
Bel sekolah yang kemudian berdering nyaring sampai terdengar ke seluruh bagian sekolah karena waktu sekolah sudah berakhir lalu seluruh murid juga pulang menuju rumah masing-masing.
"Riziel ada yang aku bicarakan sebentar denganmu bisa?” Clovis yang ingin menanyakan sesuatu.
"Apa itu? Katakan saja” Riziel dengan tidak keberatan mendengarnya.
"Apa kau mengenal gadis kelas 2 akuntansi?” Clovis yang penasaran minggu kemarin selalu bertanya kepadanya.
"Tidakk, memangnya ada apa?” Riziel menjawabnya dengan serius.
"Ya seminggu kemarin saat kau tidak masuk ada yang mencarimu selalu sampai menanyakan terus kepadaku, aku kira kau kenal padanya” Clovis yang langsung mengatakannya kepada Riziel.
"Entahlah rasanya aku tidak kenal tapi apa kau ingat namanya siapa?” Riziel yang penasaran dengan anak murid kelas dua yang mencarinya.
"Kalau tidak salah ingat namanya Seira kelas 2 jurusan akuntansi” Clovis langsung memberitahukannya kepada Riziel.
"Baiklah akan aku ingat dan terimakasih sudah memberitahukannya kepadaku” Riziel yang berusaha akan mencarinya untuk memperjelas tujuannya.
"Ya bukan apa-apa” Clovis yang senang bisa membantu Riziel.
Lalu Seorang yang di kenal sangat dekat dengan Riziel yaitu Sakura sudah menunggu di depan kelasnya baru selesai membereskan barang-barangnya di kelas dan Riziel yang melihatnya langsung segera berjalan keluar kelas.
"Apa sudah selesai mengobrolnya?” Sakura langsung bertanya kepada Riziel yang terlihat memikirkan sesuatu.
"Ah sudah kok” Riziel terlalu memikirkan hal yang baru saja di beritahukan oleh Clovis.
"Apa sekarang jadi?” Sakura dengan sangat menantikannya.
"A-iya tentu saja jadi tapi pulang dahulu ganti pakaian dahulu” Riziel masih terpikirkan hal sebelumnya.
"Tentu saja pulang dulu Riziel, pertanyaanmu sungguh aneh hehe” Sakura yang menjawabnya dengan sedikit bercanda.
"Ah maaf haha” Riziel hanya bisa tertawa dengan canggung.
"Apa masih terfikir tentang hasil ulangan susulanmu salah semua hehe?” Sakura langsung mengajak Riziel bercanda.
"Tentu saja bukan! Untuk apa juga menghawatirkan hasil ulangan tadi” Riziel kembali bersikap seperti biasanya.
"Tentu saja itu Riziel!, Karena yang aku kenal adalah Riziel yang kuat, pintar pernah ikutan lomba sebagai perwakilan sekolah hehe” Sakura langsung memuji Riziel secara langsung di depannya.
"Ehh jangan di sebutkan dengan itu juga sih, dasar kau ini!” Riziel langsung menggenggam tangan Sakura.
"Ri-riziel” Sakura dengan malu karena takut jadi pusat perhatian dari para murid.
Riziel hanya mengabaikannya hingga akhirnya sampai di parkiran motor Sakura hanya diam tidak berbicara apapun kepada Riziel.
"Ah aku lupa kan tadi pagi tidak pakai motor kenapa aku malah datang ke tempat parkiran” Riziel mengomel sendiri.
Lalu Riziel melihat ke arah Sakura yang wajahnya memerah dengan tatapan mata mau menangis membuat Riziel langsung terkejut.
"Hee... Sa-sakura kenapa menangis?, Apa aku salah sesuatu?” Riziel dengan refleks bicara seperti itu kepada Sakura.
"Dasar bodoh Riziel..” Sakura langsung memukuli Riziel menggunakan tasnya sendiri.
"Aw.. aw.. sakit.. Sakura.. hentikan..” Riziel hanya menggenggam tangan Sakura bisa membuat Sakura sekesal ini.
"Aku benar-benar minta maaf!, Aku sangat menyesal Sekarang hentikan ini sakit” Riziel yang langsung minta maaf kepada Sakura.
"Hah.. hah.. hmph!” Sakura yang langsung pergi meninggalkan Riziel.
Lalu Sakura yang melihat bus baru saja berhenti di halte bus terdekat sekolahnya langsung segera naik sehingga meninggalkan Riziel disana meskipun ada sesuatu barang yang terjatuh yaitu dompetnya.
"Eh malah di tinggalkan olehnya dan ini bukannya dompet milik Sakura jatuh lagi tidak ada pilihan lain” Riziel melihat dompet milik Sakura langsung mengambilnya dan memasukkannya ke dalam tasnya sendiri.
Riziel kemudian berlari namun ke arah kiri sebuah gang kecil lalu mngubah dirinya menjadi wujud Eternal Spirit Form yang tidak bisa di lihat siapapun bertujuan mengembalikan dompetnya.
"Ini dompetmu ketinggalan dan maaf soal sebelumnya diriku terlalu berlebihan bercandanya” Riziel langsung menyimpan dompetnya di sebelah tempat duduk Sakura sambil berbisik kepada Sakura.
"Aku tidak akan memaksamu lagi jika malam ini jadi hubungi saja aku” Riziel berbisik lagi untuk terakhir kalinya.
Kemudian Riziel berhenti dan muncul di atas rumah lalu menghilang lagi setelah itu pergi pulang ke rumahnya sendiri untuk menormalkan tekanan atau beban pikirannya sendiri yang terasa pusing.
Sesaat sampai di depan rumah dengan lumayan cepat sampai karena dari pagi terus menerus hujan meskipun terkadang kecil atau besar namun saat Riziel mau masuk ke dalam rumah hujan kembali membesar.
"Aku pulang!” Riziel dengan cepat langsung masuk ke dalam rumahnya sendiri.
"Nak apa kamu hujan-hujanan?” Sinta dengan khawatir.
"Tidak kok, aku sudah sampai rumah tiba-tiba hujan jadi aku juga tidak kehujanan” Riziel yang langsung menjelaskannya kepada ibunya.
"Dimana ayahmu?, Kamu pulang di jemput atau naik bus?” Sinta yang tidak melihat baju putranya basah sedikitpun.
"Naik bus bu kalau ayah masih sibuk jadi gak bisa jemput” Riziel hanya bisa berbohong agar ibunya tidak khawatir.
"Yasudah mandi saja dahulu lalu makan ada di meja” Sinta yang langsung mengingatkan kepada putranya.
"Iya bu dan terimakasih sudah mengingatkanku” Riziel langsung pergi menuju kamarnya sendiri.
Yang kemudian Riziel sampai di kamarnya langsung segera membersihkan badannya sendiri dan Riziel masih penasaran dengan orang yang mencarinya bernama Seira namun tidak berani memperlihatkan wajahnya atau berhadapan langsung dengannya.
Setelah selesai mandi sekaligus mengganti pakaiannya segera berjalan keluar kamarnya sambil memeriksa apa masih hujan atau tidak cuacanya dan melihat handphonenya sendiri Sakura yang tidak ada mengabarinya yang membuat Riziel berfikir masih marah karena kejadian di sekolah tersebut.
"Nak kamu mau kemana dengan pakaian rapih seperti itu?” Ayah Riziel yang seketika bertanya langsung kepada putranya.
"A-ah ayah sudah pulang dan aku hanya ingin berjalan-jalan ke luar jadi boleh aku pinjam sebentar mobil ayah padaku?” Riziel dengan cukup terkejut tidak sadar ayahnya sudah pulang.
"Mau jalan-jalan apa bersamanya?” Ayah Riziel bicara sambil tersenyum.
"Ya gitulah apa tidak boleh?” Riziel yang tidak ingin memaksa ayahnya meminjamkannya.
"Boleh asalkan hati-hati karena cuacanya hujan begini jadi jalan agak licin jadi berhati-hatilah dan waspada dengan polisi juga” Ayah Riziel sambil memberikan kunci mobilnya.
"Terimakasih ayah, ibu aku pergi dahulu” Riziel langsung mengambil kunci mobil dari tangan ayahnya.
"Hati-hatilah di jalan” Sinta yaitu ibu Riziel dengan sedikit perasaan khawatir.
__ADS_1
Lalu Riziel yang langsung menyalakan mobil milik ayahnya sambil mengeluarkannya dari dalam garasi mobil setelah menyala mobilnya Langsung pergi menuju rumah Sakura.
Di dalam perjalanan juga kondisi Riziel sedang mengendarai mobil merasa ada aura aneh namun hanya terasa sekejap setelah itu tidak terasa lagi dan tidak lama itu sampai di depan rumahnya Sakura berada.
Ding! Dong!
Riziel yang keluar dari mobil langsung menekan bel rumah tersebut hingga berbunyi sehingga langsung terdengar oleh yang punya rumahnya sendiri.
"Tunggu sebentar, siapa ya?” Seseorang membuka pintu rumahnya segera.
"Maaf mengganggu waktu sebentar ini aku Riziel” Riziel langsung bicara kepada ibunya Sakura.
"Ternyata nak Riziel apa datang mau bertemu dengan putriku? Tapi sebelumnya apa yang terjadi antara kalian berdua putriku bersikap berbeda sejak pulang?” Ibu Sakura langsung menanyakan hal tersebut kepada Riziel.
"Sebelumnya gak enak sambil berdiri gini apa lagi di luar hujan boleh masuk ke dalam?” Riziel dengan memintanya sangat sopan.
"Aha maaf masuklah dahulu” Ibu sakura dengan sopan mempersilahkannya.
"Terimakasih” Riziel yang langsung duduk di atas sofa.
"Jadi apa yang terjadi antara kalian berdua?” Ibu sakura langsung bertanya dengan serius.
"Ya sebenarnya putri anda mencoba bercanda lalu aku membalasnya saat pulang dengan menggenggam tangannya hingga sebelum gerbang sekolah setelah itulah putri anda marah padaku” Riziel langsung menjelaskannya tanpa berbohong sedikitpun.
"Oh gitu yasudah langsung saja ke kamarnya lalu cepat berbaikan lagi dengan putriku” Ibu sakura tanpa basa-basi langsung mengizinkan Riziel datang ke kamarnya.
"E-eh apa boleh?” Riziel dengan cukup terkejut.
"Tentu saja saya percaya pada putriku pasti akan memaafkannya” Ibu sakura langsung berdiri lalu menyuruh Riziel cepat berbaikan dengan putrinya.
"Baiklah” Riziel yang langsung pergi menuju kamar sakura.
Lalu saat sampai depan kamar Sakura pintunya langsung terbuka pelan karena Sakura mengetahui Riziel datang jadi membuka pintu kamarnya hingga memperlihatkan sedikit bagian wajahnya.
"Ternyata kamu datang padahal aku sedang kesal denganmu” Sakura bicara dengan perasaan kesal.
"Aku datang untuk minta maaf karena bercandaku terlalu berlebihan padamu sampai membuatmu kesal, aku benar-benar menyesal jadi maukah memaafkanku?” Riziel dengan menundukkan wajahnya.
"Baiklah aku memaafkanmu dan masuklah sini sebentar” Sakura langsung membuka pintu lalu menarik tangan Riziel sambil membawanya masuk ke dalam kamarnya.
Saat di dalam kamar tersebut Sakura langsung mengeluarkan unek-uneknya kepada Riziel sedangkan Riziel yang langsung mendengarkannya saja apa yang Sakura rasakan jelas rasa kesal saat di sekolah.
"Terimakasih sudah mengembalikan dompetku yang jatuh jika bukan karenamu mungkin aku akan pulang hujan-hujanan gak bisa naik bus” Sakura langsung berterimakasih kepada Riziel.
"Tidak perlu di pikirkan lalu mau pergi sekarang?” Riziel langsung mengajak Sakura.
"Mau sih tapi aku belum mandi jadi tidak menungguku sebentar?” Sakura bicara dengan perasaan malu.
"Haah.. mandilah dahulu aku akan menunggumu” Riziel mencoba untuk sabar.
"Terimakasih tunggulah di luar!” Sakura sambil tersenyum langsung menyuruh Riziel pergi keluar dari kamarnya.
Riziel yang kemudian berjalan menuju luar pintu untuk memeriksa sebentar mantra penghalang Spiritual yang di pasang sudah sejak lama.
"Untunglah disini juga aman terkendali jika bukan aku menambah lapisan dengan salah satu dari 7 dosa besar adalah Greed agar bisa memperkuat lalu mempertahankan Bariernya lebih kuat” Riziel yang jarang sekali mengeceknya dan Riziel sudah bisa bernafas lega.
"Hayo! Sedang melamun memikirkan apa?” Sakura langsung mengejutkan Riziel dengan menepuk pundaknya cukup keras.
"Ahh! Sakura hampir saja jantungku copot karenamu” Riziel terlalu fokus memperhatikan Barier di sekelilingnya.
"Hehe maaf jadi kita impas 1:1 ya?” Sakura dengan senang mengerjai Riziel.
"Ha.. baiklah akan aku balas nanti tunggu saja” Riziel dengan sedikit perasaan kesal.
"Hehe coba saja kalau bisa”
"Riziel itu mobil ayahmu bukan?” Sakura yang melihat sebuah mobil sedang kehujanan.
"Ya aku meminjamnya sebentar dan tunggu apa lagi ayo berangkat” Riziel yang langsung mengajak Sakura pergi.
"Eh tunggu aku belum pamit kepada ibuku” Sakura langsung memberitahukan kepada Riziel.
"Yasudah sana pamit dahulu” Riziel yang langsung memperbolehkannya.
Namun Sakura juga mengajak Riziel ikut pamit kepada orangtuanya yaitu ibu Sakura yang satu-satunya ada di rumah karena ayahnya masih sibuk oleh kerjaan jadi belum bisa pulang dan setelah selesai pamit mereka langsung pergi menepati janjinya.
"Sakura apa kamu sudah makan?” Riziel sambil mengendarai mobil.
"Eh belum aku lupa tidak makan gara-gara aku kesal kepadamu jadi aku tidak mau makan” Sakura yang merasa kesal di tambah perutnya juga kosong belum makan.
"Yasudah aku minta maaf dan apa sekarang sudah lapar? Jika ‘iya’ aku akan mampir sebentar ke tempat makan bagaimana?” Riziel mencoba langsung menawarkan kepada Sakura.
"B-boleh saja” Sakura yang juga mencoba tidak menolaknya.
Langsung parkir lalu di situ mereka langsung masuk ke dalam tempat makan tapi bukan hanya Sakura yang makan tapi juga Riziel ikut makan juga.
"Apa setelah ini mau ke tempat toko buku saat itu?” Riziel mencoba bertanya kepada Sakura.
"Hm boleh saja sih tapi tidak membuatmu kerepotan nantinya?” Sakura sambil berhenti makan.
"Tidak apa-apa waktuku banyak” Riziel langsung melanjutkan makannya lagi.
Setelah selesai makan dari sana pun kemudian pergi lagi langsung menuju toko buku yang dulu Riziel berlangganan membeli buku komik disana.
"Wah sudah lama sekali tidak kesini bukan Riziel?" Sakura yang senang rasanya bisa datang lagi ke tempat awal di mana di belikan sebuah buku novel oleh Riziel.
"Dasar kau ini, kalau gitu ayo masuk kesana" Riziel yang selesai memarkirkan mobilnya di situ langsung mengajak Sakura masuk ke toko buku yang sangat luas tersebut.
"Iya” Sakura langsung keluar dari dalam mobil.
Lalu setelah dalam toko buku tersebut Sakura langsung mencarinya sambil di temani oleh Riziel agar tidak tersesat karena toko buku tersebut sangat luas.
"Wah! Ketemu tapi tinggi aku tidak bisa mengambilnya” Sakura berhasil menemukan buku novel yang di carinya namun di bagian rak buku bagian atas.
"Ini bukan buku yang kamu mau?” Riziel langsung mengambil buku yang Sakura inginkan.
__ADS_1
"Iya benar yang itu Riziel” Sakura yang memberitahukan kepada Riziel.
"Baiklah ini untukmu” Riziel langsung memberikan buku tersebut kepada Sakura.
"Terimakasih Riziel lalu apa tidak mau membeli buku komik lagi untukmu mumpung lagi disini?” Sakura yang mencoba bertanya kepada Riziel.
"Tidak usah karena ada yang lebih penting aku inginkan dari pada ini” Riziel merasa dirinya tidak bisa lagi membuang-buang uang untuk membeli barang tidak berguna seperti dirinya dulu.
"Oh gitu ya lalu apa kita mau langsung pulang setelah itu belajar bersamaku?” Sakura bertanya kembali kepada Riziel.
"Tentu saja gadis bodoh!” Riziel dengan tersenyum hanya sebentar.
"Berhenti memanggilku seperti itu karena aku punya nama dan namaku Sakura!” Sakura dengan kesal.
"Ya ya kalau gitu ayo bayar dahulu” Riziel langsung pergi untuk membayarkan buku yang sudah di pilih.
Lalu setelah membayarnya mereka pun langsung pulang menuju rumah Riziel untuk belajar bersama di rumahnya namun di saat keluar dari toko buku tersebut terasa kembali aura busuk hingga sampai di depan rumahnya.
"Riziel ada apa?” Sakura melihat tatapan mata Riziel sedikit aneh.
"Ah.. bukan apa-apa, biar aku bantu bawa tas mu Sakura” Riziel langsung mengalihkan pembicaraannya.
Riziel dalam pikirannya berfikir ini adalah pasti Ezra yang ingin membuat kekacauan lagi namun sebenarnya bukanlah Ezra tetapi seseorang yang sedang memantau Riziel.
"Dryad apa kau juga sama merasakan aura aneh terus mengikuti kita?” Riziel mencoba bertanya kepada dryad yang terhubung dengan Riziel sendiri.
****
‘Iya saya juga merasakan hal yang sama seperti yang anda rasakan’ Dryad yang langsung menjawabnya.
‘Bisakah aku minta tolong untuk melacaknya dari mana aura aneh ini berasal?’ Riziel ingin mencoba mengetahuinya dengan cepat.
‘Saya akan lakukan’ Dryad langsung mencoba mencarinya.
Saat Dryad yang sedang mencari lokasi aura aneh berasal Riziel tidak memperhatikan Sakura yang bertanya terus kepadanya.
***
"Hei Riziel apa kau dengar?” Sakura yang kurang mengerti soalnya.
"Maaf ada apa?” Riziel kembali sadar.
"Aku kurang mengerti yang ini, bisakah jelaskan padaku cara mengerjakannya?” Sakura langsung menunjukkan soal yang tidak mengertinya.
"Oh ini mudah caranya begini...” Riziel langsung menjelaskannya kepada Sakura sampai mengerti.
‘Tuan saya menemukan dari mana asal aura anehnya yaitu dari seorang anak perempuan seumuran tuan sekarang bersembunyi di sebelah kiri rumah tetangga anda’ Dryad langsung memberitahukan lokasinya pada Riziel.
"Baiklah terimakasih atas informasinya sebentar lagi aku akan bertemu dengan dirinya” Riziel merasa cukup senang mengetahui Dryad bisa tau asalnya.
Lalu tidak lama setelah menjelaskan kepada Sakura sampai mengerti langsung pergi sebentar kaluar untuk menemui sekaligus bertanya apa tujuannya mengikuti Riziel.
[Di sisi lain situasi POV]
Disisi lain beberapa orang yang akan muncul untuk mengganggu kehidupan Riziel kedepannya yaitu perbuatan Ezra yang ingin membuat Riziel hancur kembali seperti dulu lagi saat kecilnya lalu menguasai dunia sekaligus menjadi dewa untuk mangatur ulang dunianya.
Salah satu dari orang yang di kirim kepada Riziel yaitu seorang gadis satu sekolahnya kelas 2 akuntansi untuk memata-matai Riziel sekaligus mendekatinya.
Pada saat sebelum Riziel belum kembali dari urusan keluarganya sendiri Clovis yang selalu melihat seorang siswi kelas 2 selalu menunggu di depan kelasnya.
"Bosan sekali karena tidak ada Riziel jadi ingin cepat-cepat pulang” Clovis dengan mengeluh.
"Hei Clovis apa kau mengenal siswi yang diam di depan kelas itu?” Bagas yang langsung bertanya kepada Clovis.
"Entahlah biarkan saja nanti juga pergi!” Clovis dengan malas mengangkat kepalanya.
"Dan lagi siswi itu melihat ke arahmu selalu mungkin mau dia mau bicara denganmu?" Bagas langsung mencoba membangunkan Clovis.
"Siapa sih memangnya?” Clovis langsung mengangkat kepalanya dengan kesal.
"Itu tuh? Sekalian tanya mau menunggu siapa?” Bagas langsung menunjuknya.
"Baiklah akan aku tanya, lagi pula aku tidak mengenal dia” Clovis yang langsung berdiri lalu berjalan keluar kelas menemui siswi tersebut.
Lalu Clovis yang berjalan keluar kelas untuk bertanya langsung pada gadis tersebut.
"Sedang mencari siapa ya? Sampai terus menunggu disini?” Clovis langsung bertanya kepada gadis tersebut.
"A-aku se-sedang m-mencari seseorang bernama Riziel di kelas ini apakah ada di kelas ini?” gadis tersebut bertanya kepada Clovis dengan gugup.
"Oh Riziel memang kelasnya disini tapi orangnya sedang tidak masuk sih, memangnya ada urusan apa?” Clovis kembali bertanya kepadanya.
"Bu-bukan apa-apa hanya tanya saja!” Gadis tersebut kemudian melarikan diri dari depan kelas tersebut.
"Lah? Kenapa sih dia?” Clovis dengan kurang mengerti apa yang mau di lakukannya.
Lalu Clovis yang kembali langsung ke dalam kelas sambil bertanya-tanya apa ada yang mengenal nama murid siswi tadi ke beberapa teman di kelasnya dan salah satu temannya di kelas ada yang mengenalnya langsung memberitahukan kepada Clovis.
Setelah itu Clovis ingin mendatangi Murid kelas 2 tersebut namun tidak bisa menemukannya lagi tadinya Clovis ingin mengajak ngobrol untuk bertanya tentang kenapa mencari Riziel karena Clovis pernah lihat Sakura di marahi oleh Riziel di depan kelasnya.
Di hari selanjutnya gadis tersebut yang sedang berjalan-jalan di sore hari tidak sengaja melihat Riziel bersama seorang gadis cantik langsung mengikutinya terus hingga sampai ke rumahnya.
"Oh jadi dia namanya Riziel dan apakah ini benar rumahnya? Lalu apa yang harus aku perbuat sekarang?” Gadis tersebut bersembunyi dibalik rumah sebelahnya.
"Aku hanya ingin menghidupkan kembali ayah saja kenapa harus melakukan pekerjaan seperti ini” Gadis tersebut sedikit demi sedikit perasaan ingin menangis.
Lalu secara tidak sadar seseorang yang mendatanginya langsung muncul dari depan gang kecil tersebut.
"Sebenarnya siapa dirimu? Lalu apa tujuanmu membuntutiku?!” Riziel dengan mengintimidasi gadis tersebut.
"E-eh a-aku ha-hanya orang lewat saja kok” Gadis tersebut yang langsung berdiri sambil menghapus air matanya.
"Kelihatannya kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku?” Riziel langsung menarik tangannya.
"Sa-sakit tolong hentikan!" Gadis tersebut masih ingin bungkam untuk menyembunyikan rahasinya.
__ADS_1
"Huh! Pergilah jika aku melihatmu lagi dengan memata-mataiku akan aku pastikan hal yang tidak di inginkan terjadi padamu!” Riziel langsung melepaskan genggaman tangannya lalu pergi meninggalkannya.
Kemudian Riziel pergi menuju rumahnya kembali yang seseorang memintanya belajar bersama yaitu Sakura berada di dalam rumahnya Riziel lalu saat Riziel masuk ke dalam rumahnya lagi melihat Sakura sedang mengobrol asik dengan neneknya Riziel.