Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
48. Pertengahan Tidak Terduga


__ADS_3

Riziel yang sampai di kamar nomor 35 lalu Riziel menempel kartunya di pintu dan setelah itu dari bulatan warna merah berubah menjadi hijau lalu Riziel membuka pintu kamar langsung.


"Hahh akhirnya bisa istirahat dan juga ruangan ini lumayan luas juga untuk sendiri" Riziel langsung tiduran lalu menyimpan tas di atas tempat tidur.


Riziel yang sudah menyadari ada cctv terpasang di setiap kamar memperhatikan kegiatannya lalu Riziel tidak terlalu memperdulikannya lalu Riziel menyimpan kartu hotelnya di simpan di tempat yang sudah di sediakan untuk bisa menyalakan listrik di dinding sebelah tv.


Lalu Riziel langsung mengambil handphone di saku bajunya setelah itu menyalakan dan mencoba menelpon ibunya.


"Ada apa nak?" Sinta yang menjawab teleponnya.


"Tidak hanya ingin mengabari sudah sampai dengan aman dan ini sedang di hotel" Riziel memberitahukan ibunya agar tidak khawatir.


"Syukurlah kalau sudah sampai dan nanti ibu akan beritahukan kepada ayahmu dan sakira juga" sinta yang langsung menutup telponnya.


"Ha lebih baik mandi saja dahulu" Riziel langsung mengambil handuk dari tas lalu melepaskan jaketnya.


Riziel yang selesai mandi lalu memakai bajunya kembali yang sebelumnya lalu Riziel memutuskan untuk mengumpulkan energi spiritualnya kembali.


Tidak lama Riziel yang mulai mengumpulkan energi spiritual mendengar suara ketukan pintu.


"Baru saja mengumpulkan energi baru sebentar sudah di ganggu dan siapa sih?" Riziel yang kesal karena terganggu.


Lalu Riziel membuka pintu kamarnya melihat alice yang menunggu Riziel di depan pintu entah apa yang ingindia katakan.


"Riziel boleh aku masuk?" Alice yang sepertinya ingin bicara.


"Ya baiklah" Riziel langsung mempersilahkan masuk karena ini juga bukan kamar aslinya.


"Terimakasih dan kenapa sih kau cuek denganku?" Alice yang masih ingin tau dari Riziel.


"Ah itu memang sikapku begitu" Riziel yang mengakui sikapnya memang cuek dan kepada sakura juga begitu.


"Iya tapi kau setiap memegang handphone kau selalu tersenyum dan ketika mengangkat telepon dan ada pesan juga whatsapp juga begitu sebenarnya dari siapa!" Alice yang begitu marah kepada Riziel.


"Dari orangtuaku dan adikku yang suka selalu bertanya memangnya ada apa sih denganmu?" Riziel yang tidak mengerti dengan alice yang tujuan datang ke kamar Riziel.


"Lalu apa hubunganmu dengan sakura kau sangat dekat sampai selalu ada masalah akibat sakura kau selalu menerimanya meskipun menyusahkanmu apa karena dia cantik?" Alice mendorong Riziel hingga terjatuh.


"Ugh tidak bukan begitu maksudku aku punya janji menjaganya selama yang aku bisa meskipun aku harus mempertaruhkan nyawaku janji harus di tepati" Riziel yang bicara kepada alice sambil badannya terbentur ke lantai.


"Jadi jawab aku lalu apa kau mempunyai hubungan dengan sakura?! Alice yang menangis di hadapan Riziel.


"Aku akan mengakuinya aku mempunyai hubungan dengan sakura sebagai pasangan lalu apa yang kau inginkan memberitahukan kepada semua murid ha?" Riziel yang kesal harus mengakuinya.


"Tidak akan pernah aku mengatakannya dan apakah kamu memberikan 1 permintaanku?" Alice yang kembali duduk lalu menghapus air matanya.


"Ya apa itu aku akan mencoba menyanggupinya jadi jangan menangis?" Riziel yang mulai serius.

__ADS_1


"Bisakah kau bersikap kepadaku seperti sakura jadi jangan membedakanku apakah bisa?" Alice yang memberikan perintah.


"Ya ya jadi jangan menangis seperti anak kecil lagi" Riziel yang langsung mengusap kepala alice juga untuk pertama kalinya.


"Ya dan tanganmu terasa hangat pantas saja sakura bisa menyukaimu dan besok pakai baju sekolah aku hanya ingin mengingatkan itu saja" alice yang mulai tersenyum kembali.


"Terimakasih informasinya lalu sana istirahat ganggu saja aku istirahat" Riziel yang bersikap cuek kembali.


"Pfftt baiklah selamat istirahat" alice yang keluar dari kamar Riziel dan telah merasakan yang sakura rasakan sebelumnya di perlakukan oleh Riziel lalu alice langsung menutup pintu kamar Riziel dan berjalan kembali.


"Hahhh hidup ohh hidup kenapa harus sulit begini jadi bosan lebih baik tidur saja" Riziel yang kesal dengan hidupnya begitu menyusahkan.


Lalu Riziel langsung mengumpulkan energi spiritual lagi sampai jam 9 malam lalu pada saat jam 9 malam langsung tidur untuk persiapan besok.


Hari yang mulai pagi dengan udara dingin lalu Riziel terbangun di pagi hari yang ruangannya dingin akibat AC yang lupa tidak mengaturnya.


Lalu Riziel memutuskan untuk mengumpulkan energi spiritual lagi sampai jam 5 pagi agar cepat pulih.


Waktu yang telah menunjukan jam 5 pagi lalu Riziel berhenti mengumpulkan energi spiritual yang sudah lebih dari cukup dan memutuskan untuk mandi pagi.


Lalu setelah mandi lalu memakai baju sekolahnya dengan lengkap lalu mengambil kartu hotelnya dan menyimpan di dompet lalu keluar dari kamar.


"Baru saja aku ingin memberitahukanmu untuk makan" alice yang ternyata datang untuk memberitahukan kepada Riziel sarapan bersama.


"Baiklah ayo" Riziel yang langsung bersiap pergi.


"Baiklah" Riziel yang langsung mengikuti alice menuju kamar cakra.


Lalu setelah cakra sudah selesai lalu Riziel, alice dan cakra langsung pergi menuju tempat sarapan.


Riziel yang langsung memasuki ruang makan melihat seseorang yang sedang makan sangat mirip dengan ezra yang di beritahukan oleh Felysia.


"Kenapa bisa ada disini dan apakah dia ezra asli yang di dalam ingatanku ini?" Riziel yang sangat terkejut bisa bertemu dengan ezra.


"Ada apa?" Alice yang melihat Riziel seperti ada yang berbeda.


"Ti-tidak ada" Riziel tidak boleh mengakuinya.


Lalu Riziel langsung mengambil makan untuk sarapan pagi lalu setelah semuanya istirahat lalu Riziel dan yang lainnya mulai untuk bersiap memulai olimpiade matematika se-Jawa barat di mulai.


Lalu semua murid dari berbagai masuk ke dalam ruangan yang begitu luas dan Riziel, alice dan cakra duduk bersebelahan.


"Untuk semuanya mohon tenang dan jangan tegang bawa santai saja" pengawas olimpiade bicara kepada semua murid di seluruh wilayah.


Lalu cakra yang begitu tegang lalu alice langsung menenangkan cakra agar tidak tegang lalu Riziel yang tidak terlalu memperdulikannya.


"Baiklah di atas meja kalian sudah tersedia kertas ujian matematika jadi kerjakan baik dan bijak lalu dengan benar jangan terburu buru karena nilai nanti akan di periksa oleh semua pengawas dan jangan khawatir semua kebutuhan untuk mengisi soal ujian sudah tersedia di atas meja" pengawas itu memberitahukan kepada semua murid itu.

__ADS_1


Lalu semua langsung memulai mengisi kertas ujian matematika tingkat jawa barat dan semua murid mengerjakan soal dengan serius tapi tidak berlaku dengan Riziel yang sudah mengetahuinya di pikiran semua materinya.


Alice, cakra dan Riziel yang duduk di bagian tengah tengah sambil mengerjakan soal dengan serius sedangkan Riziel hanya berpura pura serius agar tidak ada yang menganggap Riziel melakukan cara curang.


"Riziel bagaimana cara no 25 aku pusing?" Cakra dan alice yang kewalahan di tambah lagi tegang.


"Rumus aritmatika kalian berdua pasti ingat bukan dan jangan biarkan pikiran kalian gugup" Riziel yang menyemangati alice dan cakra.


"Terimakasih kami mengerti" alice dan cakra langsung melanjutkan mengerjakan soal ujiannnya dengan cepat agar tidak kehabisan waktu.


"Waktu tersisa 5 menit bagi yang sudah selesai silahkan keluar ruangan" pengawas langsung memberitahukan waktunya yang tersisa.


"Apa sebaiknya cepat" alice, cakra dan Riziel langsung mengisi dengan cepat.


Pada saat di 2 menit akhir lalu Alice, Riziel dan cakra selesai mengerjakan ujian matematika itu yang sangat menguji pikiran.


"Waktunya habis bagi yang belum selesai dan yang sudah silahkan keluar dari ruangan agar nanti setiap guru memeriksa masing masing jawaban kalian" pengawas itu memberikan perintah kepada murid yang tersisa langsung keluar dari ruangan.


Lalu setelah semua murid keluar dari ruangan setelah itu semua guru dari berbagai kota masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa semua hasil yang sudah di kerjakan oleh semua murid.


"Hei Riziel kenapa kau gak tegang sih dan sekarang waktunya pemeriksaan?" Cakra yang kesal melihat Riziel santai sekarang sedang pemeriksaan hasilnya.


"Kenapa harus tegang bukannya tugasku sudah selesai jadi jangan khawatir karena usaha tidak akan mengecewakan hasilnya yang akan muncul itu terserah kembali kepada semua orang camkan itu" Riziel yang berjalan menjauh malas di perhatikan oleh semua orang disana.


Semua murid yang khawatir karena hasilnya kurang bagus setelah mendengar perkataan Riziel semuanya diam tidak ada yang bicara satu orang pun.


Lalu Riziel yang mengubah tubuhnya menjadi wujud tubuh spiritualnya lalu melihat hasil pemeriksaan ujian matematika tingkat jawa barat.


Riziel yang kembali ke tempat sepi lalu mengubah tubuhnya menjadi wujud manusia kembali dan berjalan keluar dari sana.


Melihat semua orang yang masih saja menunggu lalu Riziel hanya berjalan menuju tempat yang bisa melihat keindahan tempat hotel dari ketinggian.


"Kau juga kemari ternyata?" Seseorang yang berbicara dari belakang Riziel.


"Siapa itu?" Riziel yang sedikit hati hati karena tidak menyadari ada orang yang mengikutinya.


"Tenang namaku Ezra Ashido dan pasti kau yang bernama Riziel karena sebelumnya aku mendengar suara temanmu memarahimu" ezra yang mulai mendekati Riziel.


"Begitulah kalau aku sih tidak peduli dengan hasil karena ikut juga terpaksa" Riziel yang berbicara kenyatannya.


"Lalu jika sekolahmu menang bagaimana?" Ezra yang ingin tau pendapat Riziel.


"Pasti senanglah mana ada sedih" Riziel yang kesal dengan pertanyaan ezra.


"Bawa santai aja karena aku juga sama denganmu jadi jangan bawa emosi baiklah sampai jumpa" ezra langsung pergi menjauh dari Riziel sambil menepuk pundak Riziel sebelumnya.


Riziel yang baru menyadarinya saat bicara dengan ezra dan menepuk pundak Riziel seperti ada perasaan aneh seperti ada energi iblis.

__ADS_1


Lalu Riziel tidak menghiraukannya lagi lalu melihat pemandangan dari ketinggian hotel saja sambil memperhatikan langit juga.


__ADS_2