
Riziel yang di bawa masuk ke dalam surga bersama Seraphim sedangkan Zalanbur langsung di bawa ke dalam neraka untuk di berikan hukuman yang pantas oleh Dante sendiri.
"Apa yang terjadi? dan siapa yang kau bawa itu Seraphim?” Zhiru yang melihat Seraphim datang bersama Zanna dan Sakura.
"Riziel telah bertarung melawan Zalanbur di tengah perbatasan demi melindungi surga dan 2 orang di belakangku” Seraphim langsung menempatkan Riziel di hadapan para malaikat.
"Riziel bukankah harusnya dia tidak boleh datang kemari?” Agares yang terkejut baru menyadari ada Riziel.
"Yang telah ku dengar dari Felysia Riziel membawa ibu bersama adiknya untuk bertemu seseorang yang sudah mati dan Riziel sejak awal tidak punya niat untuk masuk kesini” Seraphim yang mengatakan alasan di balik Riziel ada disini.
"Riziel kau sebenarnya bukanlah seperti dulu sejak kau di usir dari surga kekuatanmu dulu seperti sudah hilang dan tidak sekuat dulu” Zhiru yang mengatakannya di hadapan Sakura.
"Lalu kenapa Riziel harus di keluarkan dari sini? Dan aku ingin tau?” Sakura yang langsung ingin tau alasan di balik melemah kekuatan Riziel.
"Riziel adalah manusia kedua yang telah di pilih oleh dewa sendiri untuk menjaga perdamaian tapi jika Riziel mempunyai kedua kekuatan yaitu positif dan negatif itu berasal dari neraka dan surga”
"Dengan kata lain Riziel bisa membuat surga dan neraka melemah lalu sekarang dewa kami sedang dalam keadaan buruk dan Riziel memutuskan untuk pergi dari surga untuk mempertahankan adanya dewa kami” Zhiru yang menjelaskannya kepada sakura.
"Kalau begitu akan aku kembalikan kekuatan Riziel berikan padaku selama ini meskipun sedikit dan aku tidak ingat hal ini” Sakura langsung berjalan mendekati Riziel.
"Jangan lakukan itu akan membuat Riziel ketika kekuatan itu habis akan melahap energi hidup milik Riziel” Zhiru yang langsung mencoba menghentikan sakura.
"Kalau begitu aku akan berikan semua energi yang kupunya semuanya untuk Riziel” Sakura langsung menyentuh badan Riziel yang masih kehilangan kesadaran.
Riziel kemudian tersadar lalu menghentikan sakura agar tidak memberikan energi pemberian Riziel.
"Hentikan jangan pedulikan diriku sakura ugh” Riziel yang langsung menjauhkan tangan sakura dengan tangan kirinya.
"Kenapa menghentikanku? Aku tidak ingin kau menderita lagi Riziel” Sakura yang hanya ingin Riziel yang di kenal kembali.
"Uh..ugh hidupku dari awal sudah menderita jadi ini sudah biasa untukku dan energi itu hadiah dariku untuk mengubah dirimu menjadi lebih baik” Riziel yang langsung memaksa tubuhnya bangun sambil menenangkan sakura.
"Apa aku bisa menggunakannya?” Sakura yang langsung bertanya kepada Riziel.
"Bisa saja jadi jangan khawatir tentang keadaanku saat ini karena ini adalah hal biasa” Riziel sambil mengusap kepala sakura seperti biasanya.
Mereka semua yang ada disana sepakat untuk merahasiakan kejadian sebelumnya dan Riziel bersama sakura yang sudah bisa mengatur wujudnya di ajarkan oleh Riziel sedikit demi sedikit.
"Ahh itu mereka sepertinya sedang sangat senang bisa bertemu dan Riziel kenapa kau membawa adikmu kesini?” Sakura yang ingin tau alasan Riziel membawa adiknya.
"Adikku di culik oleh penjahat dan sasarannya anak anak sekolah sebagian besar terbunuh karena di operasi ilegal untuk di ambil organ tubuh dan di jual secara ilegal ke rumah sakit” Riziel yang menceritakannya kepada Sakura.
"Kejam sekali lalu bagaimana para penjahat itu sudah di tangkap?” Sakura yang ingin tau kelanjutannya.
"Tertangkap semua karena oleh diriku mereka semua di hajar habis habisan kecuali satu orang yang berhasil pergi” Riziel yang masih harus menemukan Ezra untuk balas dendam.
"Siapa?” Sakura yang tidak tau karena tidak di berikan bola ingatan.
"Ezra berhasil mendapatkan kekuatan spiritual entah dari mana sepertinya ingin membuat kekacauan seperti sebelumnya” Riziel yang masih tidak akan mencoba melepaskannya.
"Riziel ketika aku sudah bangun apa kau mau menerimaku lagi sebagai pacarmu? Dan 1 hari berjalan jalan lagi berdua?” Sakura yang meminta permintaan kepada Riziel.
"Kau ini aku sudah bosan mendengarnya dan aku janji jadi cepat bangun lalu sembuh maka aku akan memenuhi permintaanmu” Riziel yang mencoba menepati janji.
"Baiklah aku akan cepat kembali” Sakura dengan kondisi yang kembali senang.
Riziel bersama sakura langsung berjalan menuju tempat adik Riziel dan sampai di suatu tempat yang banyak anak anak disana juga ada adik Riziel yang sangat sudah kembali ceria seperti dulu.
"Halo apakah mengganggu kalian?” Sakura yang langsung mendekati anak anak.
"Ahh kak sakura dan kakak ada disini” Sakira yang langsung berlari menuju Riziel.
"Bagaimana apa membuatmu senang?” Riziel yang bertanya kepada Sakira.
"Ya kak dan terimakasih sudah membawaku kesini” Sakira yang sudah kembali ceria.
"Ya sudah sana nanti jika waktunya sudah habis kita kembali ke rumah” Riziel yang bersyukur adiknya sudah mulai berubah menjadi ceria kembali.
"Ya kak” Sakira pun langsung pergi lagi menuju teman temannya.
Lalu 3 orang anak kecil mendatangi Riziel dan membawa Riziel mendekati semua anak anak lainnya.
"Kakak terimakasih sudah berusaha menyelamatkan kami waktu itu kami semua disini sudah bisa tenang dan untuk Sakira jangan menangis lagi lain kali datanglah lagi kemari” Suara semua anak anak bicara bersama untuk membuat ucapan terima kasih.
"Ya sama sama” Riziel sangat senang mendengar perkataan semua anak anak.
"Riziel kau pedofil ya?” Sakura yang di sebelahnya langsung meledek Riziel.
"Tidak aku tidak pedofil, aku hanya senang semua anak anak itu tidak sedih kehilangan keluarganya malah sebaliknya anak anak ini sangat ceria” Riziel sambil memalingkan wajahnya.
"Pfft aku bercanda Riziel jangan di anggap serius begitu” Sakura yang sengaja menjebak Riziel agar terkejut.
"Kau ini sudah bisa bercanda ya! Aku tidak jadi mau memberitahukan sesuatu padamu yang membuatmu senang ketika tau” Riziel yang sengaja mengurungkan niat untuk memberitahukan tentang ibu sakura hamil.
"Ehh kok gitu sih!, Kasih tau tidak?” Sakura langsung mencubit kedua pipi Riziel.
__ADS_1
"Tidak mau nanti saja deh ketika kamu bangun akan aku memberitahukannya” Riziel yang ingin membuat kejutan nanti untuk sakura.
"Hmph aku benci Riziel untuk sementara” sakura yang kesal dengan Riziel.
"Ohh ya kenapa sangat lama tidak seperti waktu itu ya?” Riziel yang merasa sedikit aneh waktunya lama.
"Aku telah menambah menambah waktunya" Felysia yang muncul dari persembunyiannya dan berjalan mendekati Riziel.
"Fe-lysia sejak kapan disini?” Riziel yang sangat terkejut.
"Sudah sejak lama dan diriku melihat ibu dan adikmu kelihatannya sangat menikmatinya jadi aku memberikan tambahan waktu mungkin sampai sore jika di dunia manusia” Felysia yang sedang baik kepada Riziel.
"Kalau begitu terimakasih banyak Felysia” Riziel yang sangat bersyukur bisa mengenal Felysia.
"Ya sama sama lagi pula aku melihat keluargamu sangat menikmatinya jadi diriku hanya ingin bersimpati saja” Felysia yang sangat ingin merasa ingin membantu karena Riziel lah orang yang membuat Felysia menyukai Riziel.
Hari di dunia manusia pun sudah mulai sore dan waktu dari Collar Time juga sudah habis kemudian Riziel langsung pergi ke perbatasan bersama ibu dan adiknya untuk kembali.
"Riziel sampai jumpa besok jangan lupa mengunjungiku di rumah sakit ya?” Sakura yang meminta Riziel menjenguk besok.
"Baiklah dan kau tidak ingin kembali sekarang?" Riziel yang ingin mengejutkan Sakura.
"Besok saja aku masih ingin bicara bersama kakakku” Sakura masih rindu berbicara bersama kakaknya Zanna
"Baiklah aku kembali sekarang” Riziel langsung pergi dan membawa pergi sakira bersama Sinta menuju rumah lagi.
"Sampai jumpa Riziel” Sakura sambil melambaikan tangan kepada Riziel.
Riziel yang sampai di rumah dengan aman dan juga sambutan dari Aiko yang juga baru sampai di depan rumah.
Setelah Riziel memasukkan kembali jiwa adik bersama ibunya ke dalam tubuhnya lagi dengan aman dan Riziel menyerap kembali energinya agar tidak masuk terserap karena energi neraka tidak baik bagi manusia.
"Bagaimana keadaan kalian?” Riziel yang langsung menyakan kondisi kepada ibu dan adiknya.
"Tadi sangat menyenangkan kak tapi aku merasa lelah dan sangat lapar” Sakira yang memang belum makan dari tadi pagi.
"Ibu baik baik saja meskipun sedikit pegal bagaimana makan bersama ibu juga lapar sambil ibu menghangatkan makanan tadi pagi” Sinta juga merasa lega bisa melihat dan mengetahui kondisi ayahnya yang baik baik saja.
"Baiklah sepertinya semua baik baik saja” Riziel yang melihat sekejap sepertinya itu efek samping terlalu lama jadi tubuh aslinya juga merasakan lelah dan pegal.
Kemudian Riziel, Sakira dan Sinta langsung berjalan menuju ruang makan karena semuanya sangat kelaparan.
Ting! Tong! (Suara bel rumah)
"Nak tolong cek siapa yang datang?” Sinta yang meminta tolong membuka pintu kepada Riziel.
Riziel kemudian melihat ayahnya yang sudah pulang cepat kemudian Riziel membuka handphone untuk melihat jam menunjukkan pukul 16:25 membuat Riziel terkejut karena ternyata terlalu lama di dalam surga.
"Bagaimana keadaanmu sekarang nak tubuhmu?” Kirota yang langsung masuk dan menutup pintu.
"Sudah baikan ayah dan kata ibu ayah memberikan surat izin ke sekolah?” Riziel yang hanya ingin memastikan.
"Iya benar dan saat ayah sampai di sekolah melihat teman smp mu kalau tidak salah namanya Clovis lalu kamu satu kelas bersama Clovis jadi ayah langsung menitipkannya kepada temanmu itu” Kirota yang melihat anaknya seperti ada yang di sembunyikan.
"Fyuh syukurlah” Riziel yang merasa tenang akan hal surat izin itu.
Kemudian Riziel langsung kembali berjalan menuju ruang makan untuk makan karena dari tadi pagi belum makan membuat badannya lemas.
Ketika sampai di tempat makan tidak sadar ayahnya juga mengikuti sampai ruang makan mungkin karena ingin makan karena baru pulang kerja.
"Sudah pulang ternyata bagaimana pekerjaanmu?” Sinta yang langsung bertanya kepada Kirota.
"Sama seperti biasanya dan apa sudah memasak?” Kirota yang seperti sangat lelah dan stress karena banyak pikiran.
"Sudah kok duduklah dan makan bersama sama” Sinta yang langsung menawarkan kepada kirota untuk makan bersama.
Kemudian kirota langsung duduk dan Sinta pun selesai menghangatkan makanan kemudian langsung menyimpan makanan yang sudah hangat di atas meja.
"Ayah apa sedang sakit wajah ayah sangat lesu?” Sakira yang sudah berani berbicara.
"Tidak ada hanya lelah saja dan putri ayah sudah merasa baikan?” Kirota yang pikirannya sedikit lega melihat putrinya sudah bisa mengajak bicara.
"Sudah ayah karena kakak mengajak ke suatu tempat yang indah untuk bertemu teman temanku” Sakira yang menceritakannya kepada Kirota dengan ceria di hadapan semuanya.
"Begitu syukurlah dan apa ada kabar terbaru tentang orangtuaku?” Kirota yang sudah lelah mengumpulkan uang dan mengirimnya untuk mendapatkan kabar orangtuanya.
"Tidak ada yang menelpon dari tadi pagi” Sinta yang mengerti pasti suaminya sudah putus asa.
"Ayah apa saudara ayah tidak memberikan alamatnya sekarang?” Riziel yang sangat ingin membantu ayahnya.
"Tidak ada mereka hanya ingin ayah mengirim uang untuk sekali mendengar kabar orangtua ayah” Kirota dengan wajah yang sudah lelah dan putus asa.
"Ayah bisakah untuk bulan ini ayah jangan mengirimkan uang kepada keluarga yang menjaga orangtua ayah?” Riziel yang ingin membantu ayahnya.
"Tapi nanti orangtua ayah akan di biarkan tidak makan” Kirota yang tidak mau orangtuanya terlantar.
__ADS_1
"Percayalah padaku ayah dan aku akan mendapatkan alamatnya secepat mungkin” Riziel mencoba meyakinkan ayahnya.
"Sudah anakmu yang satu ini hanya ingin membantu percayakan saja pada anakmu” Sinta yang mencoba menyakinkan kirota.
"Huhh baiklah” Kirota yang mencoba menenangkan diri.
"Jika menelpon ayah buat alasan saja untuk bayar sekolahku dan sakira masih ada hutang yang harus di bayar dan setelah itu nomor telepon kirim melalui WhatsApp aku ayah” Riziel harus membuar rencana dahulu.
"Baiklah ayah mengerti” Kirota yang mencoba mempercayai anaknya.
"Kalau begitu ayah istirahat jangan terlalu banyak yang di pikirkan dan sekarang makan saja dahulu” Riziel yang tidak ingin membebani ayahnya yang sudah berjuang sendirian mengumpulkan uang.
Kemudian semuanya pun langsung makan bersama dengan sedikit canggung karena pembicaraan tentang masalah keluarga yang memasuki zaman ke zaman mempermasalahkan uang sesama manusia karena kerakusan sama seperti iblis yang Riziel kenal.
Ketika semuanya selesai makan lalu Riziel bersiap untuk berangkat hari pertama bekerja dan datang lebih sore untuk merapikan barang-barang.
"Baiklah ayah, ibu aku berangkat kerja dahulu” Riziel yang langsung membuka pintu.
"Kak pulang jangan terlalu malam ya?” Sakira yang ingin tidur bersama Riziel lagi.
"Baiklah janji dan jangan lupa berikan makan anak kucing di atas meja belajar ya?” Riziel yang tidak ingin kelupaan lagi.
"Baik kak” Sakira yang menuruti permintaan Riziel.
Kemudian Riziel langsung pergi berangkat mengambil motor di garasi kemudian pergi menuju tempat kerja.
25 menit di perjalanan yang sangat lama karena macet dan Riziel akhirnya sampai di tempat kerjanya yang ternyata benar baru saja selesai perbaikan.
Kemudian Riziel langsung parkir dan mengunci motornya agar tidak terjadi apapun yang tidak mau terjadi dan Riziel melihat tempat kerjanya masih di kunci.
Lalu seorang Pria besar menggunakan motor lebih bagus dari Riziel baru saja sampai sebut saja sebagai penjaga kalau tidak pengelola tempat kerja ini.
"Ohh ternyata sudah datang maafkan saya membuatmu lama menunggu nak Riziel” pengelola tempat kerja bicara kepada Riziel.
"Tidak aku baru datang belum lama kok” Riziel yang tidak enak untuk menyalahkan pengelola tempat kerjanya.
"Ohh begitu sepertinya kau sangat bersemangat untuk bekerja itu sangat bagus sekali dan baiklah biar saya buka dahulu” Pria bagian pengurus pengelola tempat Langsung mengeluarkan kunci ari sakunya.
Kemudian setelah di buka Riziel melihat kondisi setiap rak yang kosong masih belum di tempatkan tetapi lantai yang sangat bersih.
"Wah lantainya sudah bersih tapi semua rak masih kosong huh” Riziel bicara sambil mengeluh.
"Lantainya kemarin sudah dibersihkan jadi bersih namun barang masih belum karena kemarin baru selesai pembelian sekaligus untuk tambahan stok juga apa butuh bantuan untuk merapikan?” Kepala pengelola itu langsung bertanya kepada Riziel.
"Apa kuat untuk membawa barang itu pasti berat?” Riziel yang sedikit meledek.
"Semoga saja kuat” Kepala pengelola itu dengan tertawa.
"Baiklah” Riziel langsung mencoba pergi menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian dan menyimpan barang barang.
Kemudian Riziel langsung mengambil setiap kotak berisi beberapa makanan dan minuman yang masih baru.
"Aduduh pinggangku kambuh lagi” Kepala pengelola yang baru saja membantu membawa 1 kotak sudah pinggangnya asam uratnya kambuh.
"Huh sudah biarkan aku saja yang membereskannya sendiri dan akan aku antar ke tempat anda biasa saja” Riziel langsung membantu kepala pengelola menuju tempat biasa.
"Maafkan saya tidak bisa membantu karena penyakit asam urat ini sangat mengganggu” Kepala pengelola yang meminta maaf.
"Tidak apa santai saja sekarang biarkan diriku yang yang membereskan sendiri” Riziel langsung mengantar kepala pengelola yang tempat ruangan cukup dekat.
"Ohh ya tolong pasangkan ini di kaca dekat kasir dari luar di tempel saja” Kepala pengelola langsung meminta tolong kepada Riziel.
"Ini bukankah penerimaan karyawan tambahan memangnya 2 orang waktu itu kemana?” Riziel cukup terkejut.
"Ya yang wanita seumuranmu itu sudah pindah rumah dan kalau tidak salah reno itu rumahnya hancur kemudian dirinya tertimpa bongkahan dinding yang hancur membuat dirinya cacat kaki kirinya terpaksa harus di amputasi” Kepala pengelola langsung memberitahukan kepada Riziel.
"Uh baiklah” Riziel merasa bersalah ternyata masih ada manusia yang selamat namun mengalami cacat.
"Ohh ya jika lelah ambil saja makanan atau minuman sebagai bonus” Kepala pengelola yang merasa dirinya harus memberikan balasan untuk kebaikan Riziel yang sudah di lakukan.
"Ya terimakasih banyak” Riziel langsung keluar kembali.
Setelah Riziel membantu Kepala pengelola ke tempat biasanya kemudian kembali untuk merapikan barang-barang sekaligus menempelkan satu lembar kertas untuk mencari tambahan karyawan.
Kemudian Riziel baru selesai setengahnya dan masih tersisa lumayan banyak membuat tenaganya terpakai seluruhnya lalu Riziel langsung memutuskan sebentar untuk mengembalikan staminanya kembali akan melanjutkan pekerjaannya.
Saat Riziel mengambil botol minuman sambil duduk di tempat kasir seperti bekerja namun ini hanyalah beristirahat.
Kemudian Seorang gadis seperti anak SMP yang memperhatikan kertas yang baru saja di tempelkan kemudian Gadis itu memberanikan diri untuk masuk untuk bertanya.
"Maaf masih belum buka” Riziel sambil memperhatikan handphone.
"Em..uh apa masih di butuhkan karyawan?” Gadis itu bertanya kepada Riziel.
"Ohh ingin kerja biar aku antar” Riziel dengan sikap juteknya.
__ADS_1
"Te-rimakasih” Gadis itu langsung mengikuti Riziel dari belakang.
Kemudian Riziel membawa gadis itu menuju ruangan kepala pengelola tempat kerja yang sedang duduk.