Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 8 ] : Hidup Bukanlah Hal Yang Mudah


__ADS_3

Sakura yang merasakan hari yang sangat membuat dirinya sendiri senang dengan liburan selama 1 minggu jauh dari rumah bersama keluarganya.


Sakura yang mencoba mencoba berselancar seperti Riziel sepertinya sangat menyenangkan dan mencoba mendekati ombak laut yang datang mendekatinya.


"Apa aku bisa melakukannya seperti Riziel?" Sakura yang ragu dan gagal melihat ombak mendekati.


Sakura yang langsung mencubit pipinya untuk tidak ragu karena sakura berlibur ke pantai untuk melupakan masalahnya sementara dan menyenangkan dirinya.


Lalu ombak laut mulai mengangkat selancar yang di pakai sakura dan sakura yang langsung sedikit takut karena tinggi lalu mencoba berdiri setelah itu melihat pemandangan pantai daratan terlihat begitu banyak orang di sana.


Setelah itu sakura mencoba melambaikan tangannya kepada yang lainnya karena semoga saja terlihat karena di dalam sakura berselancar di atas ombak laut sangat menyenangkan.


"Ayah, ibu aku bisa melakuka---" sakura yang tidak konsentrasi menyebabkan terjatuh dari selancarnya.


Sakura yang terkejut secara spontan badannya tidak bisa kembali ke permukaan air laut setelah itu gelang yang di pakainya langsung mengeluarkan energi spirit pelindung menyelimuti badan sakura.


"Siapapun tolong aku, aku tidak mau mati di sini" sakura yang mulai menangis dalam dirinya.


*****


Riziel yang melihatnya langsung terkejut bersamaan bersama keluarganya yang melihat kejadian tersebut.


"Kakak kemana?" Sakira adiknya melihat Riziel mau pergi.


"Tunggu di sini sebentar, Dasar gadis bodoh menyusahkan saja" Riziel langsung berlari ke arah laut untuk menolong sakura yang terjatuh dari selancarnya.


"Baik kak" sakira yang tidak mengerti sikap kakaknya.


Lalu Riziel berenang untuk menolong sakura dan saat di bawah laut langsung mengeluarkan rantai dari dalam tangannya untuk menariknya mendekat.


"Ketemu juga kau" Riziel yang langsung membuat rantai yang terhubung ke tangannya langsung mengikat pada tangan sakura lalu langsung menariknya untuk mendekat.


Lalu Riziel yang berhasil menangkap tangan sakura langsung menggangkatnya ke permukaan.


"Hahhh sakura baik baik saja?" Riziel yang begitu khawatir kepada sakura.


Sakura sudah tidak sadarkan diri lalu seseorang penjaga pantai langsung melemparkan pelampung kepada Riziel.


"Terimakasih banyak" Riziel langsung memasangkan pelampung kepada sakura lalu membawanya ke daratan menuju.


Sakura yang sudah di bawa ke tempat yang aman bersama keluarganya tinggal menunggunya bangun saja dari pingsan saja untuk sementara.


"Maaf ya nak Riziel anak ibu suka menyusahkanmu selalu" ibu sakura masih terkejut dengan kejadian sebelumnya.


"Bukan apa-apa dan sebaiknya aku harus membuat sakura melupakan kejadian sebelumnya karena sakura selalu menyalahkan dirinya sendiri" Riziel yang berbicara meminta ijin kepada orangtuanya sakura.


"Baiklah sebagai ayahnya mengerti apa yang kamu maksud nak Riziel" ayah sakura yang tidak ingin anaknya selalu sedih.


"Baiklah anggap saja yang sebelumnya tidak terjadi" Riziel langsung memasuki pikiran sakura lalu menyegel ingatan sebelumnya selama 2 minggu.


"Apa sebentar lagi sakura akan bangun?" Ibu sakura yang sangat khawatir.


"Iya tidak apa hanya terkejut saja" Riziel langsung keluar dari pikiran sakura.


Lalu 5 menit kemudian akhirnya sakura bangun di pangkuan ibunya sambil mengusap rambutnya yang mulai kering.


"Aku tertidur dari tadi bu?" Sakura yang bertanya kepada ibunya.


"Iya kamu kecapean bermain dengan adik Riziel" ibu sakura yang membohongi sakura.


"Bu aku lapar apa bawa makanan?" Sakura yang benar benar tidak ingat kejadian sebelumnya terjadi.


"Kebiasaan anak ibu banget untung ibu bawa beberapa camilan untuk cadangan kamu lapar dan cuci tangan oleh air bersih di botol dulu" ibu sakura yang senang bisa melihat anaknya ceria lagi.


"Ibu yang terbaik hehe" sakura yang mulai bangkit dan melihat Riziel sedang menemani adiknya bermain dari kejauhan.


"Kamu kan anak ibu masa gak tau sifat anaknya sendiri" ibu sakura lalu mengeluarkan biskuit dan memberikan kepada anaknya.


Di sisi lain Riziel bersama adiknya yang selesai membuat istana dari pasir pantai sudah jadi dari sekian lama.


"Hore akhirnya jadi juga kakak" sakira yang sangat senang berhasil membuat istana pasir dengan bantuan Riziel.


"Ya akhirnya selesai juga bagaimana jika kembali ke ayah dan ibu karena sudah mulai mendekati sore" Riziel mulai mengajak adiknya kembali.


"Iya kak dan aku juga sudah mulai lapar" sakira yang sudah mulai lapar.

__ADS_1


"Baiklah ayo kembali" Riziel langsung berjalan kembali menuju orangtuanya.


"Ohh ya kak, apa kak sakura sudah bangun?" Sakira yang ingin tau keadaan sakura.


"Sepertinya sudah bangun sudah lama lihat saja nanti jika sudah sampai sana" Riziel sambil tersenyum melihat tingkah adiknya yang jarang di perhatikan oleh Riziel.


Lalu sampai di tempat semuanya berada sedang istirahat lalu sakira langsung berlari mendekati orangtuanya untuk meminta makanan.


"Yo sakura sudah bangun ternyata dari tidurmu?" Riziel langsung menyapa sakura yang sedang bermain handphone.


"Ahh Riziel iya sudah lama sih dan kau terlalu asik bersama adikmu" sakura langsung sigap menyembunyikan handphonenya.


"Haha maaf, kenapa handphonemu di sembunyikan begitu?" Riziel yang sangat ingin tau yang di sembunyikan.


"Ti-tidak a-ada hal penting!" Sakura yang sedang menonton video saja.


"Baiklah karena sudah kembali bagaimana kembali ke vila untuk istirahat karena sudah sore?" Ayah Riziel menyarankan untuk istirahat.


"Baiklah sudah pegal juga sih lama lama" ayah sakura yang setuju juga.


Lalu semuanya yang langsung membereskan barang barang untuk kembali ke villa untuk istirahat.


Setelah sampai di villa lalu Riziel langsung pergi ke dalam kamarnya sendiri lalu tiduran di atas tempat tidurnya karena lelah tegak terus menemani adiknya bermain di tambah lagi kejadian sakura.


Tok! Tok! Tok!


"Siapa lagi sih sedang istirahat ganggu saja!" Riziel langsung bangun dan membuka pintunya.


"Ini aku sakura maaf ganggu boleh aku masuk?" Sakura yang entah apa tujuannya datang.


"Ehh boleh saja sih tapi agak berantakan belum sempat aku bereskan" Riziel yang membiarkan sakura masuk.


"Tidak apa-apa hanya ingin bicara denganmu saja berdua" sakura yang ingn berbicara sesuatu.


"Baiklah boleh saja tentang apa?" Riziel kembali duduk di atas tempat tidurnya.


"Riziel kenapa kau tidak membenciku seperti semua orang kepadaku?" Sakura yang ingin tau jawaban dari Riziel sendiri.


Sakura lalu duduk di sebelah Riziel di atas tempat tidur karena ingin membicarakan berdua karena tau Riziel juga dulu pernah mengalami di benci murid sekolah sampai sekarang.


"Lalu kenapa saat aku pertama kali meminta tolong untuk bertemu arwah kakakku kau menghindari sekaligus marah?" Sakura yang menahan tangisannya untuk berusaha kuat.


"Sebelum aku mendapatkan kekuatan ini aku berfikir mustahil untuk mencari arwah yang sudah lama mati dan saat sudah mendapatkan kekuatan spiritual ini aku dapat tugas sama seperti mencari arwah seperti itu dan sangat mudah sekali" Riziel yang memberitahukan perjuangan dulu.


Riziel yang langsung memunculkan kembali Death Book yang sudah jarang sekali di keluarkan semenjak pertarungan dengan Raja iblis Cheonma.


"......" Sakura yang masih tidak ingin bicara.


"Dan saat itu pula aku tidak menyangka kau berani untuk chat ke Whatsappku dari dozen sendiri dan aku menerima untuk mencari kakakmu di sisi lain aku mengerti rasanya di benci orang di sekitarmu jadi aku memutuskan untuk mendekatimu agar tidak kesepian lagi" Riziel yang tersenyum sambil mengusap kepala sakura agar tidak marah kepadanya.


"Tapi apa kau membenci mereka? Kenapa kau malah lebih memilih untuk melindungi manusia bukankah mereka selalu msmbencimu?" Sakura yang bertanya setelah sudah di jelaskan oleh Riziel.


"Di dalam kehidupan pasti ada kesulitan, meskipun mereka membenciku karena aku indigo aku tidak peduli karena hukum karma selalu ada jika semua orang bahagia dunia tidak akan stabil jadi jangan pedulikan omongan mereka" Riziel yang menjelaskan kepada sakura.


"Pasti itu alasan saat menolong semua manusia dari kehancuran dengan menutup wajahmu dengan kain Spiritual ya?" Sakura yang mulai mengerti perasaan Riziel.


"Ya begitulah meskipun ada beberapa orang yang melihat wajahku saat pertarungan dengan Cheonma sih tapi tidak peduli sih asal mereka jaga mulutnya" Riziel yang tidak terlalu peduli dengan hal itu sendiri.


"Pfft itu memang Riziel yang aku kenal" sakura yang mulai tertawa dan ceria kembali.


"Tetaplah jadi sakura yang aku kenal jangan berubah" Riziel yang langsung memberitahukan kepada sakura.


"Tidak akan kok, dan Riziel apa kamu masih menyukaiku?" Sakura yang mulai menanyakan kembali.


"Hm bagaimana sakura itu ceria, manis, cantik, suka menyusahkan orang, selalu membuat orang susah, tapi aku baru pertama kali menyukai orang sepertimu" Riziel yang sedikit meledek sakura.


“Iihh Riziel menyebalkan!, Kau itu mau meledek atau memuji sih hmph!” Sakura yang langsung mencubit pinggang Riziel dengan keras.


“Iya maaf bercandanya kelewatan, sekarang lepas sakit cubitanmu” Riziel yang kesakitan karena kelepasan bercanda.


“Yaudah aku maafkan karena kau sering menolongku, ohh ya sebentar lagi masuk sekolah ya?" Sakura yang langsung memberitahukan kepada Riziel.


“Entahlah aku jarang cek handphone malas” Riziel yang langsung mengeluarkan handphone.


“Sebenarnya aku masih takut kalau harus masuk sekolah lagi karena teman 1 biasa kelasku suka menggangguku" sakura yang bicara sambil menghadap ke Riziel.

__ADS_1


“Aku tau tentangmu kok dan lebih baik jangan berfikir yang tidak tidak!” Riziel yang mengancamnya karena sudah terlihat isi pikirannya.


“Iya tidak akan tapi apa aku bisa menjalani sekolah selama 2 tahun ini?” Sakura yang merasa dirinya sendiri sudah tidak kuat menahan bebannya sendiri.


“Dengar berapa banyak orang yang membencimu dan mereka hanya 3 persen dari total jumlah orang di dunia ini, tidak mungkin semua orang membencimu mengerti?” Riziel yang memberikan paham kepada sakura.


“Iya tapi di sisi lain kamu setelah lulus sma ini ayahku mengajak bekerja bersama sedangkan aku orangtuaku menyuruhku untuk kuliah dan aku gak mau ini terjadi lagi padaku” sakura yang sudah menyerah.


“Akan aku pastikan masa depanmu cerah dimana semua orang di sekitarmu senang bersamamu dan untuk sekarang bertahan saja dahulu ok?” Riziel yang berjanji kepada sakura.


“Apa mungkin bisa terjadi?” Sakura yang masih belum percaya.


“Ya aku berjanji karena orang yang di hadapanmu berbeda dengan yang lain karena aku spesial” Riziel yang masih menyemangati sakura.


“Baiklah aku percaya dan janji harus di tepati ya?” sakura yang menunjukkan janji jari kelingking.


“Ya janji, sekarang kembali sana istirahat sudah hampir malam” Riziel yang masih teringat kehancuran selanjutnya yang sering terlihat di mimpinya selalu.


"Baiklah aku pergi dahulu dan terimakasih sarannya" sakura yang mulai kembali senang.


"Ya tidak masalah" Riziel langsung membuka handphone dan melihat banyak sekali notif dari grup kelasnya.


Lalu sakura yang langsung pergi menuju kamarnya sendiri dan malam hari yang begitu tenang dengan damai yang sangat di inginkan.


Lalu Riziel langsung melakukan pelepasan roh untuk menyimpan tubuh aslinya di atas tempat tidur dan roh spiritual Riziel pergi menuju alam Nirvana.


"Hahh sudah lama sekali tidak kesini dan kemana Felysia biasanya berjaga?" Riziel yang sampai di alam Nirvana.


Lalu seorang malaikat baru datang menghampiri Riziel yang baru sampai disana dengan wajah seperti sedang mencari seseorang.


"Um maaf apa yang sedang kau cari?” malaikat baru seperti seumuran Riziel langsung memberanikan bertanya tujuan Riziel.


"Ahh sepertinya ini pertama kali aku bertemu denganmu?” Riziel yang baru pertama kali melihat malaikat di hadapannya.


"Ehh iya dan siapa namamu? Apa kau iblis?” malaikat yang masih memberanikan diri untuk bertanya.


"Aku bukan iblis dan namaku Riziel Yora” Riziel yang langsung membuka kain yang menutupi mukanya.


"Ehh Riziel yang melenyapkan raja iblis Cheonma seperti yang di katakan oleh Seraphim?” malaikat yang terkejut ternyata orang yang di hadapannya adalah Riziel sang penyelamat dunia.


"Ya itu benar aku, boleh aku masuk?” Riziel yang sudah malas menunggu.


"Bo-boleh dan maafkan sikapku sebelumnya mohon di maafkan” malaikat yang langsung meminta maaf langsung kepada Riziel.


Lalu saat Riziel ingin hendak memasuki gerbang surga lalu datang aiko aniingnya dalam wujud Cerberus bersama dengan Felysia dan Zanna.


"Riziel sudah lama tidak bertemu" Felysia yang cukup senang melihat Riziel datang sambil turun dari atas tubuh Aiko.


"Ya tapi kalian baik baik saja sejak kejadian sebelumnya haha” Riziel yang senang melihat semuanya baik baik saja.


"Ya pastinya ini berkatmu juga sudah melenyapkan raja iblis Cheonma dan dewa Arthur sangat berterimakasih padamu" Felysia yang sangat senang bisa bertemu lagi dengan Riziel.


"Tu-tunggu jadi dia adalah orang yang aku kagumi selama ini!" Seorang malaikat mungkin seumuran remaja biasanya.


"Ahh iya benar dan aku lupa memperkenalkan nama junior baruku namanya Kazuel lalu dia sangat mengangumimu Riziel" Felysia yang memperkenalkan juniornya kepada Riziel.


"Begitu aku tidak di sangka ada yang menggagumiku selain di dunia manusia selain anak anak haha" Riziel sambil mengusap kepalanya sendiri.


"Lalu bagaimana kondisi dewa Arthur sekarang?" Riziel yang menghawatirkan dewa Arthur yang di dalam mimpinya keberadaannya akan menghilang.


"Gug Groarh" Aiko yang sangat senang melihat Riziel berada di hadapannya.


"Kelihatannya mulai sedikit demi sedikit semakin lemah, surga dan neraka mulai ketat tidak boleh mengganggu dewa Arthur untuk istirahat setiap saat sambil di jaga oleh beberapa petinggi malaikat" Felysia yang sangat cemas kepada kondisi dewa Arthur yang semakin melemah.


"Maaf aku terlambat menyadarinya malah aku terlalu menikmati bersenang senang dengan keluargaku sendiri, Felysia tuntun aku menuju dewa Arthur aku tidak ingin dewa arthur lenyap dari dunia ini" Riziel yang ingin memberikan setengah kekuatan untuk dewa Arthur bertahan hidup.


Riziel yang langsung mengepalkan tangannya dengan keras sehingga Aiko yang sadar langsung mendekati Riziel dan juga Felysia yang mengerti perasaan Riziel langsung siap untuk mengantarkannya ke tempat dewa Arthur berada sekarang.


"Hahh baiklah akan aku antar dan Kazuel berjaga sampai aku kembali dan jangan biarkan siapapun masuk" Felysia yang langsung memutuskan untuk mengantar Riziel agar tidak ada salah paham sampai kesana.


"Baiklah akan aku coba jaga" Kazuel yang langsung bersemangat karena bisa bertemu dengan seseorang yang di kaguminya.


"Kerja bagus dan ayo pergi bersama" Felysia dan Riziel yang langsung naik ke tubuh Aiko dal wujud Cerberus.


"GRROAARRGG!" Cerberus itu langsung melesat pergi menuju tempat dewa Arthur berada dalam kondisi istirahat.

__ADS_1


Lalu Riziel bersama yang lainnya pun melesat pergi menuju tempat dewa Arthur berada dengan banyak sekali malaikat yang berjaga di setiap tempat.


__ADS_2