Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
25. Kekacauan keseimbangan


__ADS_3

Riziel yang sedang bersama sakura dengan adiknya sambil menikmati hari liburnya namun di kenyataannya dunia sedang kacau akibat iblis yang ingin menghancurkan ke seimbangan dunia.


Sakura yang memperhatikan jendela dari lama lalu Riziel memperhatikan itu adalah beberapa iblis dan Riziel yang hanya pura pura tidak tau.


"Kenapa memperhatikan jendela?" Riziel yang bertanya kepada sakura.


"Tidak seperti ada yang melewat saja tapi entah apa berwarna merah" sakura merasakan ada yang aneh.


"Kak pesanannya datang" sakira yang mengingatkannya lalu sakura melihat ke arah lain.


"Ohh ya sakura lebih baik beritahukan ibumu agar nanti menjemput tidak khawatir karena kau pulang denganku" Riziel yang mengalihkan perhatian sakura.


"Ohh terimakasih aku telepon dahulu" sakura yang mengeluarkan handphonenya lalu menelpon ibunya.


"Tunggu sebentar kakak ingin periksa motor dahulu dompetnya tertinggal di motor" Riziel yang langsung berdiri.


"Baiklah hati hati kak" sakira yang menjawabnya.


Riziel langsung pergi dan mengubah wujud tubuhnya menjadi guardians heaven and hell lalu terbang menuju iblis yang menganggu kehidupan manusia.


"Chains relic : Holy Prison!" Riziel yang membuat rantai dan menangkap 5 iblis lalu mengubah rantai menjadi penjara terbuat dari energi spirit.


"Sialan kau kenapa ingin menghalangi kami menghancurkan semuanya!" Iblis itu berbicara kepada Riziel.


"Mudah saja aku adalah seorang guardian heaven and hell jadi aku akan menjaga semuanya agar aman" Riziel yang berbicara lalu menyiksa mereka.


"Hah Holy punishment!" Riziel membuat hukum suci untuk menyiksa mereka.


"Gate hell : Open!" Riziel langsung membuka pintu neraka di atas langit membuat langit berubah menjadi hitam.


"Chan relic : Death shot" Riziel langsung melemparnya ke dalam pintu neraka sehingga tangan besar keluar lalu menangkapnya.


"Gate hell : Close" pintu neraka lalu menutup lalu menghilang lalu langit berubah cerah lagi.


"Sisanya aku serahkan kepadamu zhiru dan jangan ganggu waktu liburku" Riziel menghubungi zhiru.


Riziel pun turun kembali ke daratan lalu berjalan dan berubah wujud menjadi manusia lalu kembali menuju cafe dan melihat sakura baru selesai menelpon sedangkan adiknya yang memakan kue sendiri.


"Kok lama Riziel?" Sakura yang entah menyadarinya atau tidak.


"Maaf motornya di pindahkan oleh tukang parkir jadi lama" Riziel lalu duduk kembali di dalam cafe dan meminum soft drinknya.


"Kak apakah itu enak?" Sakira yang bertanya kepada Riziel.


"Hah segar sudah lama tidak minum ini dan anak kecil belum waktunya mencoba yang seperti ini" Riziel yang mengingatkan kepada adiknya.


"Memangnya kau dulu pernah minum soft drink?" Sakura yang bertanya kepada Riziel.


"Pernah dulu tapi buat sendiri gampang sih buatnya hanya soda dengan susu satukan" Riziel yang berbicara kepada sakura.


"Cola saja bersoda tidak enak apa lagi di satukan dengan susu" sakura yang berbicara tidak suka dengan minuman begitu.


"Yasudah kalian berdua mendingan ini saja kasih makan kucing dari pada kucingnya diam memperhatikan pada saat kita makan" Riziel memberikan makanan kucing yang tadi di berikan oleh pelayan.


"Terimakasih" sakura dan sakira berbicara bersama lalu mengambil makanan kucingnya.


"Apakah benar sakura bisa melihat iblis tadi atau hanya kebetulan saja? Atau efek dari segel di buat oleh zhiru bisa melihat?" Riziel yang bertanya kepada diri sendiri yang terasa aneh.


"Aiko jaga rumah dari para iblis dan buat iblis pingsan jangan sampai mati" Riziel yang melakukan telepati kepada aiko.


"Aauunngg gog gog" suara aiko yang melolong yang artinya setuju.


"Riziel kenapa melamun? Dan kau tidak akan memberikan makan kucing" sakura yang bertanya kepada Riziel.


"Hanya terpikir sesuatu di rumah dan ah ya boleh saja" Riziel langsung membuka snake kucing yang basah lalu memanggil kucing di dekatnya lalu memberikan makan.


"Kucing ini sepertinya tau mana makanannya dan bukan ya Riziel?" Sakura bertanya kembali.


"Ya begitulah kalau cafe kucing pasti begitu tidak boleh membuat makanan manusia sanpai di makan oleh kucing seperti sebelahku" Riziel menunjukkan kepada sakira.

__ADS_1


"Ah kakak aku bukan kucing" sakira yang mulai mencengram tangan Riziel.


"Tuh kan seoerti kucing tapi lebih lucu versi manusia haha" Riziel yang tertawa.


"Sudah kakakmu itu hanya bercanda" sakura yang berbicara kepada sakira.


"Hmph" sakira yang bermain lagi sambil sesekali meminum strawberry juice.


Setelah selesai melihat jam 4 sore yang tidak terasa sudah sore lalu mereka membayarnya dan setelah membayar lalu keluar dan melihat seseorang membagikan selembaran.


"Wah lihat disini tertera tulisan bahwa ice skating di dekat mall di buka gratis dan di malam hari akan ada pesta kembang api bagaimana Riziel dan sakira ingin kesana?" Sakura yang bertanya kepada Riziel dan sakira.


"Ayo untung hari libur kita sekali sekali kita menikmati hari libur" Riziel yang pergi ke tempat parkir di ikuti oleh sakira dan sakura di belakangnya.


Riziel yang langsung memberikan uang parkirnya lalu tukang parkir langsung mengeluarkan motor Riziel dari banyak motor dan setelah itu Riziel menyalakan motornya lalu adiknya dengan sakura naik bersama ke motor Riziel untuk pergi ke mall terdekat.


"Apakah kau tau tempatnya Riziel?" Sakura yang bertanya kepada Riziel.


"Tidak" Riziel yang menjawab sambil fokus lagi mengendarai motor.


"Yaudah biar aku buka kertas tadi dahulu" sakura yang kesal.


"Hrgh iblis lagi datang mengganggu" Riziel yang melihat iblis yang langsung menyerang Riziel.


"Belok kiri terus belok kanan sampai" sakura yang berbicara.


"Pegangan yang kencang" Riziel langsung membelokkan motornya lalu melaju dengan kecepatan tinggi.


"Kakak takut" adiknya yang ketakutan lalu Riziel memegang badan adiknya sambil mengendarai motor dan sakura berpegangan dengan motor.


"Tunggu disini sebentar" Riziel yang langsung selesai memarkirkan motornya lalu berlari dari keramaian.


Riziel yang sampai di tempat sepi berubah wujud dan iblis yang mengikuti Riziel langsung di hajar oleh Riziel.


"Dark spirit : Death Blow" Riziel yang menghajar iblis hingga kepala hancur tapi meregenerasi lagi.


"3 iblis selesaikan dengan cepat" Riziel langsung menenangkan pikiran.


"Riziel jangan memaksa dirimu" zhiru yang datang lalu membatu Riziel.


"Hah hah hah kenapa menguras sekali energi" Riziel merasakan energinya menurun.


"Kau kembali kasian temanmu dan adikmu Riziel" zhiru yang menyuruh kepada Riziel.


"Baiklah aku serahkan sisanya zhiru" Riziel yang kembali menjadi wujud manusia dan berjalan menuju tempat adiknya berada.


"Riziel kau tidak apa apa?" Sakura bertanya kepada Riziel.


"Tidak aku baik baik saja dan bagaimana kalian apakah ada luka?" Riziel bertanya kepada adiknya dengan sakura.


"Tidak terluka hanya shock sebentar" sakura berbicara.


"Maafkan aku membuat kalian shock" Riziel yang masih belum ingin memberitahukan.


"Tidak apa apa kak" sakira yang memeluk kakaknya.


"Maafkan aku membuat kalian dalam bahaya" Riziel yang sedikit mengutarakan perkataan sedikit demi sedikit.


"Tidak apa apa Riziel ayo berjalan jalan melihat lihat" sakura yang sebenarnya memperhatikan sikap Riziel yang aneh.


"Ayo kak tapi gendong" adiknya yaitu sakira yang ingin di gendong oleh Riziel.


"Hah dasar mengerjakan saja" Riziel lalu menaikan tubuh adiknya dan menggendongnya di bagian dekat dengan lehernya.


Riziel yang berjalan sambil memperhatikan sakura lalu berpikir dan berbicara di dalam hatinya "apakah sakura bisa melihat kejadian sebelumnya?" Riziel yang sangat ingin bertanya tapi ini belum waktu yang tepat.


"Riziel itu ice skating ayo kita lihat" sakura yang mengajaknya pergi bersama.


"Baiklah ayo lihat" Riziel sambil menggendong adiknya sambil mengikuti sakura.

__ADS_1


Handphone Riziel berdering lalu Riziel langsung mengangkatnya.


"Halo?" Riziel yang menjawabnya.


"Kalian kenapa belum pulang?" Kirota yang bertanya.


"Maaf ayah sakira ingin lihat festival kembang api dekat mall jalan kemboja dan juga ada ice skating sakira juga ingin mencobanya" Riziel menjawabnya di telepon.


"Baiklah hati hati dan kalian pulang jangan terlalu malam" kirota berbicara kepada Riziel lalu Riziel memberikan handphone pada adiknya.


"Baik ayah" sakira yang menjawab lalu memberikan lagi handphone kepada Riziel.


"Siapa yang menelpon?" Sakura yang bertanya.


"Biasa ayahku dan kau pernah mencoba ice skating sakura?" Riziel yang bertanya kepada sakura.


"Belum memangnya ingin mencoba?" Sakura yang bertanya kepada Riziel.


"Kalau aku ingin dan ingin lihat?" Riziel yang bertanya kepada adiknya dan sakura.


"Ayo ambil bersama agar sama dengan ukuran kaki kalian" Riziel langsung pergi bersama lalu mengantri untuk mengambil clap skate.


Setelah lama mengantri waktunya memilih datang juga lalu Riziel mencari satu ukuran dengan dirinya lalu Riziel memilih untuk adiknya dan sakura memilih sendiri setelah memilih yang cocok lalu Riziel dan yang lainnya memakainya dan masuk ke dalam tapi Riziel berhasil berdiri.


"Coba lihat ini" Riziel yang langsung melaju dengan biasa lalu mendekati lagi sakura dan adiknya yang masih berpegangan dengan pembatas.


"Hebat kakak" sakira yang melihat kakaknya hebt melakukannya.


"Coba santai dan sakira lalu sakura pegang tanganku dan jangan kaku cobalah rileks" Riziel yang mengulurkan kedua tangannya untuk di pegang oleh adiknya dan sakura.


"Ah jangan di lepaskan kak" sakira yang maih takut di lepaskan.


"Lepaskan Riziel aku harus bisa sendiri" sakura ingin mencoba sendiri lalu.


"Baiklah" Riziel melepas tangannya yang berpegangan dengan sakura.


"Ah susah ternyata" sakura yang terjatuh.


"Pelan pelan saja" Riziel yang membantu sakura bangun.


Setelah beberapa lama adiknya dan sakura bisa melakukannya sendiri dan Riziel sangat senang.


"Apakah kau pernah mencoba waktu kecil?" Sakura bertanya kepada Riziel.


"Belum pernah karena jarang melihat seperti ini" Riziel menjawab pertanyaan sakura.


"Kok langsung bisa tadi" sakura aneh kepada Riziel.


"Kebetulan mungkin" Riziel yang menjawab dengan santai.


"Kak lihat itu" sakira menunjukan ke atas langit.


"Ah kembang api sudah di mulai yah tidak terasa sudah malam" Riziel memperhatikan langit.


"Riziel ikut foto sini dan kau juga sakira" sakura yang mengajak berfoto bersama.


"Mulai deh yang paling aku kesal" Riziel langsung mendekat lalu sakira pun mengikutinya tapi diam di tengah tengah mereka berdua.


"Biarkan dong" sakura yang malah langsung memfotonya bersama.


Setelah di sana lama menikmati keindahan lalu mereka memutuskan untuk pulang karena sudah malam lalu Riziel, sakira dan sakura langsung pergi ke parkiran untuk mengambil motor lalu setelah selesai pergi pulang.


"Riziel terimakasih untuk hari ini" sakura yang berterimakasih kepada Riziel.


"Ya santai saja" Riziel berbicara sambil mengendarai motor.


Lama di perjalanan akhirnya sampai di depan rumah sakura lalu sakura turun dari motor Riziel.


"Riziel pegang adikmu yang sepertinya lelah dan ingin tidur dan terimakasih untuk hari ini yang menyenangkan lalu aku mengerti kau melindungiku pada saat sebelumnya meskipun aku tidak bisa melihat jelas dan selalu semangat aku mendukungmu" sakura yang berbicara lalu masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Riziel langsung melanjutkan perjalanan sambil memegang tubuh sakira yang tertidur dan setelah sampai rumah tidak terlalu jauh lalu Riziel menyimpan motornya di garasi rumah.


Riziel pun menggendong adiknya yaitu sakira yang tertidur lalu masuk ke dalam rumah san menempatkannya di atas sofa dahulu.


__ADS_2