
Riziel yang sudah selesai dengan memakai baju sekolahnya lalu pergi menuju ruang makan untuk sarapan pagi dan di ruang makan pas sekali 1 keluarganya sudah menunggu kecuali Riziel yang belum datang.
"Selamat pagi ayah, ibu, dan adik kakak yang baik" kagami yang bersikap lembut kepada keluarganya.
"Kakak" sakira yang melihat kakaknya langsung mendekati Riziel.
"Dasar manja dan kapan besarnya manja terus" Riziel yang mencubit pipi adiknya.
"Nanti besar menjadi kakak yang hebat" sakira yang berbicara sambil di gendong oleh Riziel menuju tempat makan.
"Ohh iya nak sekarang akhir bulan sebentar lagi ayah gajian kau ingin apa?" Kirota yang berbicara.
"Tidak tau ayah kan Riziel juga punya hari ini mungkin gajinya akan diberikan" Riziel yang berbicara kepada ayah dan ibunya lalu Riziel duduk di kursi kosong dan adinya berada di depannya.
"Ayah lupa itu dan nanti akan di belikan apa?" Kirota yang bertanya lagi.
"Disimpan mungkin" Riziel yang menjawab sedikit pusing.
"Sudah sudah itu terserah anak kita saja mau di apakan asal yang tidak macam macam dan sekarang waktunya sarapan sebelum kalian bertiga telat bekerja dan sekolah" sinta yang mulai mengingatkan kepada Riziel, sakira dan ayahnya yaitu kirota.
Setelah mereka semua makan bersama lalu setelah selesai makan Riziel langsung berpamitan pergi duluan untuk pergi menuju sekolah.
"Ayah, ibu aku pergi dahulu baru ingat ada kegiatan di sekolah" Riziel yang langsung berbicara.
"Baiklah hati hati di jalan" sinta yang berbicara kepada Riziel.
"Guk guk" aiko yang diam di rumah.
"Jaga rumah" Riziel berbicara kepada aiko.
Riziel pun langsung pergi mengambil motornya di garasi lalu bersiap dan pergi menuju sekolah.
Lalu setelah sekian lama di jalan tidak bertemu dengan sakura yang biasanya menunggu lalu Riziel memasukkan motornya ke tempat parkir lalu berjalan santai menuju kelasnya.
"Selamat pagi Riziel?" Suara perempuan yang Riziel kenal.
"Ah ternyata kau sakura dan selamat pagi juga" Riziel yang menjawabnya.
"Ohh ya ini buku komikmu dan aku sangat menyukainya komik horor apakah ada yang lain?" Sakura yang memberikan komik milik Riziel sambil bertanya lagi.
"Terimakasih dan mau lihat? Atau pinjam nanti pulang langsung ke rumahku?" Riziel yang mengambil buku komiknya dan memberikan pilihan kepada sakura.
"Hmm nanti aku pulang ikut denganmu deh" sakura yang telah memutuskan.
"Ohh ya kalau besok aku sedikit berubah sikapnya wajar aku sedang banyak pikiran tidak apa apa kan?" Riziel yang bertanya kepada sakura.
"Baiklah aku mengerti dan jangan terlalu memikirkan yang sulit nanti kau stress" sakura yang memberikan perhatian kepada Riziel.
"Ya aku tau itu tidak perlu di beritahukan juga dan bagaimana kerjanya sudah ada informasi?" Riziel yang masih berjalan bersama dengan sakura menuju kelas.
"Sudah kemarin malam mulai sekarang bisa bekerja jadi nanti pulang dan jam 5 berangkat kerja" sakura yang memberitahukan kepada Riziel.
"Jangan memaksakan diri kalau bekerja ingat dan tuh di depan kelasmu sana masuk" Riziel yang berjalan di jajaran lorong kelas.
"Ahh iya tidak terasa sampai jumpa nanti istirahat" sakura yang berbicara lalu masuk ke dalam kelasnya.
"Ya" Riziel langsung berjalan sendiri di lorong kelas.
Riziel yang berjalan menuju kelasnya dan sampai di kelasnya lalu duduk di kursi biasanya duduk dan juga baru sedikit murid yang datang.
Lalu Riziel membuka komiknya sendiri dan melihat ada kertas yang bukan miliknya dan di dalam kertas tersebut.
"Apa ini ada kertas apa pembatas yang sakura buat? Tapi ini sedikit berbeda" Riziel yang bertanya kepada dirinya sendiri.
Lalu Riziel membuka gulungan kertasnya dan terdapat tulisan 'Jika kau sudah membaca ini belarti buku ini sudah ada di Riziel dan terimakasih sudah meminjamkannya dan tetap semangat untuk menjalani hidup yang berbeda demi melindungi semuanya lalu semoga kau tetap semangat aku mendukungmu' dari sakura.
"Ternyata sakura sudah menyadarinya tapi kalau sakura tutup mulut yang pasti hanya sakura yang tau" Riziel berbicara di dalam hatinya.
Lalu Riziel langsung menyimpannya kembali di buku komiknya lalu membaca komiknya sambil menunggu jam masuk kelas.
Setelah sekian lama membaca akhirnya guru pun untuk mengajar pelajaran hari ini untuk terakhir kalinya.
Setelah sekian lama belajar yang sangat membosankan lalu Riziel menyimpan buku komiknya di dalam tasnya setelah itu pergi menuju kantin untuk membeli makanan untuk mengganjal rasa lapar di perutnya.
"Hahh lapar padahal tadi sarapan" Riziel yang berjalan menuju kantin sekolah.
"Riziel kau ingin ke kantin?" Sakura yang melihat Riziel melewati kelasnya.
"Huh ya begitulah dan kapan kau bisa tau tujuan hidupku?" Riziel yang berjalan menuju kantin.
"Oh kau sudah melihat yah? Dan padahal aku hanya menebak saja lalu apakah itu benar sama dengan pemikiranmu?" Sakura yang bertanya kepada Riziel.
"Ya aku sudah membacanya mungkin kau sedikit melihat sikapku yang aneh seperti waktu itu mungkin yah?" Riziel yang sedikit bertanya karena bisa mengetahui identitasnya.
"Mungkin bisa di sebut begitu jadi sedikit melenceng" sakura yang berbicara.
"Tidak apa apa dan akan aku beritahukan jika sudah waktunya jati diriku sebenarnya" Riziel yang berjalan sambil memperhatikan sakura.
"Ohh ya kau jarang buka handphone yah? Chatku tidak di balas terus" sakura yang kesal.
__ADS_1
"Ohh itu karena sudah jarang membuka handphone dan main game pun jarang males sih" Riziel yang berbicara.
Lalu sampailah di kantin yamg banyak sekali murid disana lalu Riziel pergi memesan makan bersama dengan sakura yang mengikutinya.
"Sakura tumben gak membawa makan di rumah?" Riziel bertanya kepada sakura.
"Itu ibuku sedang sakit dan sarapan pagi saja aku dengan roti selai saja" sakura sambil memesan makanan.
"Ohh begitu pantas mukamu lesu seperti tidak makan" Riziel juga memesan makanan.
"Kenapa sih ksu memperhatikanku terus?" Sakura yang kesal.
"Aku tidak memperhatikan hanya bosan melihat suasana di sini saja hanya tidak sengaja melihatmu begitu" Riziel yang berbicara.
Lalu Riziel setelah selesai memesan mie ayam dan sakura bakso kuah lalu Riziel membawa makanannya menuju meja kosong lalu seseorang mendekati Riziel ingin menjatuhkan Riziel tapi Riziel malah sebaliknya.
"Hei kau tidak apa apa?" Riziel dengan muka tidak berdosanya.
"Tidak apa matamu aku sudah jatuh bantuin lah!" Laki laki itu berbicara kasar.
"Maaf sedang membawa makanan" Riziel yang ingin melewatinya tapi kakinya lagi tidak mau diam lalu Riziel menginjaknya.
"Riziel duduk disana bagaimana?" Sakura yang mengajak Riziel.
"Baiklah mana saja" Riziel lalu melewati laki laki tersebut yang ingin menjahilinya.
Riziel pun duduk di meja tersebut bersama sakura dengan beberapa siswa yang tidak di kenalinya.
Riziel pun langsung makan sampai habis lalu tidak lupa minum juga dan berjalan untuk mengembalikan mangkuknya bersamaan dengan sakura.
"Nanti pulang aku harus menunggu di mana?" Sakura yang berbicara.
"Di kelas bolehmu sendiri boleh dan di parkiran boleh saja bebas" Riziel sambil membayar makanannya.
"Baiklah kalau begitu kau akan pergi ke kelas?" Sakura yang baru saja selesai membayar makanan.
"Ya pastinya nanti tunggu saja" Riziel langsung berjalan menjauh dari Kantin menuju kelasnya.
"Baiklah sampai jumpa" sakura yang buru buru masuk ke dalam kelasnya.
"Mungkin dia ada tugas buru buru sekali" Riziel yang berjalan di lorong sekolah yang sangat sepi.
Akhirnya sampai di depan kelas dengan aman tanpa gangguan lalu Riziel masuk ke dalam kelasnya seketika ketua kelasnya memberitahukan bahwa guru sedang rapat jadi tidak ada tugas dan di mohon diam di kelas dan jangan berisik.
Lalu Riziel yang sudah tau lalu langsung mengambil buku komiknya di dalam tas lalu membacanya tanpa adanya gangguan.
Setelah 2 jam menunggu waktu pulang lalu Riziel berjalan menuju tempat oarkir sambil memperhatikan kelas sakura yang sudah kosong lalu Riziel berjalan menuju tempat parkir menuju.
"Maaf sudah menunggu lama dan ayo naik" Riziel langsung mengajak sakura pergi.
"Tidak apa apa dan apakah langsung ke rumahmu?" Sakura yang sedikit ragu.
"Sudah jelas" Riziel menjawab lalu sakura naik ke motornya.
Lalu Riziel langsung pergi menuju rumah Riziel.
"Sakura kau kenapa diam saja atau kau ingin pulang dahulu?" Riziel yang bertanya kepada sakura.
"Pulang ke rumahku saja dahulu dan setelah itu baru ke rumahmu bagaimana?" Sakura yang memberikan pilihan lain.
"Baiklah aku tidak akan memaksamu" Riziel langsung mengendarai motornya dengan menambah kecepatannya.
Lalu setelah itu sampai di depan rumahnya sakura lalu Riziel menunggu di luar rumah sakura.
"Apakah tidak ingin masuk ke rumah dan ayahku juga belum pulang?" Sakura yang menawarkannya kepada Riziel.
"Tidak menunggu di luar saja dan jangan lupa bicara kepada ibumu" Riziel yang mengingatkan kepada sakura.
"Baiklah dan aku tidak akan lama" sakura lalu masuk ke dalam rumahnya.
Sekian lama lalu sakura dengan memakai baju yang sangat cocok dengannya dan terlihat cantik.
"Baiklah ayo Riziel dan ibuku sedang tidur baik baik saja" sakura yang menutup pintu rumahnya lalu berjalan mendekati Riziel.
"Ahh iya baiklah" Riziel yang baru saja sadar.
Lalu Riziel langsung pergi lagi menuju rumahnya sendiri dan setelah sekian lama akhirnya sampai di depan rumah Riziel lalu Riziel menyimpan motornya di sisi rumah.
Riziel pun membuka pintu rumahnya dan di sambut oleh aiko dan adiknya yang sudah menunggu.
"Kakak pulang" adiknya yang sangat manja sekali.
"Ayo sakura masuk" Riziel lalu membaww adiknya sedikit menjauh karena menghalangi jalan.
"Baiklah maaf" sakura ragu masuk ke dalam rumah Riziel.
"Ada tamu yah?" Kirota yang menyadari ada seseorang masuk.
"Ehh ada nak sakura kesini ada apa?" Ibunya yaitu Sinta yang menyadarinya.
__ADS_1
"Ahh hanya ingin pinjam buku komik milik Riziel" sakura yang berbicara.
"Tumben sekali Riziel jarang membacanya karena banyak sekali di dalam kamarnya" ayahnya berbicara kepada sakura.
"Tidak juga dan malah suka di baca" Riziel yang kesal mempermalukannya di hadapan sakura.
"Sudah biarkan mereka jangan di ganggu kalau mereka sedang ada urusan sendiri" ibunya yang memarahi kirota.
"Diam disini jangan ikut" Riziel langsung menurunkan sakira.
"Baik kak" adiknya langsung menonton tv bersama ayahnya.
Lalu Riziel dan sakura langsung masuk ke dalam kamar Riziel untuk melihat koleksi buku komiknya.
"Wah Riziel kau punya banyak sekali?" Sakura yang terkejut melihatnya.
"Pilih yang kau suka saja" Riziel langsung tiduran di atas tempat tidurnya.
"Baiklah" sakura langsung memilih beberapa buku yang menurutnya menyukainya.
Sedangkan Riziel mengambil baju untuk ganti di lemarinya lalu sakura yang memperhatikan Riziel mengambil baju.
"Kenapa sudah memilihnya?" Riziel bertanya kepada sakura.
"Belum baru saja memilih 2 buku" lalu sakura melanjutkan mencari buku komik.
Riziel yang telah menyiapkan baju untuk ganti lalu Riziel mengambil kantung untuk menyimpan buku buku dan sekian lama lalu sakura selesai memikih 5 buku saja.
"Pakai ini agar tidak susah membawanya" Riziel langsung memberikan kantung untuk membawa buku.
"Terimakasih" lalu sakura langsung menerima kantung dan memasukkan 5 bukunya.
"Cepat keluar aku ingin ganti baju" Riziel menyuruh kepada sakura.
Lalu sakura menunggu di ruang tamu sambil di temani adiknya Riziel dan tidak terlalu lama akhirnya Riziel selesai dan menari sakura.
*****
"Kak sakura ayo ikut makan bersama" adiknya Riziel mengajak sakura makan bersama.
"Iya ini sudah hampir sore" ibunya Riziel pun sama.
"Baiklah maaf merepotkan" sakura yang mengikuti adiknya Riziel.
Riziel yang mencari sakura lalu mendatangi ruang makan melihat sakura sedang makan bersama dengan keluarga Riziel.
"Ternyata disini aku mencarimu sakura" Riziel lelah mencari.
"Maaf adik dan ibumu mengajak makan bersama" sakura yang meminta maaf.
Lalu Riziel pun ikut makan bersama-sama di sana lalu sambil berbicara beberapa kata dengan sakura.
"Ohh iya nak sakura kata ayahmu sekarang ibumu sedang sakit?" Kirota yang berbicara.
"Iya benar makanya tadi sebelum kesini pulang dahulu untuk mengecek kondisi itu tapi sudah baik baik saja" sakura yang berhenti makan.
Setelah selesai makan lalu Riziel dan sakura langsung pamit sekaligus langsung kerja sampingan lalu Riziel pergi keluar rumah lalu menyalakan motornya dan pergi mencari yang menjual buah.
Lalu bertemu dengan tukang buah dan membeli apel 1kg saja lalu setelah selesai lalu memberikan kepada sakura.
"Ini tidak apa apa Riziel?" Sakura yang bertanya.
"Santai ibumu sakit agar cepat sembuh makan buah" Riziel berbicara sambil fokus mengendarai motor.
Lalu setelah sekian lama akhirnya sampai dan Riziel langsung berhenti dan mengantar sakura masuk rumah.
"Ayah aku pulang" sakura yang berbicara melihat ayahnya sedang diam.
"Ah ada Riziel juga dan sedang apa kesini?" Pak ridwan yang berbicara.
"Hanya mengantar sakura pulang dan menitipkan buah untuk ibu sakura" Riziel yang langsung menunjuk buah ada di tangan sakura.
"Terimakasih banyak buahnya" pqk Ridwan yang berbicara.
"Ya sama-sama dan saya pulang dahulu" Riziel langsung pamit.
"Hati hati dan terimakasih sudah meminjamkan bukunya" sakura yang menunjukan 1 kantung buku.
"Ya santai" Riziel langsung pergi keluar rumah sakura lalu mengambil motornya dan pergi.
Riziel pun pergi menuju tempat kerjanya dan sampai di sana melihat deon yang baru sampai di depan Indomaret.
Lalu Riziel masuk ke dalam tokonya dan mengganti menjadi seragam kerjanya lalu Riziel merapikan dan stok barang serta menambah barang.
Dan hari bekerja yang sangat melelahkan akhirnya berakhir dan pada saat Riziel ingin pulang lalu bosnya datang mendatangi deon dan Riziel.
"Ada apa?" Riziel yang sedikit terkejut.
"Ini gajian kalian bulan ini dan bekerja dengan sangat baik semoga kalian berdua nyaman di sini sampai kapan pun" Managernya berbicara sambil memberikan hasil gajian Riziel dan deon.
__ADS_1
"Terimakasih banyak pak dan saya pulang dahulu" Riziel langsung mengambil amplop yang berisikan uang lalu menyimpannya di kantung celana.
Lalu Riziel pun langsung pergi pulang menuju rumahnya karena hari terakhir yang sangat lumayan menyenangkan lalu Riziel langsung menyalakan motornya lalu pergi pulang menuju rumahnya sendiri untuk berganti kehidupan oleh dante.