Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
42. Hukum Harus Di Tegakkan


__ADS_3

Riziel yang sedang berbicara sambil bersama sakura di ruang tamu sambil makan buah yang sudah di beli oleh Riziel sebelumnnya di jalanan.


"Jadi kau sudah tidak takut melihat wujud asliku?" Riziel sambil mengupas Buah Pir.


"Hm itu sebenarnya masih takut sih aku belum siap tapi tentang yang baru bahas itu aku mendukungmu" sakura yang langsung mengacungkan jempolnya kepada Riziel.


"Mm baiklah kalau begitu jangan di pikirkan tentangku dan biar aku beritahukan bahwa semua penghuni nirwana apalagi penghuni neraka sangat menakutkan tapi penghuni surga bentuknya sama seperti manusia biasa" Riziel yang mengingatkan sakura agar tidaktakut dan mengerti.


"Terimakasih penjelasannya dan aku sebisa mungkin tidak akan memikirkan tentang itu karena akan membuatku stress memikirkannya" sakura yang memberikan sedikit pengertian kepada Riziel.


"Baiklah lalu mau apa lagi yang di bicarakan?" Riziel yang hanya tersenyum melihat sikap sakura yang sedikit demi sedikit berubah.


Seseorang membuka pintu rumah sakura lalu seseorang itu masuk dan melihat sakura bersama dengan Riziel sedang berbicara sambil makan buah pembelian Riziel.


"Ternyata yang datang Riziel kenapa tidak memberitahukan ayah sakura" ayah sakura yang baru datang langsung bicara kepada sakura.


"Ahh iya pak dan mau buah?" Riziel langsung menawarkan buah kepada ayah sakura.


"Sisakan saja untukku dan sakura temani Riziel disini, ayah lelah ingin istirahat saja" ayah sakura yang malas berbicara.


"Baiklah selamat istirahat pak" Riziel yang bicara dengan sopan.


"I-iya ayah" sakura yang hanya menundukkan kepalanya.


Lalu ayahnya sakura yang pergi menuju kamarnya mungkin lelah lalu Riziel hanya diam sambil memperhatikan sakura.


"Huh kenapa kau melihatku begitu Riziel?" Sakura yang kesal dengan cara menatapnya oleh Riziel.


"Hm tidak ada" Riziel langsung memalingkan wajahnya.


"Ohh ya apakah penggantimu itu melakukan semua kegiatanmu disini?" Sakura yang mulai bertanya lagi.


"Begitulah dan sebaliknya kerja kau lancar?" Riziel yang langsung balik bertanya.


"Um iya lancar dan juga kau bisa bebas?" Sakura yang terus menerus bicara.

__ADS_1


"Ya memang dan aku pergi dahulu ya jaga dirimu baik-baik" Riziel langsung berdiri bersiap untuk pergi.


"Hati hati dan main lagi lalu terimakasih buahnya" sakura yang bicara sambil tersenyum.


"Ya lalu salam untuk ayah dan ibumu, aku pergi dahulu" Riziel langsung mengubah wujudnya dan menghilangkan.


"Ya jangan lupa jaga dirimu" sakura yang sudah terbiasa dengan menggunakan telepati.


"Ahh iya" Riziel lalu pergi menuju Nirwana.


*******


Riziel yang pergi menuju alam nirwana kembali untuk berkeliling lagi sambil mengambil misi yang lumayan berguna untuknya sendiri.


"Hahh harus apa lagi hari ini aku merasa sedikit bosan" Riziel yang terbang dan berjalan masuk ke dalam surga.


"Hey tumben kau menghiraukanku" Felysia yang bicara kepada Riziel yang berjalan.


"Hm aku hanya bosan dan ada apa?" Riziel yang sangat bosan.


"Ohh begitu dan aku baru ingat tadi di cari oleh dewa arthur tidak tau ada apa?" Felysia yang memberitahukan kepada Riziel.


Riziel langsung berjalan menuju tempat dewa Arthur berada dan entah ada apa lalu Riziel yang berjalan melihat banyak sekali astral yang berkeliling sangat ramai.


"Tumben ramai sekali dan sebaik cepat kesana saja" Riziel langsung berlari menuju tempat dewa arthur.


Riziel langsung mempercepat langkahnya menuju tempat dewa arthur dan menghiraukan keramaian yang telah di buat para penunggu astral disana.


Riziel yang sampai di depan tempat dewa arthur dengan pintu tertutup lalu Riziel mendorong pintunya hingga terbuka setelah itu Riziel masuk ke dalam ruangannya.


"Saya menunggu lama dan sekarang baru datang" dewa arthur yang sedang minum teh hijau nya.


"Ahh maaf tadi ada sedikit urusan hehe" Riziel yang langsung duduk di sofa putih itu.


"Baiklah dan melihat kegiatanmu nak saya sangat menyukai tindakanmu tapi itu bisa terulang lagi apa kau berfikir kesitu?" Dewa Arthur memberitahukan kepada Riziel tentang informasi yang telah di ketahuinya.

__ADS_1


"Karena itu juga karena jika manusia mati maka seseorang yang di tinggalkan antara anak atau keluarganya sangat sedih jadi aku memberikan kesempatan ke-2 untuknya hidup jadi aku hanya menghancurkan kekuatan iblis sekaligus ingatannya saja yang bisa di lakukan untuk sementara" Riziel yang sedikit pusing dengan pemikirannya juga harus berbuat apa lagi.


"Kalau itu saya mengerti pasti kau ingin manusia hidup jadi pesanku adalah harus mencari pusat penyembahan tapi kau jangan melakukan menghapus ingatan tapi hancurkan kekuatan iblisnya lalu beri kutukan yang akan membuatnya menderita jika melakukannya lagi akan membuat bayarannya" dewa arthur yang memberikan saran kepada Riziel.


"Um kutukan apakah itu akan membuat keturunannya terkena kutukan itu sendiri dan bagaimana dengan manusia yang tidak termasuk?" Riziel yang sedikit ragu dengan keputusan dewa arthur.


"Tidak kutukan itu konsekuensi untuk yang melakukannya saja dan kutukan itu


- pertama jika mereka berani mengulanginya lagi maka mereka akan mati secara langsung dan di siksa selamanya di dalam neraka tanpa ampun


- kedua jika mereka berani berbicara atau membagikan informasi itu kepada orang lain maka mulut mereka tidak bisa mengatakan yang ingin di katakan" Dewa Arthur memberikan informasi terbaru.


"Ehh dan apakah itu semua manusia yang melakukannya pantas atau hanya sebagian?" Riziel yang masih ragu lagi.


"Semua yang melakukan pelanggaran dunia akan terkena hukumannya dan akan saya kerahkan beberapa malaikat untuk membantumu nak sedangkan neraka untuk menyiksa orang yang berani melanggar peraturan pertama" dewa arthur yang mulai membagikan informasi kepada semua malaikat.


"Baiklah dan apakah harus memasukkan ingatan tentang peraturan baru ini?" Riziel yang mulai sedikit setuju.


"Dan sedikit tambahan buat semua manusia yang melakukan pelanggaran di buat pingsan dan masukkan ingatan peraturan terbaru serta konsekuensinya" dewa arthur yang membagikan informasi kepada semua malaikat melalui telepati.


"Siap laksanakan!" Semua suara bicara dalam telepati.


Semua malaikat yang di perintahkan oleh dewa arthur langsung pergi bersamaan menuju dunia untuk menyelesaikan tugasnya.


"Ohh ya kemarin saya memperhatikanmu bertemu dengan petinggi malaikat dan kau menyerangnya secara langsung memangnya apa yang dia perbuat padamu?" Dewa arthur yang baru ingat.


"Hm itu Uriel memberikan perintah kepadaku untuk membunuh manusia secara langsung yang membuatku kesal dan mengubah senjataku menjadi sabit api hitam langsung memenggal lehernya yang sudah menjadi bayangan" Riziel sangat kesal mengingatnya.


"Baiklah dan mereka memang sikapnya begitu jadi di maklumi saja mereka memang begitu" dewa arthur sambil minum lagi teh hijaunya.


"Ya akan aku coba dan juga permisi untuk pergi membantu malaikat lainnya jika sudah tidak ada yang di bicarakan lagi" Riziel langsung pamit.


"Baiklah kalau ini selesai kau bisa kembali menjalani kehidupanmu lagi dengan aman" dewa arthur bicara untuk membuat Riziel semangat.


"Ya pastinya" Riziel lalu pergi keluar tempat dewa Arthur.

__ADS_1


"Jaga dirimu nak karena ini baru awal dari kekacauan" dewa arthur yang berbicara sendiri di dalam ruangannya.


Lalu Riziel yang langsung melesat pergi menuju dunia manusia untuk membantu malaikat lainnya di dunia manusia.


__ADS_2