Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 7 ] : Pergi Jangan Menggangguku


__ADS_3

Malam yang begitu menyenangkan sudah berlalu berganti menjadi pagi yang cerah untuk semu manusia untuk melakukan kegiatannya masing masing.


Ruang makan yang sedang makan bersama yang lumayan ramai karena adanya keluarga sakura yang ikut makan bersama.


"Nak kelihatannya sangat senang apa yang terjadi?" Ibu sakura yang sedikit heran.


"Tidak ada apa apa kok bu" sakura yang mencoba menyembunyikan rahasia sendiri tadi malam.


"Kak tadi malam aiko tidur bersamaku" sakira yaitu adik Riziel.


"Tidak apa mungkin ingin saja tidur bersama" Riziel sambil melanjutkan makannya.


"Sejak kapan anjingmu ikut nak?" Sinta yang merasa meninggalkan di rumah.


"Itu sih terserah aiko sendiri kadang kadang pergi kemanapun yang dia mau kok dan juga bulannya ibu sudah tau kalau aiko bukan anjing biasa" Riziel yang tidak begitu khawatir anjingnya hilang karena aslinya adalah seekor anjing spiritual.


"Maaf ibu melupakan hal itu tentang kejadian 1 setengah tahun lalu" sinta yang sudah mudah melupakan hal itu.


"Oh ya karena sekarang masih pagi bagaimana jika pergi ke pantai?" Kirota yang mengajak semuanya karena waktu sudah menunjukan jam 08:25 pagi.


"Wah ayo kak ikut" sakira yang mendekati Riziel.


"Ya dan selesaikan makannya dulu baru berangkat" Riziel langsung sedikit memarahi adiknya.


"Maaf kak dan bagaimana dengan kak sakura?" Sakira langsung menunjuk kepada sakura yang sedang makan.


"Eh aku ada apa?" Sakura yang tidak terlalu mendengarkannya.


"Ikut ke pantai tidak nak?" Ibu sakura yang memberitahukan kepada sakura.


"Ehh pantai i-ikut k-ok" sakura yang sedikit malu hingga wajahnya mulai memerah.


Sakura yang di dalam pikirannya terlintas pantai malu karena harus memakai bikini karena ini baru pertama kalinya.


Ketika semuanya sudah selesai makan lalu membereskan sebagian bekas makan sambil membersihkannya dan setelah semuanya beres membawa baju yang harus di di ganti ketika di pantai nanti.


Semuanya berangkat memakai mobil masing masing menuju pantai yang baru sedikit orang yang berada di pantai karena masih pagi.


"Ayah berapa lama sampai di pantai?" Sakira yang begitu senang dan tidak sabar.


"Kurang dari setengah jam jika tidak macet dan sepertinya anak ayah paling kecil sangat tidak sabar" kirota yang begitu senang bisa melihat anaknya menikmati hari liburnya.


Perjalanan menuju pantai yang berjalan lancar tanpa adanya hambatan macet tidak ada karena masih pagi dan sampai di parkiran dekat.


"Kak ayo kesana" sakira yang sudah tidak sabar ke pantai.


"Anak ibu yang kecil bersama ibu ganti baju dahulu dan nanti jika sudah mengganti baju baru bertemu kakak" sinta yang mulai mengajak sakira pergi mengganti baju.


"Hahh ayah aku duluan masuk" Riziel yang langsung pergi menuju pintu masuk pantai.


Riziel yang melihat sakura dari kejauhan sedikit agak berbeda menjadi diam tapi Riziel tidak menghiraukannya lalu pergi menuju tempat ganti baju.


Riziel yang selesai mengganti pakaian menjadi sedikit terbuka meskipun sedikit memalukan tapi tidak begitu memperdulikannya dan bersiap untuk berenang di laut.


"Kakak aku kembali dan bagaimana pakaianku kak?" sakira yang bersama ibunya langsung mendekati Riziel yang baru selesai mengganti pakaian.


"Tambah imut adik kakak satu satunya" Riziel sambil mencubit pipi sakira.


"Kakak sakit jangan cubit terus hmph dan dimana aiko padahal aku ingin main?" Sakira yang masih mencari anjingnya.


"Tunggu sebentar kakak panggil dahulu" Riziel langsung bersiul lumayan keras hingga terdengar semua orang.


Tidak lama menunggu anjing milik Riziel datang langsung berlari mendekati Riziel hingga menabrak adiknya dalam wujud anjing kecil.


"Tertangkap juga" sakira yang berhasil menangkap anjingnya.

__ADS_1


"Guk guk" aiko yang sangat senang entah ada apa.


"Main jangan dekat dekat laut dan jaga adikku jangan sampai dekat laut dan menghilang" Riziel yang memberikan perintah kepada anjing miliknya.


"Guk" anjingnya yang mengerti tugasnya.


"Baiklah waktunya berenang mun---" Riziel yang baru saja msu berenang di laut ada seseorang yang memanggilnya.


"Riziel sudah lama tidak bertemu denganmu" perempuan itu adalah Felysia.


"Ah ternyata kau Felysia dan kenapa kau disini? Terus siapa yang jaga?" Riziel yang terkejut melihat Felysia berada di dunia manusia.


"Di ganti sementara dan juga aku sudah izin istirahat untuk pergi kesini jadi jangan khawatir karena semua susah di at---" Felysia yang sedang bicara kepada Riziel lalu ada seseorang yang mengganggu.


"Ehem siapa dia Riziel?" Sakura yang sedikit cemburu meliht Riziel dekat dengan wanita lain.


"Ehh ternyata kau sakura kenalkan dia Felysia temanku" Riziel yang langsung memperkenalkan Felysia kepada sakura.


"Sepertinya dari wajahnya mirip seseorang siapa ya? Dan tuh sebelahmu cemburu" Felysia yang asal bicara.


"Siapa juga aku tidak peduli hmph" sakura yang kesal kepada Riziel.


"Sakura jangan pergi dan dia ini adiknya zanna temanmu Felysia" Riziel sambil menahan sakura pergi.


"Ehh adiknya zanna pantas saja sangat mirip dan tubuh adiknya lebih bagus daripada kakaknya yang pemalas" Felysia yang langsung memuji sakura yang tepat di sebelah Riziel.


"Ehh maafkan aku sikapku keterlaluan dan apa kondisi kakakku baik-baik saja?" Sakura yang langsung meminta maaf kepada Felysia karena tau teman baik kakaknya.


"Baik dan Riziel sangat beruntung bisa mendapatkan hati adiknya zanna" Felysia yang tersenyum melihat sikap asli Riziel.


"Matamu aku yang susah dan kau asal bicara seenaknya" Riziel yang langsung mencubit pipi Felysia.


"Nona nona yang cantik mengajak kalian makan bersama?" Pria yang mendekati felysia dan sakura tanpa menghiraukan Riziel.


"Maaf telah mengganggu kalian" pria itu langsung berlari pergi menjauh.


"Masih saja pemarah ya Riziel" Felysia yang mengatakannya sambil tersenyum.


"Karena aku sudah merasakan niat jahat dari pria itu dan aku membenci itu" Riziel yang mengatakannya sambil menghilangkan hawa membunuh.


"Terimakasih Riziel sudah melindungiku lagi" sakura yang sangat senang.


"Guk guk" aiko yang tiba tiba merasakan energi spiritual yang di kenalnya.


"Ahh lucunya dalam wujud ini anjingmu Riziel yang selalu bersamaku bukan?" Felysia yang masih ingat dari pancaran energi spiritualnya sambil menggendong anjingnya.


"Ya benar" Riziel yang sudah pasti Felysia mengenalnya.


"Kak itu aiko milikku" sakira yang langsung datang mencari aiko.


"Ah maaf ini adik kecil anjingmu" Felysia langsung menurunkan anjing.


"Terimakasih kak" sakira sambil bermain lagi dengan aiko.


"Maaf ada urusan mendadak jadi sampai jumpa nanti" Felysia langsung pergi menghilang.


"Riziel kau harusnya beritahu aku dulu yang benar jadi aku hampir marah tidak jelas karenamu hmph" sakura yang masih kesal.


"Ya maaf dan nanti tidak akan begitu lagi" Riziel sambil senang melihat sakura bisa cemburu seperti wanita pada biasanya.


"Ya jangan di ulangi lagi aku kira kau playboy" sakura yang mengatakan hal yang tidak mungkin Riziel benci.


"Cih siapa juga yang mau begitu dan aku mau berenang saja di laut" Riziel langsung berjalan menuju tempat sewa selancar laut.


"Ehh tunggu bagaimana penampilanku apakah bagus?" Sakura yang sedikit malu.

__ADS_1


"Ehem cantik kok dan cocok untukmu" Riziel yang merasakan dirinya sedikit aneh hari ini.


"Oh ya apa kau tidak takut dengan hiu Riziel?" Sakura yang sangat takut berenang di laut karena ikan yang ganas.


"Akan aku bunuh jika ada ikan ganas mendekatiku" Riziel yang mengatakan dengan jujur.


"Huh kau kejam" sakura yang sedikit merinding.


"Saya ingin menyewa 1 selancar" Riziel yang langsung menyewa selancar di atas ombak laut.


"Ini harganya 25rb selama 2 jam" penunggu tempat sewa itu langsung memberikan harganya.


"Baiklah bayarnya nanti saja jika sudah selesai" Riziel yang langsung memilih selancar yang bagus.


"Baiklah" penunggu sewa selancar itu membiarkan Riziel membayar nanti.


"Baiklah ini saja dan ayo pergi sakura" Riziel yang selesai memilih selancar untuk dirinya.


"Hati hati nanti berselancar di atas ombak laut" sakura yang mengingatkan Riziel.


"Ya dan juga tolong jaga adikku" Riziel yang langsung pergi ke arah laut.


"Ya" sakura langsung berjalan mencari adik Riziel.


Sakura yang mencari adik Riziel yang sedang bermain lalu mendengar suara anjing yang seperti memanggilnya lalu sakura langsung mencarinya.


"Kak sakura ayo main bersama" sakira yang melihat sakura langsung antusias ingin bermain bersama.


"Ya biar kakak temani" sakura yang langsung ikut bermain.


Di sisi lain orangtua sakura dan Riziel sedang bersantai sambil memperhatikan kegiatan anak anaknya dari kejauhan.


Riziel yang berselancar di atas ombak laut yang sedang bagus membuat dirinya sangat menikmati liburannya mungkin yang tidak akan di lupakan.


Riziel yang selesai berselancar di atas laut selama 2 jam yang cukup menghibur diri lalu Riziel mendekati adiknya yaitu sakira yang sedang bermain pasir.


"Sepertinya kalian sedang bersenang senang bolehkah aku ikut" Riziel langsung menancapkannya di pasir.


"Ternyata kakak boleh bantu buat istana dari pasir bersama" sakira yng sangat senang melihat Riziel kembali dan ikut bermain.


"Bagaimana berselancar di atas ombak laut menyenangkan?" Sakura yang ingin tau kesan Riziel sendiri saat berselancar.


"Menyenangkan kok dan dimana aiko anjingku?" Riziel yang tidak melihat anjingnya.


"Hm kalau tidak salah tadi itu pergi entah kemana karena bosan sepertinya" sakura yang mencoba mengingatnya.


"Begitu yasudah tidak apa dan aku pergi sebentar untuk mengambil uang untuk membayar selancar sudah 2 jam tidak terasa sebelumnnya sangat menyenangkan" Riziel yang pergi menjauh untuk mengembalikan selancar yang di sewanya.


"Tu-tunggu aku ingin pinjam selancarnya nanti biarkan aku bayar nanti" sakura yang malu bicara kepada Riziel dengan keras terdengar oleh orang lain.


"Baiklah tapi bayarnya setengah-setengah denganku dan karena aku pinjamkan jadi hati hati pakainya" Riziel langsung memberikan selancarnya.


"Terimakasih, baiklah aku akan pakai berhati-hati" sakura yang langsung senang Riziel ingin meminjamkannya.


"Ohh ya ini untukmu juga untuk pengaman jika kau tenggelam" Riziel memberikan gelang dari rantai neraka di selimuti energi spirit untuk berjaga jaga.


"Ini gelang apa hubungannya?" Sakura yang tidak mengerti perkataan Riziel.


"Sudah pakai dan sana pergi jika ingin berselancar" Riziel malas menjelaskannya.


"Baiklah aku pakai" sakura langsung memakainya lalu pergi ke arah laut yang luas.


Sakura yang lumayan senang sehingga tidak terlalu memikirkan dirinya selalu tidak berguna dan menyalahkan dirinya sendiri sekarang melupakannya untuk sementara.


Riziel langsung menemani adiknya bermain pasir di pantai sedangkan keluarganya sedangbereantai dari kejauhan sambil memperhatikan kegiatan anak anaknya.

__ADS_1


__ADS_2