Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
36. Eksekusi Penyiksaan Iblis


__ADS_3

Riziel setelah menukar point yang lumayan lalu Riziel berjalan jalan di surga dan beberapa orang yang mengenal Riziel sedikit berbeda karena jarang sekali di waktu dunia manusia sudah mulai pagi.


"Ohh ya lupa untuk mengecek Dante sudah sampai di rumahku belum?" Riziel lalu mengeluarkan handphone pemberian Dante.


"Ada apa?" Dante yang langsung mengangkatnya.


"Kau sudah ada di rumahku atau belum?" Riziel yang berbicara di dalam telpon.


"Sudah ini sedang mengganti menjadi baju menjadi baju sekolah dan bersiap untuk pergi ke sekolah" Dante yang berbicara.


"Baiklah aku serahkan padamu" Riziel langsung menutup telponnya.


Riziel yang melanjutkan berkeliling dan astral yang dikenalnya mendekati Riziel.


"Hayo sedang apa kau kemari? Di dunia sudah pagi tidak akan kembali?" Astral itu adalah kakak sakura dan namanya adalah zanna.


"Aku kira siapa dan aku sedang berkeliling lalu dunia bukan urusanku lagi untuk sementara hidupku disini" Riziel yang berbicara kepada zanna.


"Terus bagaimana dengan keluargamu dan adikku?" Zanna yang mulai bertanya lagi.


"Gampang itu seseorang membantuku dan jika ada apa-apa nanti dia menelponku kesini lalu aku langsung turun ke bumi" Riziel yang berbicara.


"Ahh begitu dan apakah orang itu kau percaya tidak akan melakukan yang buruk?" Zanna yang bertanya lagi.


"Tenang saja dia baik kok dan aku mempercayakannya keluargaku sekaligus keluargamu juga" Riziel yang melanjutkan jalan kakinya.


"Baiklah aku mempercayainya dan awas jika terjadi sesuatu pada adikku" zanna yang mulai mengancam Riziel.


"Berbeda sekali dengan sakura yang ramah dan lembut dalam bicara dan berbeda sekali dengan kakaknya yang selalu marah dan juga kasar dalam bicara" Riziel yang berbicara pelan agar tidak terdengar.


"Bicara apa tadi kau!" Zanna yang sedikit mendengarkan menjadi kesal.


"Ti-dak ada lupakan saja" Riziel yang melanjutkan berjalan jalan.


Lalu Riziel berjalan menuju tempat kakeknya berada yang mungkin masih di ingatnya di dalam pikirannya.


"Kau ingin pergi ke arah kakekmu berada?" Zanna yang berjalan mengikuti Riziel.


"Ya betul dan aku sudah jarang mendatanginya" Riziel yang berjalan menyusuri tempatnya.


Setelah lama berjalan berdua dengan zanna akhirnya sampai di ruangan tersebut melihat kakeknya yang sedang diam sambil berbicara dengan teman astral lainnya.


"Kakek bagaimana kabarmu?" Riziel yang menyapa kakeknya.


"Ternyata Riziel dan kakek baik baik saja" kakeknya menjawab dengan santai.


"Riziel kalau di pikir pikir penampilanmu menjadi berbeda dari sebelumnya?" Zanna yang memperhatikan penampilan Riziel.


"Haha ternyata kau teliti juga dan aku mendapatkan penampilan baruku ini dari pertarungan pada saat menghukum para iblis yang ingin menghancurkan keseimbangan dunia" Riziel berbicara kepada zanna.


"Ohh begitu dan penampilanmu lumayan keren sekarang di sebelah kiri terdapat beberapa tengkorak di dekat pundakmu dan di sebelah kanan penuh dengan energi suci dari surga yang begitu murni" zanna yang begitu teliti.


"Sampai teliti sekali melihat penampilan orang itu tidak baik" Riziel langsung menyentil jidat zanna.


"Aw sakit tau dan coba saja kau manusia kau tidak akan bisa memegangku seenaknya" zanna yang memegang jidatnya yang sakit.

__ADS_1


"Emang kecuali aku memakai kekuatan spirit untuk menyentil astral jahat dan ohh ya kakek waktu itu kan surga kacau lalu apakah kakek baik baik saja?" Riziel yang sangat senang.


"Hm kakek baik baik saja karena kakek di tolong oleh seorang malaikat yang datang menolong" kakeknya menjawab dengan biasa.


"Syukurlah kalau begitu" Riziel yang diam di sebelah kakeknya yang sedikit merindukannya.


"Ohh ya bagaimana kabar ayah, ibumu apakah sudah tau tentangmu menjadi penjaga neraka dan surga?" Kakeknya bertanya kepada Riziel.


"Belum aku masih menyembunyikannya tentang itu dan belum ada yang berhak mengetahui sebenarnya lalu kabar ayah dan ibu baik baik saja lalu adikku juga tumbuh menjadi gadis yang cantik juga" Riziel yang berbicara kepada kakeknya.


"Begitu jadi kakek ingin bertemu dengan keluargamu nak" kakeknya langsung mengusap kepala Riziel.


"Iya nanti Riziel bantu kok dan kakek tenang saja itu nanti Riziel urus jika semua sudah damai" Riziel yang bersandar di sebelah kakeknya.


"Baiklah kau tidak ada kegiatan lain?" Kakeknya bertanya kepada Riziel.


"Ada sih dan Riziel coba periksa dahulu" Riziel yang berbicara.


"Baiklah hati hati" kakeknya berbicara dan Riziel pun pergi menjauh.


"Sudah mulai dewasa ternyata anak kakeknya tapi sayang kakek sudah mati duluan tidak bisa melihat perjuangannya di dunia manusia" zanna yang berbicara kepada kakeknya Riziel.


"Haha itu biarkan Riziel yang harus menjalaninya dan mengetahui kebenarannya suatu hari nanti akan tau" kakeknya berbicara dengan sangat senang.


*****


Riziel langsung melesat pergi ke menuju neraka dan sampai Riziel di perbatasan lalu Riziel keluar dari surga lalu pergi menuju neraka dan Riziel yang langsung masuk ke dalam neraka tanpa menghiraukan apapun.


"Hei kau sembarangan memasuki wilayah neraka!" Seorang iblis berbicara kepada Riziel.


"Siapa namamu? Dan tidak ada yang bisa menghindar dari hukumanmu masuk sembarangan!" Iblis itu berbicara.


"Aku Riziel Yora dan ini wilayahku juga" Riziel langsung memuncul beberapa rantai di lapisi energi surga.


"Maafkan aku yang tidak mengetahui identitasmu sebenarnya" iblis itu langsung meminta maaf.


"Untuk hari ini aku lepaskan dan jika kau mengulanginya untuk ke-2 kalinya kau akan tau rasa seperti morno si iblis si*l*n itu" Riziel yang berjalan masuk sambil menghilangkan semua rantainya kembali.


"Huh menyeramkan sekali untung dia tidak bertindak lebih jauh lagi" iblis itu berbicara.


Riziel yang berjalan menuju tempat morno sambil menyapanya untuk melihat kondisinya.


Riziel yang sampai di tempat morno di hukum lalu Riziel mengeluarkan morno dan iblis lainnya dalam kondisi di ikat.


"Halo semuanya apa kalian bosan dan ingin bebas?" Riziel yang bertanya dengan gaya bicara yang sedikit licik.


"Kami ingin bebas lepaskan kami" sedikit iblis yang berbicara.


"Kalau kalian ingin bebas katakan apa tujuan ingin bebas?" Riziel yang berbicara.


"Aku ingin bebas seperti biasa menjalani hidup dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi" iblis yang bagian paling belakang yang seperti mempunyai tujuan tersembunyi.


"Hm syaratnya pakai gelang tangan di sebelahmu itu" Riziel langsung membuat gelang dari rantai itu.


Lalu Riziel melepaskan rantai yang mengikat tubuhnya lalu iblis itu memakai gelang tersebut.

__ADS_1


"Bagus bagus sekarang kau boleh pergi" Riziel menyuruh pergi.


Iblis itu langsung melesat menyerang Riziel tapi gelang itu langsung berubah lagi msnjadi rantai sehingga memutuskan lengannya.


"Aarrgghh" iblis itu langsung mengeluarkan banyak darah.


"Ada yang ingin mencoba lagi" Riziel yang sangat senang.


"Kami akan bebas sendiri tanpa bantuan dari kau sendiri bajingan!" Morno yang berbicara dengan kesal.


"Ha coba saja" Riziel yang langsung memunculkan rantai di sebelah Morno lalu memukulnya hingga keras.


"PUAS KAU HA PUAS" morno yang kesal.


"Belum sih" Riziel lalu membuat rantai lalu menusuk tubuhnya morno langsung hingga mengeluarkan banyak darah dan organ tubuhnya.


"URGH HRG" morno yang kehilangan banyak darah lalu tubuhnya pun meregenerasi lagi.


"Baiklah untuk terakhir kali aku bicara siapa yang membagikan manusia kekuatan iblis" Riziel yang bicara dengan tegas.


"Manusia adalah makhluk rendahan dan pantas untuk mengakhirinya haha" iblis lagi berbicara tidak ngawur.


Lalu Riziel membelah tangannya lagi di depan iblis lain yang sangat ketakutan lalu sekian lama menunggu tidak ada yang menjawab pertanyaan Riziel lalu Riziel langsung membawa mereka ke dalam tanah kembali.


"Sial tidak ada memberitahukan kepadaku sedikit informasi" Riziel yang kesal dan seseorang memperhatikan dari kejauhan.


Riziel yang menyadarinya lalu mengeluarkan rantai dari tanah untuk menangkap iblis yang bersembunyi lalu iblis itu tertangkap dan di bawa kehadapan Riziel.


"Sedang apa asmodeus tadi beritahukan kepadaku atau berakhir seperti morno" Riziel yang tidak menyangka ternyata yang memperhatikan Riziel dari kejauhan adalah asmodeus.


"Aku hanya melewat saja dan melihat kau sedang bertanya kepada kelompok morno jadi aku mendengarnya yang kau katakan" asmodeus yang berbicara dengan jujur kepada Riziel.


"Baiklah lain kali jika ingin mendengar jangan bersembunyi atau aku akan salah paham" Riziel lalu melepaskan rantai di kakinya.


"Huh baiklah aku paham maafkan aku riz---" Riziel yang menyentuh kepala asmodeus untuk memastikannya.


Riziel yang setelah melihat ingatan asmodeus ternyata tidak ada niat tersembunyi.


"Santai hanya memastikan saja jadi jangan marah" Riziel yang berbicara kepada asmodeus.


"Memangnya apa yang sedang kau cari?" Asmodeus yang bertanya.


"Mencari informasi terkait manusia mempunyai kekuatan iblis saja" Riziel yang berbicara.


"Emang aneh yah kok bisa ada menusia mempunyai kekuatan iblis" asmodeus juga sangat pusing.


"Yasudahlah aku akan lanjut berkeliling di dunia manusia saja" Riziel yang langsung berjalan ke arah perbatasan lagi.


"Aku ikut denganmu apakah boleh? Lalu aku ingin menyakinkan diriku juga" asmodeus yang ingin ikut.


"Baiklah ayo tapi jangan ganggu" Riziel yang berjalan lagi.


"Ya baiklah ayo" asmodeus lalu mengikuti Riziel dari belakangnya.


Riziel dan asmodeus lalu berjalan bersama menuju perbatasan sekaligus turun ke dunia manusia untuk memperhatikan keadaan di sekitar sana.

__ADS_1


__ADS_2