidak sengaja agares berbicara tentang Riziel.


"Bagaimana kemarin apakah kesusahan melawan manusia setengah iblis?" Asmodeus yang ingin mengetahuinya.


"Lumayan sulit harus memisahkan jiwanya dan baru bisa menang itu juga di bantu Riziel jika tidak mungkin aku sudah kalah terpojok" agares yang terhindar dari bahaya sebelahnya.


"Lalu setelah semuanya selesai bagaimana keadaan Riziel?" Asmodeus yang sangat ingin mengetahuinya.


"Uh itu sebelumnya Riziel mengeluarkan energi spirit surga dan neraka terlalu banyak hingga tubuh spiritualnya hampir akibat pengeluaran energi terlalu banyak" agares yang tidak bisa menghindarinya lagi.


"Apa! lalu sekarang bagaimana? Dan ada dimana Riziel?" Asmodeus yang tidak ingin kehilangan teman barunya.


"Pergi tapi sepertinya kembali ke dunia manusia untuk menjalani kehidupannya lagi, memangnya kau mau apa?" Agares yang menahan asmodeus pergi.


"Ya menyembuhkanlah dan juga aku tidak ingin kehilangan teman baru yang begitu baik dan berbeda dengan ezra" asmodeus langsung berbicara karena takut energi spiritual Riziel hilang dan lenyap dan melupakan segalanya.


"Baiklah aku temani" agares yang menepuk pundak asmodeus.

__ADS_1


Lalu agares pergi menuju dunia manusia untuk mencari lokasi Riziel dan setelah sekian lama mencari menemukan petunjuk anak sekolah lalu agares dan asmodeus langsung melesat berdua menuju sekolah Riziel.


Setelah sampai di sekolah Riziel melihat Riziel di dalam suatu ruangan sedang pingsan dengan tubuh yang begitu buruk dan energi spiritual hampir lenyap.


Lalu agares membuat Riziel di tutupi oleh Barier api agar asmodeus bisa menyembuhkan tanpa di ketahui oleh manusia biasa.


"Aku hanya bisa menyembuhkan energi spiritual neraka hingga pulih tapi kalau energi spiritual surga tidak bisa" asmodeus sambil menyembuhkan Riziel di penuhi oleh tanaman merambat.


"Serahkan padaku tapi aku juga makhluk campuran jadi tidak bisa memulihkan energi spiritual hingga pulih sepenuhnya" agares yang membantu memulihkan energi spiritual Riziel.


"Baiklah tidak apa-apa" asmodeus yang begitu terimakasih untuk bantuannya.


Lalu setelah beberapa lama akhirnya Riziel terbangun dengan tubuh yang di penuhi tanaman rambat.


"Tanaman rambat apakah itu asmodeus?" Riziel yang membuka pelan hanya melihat biasa lalu matanya otomatis berubah merah.


"Iya itu aku Riziel" asmodeus yang begitu senang melihat Riziel sadar.


"Agares kau juga sedang apa disini dan bisakah lepaskan tanaman rambat ini?" Riziel yang begitu sakit.


"Diam bodoh kami berdua sedang memulihkan energi spiritualmu" agares yang memarahi Riziel.


"Baiklah dan kenapa kalian berdua bisa datang kemari?" Riziel yang kembali tiduran sambil di penuhi oleh akar dan bunga.


"Aku tidak sengaja bicara tentangmu dan asmodeus yang begitu khawatir tidak ingin kehilangan teman baru katanya" agares lalu melirik ke arah asmodeus yang sedang fokus.


Lalu tanaman rambat itu melepas dari badan Riziel yang artinya sudah selesai memulihkan dan agares juga selesai.


"Ingat jangan sampai terlalu memakai energi surga karena belum pulih sepenuhnya jadi gunakan energi spiritual neraka saja mengerti" agares yang mengancam Riziel.


"Ya terimakasih bantuannya karena telah menyembuhkanku" Riziel yang begitu berterimakasih sudah ada yang mengingatnya.


"Untunglah kau baik baik saja Riziel" asmodeus yang langsung memeluk Riziel di hadapan agares.


"Ya lepaskan!" Riziel yang sesak.


"Ahh iya dan lain kali main ke neraka jika sudah pulih kami semua menunggumu" asmodeus melepaskan pelukannya.


"Heh baiklah" Riziel yang senang.


Lalu agares dan asmodeus langsung kembali sedangkan Barier api langsung hancur dan mata Riziel kembali semula.


******


Lalu seseorang datang untuk memeriksa keadaan Riziel yang sudah bangun dari pingsannya.


"Ternyata sudah bangun ini dari titipan dari seseorang" Pak hadi memberikan air minum dan obat.


"Terimakasih pak dan apa yang terjadi denganku pak?" Riziel yang menerima airdan obatnya.


"Kau pingsan dan ini di dalam uks lalu tadi di bawa kemari oleh anak perempuan dan berandalan kalau tidak salah dozen" Pak hadi adalah guru paling baik di satu sekolah ini.


"Baiklah pak terimakasih informasinya" Riziel lalu menyimpan obat di saku celana.


"Apa sudah baikan?" Pak hadi yang mencoba mengecek kondisi Riziel.


"Lumayan pak dan sekarang apakah waktunya sebenarnya lagi pulang?" Riziel begitu ingin tau.


"Ya sebentar lagi dan kau beruntung harusnya pembekalan tapi kau tidak Riziel" pak hadi yang meledek Riziel.


"Haha ternyata bapak tau namaku ya" Riziel yang terkejut bisa di kenal oleh guru.


"Ya saya mendengar dari seorang perempuan memanggil namamu dengan Riziel jadi bapak coba pastikan dan benar kau adalah murid yang menjadi perwakilan sekolah" Pak hadi yang begitu senang dengan bisa melihat muridnya sebagai perwakilan sekolah.


"Begitu maaf merepotkan bapak" Riziel langsung tidak merasa enak.


Lalu setelah bicara lalu terdengar bel pulang berbunyi setelah itu pak Hadi juga langsung membereskan barangnya di uks.


Setelah itu 2 orang perempuan berjalan bersama menuju uks untuk mengecek kondisi Riziel.


Riziel yang langsung ingin bangun dari tempat tidur uks itu melihat sakura dan alice masuk ke dalam uks.


"Riziel akhirnya kau sadar!" Sakura yang langsung mendekati Riziel sambil memeluknya.


"Heh aku sesak!" Riziel yang kesal sudah 2 kali.


"Sabarlah sakura Riziel mungkin baru saja bangun" alice yang menarik baju sakura ke belakang hingga sedikit menjauh dari Riziel.


"Ohh ya ini tasmu Riziel serta barangmu di kelas" sakura yang langsung mengambil tas Riziel yang di bawa alice lalu memberikan kepada Riziel.


"Ini materi pembekalan hari ini silahkan di hapalkan" Alice dengan muka liciknya yang ingin menyiksa Riziel.


"Ya ampun banyak sekali alice!" Riziel langsung menerima tas dan tumpukan kertas materi lumayan banyak soal.


"Sabar Riziel ini baru cobaan pertamamu bukan olimpiade matematika langsung" Alice yang terus menerus mengejek Riziel.


"Ahh aku tidak peduli dan terimakasih sudah membawakan tas dan materinya sakura, alice" Riziel yang mulai berdiri sambil memasukkan materinya sekaligus air minumnya ke dalam tas lalu setelah selesai langsung memakai tasnya.


"Apa kau baik baik saja sekarang Riziel?" Sakura yang memastikan Riziel sudah baikan.


"Sudah kok santai saja" Riziel yang langsung berdiri dan mencoba berjalan.


"Aku peringatkan sakura menjauh dari Riziel karena Riziel terkena masalah karenamu" alice yang mulai tidak menyukai sakura.


"Hei santai saja dan jangan begitu kepada sakura karena aku baik baik saja" Riziel yang langsung merangkul leher sakura.


"Terserah kau saja" alice langsung kesal dan pergi berjalan pulang.


"Tidak apa-apa Riziel denganku suka terkena masalah akibatku?" Sakura yang terlalu mendengarkan alice.


"Santai saja dan ayo pulang" Riziel langsung mengajak sakura pulang.


"Yasudalah dan pak kami pulang dahulu permisi" sakura yang bicara kepada pak hadi yang sedang membereskan barang.


"Baiklah hati hati di jalan kalian berdua" Pak hadi yang melihat Riziel sudah pulih sangat senang.


"Ya pak" Riziel menjawab lalu berjalan berdua dengan sakura untuk pulang.


"Kenapa kau tidak ingin menjauh dariku?" Sakura yang ingin tau.


"Bukankah itu sudah jelas kakakmu yang memintaku menjagamu masa aku sebagai laki laki malah menjauhimu demi melindungi diriku sendiri dan itu namanya bukan laki laki" Riziel yang mulai mengatakan sebenarnya.

__ADS_1


"Iya iya terserah kau saja hmph" sakura yang kesal jawaban Riziel masih saja sama.


Lalu sakura dan Riziel berjalan bersama untuk pulang tanpa gangguan lagi dan berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya.


__ADS_2