Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 23 ] : Hari Yang Menyenangkan


__ADS_3

Riziel bersama tim terus berjuang hingga akhirnya menang dengan skor 2:1 melawan bagas dengan penuh semangat.


"Riziel kau sangat keren gerakan menipu tim Bagas dari mana kamu mempelajarinya?” Rendi yang cukup mengagumi Riziel saat menjadi bagian dari timnya.


"Aku hanya mencoba meniru dari video pemain basket di YouTube kok haha” Riziel yang cukup merasa terkejut Rendi merasa dekat dengan Riziel.


"Gw kira kau hanya bisa baku hantam saja Riziel” Clovis sambil mengejek Riziel.


"Sini mau di hantam tanganku gatal” Riziel selalu merasa ingin selalu memukul Clovis ketika bercanda.


"Kerja bagus tim milikmu Rendi terutama Riziel bapak bangga padamu sudah bisa berubah di bandingkan sebelumnya yang selalu tidak mau membuat tim” Pak Saeful langsung memuji kepada Riziel.


"Haha terimakasih atas pujiannya” Riziel yang tidak menyangka bahwa guru olahraganya memperhatikannya.


"Kalian boleh istirahat” Pak Saeful yang langsung membiarkan siswa yang sudah selesai penilaian.


Kemudian Riziel istirahat di dekat lapangan sambil bersandar pada dinding lalu seorang Gadis sambil membawa minuman dan berhenti dekat Riziel secara tiba-tiba langsung menempel minuman dingin ke pipi Riziel.


"Dingin siapa sih?” Riziel yang kesal karena di ganggu oleh seseorang yang menjahilinya.


"Ini aku dan ini untukmu Riziel” Sakura yang sengaja mendatangi Riziel sambil membelikan minuman.


"Terimakasih dan kenapa kesini bukannya masih belajar?” Riziel yang tidak mengerti Sakura sengaja mendatanginya.


"Tadinya ingin meminta tugas karena teman satu kelasku memaksaku untuk ke ruang guru untuk meminta tugas jadi aku melihatmu kelelahan sengaja membelikan minum untukmu hehe” Sakura yang senang bisa melihat Riziel olahraga.


"Begitu ya” Riziel sambil membuka botol minum pemberian Sakura.


"Ada Sakura ternyata sedang apa?” Rendi yang menyapa Sakura.


"Hanya kebetulan lewat dan kalau begitu Riziel aku pergi menuju ruang guru ya?” Sakura yang meminta izin pergi.


"Pergilah dan maaf aku tidak bisa mengantar karena masih lelah” Riziel yang membiarkan sakura pergi.


Saat Sakura kembali berdiri berjalan bola basket langsung mengarah kepada Sakura dengan cepat Riziel langsung menyimpan botol minum dan menangkap bola basket hampir mengenai wajah sakura.


Bug!


"Ugh kau baik baik saja” Riziel yang berhasil menangkap bola basket.


"Maaf apa tidak ada yang terluka?” teman kelas Riziel langsung berlari mendekati Riziel dan sakura.


"Tidak ada kembalilah bermain” Riziel langsung memberikan bola basketnya Kepada teman satu kelas Riziel.


"Aku baik baik saja” Sakura sambil memasang wajah terkejut.


"Riziel refleksmu sangat bagus sekali” Rendi yang sangat takjub dengan Refleks Riziel.


"Baiklah aku akan mengantarmu saja dahulu” Riziel yang tidak menanggapi Rendi.


"Boleh saja” Sakura yang tau Riziel ingin mengobrol.


"Pak saya izin pergi dahulu” Riziel langsung meminta izin kepada guru olahraganya.


"Silahkan lagi pula kelompokmu sudah selesai penilaian jadi boleh mengganti pakaian kembali” Pak Saeful langsung mengizinkan murid yang sudah penilaian.


Kemudian kelompok Riziel pergi menuju kelas dan Riziel bersama sakura langsung berjalan menuju ruang guru.


"Riziel kenapa ingin mengantarku?” Sakura yang merasa Riziel sedikit berbeda.


"Ada yang mengikutimu” Riziel yang merasakan kehadiran sesuatu yang buruk.


"Roh jahat sekitar sini?” Sakura juga bisa merasakan juga namun samar samar.


"Ya terus menerus mengikutimu” Riziel yang mencoba menjaga sakura.


Kemudian sosok monster besar langsung muncul di hadapan Riziel bersama Sakura secara tiba tiba membuat Riziel mengeluarkan senjata miliknya.


"Melihatku...makan...roh...suci.. lezat” roh jahat langsung mencoba menangkap Sakura.


"Hahh lenyaplah dari hadapanku” Riziel langsung mengumpulkan energi suci untuk membuat api suci.


‘Holy Spirit : Holy Fire!’ Riziel langsung menembakkan api suci kepada roh jahat berbentuk monster.


"Panaass” Roh jahat langsung terbakar api suci hingga lenyap.


"Ri-riziel apa itu? Sangat menakutkan” Sakura yang langsung terduduk lemas.


"Fyuh sudah sekarang berdirilah karena sudah aman” Riziel langsung membantu sakura berdiri.


"Sebenarnya tadi itu apa?” Sakura yang masih takut.


"Aku juga belum mengerti dan aku tidak bisa menjelaskannya” Riziel yang sangat ingin tau apa yang telah terjadi selama ini.


"Aku sudah bisa berjalan sendiri lepaskan” Sakura yang masih terkejut dengan roh jahat seukuran 2 meter mengincar Sakura.


"Ya besok libur jadi mau menempati janji tidak?” Riziel sambil mencoba menghibur Sakura.


"Ya banyak yang ingin aku lakukan bersamamu Riziel” Sakura yang senang Riziel masih ingat janjinya.


"Baiklah sekarang belajar dengan baik” Riziel sambil mengusap kepala Sakura.


"Hehe iya akan aku coba” Sakura yang merasa lebih baik setelah kepalanya di elus oleh Riziel.


Setelah sampai di ruang guru kemudian Riziel hanya menunggu di luar tidak lama kemudian sakura kembali keluar dari ryang guru tanpa membawa apapun.


"Apa ada tugas?” Riziel yang melihat Sakura kurang senang.


"Tidak ada apa lagi sudah 2 pelajaran kosong membuatku tidak nyaman karena sering ada yang menggodaku dengan tatapan menjijikkan hingga diriku yang lain memberitahuku untuk hati hati” Sakura sambil mengeluh.


"Kemarikan tangan kananmu akan aku berikan untuk perlindungan” Riziel langsung meminta tangan sakura.


"I-ini untuk apa?” Sakura sambil berjalan.


"Lihat saja” Riziel langsung memunculkan kembali rantai yang di buat tidak terlihat.


"Ini bukankah yang waktu itu?” Sakura yang tidak merasakan hal tersebut.


Kemudian Riziel langsung mengubah bentuknya menjadi gelang dan ada hiasan kupu-kupu berwarna biru dan putih membuatnya terlihat indah.


"Indah sekali” Sakura yang melihat Gelangnya berubah menjadi sangat cantik.

__ADS_1


"Ini akan melindungi dirimu sendiri jika aku tidak ada disisimu jika itu manusia otomatis akan mengendalikan orang yang ingin berbuat buruk padamu tapi jika roh jahat kau akan tau” Riziel yang menjelaskannya kepada Sakura.


"Lalu apa?” Sakura yang masih belum mengerti.


"Takutlah di hadapanku” Riziel langsung mengeluarkan energi jahat.


Seketika tubuh sakura merinding ketakutan dan semua tubuhnya bergetar tidak bisa bergerak dan seketika ketiga kupu-kupu langsung terbang lepas dan langsung menyerang Kagami menggunakan energi spiritual Sakura sendiri.


Kemudian Riziel langsung menyerap semua serangannya kemudian menghilang Aura membunuh pada saat yang sama ketiga kupu-kupu langsung kembali menempel ke gelang yang sakura pakai.


"Ehh hebat sekali Riziel” Sakura yang baru saja melihat yang sangat menakjubkan pemberian dari Riziel.


"Jadi sekarang jangan khawatir mulai sekarang jika tidak ada diriku” Riziel yang melanjutkan jalan bersama Sakura.


"Tapi ini terlalu mencolok nanti akan di rusak” Sakura sambil mengeluh.


"Katakan saja 'Invisible' untuk menghilang dan untuk membuat kelihatan katakan 'Visible' saja cobalah” Riziel yang tau Sakura tidak mau Riziel setiap saat melindunginya.


"Akan aku coba 'Invisible'” Sakura langsung membuat tidak terlihat hingga membuat terkejut.


Tidak lama kemudian langsung hujan sangat besar hingga membuat Sakura bersama Riziel langsung pergi mencari tempat yang tidak hujan.


"Akhirnya sampai juga sekian lama berlari” Sakura yang merasa lelah.


"Ya benar sekali dan mulai sekarang berlatihlah mengendalikan kupu kupu di gelangmu” Riziel sambil mengusap kepala sakura lagi.


"Hehe iya akan aku coba dan setiap kamu mengusap kepalaku secara refleks terkadang merasa seperti kucing tapi aku juga tidak mengatakan bahwa aku tidak menyukainya” Sakura langsung mengakuinya kepada Riziel.


Kemudian Riziel bersama Sakura langsung berpisah menuju kelas masing dan Riziel langsung mengganti bajunya sambil melanjutkan satu pelajaran terakhir.


"Hujan sangat besar bisa bisa pulang lama nih” Clovis sambil mengeluh.


"Begitulah membuatku merasa malas” Riziel sambil memperhatikan jendela di sebelahnya.


"Riziel tadi kau mengantar sakura kemana?” Clovis yang sangat ingin tau.


"Kepo banget dan apa kau dengar suara lantunan musik nada piano itu tidak?” Riziel yang mencoba bertanya kepada Clovis.


"Kau menghayal ya? Tidak ada suara kok dan hanya ada suara guru mengajar iya!” Clovis yang tidak mengerti pertanyaan Riziel.


"Yasudah lupakan” Riziel benar ternyata lantunan nada ini hanya bisa di dengarnya saja olehnya sendiri.


Kemudian terdengar suara lantunan musik Piano yang di mainkan hingga terdengar oleh Riziel dan juga merasakan aliran energi spiritual yang berasal dari suatu tempat mendatangi ke sekolahnya hingga seperti ikut mengalir di angin hingga Riziel juga merasa ada sedikit energi itu masuk ke dalam tubuhnya.


Setelah bel pulang berbunyi tidak melihat Sakura sama sekali kemudian Riziel mencari Sakura mengikuti aliran energi spiritual yang sangat menenangkan menuju suatu tempat bagian sekolah yang sangat sepi sekali.


Saat sudah sampai disana benar saja Sakura sudah ada disana sambil memainkan Piano sepenuh hatinya merindukan suasana kehidupan bersama kakek dan neneknya saat kecil.


15 menit kemudian Sakura pun baru saja selesai bermain Piano dan bisa merasakan menikmati bermain Piano sendirian.


"Sudah selesai aku sudah lama menunggu” Riziel langsung angkat bicara.


"E-eh Ri-riziel sejak kapan disini?” Sakura yang terkejut melihat Riziel ada di dalam ruangan yang sama.


"Sudah sejak 15 menit yang lalu tadinya ingin mengajakmu pulang tapi kau sangat menikmati bermain Piano sendiri” Riziel yang tidak tega mengganggu Sakura yang bermain Piano.


"Sudah pulang dan maaf membuatmu menunggu lama Riziel habisnya aku saat berjalan jalan sendiri melihat piano yang masih bagus aku jadi ingat kenangan bersama kakek dan nenekku dulu membiatku rindu jadi ingin bermain Piano sebentar saja” Sakura merasa sangat rindu sekali kepada nenek dan kakeknya karena sudah sekitar 3 tahun tidak bertemu.


"Ya lagi pula aku sudah lega bisa bermain Piano dengan tenang” Sakura sambil menyentuh dadanya sendiri.


"Hm apa dirimu tidak menyadarinya telah menyerap energi spiritual alam?” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Sakura.


"Ehh benarkah?” Sakura dengan tidak percaya.


"Iya aku saja bisa menemukanmu berkat mengikuti aliran energi spiritual alam yang pergi menuju satu arah yaitu dirimu” Riziel yang lanjut melewati lorong setiap kelas.


"Ehh aku tidak sengaja aku hanya ingin bermain Piano saja” Sakura dengan wajah sedikit murung.


"Hm tidak perlu murung itu bukan salahmu mungkin energi spiritual alam yang ingin membantumu” Riziel langsung menghibur sakura.


"Emangnya energi spiritual hidup?” Sakura yang tidak mengerti mendalami energi spiritual.


"Entahlah aku juga belum tau” Riziel yang kurang tau.


Kemudian sakura bersama Riziel sampai di depan kelas Sakura yang sudah sepi namun masih ada tas milik sakura sendiri dalam kelas lalu setelah mengambil tas langsung pergi dari sekolah dan juga hujan sudah mulai mereda untuk sementara.


"Brr anginnya sangat dingin” Sakura yang kedinginan karena memakai baju sekolah yang sedikit terbuka.


"Ayo cepat pergi menuju parkiran kalau tidak salah ingat aku menyimpan jaket di motor” Riziel yang langsung menggenggam tangan Sakura sambil pergi dengan cepat menuju parkiran.


"Iya iya pelan pelan saja Riziel” Sakura yang tidak ingin berlari apa lagi baru hujan.


"Baiklah jalan saja” Riziel yang langsung memutuskan jalan seperti biasa.


Setelah berjalan tidak terlalu lama akhirnya sampai di parkiran yang tinggal tersisa sedikit motor disana dan tidak ada para murid disana.


Kemudian Sakura langsung melepaskan genggaman tangannya dan Riziel pergi menuju motornya sambil langsung membuka jok motor dan disana terdapat jaket Riziel yang sangat jarang di pakai.


Riziel kemudian memasangkan jaket miliknya kepada sakura dan setelah itu berangkat pergi mengantar pulang sakura ke rumah.


"Bagaimana jaketnya hangat?” Riziel sambil mengendarai motor.


"Hangat terima kasih banyak dan apa tidak keberatan aku memelukmu Riziel?” Sakura yang tidak ingin mengagetkan Riziel.


"Fyuh boleh saja deh” Riziel yang pasti merasa sakura sangat kedinginan.


Setelah tidak lama dari perjalanan akhirnya sampai di depan rumah Sakura kemudian Riziel langsung membiarkan Sakura turun dari motor Riziel.


"Pakailah untukmu Riziel agar tidak sakit jika dirimu tidak ingin memakai aku akan marah” Sakura langsung melepaskan jaketnya.


"Huh baiklah tuan Putri” Riziel langsung mengambil jaketnya lalu memakainya.


"Nah gitukan kelihatan cocok untukmu” Sakura sambil tersenyum tipis.


"Terserah sekarang cepat masuk rumah” Riziel yang langsung memaksa Sakura.


"Sampai jumpa besok Riziel” Sakura langsung melambaikan tangan kepada Riziel.


Kemudian Riziel pergi menuju rumahnya sendiri dengan cepat agar tidak hujan di jalan dan di tambah macet dan juga jalan yang licin karena hujan.


Sesudah sampai di rumah Riziel langsung memasukkan motornya ke dalam garasi agar tidak kehujanan lalu masuk ke dalam rumah melihat adiknya sudah menunggu sambil bermain bersama Aiko.

__ADS_1


"Kakak selamat datang kembali” Sakira yang langsung menyambut kepulangan Riziel.


"Ya tumben Aiko ada disini?” Riziel yang jarang sekali melihat Aiko di rumahnya.


Guk! Guk! Guk! (Tuan ada yang ingin bicara bersama anda)


"Iya kak karena hujan aku membiarkan Aiko masuk rumah agar tidak kedinginan hehe” Sakira yang tidak mau anjingnya sakit.


"Adikku memang pintar tidak mau anjingmu sakit” Riziel sambil mengusap kepala Sakira.


Guk! (Tuan?)


“Iya setelah ini aku akan pergi dan memangnya siapa yang ingin bicara denganku?” Riziel sambil bicara melalui telepati.


Guk! Guk! (Tuan Seraphim sendiri)


"Baiklah aku akan kesana” Riziel yang langsung menutup telepatinya.


Kemudian Riziel mengganti pakaian sehari-hari di rumahnya sendiri lalu melakukan kegiatan di rumah dan setelah selesai Riziel langsung pergi menuju kamar untuk memeriksa keadaan anak anak kucing milik Sakura.


Setelah semuanya selesai kemudian Riziel berpisah dengan tubuhnya lalu pergi menuju surga dan saat sampai disana juga Riziel di sambut oleh Felysia.


"Riziel akhirnya datang sekian lama aku menunggumu tau hmph” Felysia yang sudah lelah menunggu Riziel.


"Maaf harus ada yang aku lakukan dahulu” Riziel yang tidak mungkin menghilang secara tiba-tiba membuat dirinya di marahi lagi oleh orangtuanya.


"Baiklah ayo masuk Tuan Seraphim sudah menunggumu” Felysia yang langsung membawa masuk Riziel.


"Ya aku tau” Riziel yang langsung berjalan masuk sambil membuka penutup wajahnya.


Felysia yang melihat Riziel membuka penutup wajah Riziel membuat Felysia merasa baru kali ini memperhatikan wajah asli Riziel yang terlihat tampan dan tegas.


Lalu sampailah di tempat yang sangat sepi hanya ada beberapa malaikat disana kemudian Riziel memasuki ruangan pribadi Seraphim yang sangat indah.


"Saya tau dirimu akan datang” Seraphim yang bicara kepada Riziel.


"Katakan apa yang ingin kau katakan?” Riziel yang membenci bicara dengan berbasa-basi dahulu.


"Kau ini benar benar tidak peduli dengan siapa diriku sangatlah tidak sopan” Seraphim yang masih ingin mencoba berkenalan dengan Riziel.


"Kau adalah Seraphim sang petinggi malaikat dan seterusnya aku tidak peduli dengan itu karena aku ingin tau apa yang ingin katakan padaku!” Riziel yang menahan rasa kesalnya.


"Baiklah saya katakan kau sudah mendapatkan kekuatanmu yang sudah menghilang dan juga bukankah dirimu tau kemarin di serang oleh roh jahat berbentuk monster bukankah dirimu ingin menanyakan itu muncul dari mana?” Seraphim yang sudah menebak isi pikiran Riziel terlebih dahulu.


"Kalau begitu katakan jika kau mengetahui sesuatu” Riziel yang tidak peduli dengan peringkat dan jabatan seseorang karena semuanya sama saja.


"Wah wah minta maaf dahulu jika ingin saya beritahukan?” Seraphim yang masih ingin menguji kesabaran Riziel.


"Jika tidak ingin memberitahukannya akan aku cari sendiri” Riziel langsung berbalik berjalan pergi.


Kemudian pintu disana langsung menghilang oleh Seraphim namun Riziel langsung menghancurkan penghalang tersebut hingga menghasilkan retakan cukup besar.


"Hei hei berhenti baiklah akan aku katakan tujuanku memanggilmu” Seraphim yang terkejut dengan Riziel yang bisa menghancurkan penghalang sengaja untuk menghilangkan pintunya.


"Nah gitu kan enak katakan sekarang” Riziel sambil tersenyum tipis.


"Saya baru di beritahukan oleh Dewa Arthur bahwa anda baru saja mendapatkan kekuatanmu kembali meskipun hanya sedikit jadi tolong lindungi Putri surga karena seseorang mencoba mengendalikan umat manusia hingga bisa membentuk roh jahat berbentuk monster”


"Dengan kata lain monster itu akan terus-menerus mengejarnya dan di karenakan anda mendapatkan kekuatan suci di dapat dari Putri surga jadi bisa saja sewaktu-waktu energi kehidupan anda terpakai sebagai sikap saya akan memberikan setengah dari kekuatan anda untuk bertahan hidup” Seraphim yang merasa takut kepada Riziel seperti lebih kuat darinya.


"Tu-tunggu sebelum itu katakan siapa Putri surga?” Riziel yang tidak mungkin perasaannya mengatakan kepada Sakura.


"Seseorang yang selalu disisi anda” Seraphim yang tidak terlalu mengetahui namanya.


"Jangan jangan Sakura tapi bagaimana mungkin?” Riziel yang sangat terkejut dengan hal ini.


"Kebangkitan sang Putri surga masih belum sepenuhnya dan sekarang hanya baru sebagian kecil saja dan dewa Arthur mengganggap sebagai tugas khusus untuk anda” Seraphim langsung memberikan gulungan tugas.


Penjaga Perdamaian


Tugas Khusus


Lindungi Putri surga hingga terbangkit sepenuhnya


Kontribusi : 35.000 point.


"Baiklah akan aku lakukan” Riziel yang langsung mengambil gulungan tugas.


Kemudian Seraphim langsung memberikan setengah energi sucinya Kepada Riziel sebagai permintaan maafnya yang hampir membuat penghalang buatannya hancur dengan mudah di tangan Riziel.


Setelah semuanya selesai Riziel memutuskan kembali ke dunianya sendiri untuk laniut bekerja karena Seira pasti akan menunggunya.


Dengan waktu bersamaan Riziel pergi Dante juga mengunjungi Seraphim untuk bicara bersama.


"Yo bagaimana bicara bersama Riziel?” Dante yang ingin tau kesan dari Seraphim sendiri.


"Dia masih muda namun tidak takut kepadaku dan juga dengan berani menghancurkan penghalang sihir tetkuatku yang sudah susah payah membuatnya malah hampir di hancurkan dengan mudah” Seraphim sambil mengeluh kepada Dante.


"Diriku pernah mengatakan padamu jangan pernah membuat Riziel marah atau kau akan tau akibatnya” Dante sambil tertawa kecil kepada Seraphim dengan berani menguji kesabaran Riziel.


*****


Riziel yang sudah berangkat menuju tempat kerja sambil memakai jaket karena udaranya masih sangat dingin.


Riziel yang sedang mengendarai motornya karena jalan lumayan lancar lalu Riziel langsung menaikan kecepatan agar cepat sampai menuju tempat kerja.


Disisi lain Seira yang sudah berjaga sendirian di tempat kerja sambil menunggu Riziel datang.


"Semakin lama segel perjanjian ini semakin membuat diriku menjadi sakit tapi aku tidak bisa melakukannya” Seira sambil menyentuh dadanya sendiri untuk menemukan jawaban yang harus di lakukan.


Kemudian Riziel yang baru sampai lalu Riziel berjalan masuk ke tempat kerjanya dan melihat Seira yang sedang duduk termenung melamun.


"Hei sedang melamun apa?” Riziel yang mencoba menyadarkan Seira.


"Se-senior kapan datang?” Seira yang tersadar melihat Riziel di hadapannya.


"Baru saja kok” Riziel langsung membuka jaketnya.


"Aku kira senior tidak akan bekerja hari ini” Seira sedikit cemberut.


"Tidak akan dan lain kali akan mengabarinya” Riziel langsung memasuki ruang ganti intuk mengganti pakaian khusus pekerja.

__ADS_1


Riziel yang langsung melanjutkan bekerja seperti biasa di sif malam yang sangat dingin sambil di perhatikan kegiatan Riziel selama ini oleh seseorang yang Riziel incar yaitu Ezra yang tersenyum dari kejauhan.


__ADS_2