
Setelah 3 jam pelajaran di dalam kelas akhirnya waktu pulang sekolah untuk beristirahat namun Riziel memiliki janji bersama Alice untuk melihat kondisi Sakura di rumah sakit.
Riziel langsung merapikan buku yang sudah di keluarkan di masukkan ke dalam tas milik Riziel setelah itu berjalan keluar.
"Riziel tunggu apa kau mempunyai nomor WhatsApp Alice?” Clovis yang langsung menanyakan kepada Riziel.
"Tentu saja tidak punya karena aku tidak pernah memasukkan kontak tidak penting” Riziel langsung berjalan keluar yang sudah melihat Alice menunggu Riziel depan kelas Riziel.
Riziel yang langsung dengan cepat keluar dari kelas dengan menghiraukan Clovis dan Riziel melihat 2 perempuan teman kelasnya juga menunggu di sana membuat Riziel merasa tidak nyaman.
"Riziel sekarang jadi bukan?” Alice yang bertanya tentang janjinya.
"Ya jadi dan sudah memberitahukan ayahmu belum?” Riziel yang bertanya agar tidak ada salah paham.
"Sudah kok ayo berangkat” Alice yang senang Riziel tidak mengingkari janjinya.
"Riziel bisa kita bicara berdua?” Chelsea yang langsung menangkap tangan Riziel dari belakang.
”Lepaskan!” Riziel dengan kondisi kesal memuncak kemarahannya.
"Riziel tapi aku hanya ingin bicara saja denganmu kenapa marah?” Chelsea yang berpura pura baik.
"Enyahlah sekarang juga dari hadapanku!” Riziel langsung menggunakan sebagian kecil energi untuk mengendalikan pikiran.
"Baiklah” Chelsea bersama 1 temannya langsung pergi menjauh.
"Siapa mereka berdua?” Alice yang bertanya kepada Riziel.
"Serangga pengganggu saja dan ayo pergi” Riziel langsung menarik tangan Alice.
"Baiklah" Alice yang merasa dirinya sangat ada yang aneh.
Setelah berjalan sampai tempat parkiran motor dengan seseorang yang berlari mengejar Riziel dan Alice.
"Riziel tunggu sebentar hah hah” Clovis yang langsung bicara kepada Riziel.
”Ada apa sekarang?” Riziel yang baru saja mau mengambil motor.
"Aku ikut bersamamu ke rumahmu untuk meminjam komikmu seperti dulu boleh tidak hah hah” Clovis yang masih kelelahan karena mengejar Riziel.
"Boleh saja asal rapikan kembali” Riziel yang malas Merapikan rak buku komik miliknya jika sudah di berantakan oleh Clovis seperti dahulu.
"Baiklah” Clovis yang ikut senang sambil mencari kesempatan mendekati Alice.
Setelah itu Riziel dan Clovis langsung mengambil motor dan membayar uang parkir motor setelah itu mulai menyalakan motor untuk cepat pulang.
Seketika Alice tanpa pikir panjang langsung naik ke motor Riziel dan Clovis yang melihatnya iri kepada Riziel.
Lalu mereka langsung pergi menuju rumah Riziel yang jaraknya lumayan jauh dari dari sekolahan dan Riziel pun agar cepat sampai meningkatkan kecepatan motor menjadi 70 kilometer/jam.
15 menit berlalu akhirnya sampai di depan rumah Riziel dengan kondisi yang sangat aneh seperti ada terjadi sesuatu.
"Ayah, ibu aku pulang” Riziel yang langsung membuka pintu rumah.
"Huhu anakku kemana” Sinta yang menangis sambil di tenangkan oleh kirota.
"Nak kau sudah pulang” Kirota dengan menunjukkan muka sedih dan pasrah.
"Ada apa Ini ayah, ibu?” Riziel yang merasa ada yang hilang.
"Adikmu menghilang di sekolah saat ayah menjemputnya dan penjaga sekolah bicara 'Anak Gadis kecil bernama sakira tidak salah tadi membeli makanan setelah itu menghilang tidak terlihat’ ayah juga sudah mencoba menghubungi polisi untuk mencari adikmu” Kirota yang memberitahukan kepada Riziel.
Clovis bersama Alice yang mendengarnya merasa terkejut dengan kejadian tersebut yang baru saja di ceritakan oleh ayah Riziel.
"Kalau begitu aku akan mencarinya sendiri!” Riziel kesal ingin bertindak sendiri.
"Nak jangan lakukan itu tubuhmu belum membaik bagaimana jika terluka lagi” Sinta yang langsung mencoba menghentikan Riziel.
"Aku akan baik baik saja bu” Riziel dengan amarah yang sudah meledak.
"Kalau begitu bawa kami bersamamu Riziel!” Suara dari luar rumah yaitu Clovis dan Alice bicara bersama.
"Nak siapa itu yang bicara?” Sinta yang tidak tau siapa yang bicara.
"Temanku bu jadi sekarang tunggu saja sampai aku kembali dan berikan nomor handphoneku kalau aku berhasil menemukan akan memberikan tanpa telpon kepada ibu ya?” Riziel yang mencoba meyakinkan Ayah dan ibunya.
"Hati hati nak, ibu tidak mau kalian terluka” Sinta yang sangat ketakutan kehilangan kedua anaknya.
__ADS_1
"Tenang saja bu” Riziel yang langsung mengalirkan sedikit energi spirit untuk menenangkan pikiran Sinta.
"Kalau begiti Riziel aku titip tas sekaligus milik Alice dan ayo pergi cari adikmu” Clovis yang mengerti sahabatnya yang bersikap bertindak sendiri.
"Hmph baiklah aku pergi dan ayah aku titip ibu” Riziel yang langsung pergi keluar menggunakan baju sekolah.
Lalu Riziel kembali menyalakan motor dan teringat Tentang handphone milik Riziel sendiri pasti kesulitan untuk menelepon orangtuanya jika langsung berhadapan dengan para penjahat.
"Alice pegang Handphoneku dan jika berhasil sampai di sana telepon kontak ayah atau ibuku” Riziel langsung berjalan mendekati Alice sambil mempercayakan handphone miliknya kepada Alice.
"Baiklah akan aku jaga baik baik” Alice yang mengambil handphone Riziel.
"Sebaiknya kau bersama Clovis saja karena aku tidak ingin kau kesulitan bersama Clovis dan untukmu Clovis jaga Alice!” Riziel yang langsung mengancam Clovis agar tidak berbuat macam macam.
"Ba-baiklah” Clovis seketika takut kepada Riziel tidak berani melawan.
Riziel pun langsung pergi menuju sekolah adiknya untuk mencari tau tempat adiknya di culik oleh sekelompok penjahat.
10 menit kemudian sampai di depan sekolah adiknya yang melihat penjaga sekolah yang mengetahui bahwa Riziel adalah kakak dari sakira.
"Kau pasti kakak dari gadis kecil bernama sakira bukan?” Penjaga sekolah yang sering melihat Riziel mengantar adiknya sekolah setiap pagi.
"Apa adikku ada disini?” Riziel dengan nada bicara kesal.
"Tidak ada dan sebelummu datang polisi sudah kemari bertanya jadi tidak ada gunanya mencari adikmu” Penjaga sekolah yang bicara dengan santai.
"KAU SIAL---!” Riziel yang langsung berjalan mendekati Penjaga sekolah itu kemudian ingin melemparkan pukulan kepada wajahnya.
Guk! Grrr! (Tuan berhenti! Saya tau adik anda dimana!)
Seekor anjing kecil menunjukkan diri dari tempat gelap dan mendekati cahaya dan Riziel tidak menyangka bahwa anjingnya Aiko ada di sini.
"Aiko kenapa kau disini!” Riziel yang langsung mendekati Aiko anjing miliknya
"Tuan adik anda di tangkap oleh sekelompok penjahat yang melakukan perdagangan organ manusia untuk di jual secara ilegal dan lagi salah satu dari mereka ada yang menggunakan kekuatan Spiritual hanya itu saja yang saya tau” Aiko yang melakukan telepati kepada Riziel.
"Tunjukan jalan padaku sekarang juga!” Riziel yang masih bicara dalam telepati.
"Baiklah tuan” Aiko yang berencana untuk memusnahkan semuanya.
"Riziel ada apa?” Alice yang turun dari motor Clovis dan langsung mendekati Riziel.
"Riziel sejak kapan kau memiliki anjing? dan juga kenapa kau bisa tau itu?” Clovis yang meragukan Riziel.
"Jangan banyak tanya! Aku tanya kau ingin mati sekarang ha?! Riziel yang kesal kepada Clovis yang meragukannya.
"Ti-tidak to-tolong jangan lakukan itu” Clovis yang mulai ketakutan setengah mati kepada Riziel.
"Kalian berdua sudah cukup sekarang lebih baik langsung saja kesana jika Riziel percaya pada anjingnya sendiri” Alice yang langsung menghentikan pertengkaran tidak ada akhir.
"Hmph baiklah” Riziel langsung membawa Anjingnya ke motor untuk pergi.
Riziel langsung menyalakan motor dan 2 motor itu langsung pergi menjauh dari sekolah sedangkan penjaga sekolah tau seberapa mengerikan kakak dari gadis kecil Sakira.
Setelah 20 menit Aiko menunjukkan jalan melalui telepati akhirnya sampai di gedung besar tua sudah terbengkalai dan jauh dari jalan raya dan sekitarnya sepi.
"Riziel apa benar tempat ini kenapa begitu menyeramkan” Alice yang ketakutan melihat sekitar tempat gedung besar tua.
"Sstt pelankan suaramu dan beri tanda kepada orangtuaku atau langsung telepon polisi langsung” Riziel yang mencoba cara untuk menyelamatkan anak anak.
"Tunggu aku tau tempat ini biar aku saja yang menelepon polisi pakai handphoneku sendiri sambil memberitahukan alamatnya dan beri aku waktu untuk menjauh bersama Alice dan kau Riziel jangan bertindak sendiri” Clovis yang langsung mendekati Riziel.
"Hmph semoga saja bisa” Riziel yang tidak peduli hanya memprioritaskan anak anak yang sudah di tangkap.
Lalu Riziel yang menunggu di sana bersama aiko sedangkan Alice dan Clovis mencoba menjauh sejauh mungkin untuk mengamankan diri namun semua hanya sia sia karena salah satu dari 4 ketua dalang dari para penjahat sudah menduga bahwa ada yang akan datang ke gedung terbengkalai.
*****
Tempat gedung besar tua sudah terbengkalai cukup lama membuat menyeramkan dan sering di di manfaatkan oleh para penjahat karena tempat yang jauh dari keramaian banyak orang.
Di dalam gedung itu banyak sekali anak anak sekaligus mayat sebagian yang sudah di ambil organ dalamnya dan di jual secara ilegal kepada rumah sakit yang membutuhkan.
Tempat itu di lindungi oleh Barier peredam suara teriakan setiap anak yang di bedah secara paksa untuk di ambil organ dan dalang dari kejahatan ini adalah orang yang membuat sakura keadaan koma.
"Ini benar benar cara menghasilkan uang yang sangat menguntungkan sekali bukan haha?” seorang Pria muda berbadan besar bicara kepada teman teman yang bekerja menangkap anak anak.
"Ya benar sekali kita bisa kaya dan menghasilkan uang ratusan juta dalam satu waktu hahaha” seseorang juga bicara begitu senang dengan uang.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita bermain sebentar dengan beberapa gadis kecil yang sangat menggoda bukan?” beberapa orang Pria sangat ingin bermain dengan begitu banyak anak kecil.
"Kekeke akhirnya kau datang juga datanglah padaku dan untuk sekarang lebih baik hapus niat itu untuk sekarang bawa seorang Pria remaja di luar kemari dan lanjutkan bedah organ anak-anak yang sudah di tangkap satu persatu” Seseorang yang wajahnya juga di tutup oleh sebuah kain biasa.
"Kakak senior memang hebat dan ayo sambut dia yang berani datang kemari” Pria muda seumuran kirota mulai pergi keluar sambil membawa bawahannya namun tidak mempunyai kemampuan spesial apapun.
"Baiklah waktunya bedah bedah organ” Seorang wanita dengan penampilan dokter operasi di rumah sakit.
"Kakak cepatlah datang” Sakira yang ketakutan sebagian temannya sudah menjadi mayat.
"Dan itu bagian kau sekarang gadis kecil” wanita itu langsung menodongkan pisau kecil kepada Sakira.
"Tidak tidak mau ibu!!” Sakira yang langsung mencoba menolak langsung sambil berteriak.
Sakira pun langsung di bawa ke suatu tempat yang yang penuh dengan darah dan mayat di sekitarnya.
"Aiko pergilah sekarang juga!!” Riziel yang merasa adiknya dalam bahaya.
Aiko langsung merubah bentuk menjadi Seekor Cerberus dan mulai menghancurkan tempat Sakira berada untuk menyelamatkannya dengan cepat.
Bam! Dor! Dor!
Suara ledakan dinding hancur bersamaan dengan muncul Suara senjata api yang sudah di tarik pelatuknya menuju arah Riziel yang bersembunyi.
"Cih keluar juga kau b*jing*n” Riziel menghindari 2 peluru pistol dengan mudah.
"Hei bocah kau cari mati ya? Diam diam mengamati tempat persembunyian kami” Pria berbadan besar sambil memegang pistol berbahaya.
"Aku bosan menunggu akhirnya keluar juga dari tadi dan sekarang waktunya pengadilan” Riziel yang langsung melesat menyerang dengan tangan kosong pria bertubuh kekar.
"Kau ingin bertarung jarak dekat denganku kau memang bocah yang menarik haha” Pria kekar itu langsung diam menunggu Riziel mendekatinya dan membuang senjatanya.
‘Teknik Tipuan 10 : Tendangan Kematian!’ Riziel langsung menipunya dengan pukulan yang bersiap memukul wajah Pria kekar secara langsung.
"Teknik murahan tidak akan berguna untukku!” Pria kekar itu langsung Refleks menahan pukulan Riziel.
Namun saat pukulan mendekati tepat di tangannya secara bersamaan kaki kanannya bergerak menghantam kepalanya dengan keras ke dinding.
Bam!
"Huh kukira hebat ternyata lemah!” Riziel langsung merapikan bajunya sambil menginjak tubuh Pria kekar yang pingsan langsung di dapannya.
Dengan waktu yang sama ketika Pria kekar itu sudah kalah datangnya bawahannya dan mengepung Riziel dari segala arah di bagian luar, semua yang mengepung Riziel sekitar 20 orang.
"Akhirnya hari ini datang juga dan majulah kalian semua!” Riziel yang merasa senang namun kesenangan harus berhenti karena harus fokus untuk menyelamatkan semuanya.
‘Teknik Tipuan ke-5 : Sunyi namun mematikan!’ Riziel yang hanya diam untuk mengambil ancang-ancang sebelum menyerang sambil menutup matanya.
"Bunuh dia!” Seorang Pria yang memberikan perintah karena melihat ketuanya sudah kalah.
"Salah besar” Riziel yang langsung melesat dengan cepat dengan menghantam menggunakan tangan dan kaki begitu cepat.
Bam! Bam! Bam!
19 Pria sudah di kalahkan tinggal 1 tersisa yang sudah ketakutan setengah mati melihat monster yang terbangun di dalam diri Riziel.
"Tidak mungkin! Tidak mungkin! Matilah!!” Pria itu langsung mengeluarkan pisau kecil dan bergerak menyerang Riziel.
"Percuma saja” Riziel langsung menghindarinya dan dengan cepat memegangi tangan yang sedang memegang pisau.
Kemudian Riziel langsung menyentuh kepalanya kemudian menghantam kepalanya ke tanah cukup kuat dan mengangkatnya kembali.
"Harusnya kau bersyukur bisa hidup tapi kau salah besar sudah menganggu hidupku!” Riziel kemudian menghantamkan lagi kepalanya ke tanah hingga berdarah dan terjatuh pingsan sehingga darahnya menciprat ke baju sekolah miliknya.
Riziel langsung berjalan masuk dengan emosi yang sudah meledak tidak bisa di tahan lagi dan bisa saja Riziel membunuh orang jika Riziel menginginkannya.
****** [Di dalam Gedung Tua POV] ******
Riziel yang berhasil memasuki gedung tua dengan menghajar habis habisan tanpa memberikan ampun kepada para penjahat untuk bertemu orang di balik kejadian ini.
Di sisi lain aiko yang berhasil menerobos tempat adik Riziel di bawa ke tempat bedah organ secara paksa dengan membunuhnya dengan racun hitam.
"Siapa itu huhu?” Sakira ketakutan untuk melihat sambil menangis banyak mayat.
"Guk Groarh” Aiko yang langsung mengangkat Sakira naik ke tubuh besarnya dan pergi menuju anak anak yang terkurung.
"Syukurlah kau datang Aiko aku sangat takut huhu” sakira yang tidak melihat Aiko dalam wujud Cerberus.
__ADS_1
Guk! Guk! (Jangan takut semuanya akan berakhir sekarang juga)
Riziel yang berhasil menerobos masuk ke suatu ruangan yang cukup luas dan juga terdapat banyak orang sekitar 33 orang di dalam sana menunggu Riziel.