Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 22 ] : Merubah Sikap Buruk


__ADS_3

Riziel yang tersadar melihat posisi di atas Sofa sambil di pangkuan Sakura yang meminta maaf dan menangis membasahi baju Riziel sendiri.


"Uh ugh Jangan menangis ini efek samping dari energi yang kamu tembakkan kepadaku sangat besar jadi membuat jiwa spiritualku terkejut sekaligus kesakitan mungkin” Riziel yang bicara kepada Sakura sambil mencoba bangun.


"Ri-ziel maafkan aku” Sakura yang langsung memeluk Riziel.


"Ehem syukurlah sudah sadar hampir saja membuatku menelpon ayahmu dan ambulans karena jantungmu berhenti seketika” Ayah sakura yang bicara kepada Riziel.


Sakura langsung melepaskan pelukannya lalu menjauhi Riziel sedikit sambil membersihkan air mata di wajahnya.


"Maaf membuat kalian semua khawatir berapa lama aku pingsan?” Riziel merasa dirinya pingsan hanya sebentar.


"Entahlah tapi sekarang sudah hampir jam setengah jam 12 malam” Ibu sakura yang langsung memberitahukan kepada Riziel.


"Ehh! Apa jam setengah 12 malam! Gawat aku harus pulang” Riziel langsung mengambil handphone untuk memastikannya.


"Nak Riziel ini sudah malam jadi menginaplah disini dahulu jangan paksakan dirimu” Ibu Sakura yang langsung bicara kepada Riziel.


"Aduh bagaimana jawabnya ya? Ini sangatlah memalukan juga” Riziel sambil memalingkan wajah ke arah lain.


"Anggaplah rumahmu sendiri sebagai membayar hutang selama ini telah melindungi Putriku selalu” Ayah Sakura masih mencoba menyakinkan Riziel.


"Baiklah” Riziel sambil mencoba tenang.


"Kalau tidak keberatan bisa tidur di kamarku akan aku siapkan tempat tidur mini jika mau?” Sakura yang menawarkan kepada Riziel sambil menunduk kepalanya.


"Nak kamu itu gadis gak baik tidur bersama Riziel itu sama seperti ayahmu” Ibu sakura yang langsung memberitahukan kepada Putrinya.


"Hm aku hanya menawarkan saja bu apa itu salah?” Sakura yang bicara kepada orangtuanya.


"Baiklah ayah izinkan tapi Riziel jangan macam-macam dengan Putriku” Ayah Sakura langsung mengancam Riziel.


"Aku mengerti pak” Riziel bukanlah laki-laki yang sama seperti murid sekolahnya karena dari kecil Riziel tidak pernah menyukai perempuan dan hanya mempunyai rasa benci kepada semua orang disisinya saat masa lalu.


"Kalau begitu makanlah dahulu karena saya mengajak Putriku makan selalu tidak mau saat melihatmu pingsan jadi ajaklah makan bersama” Ibu Sakura yang sangat ingin membalas kebaikan Riziel selama yang sudah di lewati.


"Ibu aku bukannya menunggu Riziel sadar tapi aku masih belum mau makan hmph” Sakura sambil memalingkan wajahnya karena ketahuan ibunya.


"Makanlah dahulu sudah malam dan juga ayah, ibu sudah ngantuk ingin tidur jadi jangan berisik lagi” Ibu Sakura yang masih menyuruh Putrinya makan malam.


Ketika orangtua Sakura sudah pergi dan masuk ke dalam kamar untuk tidur lalu Riziel langsung berdiri kemudian mengajak Sakura makan bersama.


"Em Sakura maafkan aku sudah membuatmu khawatir hingga menagis untukku dan baru kali ini merasakan seseorang yang sudah sayang kepadaku namun aku masih belum tau perasaanku sendiri untuk membalasnya” Riziel yang berjalan mengikuti Sakura dari belakang.


"Ehh aku juga saat awal mengenal Riziel hingga di marahi semakin lama aku juga menyukaimu jika kamu tidak bisa membalas perasaan dariku tidak masalah bagiku karena aku akan menunggu waktunya hingga Riziel menyukaiku”


"Tapi kejadian kita itu a-anggap saja hadiah dariku untuk terimakasih sudah selalu menyelamatkanku dan ada untukku” Sakura yang langsung berbalik sambil tersenyum lega bisa mengatakan perasaannya kepada Riziel.


"Ya sekarang kamu adalah pacarku jadi tidak boleh yang ada macam macam kepada Sakura karena milikku saja” Riziel sambil menggoda Sakura dengan menyentuh dagunya.


"Bo-bodoh jangan lakukan lagi” Sakura yang langsung mendorong Riziel mundur.


Kemudian sampai di ruang makan rumah sakura yang melihat makanan masih tersisa banyak namun sudah dingin.


Sakura yang masih malu mengingat Riziel sudah berani menggombal untuk pertama kalinya kepada Sakura.


Mereka berdua yang makan bersama namun tidak bicara sedikitpun membuat suasananya sangat canggung sekali karena keduanya tidak tau harus bicara kepada satu sama lain.


Riziel yang selesai makan kemudian langsung mencucinya dengan sedikit merasakan ngantuk dan juga Aliran energinya sedikit berubah seperti energi yang sudah menghilang sejak lama kembali berkumpul di dalam tubuhnya.


Kemudian setelah selesai Sakura langsung pergi menuju kamarnya dan Riziel mengikuti saja dari belakang agar tidak terjadi lagi salahpahaman lagi.


Saat sakura membuka lemari langsung mengambil tempat tidur lipat saat SMP di belikan ayahnya untuk kegiatan Pramuka berkemah ke gunung saat kelas 2.


Setelah semua selesai sambil di bantu oleh Riziel membereskan barang barang yang terlalu banyak berantakan di bawah tempat tidur.


"Hahh akhirnya bisa tidur mengantuk sekali” Riziel tanpa berfikir langsung tiduran di atas tempat tidur lipat.


"Hm Riziel besok kamu akan pulang dan sekolah?” Sakura sambil menarik selimutnya.


"Ya lagi pula besok hari kamis jadi masih harus ke sekolah juga tidak ada pilihan lain” Riziel sambil mengeluh.


"Kalau begitu besok aku juga akan sekolah dan jangan lupa menjemputku juga seperti biasanya” Sakura sambil berpindah dan melihat Riziel di sebelah tempat tidur.


"Huh terserah saja” Riziel menjawab sambil menggulingkan badan ke arah kanannya.


"Riziel apa kau menyadarinya bahwa sikap ayahku setelah pulang dari rumah sakit sikapnya berubah menjadi seperti menyembunyikan masalah” Sakura menyadarinya bahwa sikap ayahnya sedikit berubah.


"Ya aku juga menyadarinya tapi aku bisa saja membaca pikiran ayahmu tapi aku tidak menyukainya karena membaca pikiran seseorang yang dekat denganku” Riziel sambil mengeluarkan pendapatnya sendiri.


"Baiklah kalau begitu selamat tidur Riziel” Sakura yang langsung menarik selimut miliknya kemudian tidur.


"Selamat tidur juga” Riziel yang kemudian tidur karena sangat mengantuk.


Kemudian hari berganti menjadi pagi hari dan Riziel terlalu malam tidur membuatnya terbangun jam 05:35 dari alarm handphone sekaligus Sakura yang membangunkannya karena sudah waktunya bangun.


"Riziel bangun katanya sekolah” Sakura yang sudah siap memakai pakaian sekolah hari kamis.


"Uhh 5 menit lagi aku masih mengantuk” Riziel yang masih merasa mengantuk sekali.


"Bangun!! Ayo sekolah” Sakura yang mencubit kedua pipi Riziel dengan keras.


"Iya iya bangun” Riziel yang tidak tahan sakit pipinya di cubit dengan keras oleh sakura.


Kemudian Riziel langsung mengambil barang barangnya yaitu kunci motor dan handphone dan merapikannya kemudian pergi pulang menuju rumahnya sendiri sedangkan sakura menunggu di rumah ya sambil sarapan.


Kemudian Riziel yang beberapa menit di perjalanan tidak terlalu jauh akhirnya sampai depan rumah dan terkena marah ibunya yang marah karena tidak mengabarinya setelah itu Riziel langsung mandi sekaligus mengganti pakaian sekolah kemudian pergi sekolah.


Riziel yang menjemput Sakura kemudian langsung pergi menuju sekolahnya agar tidak terlambat lagi di tambah lagi kemacetan jalan raya.


Setelah sekitar 15 menit akhirnya sampai namun masih banyak waktu sebelum masuk kelas kemudian Riziel langsung parkir setelah selesai Riziel bersama Riziel langsung berjalan bersama menuju kelas bersamaan.

__ADS_1


"Huh seperti biasa pasti saja jadi pusat perhatian mengesalkan saja” Riziel yang berjalan melewati lorong sambil melihat wajah para murid memperhatikan Riziel dan sakura dengan perasaan iri.


"Sudah jangan di perhatikan dan aku ingin bicara sambil berjalan” Sakura yang ingin memberitahukann Kepada Riziel yang semalam di dengar tentang pembicaraan orangtuanya Sakura.


"Baiklah katakan apa itu?” Riziel sambil mengecek handphone.


"Tadi malam aku dengar orangtuaku bicara tentang masalah nenek dan kakek dari ibu tapi tidak terlalu jelas” Sakura yang sebenarnya masih ingin tau tapi tidak terdengar jelas.


"Yasudah biarkan saja nanti juga akan memberitahukannya kepadamu cepat atau lambat karena kamu adalah anaknya masa akan di sembunyikan selalu” Riziel yang bicara kepada untuk tidak terlalu memikirkannya.


"Baiklah semoga saja dan Riziel tadi sarapan tidak?” Sakura yang langsung bertanya.


"Sarapan kok masa gak sih” Riziel yang masih sempat sarapan karena sakura membangunkannya masih pagi.


"Baiklah aku kira kamu tidak sarapan karena sangat cepat menjemputku sih jadi aku curiga Riziel tidak sarapan karena aku memaksamu sarapan di rumahku tidak mau sih” Sakura sambil memasang wajah kesal kepada Riziel.


"Iya terserah saja mau menyangka apapun” Riziel dengan wajah tenangnya.


"Tidak terasa sudah sampai kelas kalau begitu sampai jumpa nanti istirahat aku akan mencari kelasmu Riziel ya?” Sakura yang langsung berbelok masuk kelas.


"Okey” Riziel langsung melanjutkan langkahnya menuju kelas yang semakin jauh.


Riziel pun Sampai di depan kelas kemudian Riziel langsung tanpa pikir panjang langsung masuk kelas dan belum ada Clovis datang namun Riziel tidak menghiraukannya.


Riziel kemudian menyimpan tas kemudian duduk sambil membuka handphone kembali karena tadi tidak terlalu fokus membuka handphone disisi lain Chelsea yang sudah datang bersama intan dari awal menatap Riziel dengan wajah dendam sambil mengeluarkan hawa dendam sangat kuat.


Riziel yang menyadarinya hanya diam tidak menghiraukannya kemudian membuka WhatsApp ada dari 2 pesan tidak di kenal yang satu dengan foto Alice dan yang satu lagi tidak pakai foto namun tertera nama Seira dengan 4 pesan.


Riziel yang membuka pesan dari Seira ternyata isinya adalah tentang tidak bekerja hari ini dan menelpon 2x kemudian Riziel langsung save 2 nomor itu di handphone miliknya.


Beberapa menit Riziel memutuskan bermain game langsung Clovis baru saja datang dengan memasang wajah hampir terlambat.


"Hah hah syukurlah masih sempat” Clovis yang langsung masuk kelas dan duduk di sebelah Riziel.


Riziel yang fokus bermain game kemudian Clovis yang langsung mengeluarkan handphone karena melihat Riziel baru saja selesai.


"Ayo main lagi Riziel bersama” Clovis yang bersemangat bermain bersama Riziel.


"Tuh liat guru baru saja datang” Riziel sambil menyimpan kembali handphone miliknya.


"Cih dasar menyebalkan!” Clovis yang selalu tidak mendapatkan kesempatan bermain game bersama Riziel.


Kemudian guru mengajar pelajaran Matematika di jam pertama yang sangat menyebalkan selama 3 jam pelajaran hingga istirahat.


Riziel yang tanpa mengeluh hanya mengikuti pelajaran sambil memahami setiap rumus matematika yang sudah di pelajari sebelumnya.


Tiga jam berlalu akhirnya bel istirahat berbunyi dan Clovis yang sudah sangat lemas seketika bersemangat melihat 2 gadis di depan kelasnya menunggu yaitu Alice dan Sakura.


Kemudian Riziel langsung keluar kelas dengan cepat untuk menuju Kantin sekaligus melihat Sakura yang menunggu di depan kelasnya.


"Bagaimana pelajaran hari ini Riziel?” Sakura yang langsung menempel kepada Riziel.


"Seperti biasa tidak ada yang bagus” Riziel yang sudah gampang mengingat materi berkat kekuatannya selama ini.


"Kasihan sekali dan bagaimana kemarin lancar mengerjakan hukuman?” Alice sambil sedikit meledek Clovis.


"Begitulah aku pulang pulang lemas mencatat 2 lembar tulisan ‘saya tidak akan melakukan lagi’ di kertas Folio dan pulang jam 16:59 sangat melelahkan” Clovis sambil mengeluh di hadapan Alice.


"Lain kali ikuti saja belajar jangan bolos dari para terkena masalah” Alice sambil menepuk pundak Clovis untuk memberikan semangat.


"Iya akan aku coba” Clovis yang menjadi lebih baik.


Kemudian mereka berempat sambil berjalan menuju kantin sambil mengobrol satu sama lain hingga akhirnya sampai di depan kantin yang ada tempat kosong sudah ada Cakra dan Seira sedang bicara satu sama lain dengan senang.


Mereka berempatpun langsung duduk disana bersama Riziel dan sakura duduk bersebelahan.


"Senior kemarin kok tidak masuk kerja?” Seira yang langsung bertanya kepada Riziel.


"Maaf ketiduran kemarin karena menjenguk Gadis di sebelahku ini” Riziel sambil menepuk pundak sakura yang sedang membuka tempat makanannya.


"Mengagetkan saja sih” Sakura yang langsung mencubit Riziel.


"Oh begitu ya” Seira yang mengenal Sakura tapi malu untuk berkenalan.


"Siapa dia Riziel?” Sakura yang baru saja melihatnya.


"Junior di tempat kerjaku dan berhenti menatap dengan tidak percaya begitu” Riziel yang merasa menyebalkan melihat tatapan mata sakura yang tidak percaya.


"Baiklah dan namamu siapa? Lalu kamu kelas 1?” Sakura yang langsung menebak kelas Seira.


"Namaku Seira aku kelas 2 akuntansi bukan kelas 1!” Seira yang kesal selalu seseorang yang bicara bersamanya pasti selalu salah menebak.


"Maaf habisnya melihat saja seperti kelas satu” Sakura yang mencoba sedikit terbuka untuk mencari teman.


"Cakra lu olahraga hari ini?” Clovis yang sepertinya melupakan sesuatu.


"Ya ada apa gitu?” Cakra kembali bertanya sambil makan.


"Setelah pelajaran ini Ips dan tidak ada pelajaran olahraga hari ini bukan?” Clovis yang menyangka hari ini tidak ada pelajaran olahraga.


"Lihat di grup di karenakan besok tanggal merah dan guru Ips sedang sakit jadi akan di gantikan oleh pelajaran olahraga pak saeful jangan lupa bawa baju olahraganya” Riziel sambil mengatakan sesuai pemberitahuan grup kelas.


"Uh aku lupa tidak sempat buka grup” Clovis sambil mengeluh.


Riziel langsung pergi membeli makanan dan tempat makanan itu sedang tidak ramai lalu Riziel langsung memesan makanan dan tidak lama kemudian kembali menuju meja sebelumnnya.


"Kemana Clovis dan Cakra menghilang?” Riziel melihat kedua temannya menghilang.


"Tadi sih bicara mau pinjam baju olahraga milik Cakra agar tidak kena hukuman” Alice yang langsung memberitahukan kepada Riziel.


"Ohh begitu biarkan sajalah” Riziel yang langsung kembali duduk di sebelah sakura yang masih belum makan.

__ADS_1


"Riziel cobalah sedikit saja” Sakura yang ingin tau rasa makanan buatannya sendiri untuk hari ini.


"Aku sudah punya sendiri” Riziel yang terlalu banyak para murid di sekitarnya.


"Satu kali ini saja aku mohon” Sakura sambil memelas membuat Riziel tidak tega menolaknya.


"Baiklah” Riziel langsung membuka mulutnya.


Kemudian makanan buatan sakura langsung masuk ke mulut Riziel makanannya tidak terlalu buruk karena sudah lebih matang dan rasanya juga lebih baik juga.


"Apa enak?” Sakura yang ingin tau rasanya menurut Riziel.


"Sudah lebih baik dan tidak kurang matang seperti sebelumnya” Riziel yang sedikit merasa itu adalah hal memalukan.


"Syukurlah aku belajar dari ibuku tidak selama ini hehe” Sakura yang senang bisa mendapatkan pujian dari Riziel yang lebih baik dari sebelumnya.


"Sudah sekarang makanlah dan aku juga harus cepat untuk mengganti seragam” Riziel yang langsung makan tanpa bicara lagi.


Setelah selesai menghabiskan makanan Seira baru ingin bertanya kepada Riziel tentang akan menggantikan kembali uang Riziel berikan sebelumnnya.


"Kemarin kerja bisa mengurusnya?” Riziel yang tidak enak kemarin menyerahkannya kepada Seira.


"Baik baik saja dan kemarin aku mendapatkan uang harian karena kerja dan kemarin pulang bersama kalau tidak salah namanya pak Deni mengetahui bahwa aku hidup sendiri lalu aku berani mengatakannya berkat perkataan senior” Seira yang harus merubah dirinya untuk hidup itulah yang di inginkan ayahnya.


"Itu bukan karenaku tapi karena keberanian dirimu sendiri yang harus berubah dan jangan terlalu menatap masa lalu atau kamu akan terpuruk di situ” Riziel sambil memberikan semangat.


"Siap kak senior” Seira dengan senang.


"Riziel kamu ingin ke kelas sekarang?” Sakura yang langsung merapikan bekal makannya.


"Ya memang karena Pak Saeful selalu datang secara mendadak” Riziel sambil sedikit mengeluh karena guru olahraganya yang sangat sulit di tebak sikap aslinya.


Kemudian Riziel bersama Sakura langsung pergi menjauh dan Alice bersama Seira yang sedikit iri oleh sakura.


"Oh ya kak gadis bernama Sakura itu pacar senior Riziel?” Seira yang sangat ingin mengetahuinya.


"Jangan terlalu keras bicaranya dan mereka berdua memang berpacaran sejak lama sih” Alice sambil memberitahukan kepada Seira.


"Pantas saja senior Riziel seperti sangat senang bersamanya” Seira yang tidak bisa membunuh orang baik seperti senior Riziel bersamaan dengan sakura yang baik.


Kemudian bel istirahat selesai semua murid langsung kembali menuju kelas masing masing untuk melanjutkan pelajaran berlanjutnya.


Riziel yang baru saja sampai di kelas kemudian langsung mengambil seragam baju olahraga tidak lama Riziel baru datang lalu pak Saeful langsung memasuki kelas.


"Saya beri waktu 5 menit untuk mengganti pakaian lebih dari itu akan anggap kehadiran alfa dan saya tunggu di lapangan” Pak Saeful langsung memberitahukan kepada murid kelas Riziel.


"Baik pak” semua murid di dalam kelas menjawab bersamaan.


Ketika semua satu kelas selesai mengganti menjadi seragam olahraga segera pergi menuju lapangan dengan cepat karena gurunya yang sangat tegas.


"Semuanya sudah berkumpul?” Pak Saeful yang sambil memperhatikan beberapa murid yang baru saja datang.


"Sudah pak” ketua kelas yang langsung menjawab.


"Bagus sekarang cari satu teman kalian untuk melakukan pemanasan yang harus di melakukan langkah langkah sebelum bermain basket agar kalian tidak salah” Pak Saeful yang masih memperhatikan semua sikap para muridnya.


"Riziel seperti biasa denganku ok?” Clovis yang kurang akrab bersama teman kelas lainnya.


"Asal jangan menyusahkanku maka aku memperbolehkannya” Riziel sambil kurang bersemangat.


"Okelah” Clovis yang senang Riziel tidak menolaknya.


Setelah beberapa menit pemanasan cara bermain basket selesai lalu pak Saeful langsung memberikan penilaian akhir pelajaran yaitu membuat tim untuk mendapatkan nilai terbaik.


"Riziel, Clovis tim diriku masih kurang 2 orang kau mau bergabung bersama kami?” Rendi sang ketua kelas langsung kekurangan 2 orang dalam tim.


"Baiklah aku akan ikut” Riziel yang hanya ingin mendapatkan nilai.


"Kalau begitu aku juga” Clovis yang bersyukur masih ada yang ingin mengajak Riziel bersama Clovis.


"Bagus jangan berikan lawan kemenangan” Rendi yang percaya kepada Riziel pasti bisa menang.


"Yaa!” Tim yang Riziel tempati dengan penuh semangat.


Sedangkan di sisi lain seseorang yang memperhatikan Riziel dari kejauhan yaitu Sakura yang tidak ada guru pelajaran masuk kelas jadi hanya jam kosong.


"Apa sudah semuanya membuat tim?” Pak Saeful yang masih melihat murid belum membuat tim dan hanya siswa laki-laki yang sudah membuat tim dengan cepat.


"Sudah pak” Para murid laki-laki menjawab dengan tegas.


"Bagus kalau begitu disebutkan siapa saja nama anggota kalian sedangkan yang belum membuat kelompok saya akan berikan nilai pas kkm” Pak Saeful menjawab dengan tegas bicara kepada pada murid siswi.


Setelah memberikan daftar setiap tim yang sudah dibuat di kertas satu lembar dan memberikannya kepada Pak Saeful.


"Baiklah kalau begitu tim Rendi dan tim Barry bersiap” Pak Saeful langsung mengambil Satu Bola basket bersamaan dengan 2 tim menunggu di tengah lapangan.


"Riziel aku serahkan bagian depan kepadamu untuk merebut bola” Rendi yang kurang percaya diri.


"Serahkan padaku” Riziel yang sudah lama tidak melatih tangannya.


"Mulai!” Pak Saeful langsung melemparkan Bola basket ke atas.


"Hap kena semuanya maju” Riziel yang berhasil merebut bola.


"Sial kenapa bisa cepat mengambilnya dan rebut dari Riziel sekarang” Bagas yang kesal kalah cepat dengan Riziel.


"Bagus sekali Riziel dan lempar padaku!” Rendi yang langsung berlari mendekati ring bola.


"Baiklah tolong” Riziel sambil melompat dan melemparkan kepada Rendi.


"Rebut jangan sampai mencetak angka” Bagas yang kesal harus kalah cepat.

__ADS_1


Rendi yang terpojok oleh 2 orang yang menjaganya sambil merebut bola basket namun Rendi langsung mengoper kepada Clovis dan di berikan lagi kepada Riziel.


Riziel yang terpojok oleh tiga orang kemudian Riziel langsung memantulkan bola basket kemudian melemparkannya menuju ring lawan.


__ADS_2