
Riziel yang sampai di rumahnya yang sudah sepi lalu Riziel menyimpan motornya di dalam garasia setelah itu masuk ke dalam rumah.
Riziel lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya lalu masuk ke dalam kamarnya setelah itu langsung tiduran sambil mengeluarkan uang hasil kerjanya.
"Hahh simpan lemari meja belajar saja deh sambil menuliskan beberapa kalimat agar tidak ada salah paham" lalu Riziel langsung merobek kertas di bukunya lalu menulis beberapa kalimat lalu setelah itu menyimpannya.
Lalu Riziel pun langsung tidur untuk pergi dan tubuh spirit Riziel pun langsung keluar dari tubuh manusia dan langsung pergi menuju nirwana untuk memeriksa keadaan di sana.
Lalu pada saat pergi menjauh peliharaannya mengikuti dan sudah berubah menjadi seekor cerberus besar mengikuti Riziel.
"Kenapa mengikutiku?" Riziel yang melihat cerberus mengikuti.
"Guk guk hah" cerberus itu ingin ikut.
"Hahh baiklah untuk terakhir kali sekaligus memperkenalkannya kepada dante untuk berganti" Riziel langsung menaiki cerberus itu dan pergi menuju nirwana.
"Yo Riziel" Felysia yang senantiasa menunggu di perbatasan.
"Yo ada apa?" Riziel yang menjawabnya dan cerberus itu juga berhenti.
"Tidak hanya ingin saja menyapamu karena bosan" Felysia yang sangat bosan.
"Yasudah biar aku yang jaga dan bawa dia berjalan jalan" Riziel langsung menepuk badan cerberus itu.
"Guk guk" cerberus itu sangat tau.
"Terimakasih Riziel kau sangat tau" Felysia pun langsung melompat menuju Riziel.
"Biarkanlah aku juga akan fokus menjaga disini dan meninggalkan kehidupanku sebentar mungkin" Riziel yang berbicara yang sedikit sedih.
"Aku mengerti Riziel karena ini sudah takdirmu jadi jalani saja jangan ada paksaan dari dirimu kalau tidak suka" Felysia yang berada di belakang Riziel langsung memeluknya.
__ADS_1
"Hahh iya tapi sebenarnya takut juga tapi ini sudah kewajibanku" Riziel yang bersikap tegar.
"Baiklah jaga tempatku yah dan kau jangan khawatir" Felysia lalu melepaskan tangannya yang penuh dengan warna putih.
"Ya" lalu Riziel pun berpindah tempat.
Lalu felysia langsung pergi menjauh bersama seekor cerberus yang menjauhi perbatasan menuju sesuatu tempat yang ingin felysia datangi.
Handphone Riziel pun berdering yang ternyata handphone pemberian dari dante sebelumnya untuk berbicara sesuatu sepertinya.
"Halo siapa?" Riziel yang mengangkat teleponnya.
"Ini aku dante ingin bicara langsung untuk meminta izin kepada dewa Arthur untuk pergantian dan kau ada dimana sekarang?" Suara Dante yang di dalam telepon.
"Di perbatasan surga sedang berjaga dan kesini saja" Riziel yang menjawab di dalam teleponnya.
"Baiklah aku segera kesana" Dante langsung menutup teleponnya.
Setelah sekian lama menunggu akhirnya dante datang dan berada di perbatasan neraka tinggal masuk ke dalam surga atas persetujuan Riziel.
"Riziel aku masuk yah?" Dante langsung berbicara untuk tujuan datangnya baik.
"Ya" lalu Riziel menjentikkan jari lalu dante bisa masuk dengan aman.
"Doppelganger!" Riziel langsung membelah bayangan dirinya sendiri.
"Hahhh sekian lama baru bisa datang lagi kesini merasa sedikit nostalgia" Dante yang berbicara begitu senang.
"Simpan energi jahatmu atau yang lain akan memperhatikanmu" Riziel langsung berbicara.
"Ohh iya lupa" lalu Dante langsung menyimpan energi jahatnya lalu berjalan masuk.
__ADS_1
Lalu Riziel dan Dante langsung masuk sedangkan di perbatasan surga yang menjaga bayangan Riziel yang sengaja di buatnya untuk menggantikan perannya sebentar.
Riziel dan dante langsung berjalan menuju ruangan dewa Arthur yang lumayan jauh dan di dalam perjalanan banyak sekali yang memperhatikan Riziel dan dante berjalan bersama.
Dante jadi pusat perhatian di dalam surga karena dante adalah seorang iblis asli tapi dante tidak menghiraukannya lalu sampailah di depan pintu ruangan dewa Arthur yang menutup.
Lalu Riziel pun mendorong pintunya dan setelah terbuka Riziel juga dante masuk ke dalam ruangannya lalu melihat kondisi dewa arthur yang baik baik saja sedang minum teh.
"Yo sudah lama tidak bertemu" Dante yang langsung menyapa dewa arthur.
"Oh ternyata kau dante dan ya memang sudah lama lalu apa urusanmu datang kemari?" Dewa arthur berbicara kepada Dante.
"Ini hanya ingin izin menggantikan Riziel di kehidupan manusia lalu Riziel bisa bebas di surga dan neraka untuk mencari informasi tentang manusia yang mempunyai kekuatan iblis" Dante yang menjelaskan tujuannya.
"Begitu bagus bagus tujuanmu Riziel, saya juga selama memperhatikan manusia sedikit ada yang berbeda dan lagi tidak bisa di atur" dewa arthur yang berbicara juga.
"Ya tapi aku juga akan berusaha untuk menyelesaikannya juga secepat mungkin" Riziel yang baru angkat bicara.
"Baiklah saya izinkan kalian berpindah posisi dan Riziel tolong jangan buat aku kecewa" dewa arthur yang menyetujuinya.
"Tenang saja Arthur karena aku sudah ajarkan kemampuan untuk melepaskan mantra keabadian dari para iblis yang menempel pada manusia" Dante yang memberikan senyuman jahatnya.
"Sudah sampai tingkat 4 sangat menakjubkan sekali lalu jangan buat yang buruk dan jangan ada niat jahat di dalam hatimu" dewa arthur yang sangat senang.
"Aku mengerti dan aku hanya ingin dunia yang damai saja meskipun salah satu keluarga menjadi korban aku bisa bertemu disini" Riziel yang berbicara dengan ramah.
"Baiklah kau boleh kembali Riziel sekaligus mencari informasi dari mana asalnya manusia bisa mendapatkan kemampuan itu" dewa Arthur berbicara kepada Riziel.
"Baiklah" Riziel pun lalu pergi keluar ruangan meninggalkan dante bersama dewa Arthur.
Riziel pun langsung berjalan menuju perbatasan kembali dan melihat masih bayangan dirinya menunggu disana.
__ADS_1
Riziel pun sampai di sana lalu belahan dirinya langsung masuk ke dalam tubuh spiritnya kembali.