Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 17 ] : Mengatasi Trauma


__ADS_3

Riziel yang terbangun jam 07:23 yang lebih dari waktu bangun biasanya dan Riziel langsung terkejut.


"Oh ya libur dahulu sekolah untuk menemani mengatasi traumanya kenapa aku lupa sih!” Riziel yang sangat kesal dirinya bisa lupa oleh perkataan sendiri.


Tidak lama kemudian Sakira juga terbangun karena anak kucing yang ikut tidur dekat dengan lehernya yang membuat geli karena bulunya.


"Um kakak tidak sekolah?” Sakira yang melihat Riziel yang melihat arah jendela kamarnya sendiri.


"Oh sudah bangun, kakak libur beberapa hari dahulu” Riziel mencari alasan agar adiknya percaya.


"Begitu ya” Sakira yang menjawab dengan suara pelan.


"Yasudah cuci muka nanti kakak bawa berjalan jalan memakai motor ke suatu tempat” Riziel yang mendorong sakira untuk pergi ke kamar mandi.


"Baiklah kak” Sakira langsung turun dari tempat tidur.


Ketika Riziel bersama adiknya selesai mencuci muka langsung berjalan keluar kamar menuju ruang santai.


Sinta yang sedang bersantai di pagi hari yang sedang bersantai sambil menonton televisi sendirian.


Riziel berjalan sambil melihat handphone untuk melihat informasi terbaru grup kelas sambil meminta izin untuk istirahat.


"Hahh pastinya kejadian waktu itu akan tersebar dengan cepat menyusahkan saja!!” Riziel mengeluh di dalam hati sambil mengacak acak rambut bagian belakang.


Lalu sakira yang langsung melihat ibunya sedang bersantai langsung berlari mendekati ibunya yang sedang menonton televisi.


"Aduh ada apa ini?” Sinta yang langsung memeluk sakira sambil mengusap kepalanya dengan pelan.


"Tidak ada apa-apa dan dimana ayah?” Sakira yang mungkin masih dirinya masih takut akan hal sebelumnnya.


"Ayahmu sudah berangkat kerja dari jam 06:10 karena ada rapat tiba tiba” Sinta yang bicara sambil menonton siaran TV.


Ohh ibu ada disini dan apa ayah sudah berangkat?” Riziel yang baru sampai dan melihat Sinta bersama adiknya.


"Ya ada rapat mendadak dan juga ibu sudah buat surat izin tidak masuk sekolah sekarang sudah di titipkan kepada ayahmu jadi berangkat lebih pagi untuk memberikan surat izin kepada temanmu nak” Sinta yang langsung memberitahukan kepada Riziel.


"Ahh begitu ya” Riziel yang entah surat izin itu sampai atau tidak ke kelasnya sendiri karena semua murid terlihat membenci Riziel karena aneh semenjak awal masuk sekolah.


Riziel pun tanpa bicara apapun lagi langsung duduk di sofa dan ikut menonton televisi bersama.


"Bagaimana keadaan tubuhmu sekarang sudah baikan?” Sinta yang langsung mengubah pandangannya menuju Riziel.


"Sudah kok bu dan luka lebam sekaligus luka lainnya sudah sembuh total” Riziel yang bicara dengan sedikit terbuka kepada Sinta sebagai ibu kandungnya.


"Ohh ya ibu ingin dengar kabar ayah ibu disana?” Sinta yang sangat rindu dengan ayahnya yang sudah tiada.


"Uh maksud ibu kakek?” Riziel yang tidak mengerti perkataan Sinta.


"Iya maksud ibu kakekmu karena ibu sangat rindu dan ingin bertemu” Sinta yang tidak bisa menahan rasa rindunya kepada ayahnya yang sudah 5 tahun berlalu setelah meninggalnya.


"Kalau begitu bagaimana jika ibu ikut denganku dan sakira mau ikut tidak?” Riziel yang mempunyai rencana.


"Kemana?” Sinta dan sakira langsung bicara bersama.


"Rahasia dan pegang tanganku jika ingin tau” Riziel yang mencoba membujuk sakira agar mau.


"Huh baiklah” Sakira langsung duduk di sebelah kanan Riziel.


Lalu sakira bersama Sinta langsung memegang tangan Riziel dan Riziel mencoba mengalirkan juga energinya untuk mengeluarkan jiwa ibu bersama adiknya sekaligus melindungi wadah tubuhnya dari roh jahat yang mencoba merasuki tubuh.


Riziel yang selesai melepaskan jiwa adik bersama ibunya langsung membawa pergi pergi ke atas langit untuk mempertemukannya di surga.


*****


Disisi lain juga Sakura masih dalam keadaan koma di hari 4 masih belum ada perkembangan dan Sakura yang jiwanya di bawah alam sadar bertemu dengan kedua kepribadian yang tercipta oleh energi spiritual pemberian Riziel.


"Huh kenapa diriku sangat rindu pada kakakku lagi sekaligus melihat wajahnya langsung ya?” Sakura sambil menyentuh dadanya sendiri.


"Bagaimana kalau akan ku ajak ke surga jika kau ingin?” Gadis malaikat menawarkan kepada Sakura.


"Ehh apa itu bisa?” Sakura yang terkejut dengan jawaban kepribadian baiknya.


"Bisa saja karena diriku hanyalah energi spiritual suci bagaimana mau tidak?” Gadis malaikat masih menawarkan kepada Sakura.


"Em baiklah tapi aku masih ingin tinggal di dunia ini” Sakura yang tidak mau terpisah dengan tubuh asli selamanya.


"Tenang saja jangan takut dirimu masih bisa kembali jika kamu mau dan juga ada yang menjaga tubuh aslimu yaitu dia” Gadis malaikat itu langsung menunjuk kepada Dirinya yang punya kepribadian buruk.


"Ba-baiklah” Sakura langsung mengulurkan tangan kepada Gadis malaikat di hadapan sakura.


"Kalau begitu genggam tanganku dan biarkan diriku menyatu dengan jiwamu” Gadis malaikat membantu sakura untuk menemui kakaknya yaitu Zanna.


Sakura tanpa banyak bicara karena takut akibat merasakan tatapan mata dari kepribadian satunya yang memperhatikan dari kejauhan seperti membenci Sakura.


Sakura langsung menggenggam tangan dengan dirinya yang baik kemudian tubuh sakura bersatu bersama salah satu kepribadiannya.


Sakura yang pergi dari bawah alam sadar dengan keadaan bersatu dengan salah satu kepribadiannya dan saat sudah keluar dari alam bawah sadar melihat tubuh aslinya yang tertidur di atas tempat perawatan rumah sakit.


**** Surga POV ****


Felysia yang bagian berjaga di perbatasan surga untuk antisipasi para Iblis yang sering menerobos masuk ke dalam surga secara tiba-tiba.


"Huh bagian jaga kenapa terasa sangat malas dan Riziel jarang datang kemari?” Felysia yang merasa sangat kesepian.

__ADS_1


Lalu Felysia merasakan energi jahat dan baik yang mendekati surga membuat Felysia bersiap untuk berjaga sambil mengumpulkan energi surga di tangannya.


"Apa yang sebenarnya mendekat kema--”


Riziel dengan penampilan yang sama seperti sebelumnya bersama 2 orang yang tidak di kenal.


"Ternyata kau Riziel hampir saja diriku menyerangmu karena energimu sedikit berbeda” Felysia sambil mengembalikan energi Spiritual surga yang sudah di kumpulkan.


"Haha begitukah dan bagaimana kabarmu sudah lama tidak bertemu?” Riziel yang langsung membawa adik bersama Ibunya turun di tempat Felysia diam.


"Baik tidak ada yang berubah sejak kau pergi hanya saja aku sedikit kesepian dan siapa mereka berdua yang kamu bawa Riziel?” Felysia yang terbawa suasana mengobrol dengan Riziel.


"Perkenalkan ini adik dan ibuku ingin bertemu kakekku bersama anak anak yang kemarin di dunia manusia meninggal karena penjualan organ manusial secara ilegal apa kau tau?” Riziel sambil mendekati Felysia dan membisikkannya dengan pelan agar tidak ketahuan oleh adik Riziel.


"Ya aku ingat dan Riziel energi negatif tidak baik untuk manusia tau hmph!” Felysia langsung menyucikan energi negatif Riziel dari jiwa adik bersama ibunya dengan energi suci surga.


"Bukankah kau mengerti aku hanya punya itu saja” Riziel yang sambil mengeluh.


"Ya ya jangan ganggu diriku dahulu” Felysia yang mencoba untuk konsentrasi untuk membersihkan energi negatif.


Riziel yang diam hanya memperhatikan dan sakira bersama sinta yang tidak mengerti siapa yang mengajak bicara Riziel seketika datang seseorang dengan penampilan berbeda.


"Bukankah itu Riziel?” Sakura yang terkejut Dengan Riziel.


"Sakura!, Kenapa kau bisa kemari?” Riziel yang terkejut dengan kehadiran sakura dengan penampilan berbeda.


"Hei! Sudah diamlah dahulu apa kalian mau masuk?” Felysia yang menghentikan pembicaraan Riziel.


"Biarkan kakak masuk” Sakira yang tidak ingin kakaknya sendirian bersama orang asing.


"Masuk saja karena kakak tidak bisa masuk ke dalam sana dan masuklah bersama ibu saja” Riziel yang harus mempunyai Izin dewa Arthur.


"Tidak mau aku mau bersama kakak!” Sakira yang masih khawatir dengan Riziel.


"Sudahlah nak biarkan kakak diam disini saja dan ibu ada disini jangan takut” Sinta sambil memegang tangan sakira.


"Baiklah” Sakira menurut dengan wajah sedikit murung dan kecewa.


"Baiklah ini untuk ibu dan adik Riziel pakailah” Felysia langsung memunculkan 2 Collar time kepada adik dan ibu Riziel.


Lalu Felysia langsung memasangkan kalung Collar time kepada ibu dan adik Riziel untuk batas waktu di dalam surga.


"Baiklah Riziel apa kau mau diam disini?” Felysia yang membutuhkan seseorang untuk berjaga.


"Ya diam disini sambil mengobrol dengan sakura” Riziel ingin mendengar penjelasan sakura sendirian.


"Kalau begitu jaga sebentar meskipun kau tidak boleh melakukan itu tapi aku memberikan izin berjaga sebentar sebagai pengganti diriku” Felysia yang mempercayai Riziel untuk berjaga.


"Baiklah serahkan padaku” Riziel yang bersyukur masih ada yang percaya kepada Riziel.


"Tu-tunggu bisakah aku minta tolong panggil kakakku juga kemari?” Sakura yang langsung meminta bantuan untuk memanggil kakak sakura yaitu Zanna.


"Tunggu saja sebentar lagi datang” Felysia yang tidak salah ingat Zanna sedang berkeliling bersama aiko anjing Spiritual milik surga.


Riziel bersama sakura berdua dengan Felysia pergi bersama ibu dan adik Riziel sedangkan Riziel sangat canggung tidak tau harus bicara kepada sakura.


"Em Riziel terimakasih sudah mau menyelamatkan hidupku bersama orangtuaku waktu itu” Sakura yang langsung angkat bicara.


"Ahh iya bukan masalah dan kenapa kau bisa disini sakura?” Riziel yang masih merasa aneh tiba-tiba sakura bisa datang kemari dengan sendirian.


"Bagaimana ya menjelask---” Tiba tiba diri sakura yang sudah menyatu langsung mengambil alih kesadaran sakura sementara.


"Saya energi yang terlahir dengan energi spiritual anda dan tercipta dari emosi pemilik tubuh ini” Diri Sakura yang langsung bicara kepada Riziel.


"Hm baiklah kembali aku ingin bicara pada sakura” Riziel yang tidak percaya hal ini terjadi.


Lalu diri sakura yang asli langsung kembali lagi sadar dan ingin bertanya kenapa Riziel waktu itu bersikap berbeda Dan saat ini adalah waktunya.


"Ri-riziel boleh aku tau kenapa waktu itu kenapa sikapmu aneh saat liburan?” Sakura yang ingin tau penjelasan dari Riziel sendiri.


"Ya itu lihatlah saja sendiri” Riziel langsung memunculkan bola ingatan kejadian saat di berikan pilihan oleh dewa Arthur.


"Baiklah jika itu membuatmu baikan akan aku lihat sendiri” Sakura langsung duduk dekat Riziel yang berdiri untuk berjaga sambil sakura menyentuh bola ingatan yang diberikan Riziel.


Riziel yang terlalu malas menceritakannya lalu tidak lama sakura diam di sebelah Riziel kemudian sesuatu yang besar mendekati perbatasan dari dalam surga.


Gog! Gog! (Tuan anda kemari?)


"Ya sekali sekali” Riziel yang menjawab Aiko yang bicara.


"Riziel kenapa kau disini?” Zanna yang sudah lama tidak bertemu Riziel sedikit merasa berbeda dengan dulu.


"Hanya mengantar ibu dan adikku yang ingin bertemu yang di rindukan seseorang yang sudah meninggal” Riziel sambil diam memperhatikan sekitar.


Tidak lama kemudian sakura yang melihat ingatan Riziel seketika langsung berdiri menghadap kepada Riziel.


"Riziel maafkan aku tidak tau masalahmu selama ini dan maukah maafkan aku?” Sakura yang sangat merasa bersalah sebelumnya.


"Jangan di pikirkan lagi pula itu urusanku jangan meminta maaf” Riziel langsung mengusap kepala sakura dengan lembut.


"Maaf aku terlalu ingin di puji olehmu Riziel karena itu pertama kalinya belajar masakan jadi maafkan aku” Sakura yang tidak menghiraukan sekitarnya langsung memeluk Riziel.


"Ehem tadi kata Felysia ada yang menungguku disini tapi malah berduaan menghiraukanku disini!” Felysia yang kesal seperti tidak ada yang menyadarinya keberadaannya sekarang.

__ADS_1


"Ehh...ah kakak sejak kapan ada disini?” Sakura yang malu ketahuan oleh kakaknya sendiri dan Sakura langsung menjaga jarak kepada Riziel.


"Sudah sejak disini” Zanna yang langsung sengaja untuk bercanda.


"Kak aku sangat senang bisa melihat kakak kembali andaikan ayah dan ibu bisa melihat kakak pasti sangat senang” Sakura yang perasaannya sudah sangat senang bisa melihat kakaknya yang sudah meninggal sangat lama.


"Hahh bagaimana keadaan sekolahmu masih sering di sering di goda oleh para siswa sekolahmu dan sering di bully oleh para siswi sekolah juga?” Zanna yang mengejek Sakura.


"Kakak sudah cukup jangan katakan lagi hmph” Sakura yang memang kehidupannya begitu sering terkena masalah.


"Bercanda sekarang adikku tidak cengeng lagi seperti dulu lagi dan terimakasih Riziel sudah mengubah kehidupan adikku akhir akhir ini merepotkanmu” Zanna yang senang bisa melihat adiknya sudah berubah.


"Kakak aku bukanlah anak kecil lagi dan juga Riziel adalah orang yang sangat baik di bandingkan murid lain yang hanya ingin berpura pura saja” Sakura yang mengatakannya dengan ada Riziel di situ.


"Terserahlah ingin mengatakan apapun” Riziel yang memerima pujian dari sakura namun Riziel merasa dirinya membantu banyak kepada sakura.


Riziel yang terus menyimak pembicaraan Sakura bersama Zanna namun di sisi lain seorang Iblis yang berjaga memperhatikan Riziel dengan mengeluarkan hawa membunuh dari kejauhan.


"Sakura segera kembali ke tubuh aslimu karena orangtuamu sangat menghawatirkan kondisimu sekarang” Riziel yang tidak ingin melihat keluarga sakura tambah khawatir.


"Ya setelah ini aku akan kembali jadi jangan khawatirkan aku lagi” Sakura bicara dengan lembut.


GGRRR!


Aiko yang menggeram sendiri karena merasakan energi negatif yang mendekat untuk melenyapkan sasaran yaitu Riziel.


"Ada apa ai--,...Keugh!” Riziel yang langsung terkejut iblis langsung muncul di hadapannya langsung menghantam Riziel hingga menabrak perbatasan Surga.


"Riziel! Bertahanlah” Sakura yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Akhirnya diriku bisa menghajarmu sekarang haha!” Iblis itu adalah Zalanbur salah satu bawahan Morno yang masih bebas.


"Cih majulah dan Zanna bawa sakura masuk biarkan aku mengurusnya bersama Aiko” Riziel yang langsung memaksa diri untuk berdiri.


"Tidak ada yang boleh pergi dari sini siapapun kecuali kalian ingin lenyap” Zalanbur langsung mengancam yang berada di perbatasan surga.


Zalanbur langsung menggandakan dirinya menjadi banyak di hadapan Riziel, Sakura, Zanna dan Aiko.


"Dari awal diriku sangat membencimu karena kau seharusnya tidak layak berada disini jadi Lenyaplah dari hadapanku mulai sekarang!”


‘LIGHTNING SPEAR DESTRUKTION..!’


"Zanna tetaplah di belakangku bersama sakura sekarang!” Riziel yang hanya bersiap menahan semua Spear sebisa mungkin.


"Baiklah Riziel berhati-hatilah” Zanna yang tidak ada cara lain selain berlindung karena dirinya hanyalah arwah.


‘RELEASE.!!’ Zalanbur langsung melemparkan semua Lighting Spear kepada Riziel.


‘Greed Barier..!’ Riziel langsung membuat 5 lapisan Barier untuk bertahan.


Bam! Bam! Bam! Krak!


"Gawat!, Riziel bertahanlah sebentar biarkan aku membantu sebisaku” Sakura yang langsung mencoba membantu menahan Riziel.


Lalu sekumpulan energi suci dari jiwa Sakura keluar dan membantu menciptakan Barier tambahan.


"Dasar manusia! Ini bukanlah urusanmu jadi jangan mengganggu!!” Zalanbur yang kesal langsung menambah banyak Spear lagi yang berjumlah ribuan.


"Uhuk dia bukanlah lawanku sekarang dan juga kekuatanku dulu sudah tidak bisa di gunakan lagi jadi pergilah biarkan aku sendiri menahannya” Riziel yang sudah tidak kuat menahan tabrakan kekuatan sangat besar membuat dirinya terkikis sedikit demi sedikit.


"Tidak akan! Aku tidak akan lari lagi” Sakura yang membenci perkataan Riziel yang sangat membuat sakura tersakiti tidak berguna.


Lalu Aiko langsung pergi setelah mendengar perkataan Riziel untuk meminta bantuan di dalam surga kepada para petinggi malaikat.


"Biarkan diriku melihat berapa lama kalian akan bertahan” Zalanbur langsung menyatukan sebagian Spear dan menjadi besar.


Bam! Bam! Krak-Trak!


Satu persatu Barier hancur hingga tersisa dua lapisan saja kemudian Riziel langsung mengeluarkan senjatanya sendiri yaitu Twin Crescent untuk bertahan.


"Sekarang hancur dan lenyaplah..!” Zalanbur langsung melemparkan satu persatu dari 3 Spear besar untuk menghancurkan 2 lapisan Barier.


Bam! Lapisan kedua hancur.


Bam! Lapisan pertama juga hancur.


"Berisik dasar Iblis Bangs*t!” Riziel yang langsung melompat untuk mendekati Iblis Zalanbur.


"Kau yang seharusnya lenyap dari hadapan..!!” Zalanbur langsung melemparkan Spear terakhir.


‘Lethal Scythe..!!’ Riziel yang langsung langsung memanjangkan Twin Crescent.


Duaarr!!


"Kau hebat bisa memberikan luka fatal bagiku namun kau melupakan hal yang diriku persiapkan untukmu” Zalanbur langsung mengarahkan kepada Riziel di dekatnya.


Bam! Bzztt!


"Aarrgghh i-kutlah bersamaku” Riziel yang masih tidak mau merasa kalah meskipun sudah terkena serangan petir hingga merusak Pakaiannya.


‘Dark Spirit : Dark Fire..!!’ Riziel langsung menarik Zalanbur menggunakan rantai kemudian ikut membakar di bakar oleh Riziel dengan api hitam.


Kemudian Riziel yang kehilangan kesadaran kemudian terjatuh di antara dua perbatasan bersama Zalanbur menuju dunia manusia.

__ADS_1


"Tidak jangan lagi” Sakura yang tidak mau lagi melihat kejadian seperti ini.


Lalu kedua orang langsung datang melesat dan berhasil menangkap Riziel bersama Zalanbur yang hampir terjatuh menuju dunia manusia yaitu Dante dan Seraphim.


__ADS_2