Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
28. Manusia Setengah Iblis


__ADS_3

Riziel yang terbangun sudah dalam tubuh manusianya lalu Riziel lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya untuk melanjutkan sekolah yang menyebalkan.


Riziel yang baru saja selesai mandi lalu mengganti bajunya setelah itu juga menyiapkan barang yang harus di bawa ke sekolah lalu menyelipkan 1 buku komik ke dalam tas.


"Bu kakak dimana?" Sakira yang bertanya kepada sinta.


"Mungkin sedang menyiapkan barang untuk sekolahnya" sinta yang berbicara kepada sakira.


"Begitu yah" sakira yang sedikit murung.


"Memangnya ada apa sih?" Kirota yang mengusap kepalanya sambil bertanya kepada anaknya.


"Tidak kok ayah hanya saja sikap kakak sedikit berbeda dari sebelumnya" sakira yang menjawab pertanyaan kirota.


"Mungkin kakakmu itu sedang banyak tugas sekolah di maklumi saja" kirota yang berfikir positif terhadap Riziel.


"Semoga saja ay--" sakira yang belum selesai lalu Riziel berbicara.


"Memangnya ada apa denganku? Lalu kakak hanya ada pikiran tugas sekolah saja yang susah saja kok" Riziel mengusap kepala sakira agar tidak terlalu memikirkan dirinya.


"Kakak mengagetkan saja" sakira yang terkejut dengan kedatangan kakaknya di belakangnya.


"Ohh ya ayah ingin tanya kemarin kemana saja sampai jam 18:25 baru pulang?" Kirota yang ingin mengetahui kegiatan libur kemarin.


"Ayah kemarin ada teman kakak yang waktu itu kemarin dan mengajak ke tempat penuh dengan kucing bagus setelah itu pergi ke mall ada lapangan yang beku seperti es" sakira yang menjawabnya dengan penuh semangat.


"Kalian sepertinya bersenang senang yah? lain kali ajak ayah dan ibu juga kesana bagaimana?" Sinta yang baru saja selesai memasak langsung bertanya kepada sakira.


"Ya nanti lain kali aku ajak ayah dan ibu deh lain kali sekarang masih banyak tugas sekolah" Riziel yang berbohong dan juga di dalam kata 'banyak tugas adalah harus menyelesaikan masalah di alam nirwana sebelum dewa arthur sembuh total' itu adalah artinya.


"Baiklah berjuang dalam sekolahnya sebentar lagi akan naik ke kelas 3 setelah itu ingin kerja atau kuliah itu keputusanmu nak" kirota yang berbicara kepada Riziel.


"Terimakasih sudah mengerti ayah, ibu" Riziel yang tersenyum senang kepada ayah dan ibunya.


"Yasudah sarapan dahulu sebelum sekolah" sinta yang mengingatkan kepada Riziel dan sakira.


"Ya terimakasih bu dan selamat makan" Riziel dan sakira yang berbicara bersama.


Mereka semua pun makan bersama di ruang makan hingga selesai lalu Riziel, sakira dan ayahnya yaitu kirota pamit pergi bekerja sekaligus mengantar sekolah adiknya.


Riziel dan ayahnya bersama dengan adiknya bersiap pergi ke arah yang berbeda lalu Riziel pergi menuju arah sekolahnya tanpa ada gangguan di jalan sehingga tidak ada gangguan dan cepat sampai di depan gerbang sekolah.


Dan melihat seseorang melintas di depan Riziel dan merasakan aura energi yang aneh terdapat pada manusia biasa tapi Riziel tidak menghiraukannya lalu masuk ke dalam sekolah dan segera memarkirkan motornya.


"Hah kenapa aku merasakan aura iblis di dalam tubuh manusia biasa untuk ke 2x ya?" Riziel yang berbicara di dalam hatinya.


Riziel pun langsung mempercepat langkahnya untuk menuju kelasnya sendiri yang belum bel masuk menyala.


"Ternyata baru sedikit orang yang datang di kelas dan lebih baik sambil menunggu membaca buku saja deh" Riziel yang masuk ke dalam kelas lalu duduk dan mengambil buku komiknya di dalam tas lalu membacanya.

__ADS_1


Riziel yang terus menerus membaca komiknya sendiri hanya tersenyum akibat sengaja membawa yang gentre komedi dan juga horor.


Sekian lama menunggu guru pelajaran pun masuk ke dalam kelas untuk mengajar lalu Riziel memberikan tanda untuk sampai di halaman 37 di komiknya lalu menyimpan di bawah meja.


"Mungkin nanti pulang aku akan selidiki kenapa manusia mempunyai aura iblis di tubuhnya untuk beberapa orang yang aku ketahui" Riziel yang sudah menyiapkan rencana untuk membuntuti orang yang sedikit berbeda.


"Riziel apakah kau tau clovis kenapa tidak masuk?" Bu dina bertanya kepada Riziel.


"Ahh tidak tau bu" Riziel yang sedikit terkejut langsung di panggil oleh bu dina.


"Baiklah sekarang lanjutkan pelajaran kemarin" bu dina langsung melanjutkan pelajarannya.


"Apakah ada seseorang yang bisa menyerupaiku agar bisa memeriksa keadaan di luar?" Riziel yang mendengar guru sambil berbicara sendiri.


"Tentu saja ada dan juga aku mempunyai teman yang bisa membantumu" zhiru yang muncul di jendela sebelahnya lalu menjawab pertanyaan Riziel.


"Hampir saja aku teriak karena terkejut akibatmu zhiru!" Riziel yang berbicara menggunakan telepati.


"Haha maaf aku bosan dan melihatmu sedang belajar jadi aku kau bicara begitu jadi kebetulan" zhiru yang langsung diam di kursi sebalah Riziel yang kosong.


"Ohh ya bagaimana keadaan dewa Arthur dan apakah baik baik saja? Dan apakah masih ada iblis yang berkeliaran?" Riziel yang bertanya tentang kondisi dewa arthur.


"Sudah normal tapi belum pulih sepenuhnya itu karena berkatmu Riziel dan juga semua iblis sudah di atur oleh dewa arthur sendiri jadi tidak ada yang menentangnya lalu dengan sekumpulan iblis di bawah tanah juga masih menerima hukumannya masih berjalan" Riziel menjawab semua pertanyaan Riziel.


"Hah kalau begitu aku lega tapi apakah kau bisa menyelidiki beberapa manusia yang mempunyai aura iblis di dalam tubuhnya aku mrnemukan 2 orang sedikit aneh" Riziel meminta bantuan kepada zhiru.


"Mungkin nanti aku akan melakukan kontrak kerjanya untuk sekarang aku minta bantuan kepada kau saja dahulu" Riziel yang tersenyum ingin meminta bantuan zhiru.


"Baiklah biarkan aku memperhatikan kegiatanmu sampai kau menunjukkan orang biasa mempunyai aura iblis" zhiru yang diam mendengarkan guru Riziel mengajar.


"Ha dasar aneh dan baiklah terserah saja" Riziel yang hanya menahan tawanya.


Riziel dan zhiru pun mendengar guru mengajar sambil sesekali mengobrol hingga temannya yang memperhatikan Riziel yang sudah tidak aneh lagi karena dulu pernah begitu.


Bel istirahat pun langsung menyala dan Riziel langsung pergi ke kantin sambil membawa komiknya di bawah meja dan berjalan di ikuti dengan zhiru yang mengikuti dari belakang.


"Wah banyak sekali Riziel dan aku pergi dahulu untuk mengganti wujudku menjadi manusia untuk mencoba makanan terbaru hehe" zhiru yang tidak sabar ingin mencobanya.


"Pergilah" Riziel yang menyuruh zhiru pergi lalu zhiru pergi dan berpura pura menjadi manusia.


Riziel lalu memesan 1 mangkuk soto ayam saja lalu membeli aqua botol setelah itu mencari tempat duduk yang tidak terlalu ramai dan menemukannya lalu duduk menunggu pesanannya datang.


"Ternyata kau disini Riziel aku mencarimu dari tadi" seseorang itu yang berbicara kepaa Riziel adalah zhiru dalam wujud manusia membawa banyak makanan.


"Kau banyak sekali yang kau beli emang akan habis bodoh!" Riziel langsung menjitak kepala zhiru hingga semua murid disana memperhatikannya.


"Aduh habis lah kan aku iblis penghabis makanan haha" zhiru yang bercanda tapi sebenarnya tidak dan murid sekolah hanya tersenyum karena pikiran mereka yang tidak mengerti.


"Dasar!" Riziel yang kesal lalu diam sambil membaca komik gentre komedi.

__ADS_1


"Riziel sedang baca apa? Dan apakah aku boleh duduk disini?" Sakura yang bertanya kepada Riziel dan seseorang yang tidak di kenal.


"Biasa komik bosan dan silahkan saja duduk dan jangan anggap orang yang sedang makan itu dia orang gila" Riziel sengaja memprovokasi zhiru yang sedang makan.


"Jangan begitu sama seseorang yang baru kenal tau" sakura yang berbicara kepada Riziel.


"Lihat saja gayanya seperti orang kelaparan" Riziel yang berbicara dan zhiru yang hanya bisa menahan kesalnya.


"Sudah diamkan saja Riziel dan bolehkah aku tau namamu? Dan kenapa aku baru melihatmu apakah murid baru?" Sskura yang bertanya kepada zhiru.


"Hahh ehem namaku zhiru teman dekat rumahnya Riziel pindahan dari semarang salam kenal" zhiru yang langsung berbicara setelah selesai mengunyah makanan.


"Ohh begitu pantas saja dan salam kenal juga" sakura yang membuka bekalnya di sebelah Riziel.


"Ini pesanannya maaf lama" pedagang itu membawakan pesanan Riziel.


"Tidak apa apa santai saja pak" Riziel langsung menyimpan komiknya di sebelahnya lalu pedagangnya pergi kembali melayani pembeli lain.


Mereka bertiga pun makan bersama hingga selesai dan habis lalu zhiru membuang sampahnya dan Riziel mengembalikan mangkuknya lalh membayarnya sambil meneguk minuman yang sudah di beli hingga setengah.


"Sakura kau memakai bedak mu tebal sedikit seperti biasanya kau tidak perlu pakai juga sudah cantik kok" Riziel yang mencolek mukanya sakura untuk menunjukkan.


Sakura langsung malu di katakan oleh Riziel begitu karena jarang ada orang yang memujinya selain ayah dan ibunya.


"Ehem ehem Riziel ayo pergi ke atap saja mencari angin" zhiru yang merusak suasana.


"Baiklah kami pergi duluan sakura" Riziel dan zhiru langsung pergi dari sana dan meninggalkan sesuatu.


"Sampai jum--" sakura yang langsung melihat buku komik yang tadi di baca oleh Riziel.


"Sepertinya aku aku harus mengembalikannya tapi lebih baik menyimpan tempat makan dahulu" sakura yang langsung pergi ke kelas.


***Riziel dan zhiru POV***


"Hei Riziel aku berhasil menemukan orang yang kau katakan" zhiru berbicara kepada Riziel yang sedang mengikutinya.


"Apa! Terus bagaimana?" Riziel yang terkejut.


"Sepertinya ini manusia yang sedikit menyerupai iblis tapi iblis tingkat rendah yang mudah di kalahkan" zhiru memberitahukan tentang informasinya.


"Baiklah jadi apa yang harus aku lakukan?" Riziel yang senang dengan tugas sekarang ssmbil berbicara di atap sekolah yang sepi.


"Nanti coba lihat di buku Death Book karena aku sudah menandakannya dan lakukan informasi tentang kekuatan iblisnya berasal dari mana dulu saja" zhiru yang meminta kerja samanya.


"Baiklah nanti akan aku bantu" Riziel yang selalu siap.


"Baiklah terimakasih hari untuk sekolah pertama kalinya haha" zhiru lalu mengganti penampilannya lalu pergi untuk mencari informasi lainnya.


"Hah lebih baik ke kelas dahulu dan sepertinya aku melupakan sesuatu apa itu? Bodo lah balik aja ke kelas nanti guru masuk tamat hidupku" Riziel langsung pergi lagi dari atap sekolah menuju kelasnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2