
Riziel yang tertidur nyenyak di dalam kamar karena sangat kelelahan di sif malamnya yang sangat melelahkan sehingga melupakan sesuatu hal yang sudah di buat janji bersama Sakura.
"Apa Riziel melupakan janji? Kenapa belum datang padahal sudah jam 08:35 apa masih tidur?” Sakura yang sudah malas menunggu lebih lama.
"Coba datangi saja karena nak Riziel kan selalu kerja malam hari” Ibu Sakura yang mencoba mengingat kembali kepada Putrinya.
"Huh baiklah aku akan memeriksa ke rumah Riziel bu dan ibu jangan terlalu banyak bergerak” Sakura yang langsung berdiri sambil tidak lupa mengingatkan ibunya.
"Iya dan hati-hati di jalan” Ibu Sakura yang langsung bicara kepada Putrinya.
"Baik aku pergi dahulu” Sakura yang langsung membawa tas.
Sakura langsung pergi menggunakan angkutan umum karena ayahnya sudah berangkat kerja dari jam 07:45 dan Sakura sambil berharap tidak ada yang mengganggunya saat di perjalanan.
Perjalanan yang lancar tidak ada gangguan memakai angkutan umum perjalanan selama 15 menit langsung sampai di depan rumah Riziel.
Sakura yang langsung membayar kemudian langsung mengetuk pintu rumah Riziel yang tertutup rapat lalu pintu di buka oleh adiknya Riziel Yaitu Sakira.
"Kak Sakura ternyata ada apa datang?” Sakira dengan wajah polos tidak mengerti.
"Riziel apa sudah bangun?” Sakura yang langsung bertanya kepada adik Riziel.
"Eh kakak sepertinya masih tidur dan masuk kak” Sakira langsung mengajak masuk ke dalam rumah.
"I-iya” Sakura langsung mengikuti masuk ke dalam rumah.
"Siapa yang datang nak?” Sinta yang langsung bertanya kepada Putri kecilnya.
"Ada kak Sakura datang bu tapi tadi menanyakan kakak” Sakira langsung memberitahukan kepada ibunya.
"Bangunkan kakakmu dan ibu akan mengobrol dengan Sakura” Sinta yang ingin tau alasan Sakura datang karena ke rumahnya karena ini sangatlah jarang terjadi pada putranya dari dahulu.
"Baik bu” Sakira langsung pergi menuju kamar Riziel.
Kemudian Sinta pun langsung pergi menuju ruang tamu untuk mengetahui alasan seorang gadis yang berani mendatangi rumahnya.
"Ternyata benar nak Sakura yang datang” Sinta datang sambil membawa 2 gelas berisi air sirup jeruk.
"Ehh tante ternyata aku kira Riziel hehe” Sakura yang sangat gugup berbicara berdua dengan ibu Riziel.
"Ini suatu yang jarang terjadi pada Riziel lho seorang gadis remaja yang cantik ke rumah Pria yang suka mengurung diri di rumahnya sendiri” Sinta sambil sedikit bercanda kepada Sakura.
"Em itu aku tidak cantik sama seperti gadis remaja biasanya kok” Sakura yang malu mengakuinya.
"Tidak apa-apa jangan takut mengakuinya saya pernah dengar bahwa seorang bunga sekolah menjani hidup pasti sulit bukan?” Sinta yang ingin mengobrol bersama.
"I-iya deh dan maksud tante Riziel selalu memgurung diri itu apa?” Sakura yang ingin tau tapi malu mengakuinya.
"Hm bagaimana ya tante ini tidak bisa mengakuinya jika orang itu menyembunyikan perasaannya sendiri” Sinta yang ingin tau hubungan putranya dengan Sakura sendiri.
"A-aku s-sangat menyukai putra anda karena sangat baik padaku dan aku tidak bisa menyembunyikan perasaan ini lagi tapi putra anda masih belum mengerti perasaanku” Sakura wajahnya langsung memerah karena malu.
"Tante sangat senang mendengarnya kata dari dalam hatimu sendiri nak Sakura namun Putraku sedikit sulit untuk menghancurkan dinding hatinya yang sudah tertutup sejak kecil” Sinta yang perasaannya yang senang melihat putranya ada yang menyukainya.
"Ma-maksud tante apa?” Sakura yang masih malu dan gugup.
"Putraku dari kecil sikapnya sangat ceria seperti adiknya sekarang namun pernah mengalami tubuhnya di kendalikan roh jahat ketika sedang istirahat dan makan bekal buatan ibunya kemudian sesuatu berwarna hitam dengan mata merah mengajak bicara setelah itu menyerang anak anak di sekolah saat kelas 3 SD” Sinta yang waktu melihat kejadian sangat khawatir pada anaknya sendiri.
"Lalu apa bisa selamat?” Sakura yang ingin tau masa lalu.
"Selamat oleh bantuan guru setelah kejadian itu Putraku banyak yang memusuhinya karena aneh atau mereka menyebutnya anak indigo hingga sebagai ibunya tidak bisa melakukan apapun karena terlambat menyadarinya hingga masuk kelas 6 SD sikap putraku mulai berubah menjadi anak pendiam dan dingin”
"Ayahnya selalu berjuang untuk mencari orang untuk menutup mata batinnya namun tidak berhasil semua sia sia hingga hubungan Suamiku dengan orangtuanya hancur karena saudaranya yang selalu memaksa suamiku mengirim uang untuk mendapatkan kabar orangtuanya” Sinta yang sedih mengingat kejadian di masa lalunya yang kelam.
"Apa aku bisa mengubah sikap Riziel?” Sakura bertanya kepada ibu Riziel.
"Tante melihat putraku sedikit berubah itu sudah cukup asalkan tidak berurusan dengan kekerasan terus menerus karena sering khawatir karena melihat Putraku pulang dengan luka lebam di wajahnya” Sinta yang tidak ingin kehilangan Putranya yang satu satunya.
"Akan aku coba mengubah sikap Riziel” Sakura yang bercoba berjanji sambil menggenggam tangan ibu sakura.
"Terima kasih sudah mau ada di sisi putraku dan bagaimana keadaan ibumu?” Sinta yang ingin tau keadan ibu Sakura.
"Baik kok dan ayah juga memutuskan untuk bekerja sebentar” Sakura juga tidak sabar ingin mendapatkan adik.
"Kalau begitu jika memilih ingin punya adik laki-laki atau perempuan?” Sinta yang ingin mengetahui keinginan sebagai kakak jika akan mendapatkan seorang adik.
"Em sepertinya perempuan saja deh agar tidak susah mengurusnya” Sakura juga ingin mengurus adik perempuan.
"Ohh begitu semoga saja” Sinta yang hanya tersenyum senang.
Kemudian Sakira kembali namun tidak bersama putranya yang tidak berhasil di bangunkan oleh Sakira.
"Ibu kakak sulit di bangunkan” Sakira langsung berlari mendekati sinta dan Sakura.
"Kakakmu ini sangat sulit di bangunkan jika hari libur!” Sinta yang kesal dengan Putranya.
"Tante bolehkah aku saja yang membangun Riziel sekaligus ingin melihat keadaan anak kucingku?”
"Boleh saja” Sinta sambil tersenyum tipis kepada sikap Sakura.
Sakura langsung pergi menuju kamar Riziel yang masih tidur karena kelelahan semalam bekerja dan saat Sakura yang langsung membuka kamar Riziel yang masih rapih.
Meong! Meong!
"Ahh kalian tumbuh sehat dan ayo bantu bangunkan Riziel” Sakura langsung mengambil 3 anak kucing.
Kemudian Sakura langsung sengaja mendekati anak kucing kepada wajah Riziel yang di jilati oleh anak anak kucing.
"Uh 5 menit lagi” Riziel yang masih lelah dan mengantuk.
"Hei bangun bukankah ada janji denganku!!” Sakura langsung melepaskan para kucing kemudian mencubit pipi Riziel dengan keras.
"Sakit!! Siapa sih?” Riziel yang bangun karena merasa sakit.
"Huh apa kau lupa!?” Sakura yang langsung marah kepada Riziel.
"Ahh Sakura kenapa kau disini?” Riziel dengan terkejut ketika membuka mata melihat Ada sakura di dalam kamar.
"Apa kau melupakan janji kita? Sekarang sudah jam 09:11 lho” Sakura langsung menarik selimut Riziel.
__ADS_1
"Maaf kalau gitu keluarlah dahulu aku akan mandi dahulu” Riziel yang langsung bangun.
"Hahhh baiklah” Sakura kemudian keluar dari dalam kamarnya.
Setelah 5 menit menunggu di ruang tamu sambil minum air sirup yang di berikan oleh Ibu Riziel sambil di temani oleh Sinta dan Sakira yang bermain bersama Aiko.
"Apa membuatmu lama?” Riziel yang sudah selesai dan rapih memakai pakaian yang cocok di pakai untuk keluar rumah.
"Iya sudah hampir 2 jam apa menurutmu masih lama?” Sakura dengan nada sedikit keras karena marah.
"Maaf aku lupa dan ini juga salahku” Riziel yang merasa dirinya salah.
Sinta yang hanya minum sambil tersenyum melihat Sakura memarahi putranya sedangkan Sakira hanya fokus bermain dengan aiko di luar rumah.
"Mau berangkat sekarang?” Riziel yang hanya mencoba membujuk Sakura.
"Hm kamu makan saja dahulu setelah itu baru berangkat jika kau mau” Sakura yang langsung bicara kepada Riziel.
"Iya deh dan bu masih ada makanan?” Riziel dengan mengeluh.
"Masih ada” Sinta yang langsung memberitahukan kepada Riziel.
Kemudian Riziel tanpa bicara apapun langsung pergi menuju ruang makan untuk sarapan sendirian.
"Tadi itu sangatlah bagus” Sinta yang memuji keberanian Sakura.
"Uh tapi aku merasa bersalah kepada Riziel karena sudah memarahinya” Sakura yang sambil memegang dadanya.
"Tidak perlu merasa bersalah dan tante sudah bisa melihat sikap putraku sekarang bisa menerima kesalahannya sendiri lain kali jangan di marahi lagi Putraku ya?” Sinta sambil tersenyum bangga atas keberhasilan perubahan sikap putranya.
"I-iya” Sakura hanya kembali duduk.
Kemudian sinta sambil membereskan gelas yang sudah habis dan membawanya pergi menuju dapur untuk membersihkannya.
Setelah Riziel beres sarapan langsung berjalan kembali sambil memakai jaket yang sudah rapih dan melihat Sakura yang sedang melamun sendiri.
"Mau berangkat?” Riziel langsung mengulurkan tangan kepada Sakura.
"Iya” Sakura langsung menggapai tangan Riziel.
Kemudian pergi keluar rumah untuk menunggu Riziel yang mengambil motor dan sambil menunggu Riziel Sakura hanya memperhatikan Adik Riziel yang sedang bermain.
"Benar aku ingin mempunyai adik perempuan sepertinya menyenangkan” Sakura sambil tersenyum melihat adik Riziel.
Kemudian Riziel yang melihat sakura langsung mengajak pergi yang sakura inginkan untuk hari ini yang ingin berjalan jalan berduaan.
"Ayo pergi” Riziel yang mengajak Sakura.
"Iya dan sudah lama tidak naik ke motor milikmu Riziel” Sakura langsung naik ke motor Riziel.
"Terserah saja” Riziel kemudian pergi menuju suatu tempat yang Sakura ingin pergi.
"Riziel maaf aku telah memarahimu apa kau marah padaku?” Sakura yang berpegangan kepada Riziel.
"Tidaj lagi pula aku yang salah karena melupakan janji yang penting untukmu dan ini pertama kalinya aku baru meminta maaf pada orang sepertimu” Riziel yang kemudian fokus berkendara motor.
"Karena semua orang yang aku kenal selama ini hanya ingin memanfaatkanku hingga sejak aku SMP ada kerja kelompok pasti diriku satu kelompok namun satu kelompok itu jika aku tidak ada mereka suka membicarakanku sehingga aku izin pergi membuat alasan” Riziel yang sedikit terbuka kepada Sakura.
"Apa kau membenci mereka karena sering membicarakan hal buruk tentangmu Riziel?” Sakura yang ternyata ada seseorang yang hidupnya lebih menyakitkan di bandingkan dirinya sendiri.
"Ya karena itu aku sering tidak mau membuat kelompok hingga suatu hari membuat kelompok seni musik kelompok namun aku tidak mau ikut jadi aku mengurung diri di rumah” Riziel yang membenci semua orang yang berkata buruk tentangnya sendiri.
"Lalu apa yang terjadi?” Sakura sambil berpegangan kepada pinggang Riziel agar tidak jatuh.
"Ya apa lagi mereka memutuskan bekerja kelompok di rumahku namun Clovis bukan di kelompokku setelah itu kelompokku datang untuk disini namun aku coba diamkan hingga benar aku pergi mengambil minum membicarakanku hingga menghina ayahku kemudian aku memgusirnya dari rumahku secara kasar dan di sekolah aku mengerjakan tugas seni sendirian dengan bermain gitar sendiri dan tidak pernah minta maaf” Riziel yang menceritakannya kepada Sakura.
"Keterlaluan temanmu masih untung di beri tempat namun masih berani menjelekkan keluargamu” Sakura yang terbawa kesal jika itu temannya sendiri.
"Kalau begitu sekarang mau kemana?” Riziel dengan sedikit senang bisa terbuka kepada Sakura.
"Ke Bank BCA terdekat aku ingin mengambil uang untuk membeli handphone karena rusak waktu itu bisa?” Sakura yang ingin bisa Handphone baru.
"Ya lakukan sesukamu saja” Riziel langsung mempercepat motornya.
"Aku sudah bilang pada ayahku kok dan tabungan uang milikku juga di bawa di tasku” Sakura sambil memegangi tas agar tidak lepas terbawa angin.
"Ya” Riziel langsung mencari jalan yang tidak macet.
Kemudian setelah melalui kemacetan akhirnya sampai juga di depan Bank BCA Syariah lalu parkir dan masuk ke dalam Bank BCA bersama Sakura yang ingin mengambil uang.
"Wah ngantri panjang banget sepertinya akan menunggu lama Riziel bagaimana ini?” Sakura yang tidak mau Riziel membuat menunggu lama.
"Mengantri saja aku akan menunggu” Riziel sambil menunggu di sisi tempat tunggu.
Sakura langsung mengantri yang sangat padat sedangkan Riziel hanya bermain game online sebentar sambil menunggu.
Setelah 15 menit berlalu tinggal sedikit lagi Sakura mengambil uang kemudian 7 orang berpakaian seperti perampok sambil membawa senjata.
Dor! Dor!
Dua orang yang langsung menembakkan pistol ke atas hingga membuat kerusuhan semua orang yang berada di dalam Bank.
"Ini perampokan simpan barang berharga kalian di bawah dan tangan angkat ke atas atau salah satu dari kalian semua akan mati!” ucap perampok sambil menodongkan pistol di tangan kepada.
"Riziel jangan lakukan hal yang membuatmu bahaya ini” Sakura yang bicara telepati kepada Riziel.
"Jika semua diam maka semua orang akan rugi kehilangan uang beserta uang milikmu jadi jangan melarangku” Riziel yang sangat ingin menolong.
"Kalau begitu berjanji untuk menahan diri dan jangan sampai menggunakan kekuatanmu atau kau akan ketahuan identitas aslimu” Sakura yang ingin Riziel baik baik saja.
Riziel yang langsung memberikan tanda kepada Sakura kemudian Riziel tiba tiba berdiri di hadapan semua orang.
"Apa yang kau lakukan nak! Kau sudah bosan hidup!” Seorang ibu ibu membentak Riziel.
"Siapa yang kau maksud ha!” Riziel seperti orang yang kerasukan namun Riziel memasuki mode kejam.
"Bocah kau ingin mati maka akan aku kabulkan!” 1 perampok mendekati Riziel sambil menodongkan pistol asli.
Dor!
__ADS_1
Riziel yang dengan mudah menghindari peluru pistol yang mengarah ke wajahnya kemudian Riziel tangannya bergerak cepat sehingga mencengkeram erat tangannya.
"Arrgghh tidak mungkin tembakanku meleset Brengs*k!!”
"Tidurlah”
Buagh! Bam!
Satu orang langsung di buat di pukul bagian dagu dengan keras dan di pukul lagi hingga terlempar ke dinding.
"Sisa 6 majulah” Riziel yang langsung bersiap menghajar lagi dengan ganas.
"Bunuh sekarang juga!” 3 orang langsung maju sambil mengeluarkan pisau kecil untuk menusuk Riziel.
Riziel juga tidak mau kalah kemudian langsung mendekatinya dengan teknik bela diri ciptaannya sendiri.
Buagh! Bagh! Blam!
Para perampok tinggal tersisa 2 orang yang membawa senjata besar langsung menembakkan kepada Riziel namun semua di hindari di setiap tembakannya.
"Mati kau!!” satu orang yang langsung menyerang dari belakang Riziel.
‘Teknik penipu no 2 : penghancur Organ Tubuh!’ Riziel yang langsung mengambil tangan kemudian membandingkan ke depan.
Bam! Buagh!
Kemudian Riziel langsung mengambil pisau yang di pegang oleh seseorang di depannya untuk berpura pura.
"Hentikan sekarang juga keluar dari tubuhku!!” Riziel yang sengaja agar tidak terkena masalah dan mudah di percaya.
"Arrgg” Riziel yang langsung langsung terjatuh ke lantai lemas.
"Riziel kau baik baik saja?” Sakura yang langsung menangkap badan Riziel.
"Aku baik baik saja dan jika ada yang bertanya aku tadi kerasukan roh jahat berusaha mengendalikan tubuhku karena melindungi seorang nenek tua disini” Riziel yang bicara di telepati.
25 menit berlalu Riziel memutuskan untuk tersadar dan melihat Sakura dengan wajah khawatir sambil adanya pihak kepolisian yang membawa para perampok.
"Uh Apa yang terjadi denganku?” Riziel yang pura pura tidak ingat.
"Syukurlah cepat Sadar Riziel” Sakura yang khawatir kepada Riziel.
"Ya kalau tidak salah ada roh yang memaksa mengendalikan tubuhku” Riziel yang bicara sendiri agar di percaya oleh orang yang ada disana.
Setelah semuanya selesai dengan percaya kepada Riziel tidak tau apapun yang terjadi padahal di buat sengaja oleh Riziel sendiri dan setelah selesai Sakura mengambil uang pergi menuju suatu tempat menjual handphone yang bagus menurut Riziel sekaligus yang tidak terlalu mahal.
"Riziel bisa bisanya kau sengaja pura pura tubuhmu di kendalikan agar percaya” Sakura yang sebenarnya kesal karena di buat khawatir oleh Riziel secara sengaja.
"Ya kebetulan ada seorang arwah Pria yang meminta tolong kepadaku juga jadi tidak bisa menolaknya apa lagi kondisi disana seperti itu jadi tidak ingin menghambat janji yang kau sangat inginkan kepadaku” Riziel yang peduli kepada Sakura untuk satu satunya orang yang membuat Riziel ingin lindungi.
"Huh iya deh” Sakura yang tidak mau bicara apapun lagi.
Setelah lama mencari kemudian sampai di tempat menjual handphone yang menurut Riziel bagus namun harganya tidak terlalu mahal dan disana hanya sedikit orang yang membeli handphone.
"Apa ini tempatnya?” Sakura yang melihat toko handphone yang di sisi jalan sangat besar.
"Ya ini adalah referensi untuk membeli handphone kata ayahku sangat bagus dan mau coba lihat?” Riziel yang selesai parkir namun melihat Sakura yang masih ragu.
"Iya deh jika Riziel berkata seperti itu aku akan percaya dan ini bukan bekas kan?” Sakura yang masih ragu.
"Tidak kok jika itu bekas aku tidak akan membawamu kemari” Riziel yang langsung menyakinkan kepada Sakura.
Sakura yang percaya langsung percaya dengan perkataan Riziel lalu berjalan mendekati toko handphone tersebut bersama Riziel.
"Tadi mengambil uang berapa Sakura?” Riziel yang ingin memilihkan namun di bawah harga sesuai uang Sakura.
"Em sekitar satu juta lima ratus ribu saja dan kalau boleh tau Handphone sepertimu berapa Riziel?” Sakura sambil berbisik kepada Riziel.
"Ya kalau tidak salah ingat harganya satu juta seratus lima puluh ribu dan penyimpanan ram 4gb rom 64gb, daya tahan lalu baterai tidak cepat habis pokoknya lumayan untuk di pakai” Riziel sambil mengingat ngingat kembali.
"Kalau begitu aku ingin seperti yang dirimu katakan saja Riziel” Sakura yang kurang bisa memilih tentang handphone.
"Apa kau yakin?” Riziel kurang yakin karena ini bukanlah memilih untuknya sendiri.
"Jadi silahkan pilih yang di sukai” ucap pekerja di toko handphone.
"Iya aku kan bisa langsung lihat juga” Sakura yang ingin menyisakan uangnya untuk sesuatu.
"Kalau begitu Infinix Hot 10S masih ada?” Riziel yang langsung bertanya sambil berharap harganya tidak menjadi mahal.
"Ada masih tersedia 5 lagi anda mau melihatnya?” Tanya pekerja penjual handphone.
"Iya dan harganya berapa?” Riziel dengan sedikit merasa gugup.
"Harga aslinya 1,799,000 tapi karena lagi ada diskon 35% untuk menghabiskan harganya berubah menjadi 1,350,000 apa mau?” Tanya lagi kepada Riziel.
"Hm boleh aku ingin lihat dahulu” Sakura yang langsung bicara kepada pekerja di sana.
"Baiklah ini dia” Pekerja langsung mengambil handphone yang Riziel minta lalu langsung menunjukannya kepada Sakura.
Setelah melihat dan Sakura merasa cocok untuknya kemudian membelinya sekalian membeli kartu SD untuk penyimpanan internalnya dan Kartu perdana untuk mengaktifkan aplikasi.
Riziel dan Sakura langsung mencari tempat untuk menyeting kembali handphone baru Sakura dengan tambahan beberapa aplikasi yang di inginkannya.
"Selesai namun ini masih belum ada kuota jadi pakai Hotspot dan PowerBank dariku untuk mengisi baterai juga lalu ini sudah selesai setting” Riziel langsung memberikannya kepada Sakura.
"Aku kira harganya sama ternyata harganya naik sedikit dari yang dirimu katakan dan terima kasih sudah setting handphone baruku Riziel” Sakura sambil mengambil handphone yang sudah di setting oleh Riziel.
"Ya sama sama dan sekarang mau kemana lagi?” Riziel yang hanya duduk di kursi dekat tempat makanan bersama Sakura.
"Aku sih ingin pergi ke tempat Theme Park tapi itu sangat jauh dan sekarang istirahat saja dulu lagi pula tidak terasa sudah siang sambil mencoba handphone baruku” Sakura langsung membuka kamera.
"Iya dan apa tidak lemas ini sudah siang?” Riziel yang hanya ingin bertanya sambil membuka handphone.
"Eh iya ayo cari tempat makan?” Sakura yang langsung menyimpan handphone barunya ke dalam tas.
"Baiklah sekarang berangkat” Riziel langsung pergi lagi untuk berangkat mencari tempat makan karena sudah siang.
Tidak lama mencari kemudian melihat tempat makan lalu Sakura memutuskan untuk makan di tempat itu dan setelah parkir Riziel lalu masuk ke dalam tempat makan disana.
__ADS_1