Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 32 ] : Mimpi Menjadi Kenyataan


__ADS_3

Riziel yang sangat senang bisa melihat orangtua dari ayahnya yang terlihat dari wajahnya sebuah senyuman untuk menjalani hidup yang di mimpikannya menjadi kenyataan dan Riziel ingin mempertahankan semua senyuman tersebut sekuat tenaga.


"Em kakak apa dia benar nenek kita?” Sakira sambil memegangi celana Riziel.


"Iya jangan takut cobalah dekati ajak mengobrol dan bukankah kamu juga lapar jadi ingin makan makanan ringan yang ibu belikan sebelumnya?” Riziel yang langsung mencoba membujuknya.


"Em nenek apa aku boleh ikut makan bersama?” Sakira langsung berjalan mendekati neneknya yang sedang duduk bersama Sakira.


"Boleh sini duduk sebelah kiri cucu nenek yang cantik seperti ibumu” Nenek yang langsung memuji Sinta sambil melihat Sakira yang kelaparan langsung makan bersama neneknya.


"Saya jadi tersanjung dan nak Riziel sini makan bersama?” Sinta yang langsung menawarkan kepada Riziel.


"Kalian saja aku masih belum lapar kok” Riziel sambil berjalan mendekati 2 orang yang masih pingsan belum terbangun.


Riziel sengaja membuat mereka tertidur setidaknya 1 minggu dengan kesadaran mereka terjebak di ilusi pikiran mereka yaitu sebuah neraka yang menyiksa mereka berdua atas perbuatannya.


Riziel memperhatikan rumah tersebut sangat kotor apalagi kamar milik Bernard saat awal menunjukkan diri bersih namun banyak pakaian dimana-mana membuat merasa mual karena menjijikkan jadi Riziel memutuskan berjalan keluar mencari udara segar.


Lalu saat berkeliling di luar lumayan menyenangkan bisa merasakan udara segar pedesaan yang membuat pikiran tenang lalu Riziel memutuskan untuk mencoba gerakan bela diri ciptaannya sendiri.


"Fiuh Haa!” Riziel langsung memperagakan setiap gerakan ke-10 hingga pertama dengan menyambungkan semua gerakan menjadi satu yang sangat kuat sambil mengatur nafasnya.


Riziel tidak sadar bahwa ada beberapa orang yang memperhatikannya hingga 2 mobil datang karena terlalu fokus melatih fikiran yang menjadi sangat tenang miliknya.


Hingga Riziel menyadari dari setiap gerakan yang terhubung berakhir dengan mengganjal sehingga Riziel mencoba bergerak sesuai mengikuti pikiran, tubuh, hati hingga menciptakan sebuah gerakan penghancur yang tidak sengaja di ciptakan.


"Ha!” angin langsung memutari tubuhnya Riziel langsung melompat menciptakan sebuah gerakan baru namun angin terasa seperti rantai di tangannya hingga menggerakkan angin semaunya.


"Haahh ini rasanya menakjubkan” Riziel merasa dirinya sangat tenang seperti energi spiritual alam membantunya.


Prok! Prok! Prok!


Beberapa orang yang sangat kagum dengan gerakan yang sangat indah Riziel perlihatkan membuat Riziel merasa malu tidak menyadarinya ada beberapa orang menontonnya.


"Kakak itu sangatlah keren!” Sakira langsung berlari kepada Riziel.


"Hah? Hati-hati” Riziel yang melihat adiknya hampir terjatuh langsung berlari dengan sangat cepat menangkap adiknya.


"Bagaimana kamu melakukan hal seperti sebelumnya itu sangat menakjubkan seperti ahli bela diri sesungguhnya” Seorang pria langsung bertanya kepada Riziel.


"Ahh itu entahlah” Riziel yang benar tidak menyukai keramaian sambil menurunkan Sakira.


"Apa anak itu pendatang baru disini?”


"Entahlah aku jarang melihatnya tapi sungguh itu sangat keren andaikan aku membuat videonya angin serasa dia gerakan”


Lalu Sinta yang melihatnya juga sungguh bangga melihat anaknya membuat ciptaannya sebuah bela diri yang di pelajari selama ini dalam kehidupannya sendiri.


"Apa boleh tau nama gerakan yang kamu peragakan sebelumnya?” Seorang anak kecil seumuran Sakira.


"Eh nama em itu ‘Destructive Deceptive Movements’ yang artinya gerakan tipu daya penghancur atau gerakan yang di gunakan sangat hati-hati namun berguna untuk menipu seseorang dengan setiap pukulan yang menyakitkan” Riziel yang hanya terpikir dari nama.


"Keren sekali” Menurut seorang bocah itu sangatlah bagus namun Riziel hanya biasa saja tapi entah apa yang mereka pikirkan.


"Kakak ayo ke ibu” Sakira yang langsung menarik bajunya.


"Iya ayo kesana” Riziel langsung menggangam tangan Sakira.


Riziel merasa tubuhnya lebih ringan di bandingkan sebelumnya seperti tubuhnya tidak mempunyai beban sama sekali.


"Ibu apa lihat yang di lakukan kakak tadi juga?” Saat sampai Sakira langsung bertanya kepada ibunya yang berada di luar rumah bersama nenek.


"Iya ibu bangga padamu nak” Sinta yang langsung mengusap kepala Riziel.


"Aku tidak sehebat itu tadi hanyalah kebetulan saja” Riziel yang sungguh tidak mengerti apapun.


Lalu sebuah 2 mobil datang menjemput tapi entah satu lagi yang tidak di ketahui siapa yang memesan dan beberapa saat kemudian kedua mobil berhenti di depan dua rumah tersebut.


Setelah kejadian tersebut semua orang yang berkumpul karena kagum kepada Riziel sudah mengetahui siapa Riziel yang ternyata cucu dari nenek Adelia yang selalu di siksa kemudian mereka mulai pergi satu persatu melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


"Nenek Adelia kenapa di luar rumah? Dan siapa mereka bertiga?” Seorang Wanita sudah turun dari sebuah mobil grab yang di pesan.


"Pasti anda tetangganya terima kasih sudah menjaga ibu mertuaku” Sinta yang langsung menepuk pundak Wanita tersebut.


"Jangan-jangan kamu istri anak pertama dari nenek adelia yaitu kirota?” Wanita tersebut dengan wajah tidak menyangka.


"Iya benar itu nama suamiku sekarang sedang mengantar ayahnya ke rumah sakit” Sinta yang langsung memberitahukannnya.


"Nenek Adelia semoga anda bisa bahagia bersama mereka dan aku akan merindukanmu nenek adelia” Wanita tersebut seperti merasa sedih.


"Iya terima kasih sudah selalu menolongku saat di siksa, di bentak dan tidak memberikan makan kamu selalu memberikan makanan kepada saya” nenek yang langsung berjalan sedikit demi sedikit mendekatinya wanita tersebut lalu memeluknya.


"Mari pergi bu suami anda sudah menunggu di rumah sakit” Sopir grab turun dari mobil.

__ADS_1


"Ah iya tunggu sebentar” Sinta langsung masuk bersama kedua anaknya yaitu Riziel bersama Sakira membantu ibunya mengambil barang.


Lalu setelah mengambil beberapa barang di dalam rumah lalu Riziel langsung langsung membuat penghalang sihir untuk menyembunyikan keberadaan pasangan tersebut yang di buat pingsan selama 1 minggu oleh Riziel.


Setelah selesai mengambil barang-barang di dalam rumah dengan Riziel yang sudah mengambil charger dengan handphone langsung di masukkan ke dalam tas menyampingkannya lalu langsung pergi ke arah mobil Grab yang neneknya di bantu naik ke dalam mobil oleh Sopir grab.


Dalam perjalanan di dalam mobil Riziel melihat senyuman dari neneknya yang duduk di sisinya makan bersuapan dengan adiknya lalu Riziel langsung menyambungkan charger yang tidak terpakai di dalam mobil langsung memasangkan ke handphonenya sambil melihat beberapa foto Sakura yang tidak di hapus.


Disisi lain sang Belahan Roh dewi hutan yang tersenyum karena telah menemukan Sang penyelamatan dunia yaitu Riziel yang sedang berada di mobil kemudian Roh tersebut langsung pergi mengejar Riziel untuk mengajak bicara bersamanya.


Saat sedang melihat foto-foto Sakura yang berada di galerinya yang tidak terlalu banyak namun baru pertama kalinya Riziel merasa muncul perasaan senang melihat foto-foto tersebut karena sejak dulu Riziel sangat membenci berfoto hingga tidak mau melihatkan hasilnya.


"Kamu tidak mau makan bersama?” Neneknya langsung mengambil sebuah isi dari makanan ringan yang di makan bersama adiknya sambil menyentuhnya kepada mulut Riziel.


"Baiklah satu, dua saja” Riziel yang langsung mengambil makanan ringan yang sedang di makan oleh nenek bersama adiknya.


Tring!


"Hm pesan dari siapa ini? Dan perasaan ini sepertinya ada yang mengikutiku” Riziel langsung membuka pesan WhatsApp sambil menengok belakang mobil merasakan sejumlah energi yang hampir sama seperti energi spiritual alam namun tidak merasakan ada niat buruk tersembunyi jadi Riziel langsung menghiraukannya kembali melijat handphonenya sendiri.


[12/16.13] Alice : Riziel kamu tidak sekolah?


[12/16.15] Riziel : Hm iya aku ada urusan


[12/16.16] Alice : Pantas saja aku tidak melihatmu di kantin dengan kelasmu dan kenapa tidak memberitahukan aku padahal aku sahabat kamu?


[12/16.18] Riziel : Haha maaf aku lupa dan biasalah aku malas chat Seseorang


[12/16.20] Alice : Huh pantas saja tadi melihat Clovis tidak bersamamu dan apa kamu Alfa?


[12/16.22] Riziel : Tidak juga aku izin melalui Chat Pribadi karena aku tidak sempat buat tapi untungnya wali kelas mengerti🙃


[12/16.24] Alice : Oh begitu ya aku mengerti lalu kapan kamu akan kembali sekolah?


[12/16.25] Riziel : Hm entahlah masih menunggu kondisi Kakekku kalau sudah membaik keluargaku bersama kakek, nenek kembali ke jakarta


[12/16.27] Alice : Oh iya Sakura sudah memberitahukanku kok makanya aku iri pada Sakura yang di beritahukan tapi aku sahabatmu tidak di beritahu😒


[12/16.29] Riziel : Aku itu orangnya malas bahkan Sakura saja suka mengirim pesan beberapa kali sehari sedangkan kamu tidak pernah


[12/16.31] Alice : Huu biasanya laki-laki yang Mengirim pesan tapi kamu malah terbalik dasar Riziel aneh!


[12/16.33] Riziel : Aku malas bahkan grup kelas atau ada yang chat tidak di kenal pun jarang aku menanggapinya karena aku punya handphone hanya untuk bermain game


[12/16.35] Alice : Kamu sama seperti siswa lain yang kamu pikirkan hanyalah game 😡


[12/16.40] Alice : Itu jadi benar aku kira hanya bohong


[12/16.42] Riziel : Benar kok bahkan Sakura selalu datang setiap beberapa hari selesai meminjam buku komikku lagi


[12/16.45] Alice : memangnya kamu punya berapa banyak sih sampai kamu mengatakan Sakura sering meminjam dengan Clovis yang katanya dulu sejak SMP meminjam komikmu?


[12/16.47] Riziel : Banyak kok jika tidak percaya nanti saat sampai di rumah akan aku fotokan


[12/16.50] Alice : Uh iya deh aku percaya dan sudah dulu aku mau membantu ibuku dahulu


[12/16.52] Riziel : Ya


Riziel langsung mematikan Handphonenya lalu melihat ke arah kaca mobil yang sudah keluar dari pedesaan dan masih bisa merasakan jelas energi spiritual alam yang masih mengikutinya.


"Em kak apa aku boleh mengeluarkan aiko?” Sakira langsung bertanya kepada Riziel.


"Boleh saja dan pasangkan ini padanya” Riziel langsung mengubah rantai menjadi sebuah ikat leher anjing yang bisa di pegang oleh Sakira sambik berjalan.


"Iya kak” Sakira langsung mengambilnya lalu mengeluarkan Aiko dari kandangnya.


Guk! Guk!


Sakira langsung memasangkan ikat lehernya pada Aiko sambil di bantu di pegangkan oleh neneknya saat selesai Sakira yang sangat senang langsung mengusap tubuhnya yang langsung diam di pahanya Sakira sendiri.


"Apa yang terjadi dengan putra keduaku?” Nenek langsung menepuk pundak Riziel.


"Itu mereka berdua pingsan karena ayah yang langsung menghajar mereka saat melihat keadaan nenek, Kakek kelaparan dan sakit membuat amarahnya memuncak” Riziel yang langsung memberitahukannnya kepada neneknya.


"Begitu” Nenek Adelia yang tidak tau harus berkata apa lagi tentang sikap anak keduanya yaitu Bernard.


"Jangan khawatir paman Bernard yang tidak bisa memperlakukan nenek, kakek dengan baik maka mereka akan mendapatkan karmanya sekarang nenek akan aku buat yang nenek impikan menjadi kenyataan” Riziel dengan tersenyum kepada neneknya.


"Iya nek nanti disana aku bisa bermain dengan nenek” Sakira yang juga sering merasa kesepian jika tidak ada Riziel atau aiko yang sering menghilang.


"Kalau kalian bicarakan seperti itu maka nenekmu ini akan menuruti permintaan kedua cucuku ini” Nenek adelia yang memang impiannya seperti ini setelah 6 tahun berlalu.


Sinta yang duduk di kursi depan melihat ke belakang anak-anaknya sangat sangat senang bisa bertemu dengan Neneknya hanya tersenyum saja yang keluarganya sudah sedikit membaik di bandingkan di masa lalu.

__ADS_1


"Oh ya apa tarif antar Grab sudah di bayar oleh suamiku?” Sinta yang langsung bertanya pada sopir grab tersebut.


"Sudah dia memberikanku uang sejumlah Rp350.000 seharusnya hanya Rp 150.000 nanti saja berikan kepada anda” Sopir grab yang merasa tidak enak jika menerima terlalu banyak.


"Simpan saja untuk bapak sebagai tanda terimakasih sudah ingin di repotkan beberapa kali mengantar dan menjemput itu sudah sebanding dengan bantuan anda terima dan simpan saja” Sinta yang mengerti kenapa suaminya memberikan uang lebih.


Lalu setelah beberapa saat berlalu sampai di sebuah rumah sakit mereka semua langsung turun keluar dari mobil grab yang di pesan sebelumnya dan mereka pun langsung membawa semua barang bawaannya dengan cepat pergi mencari ayahnya.


Setelah beberapa kali bertanya akhirnya di tunjukan oleh seorang perawat rumah sakit menuntunnya ke sebuah ruangan yang di sana sudah ada menunggu di luar.


"Ayah!” Sakira yang langsung melihat ayahnya sedang duduk di luar sebuah kamar lalu mencoba memanggilnya sambil melambaikan tangan kepada ayahnya.


"Ibu syukurlah itu terlihat lebih baik” Kirota yang cukup senang melihat Ibunya kondisi membaik.


"Ini berkat istrimu yang sangat baik yang langsung menawarkan beberapa makanan ringan dengan putri kecilmu sehingga bisa berdiri dan tidak merasa pusing kembali” Adelia saat sampai langsung nelihat putranya yang sudah besar.


"Ibu maafkan aku selama ini tidak pernah berfikir untuk mencarimu bu hingga ibu tersiksa dalam rumah yang kotor dengan adikku yang bersikap jahat pada ayah, ibu” Kirota langsung terduduk di kursi depan ruangan sambil menundukkan kepalanya karena menyesal.


"Jangan berkata seperti itu coba angkat kepalamu lalu lihat ibu sekarang, kamu sekarang sudah sebesar ini hingga mempunyai dua anak itu pasti berat untukmu apa lagi di manfaatkan oleh adikmu sendiri untuk bisa mendengar kabar dari ibu” Nenek Adelia langsung duduk di sebelah putranya tersebut ssmbil mengusap punggungnya.


"Aku sangat takut ketika melihat ibu tergeletak di lantai terluka oleh pecahan kaca di tambah lagi kondisi ayah yang sedang di periksa” Kirota yang mulai menangis sambil memeluk ibunya.


"Ibu juga berterimakasih karena kamu tidak putus asa saat mencari informasi keberadaan ayah, ibumu ini yang selalu di ajak pindah rumah oleh adikmu itu” Nenek Adelia langsung juga sudah melewati hari-hari yang buruk selama beberapa tahun berlalu.


"Ayah jangan menangis lagi aku bersama aiko jadi ikut sedih juga” Sakira langsung menggenggam tangan ayahnya.


"Ayah tidak menangis hanya senang bisa bertemu dengan orangtua ayah saja dan kemarilah duduk di sisi ayah” Kirota yang tidak mau terlihat lemah di pandangan putrinya sambil menghapus air matanya.


Guk! Guk!


Sakira yang langsung di angkat oleh Kirota langsung naik ke kursi panjang dengan tidak lupa mengangkat anjingnya juga di rumah sakit untuk menunggu sebuah pemeriksaan pasien.


"Sebenarnya ide ini bukanlah aku yang rencanakan melainkan putraku sendiri mencari tau dengan meminta bantuan dari kepolisian untuk melacak nomor handphone Bernard sendiri” Kirota langsung memberitahukan kepada ibunya sambil melihat kepada Riziel.


"Haha itu tidak setimpal dengan ayah yang dulu selalu menghiburku saat kecil” Riziel yang bersama ibunya masih berdiri.


"Bukankah kamu tadi mau ke kamar mandi cepat sana pergi nak” Sinta yang baru mengingat Riziel berpura-pura bertingkah ingin ke kamar mandi.


"Ah iya bu” Riziel langsung pergi menuju kamar mandi.


Saat sampai di sebuah tempat sepi kemudian Riziel langsung mengubah wujudnya menjadi ‘Astral Form’ lalu pergi ke atas rumah sakit untuk menanyai sebuah roh alam yang mengikutinya.


"Apa maumu terus-menerus mengikutiku?!” Riziel yang melihat sebuah roh yang mengikutinya.


"Ah akhirnya penyelamatku aku bisa melihat wujud asli dari bentuk Roh Spiritualmu” Roh itu berbentuk Seorang gadis seperti Felysia.


"Jawab aku sekarang! Kenapa mengikutiku?” Riziel dengan wajah tertutup kain Spiritual sambil memunculkan senjata Chains Twins Scythe.


"Hei aku tidak berniat melakukan apapun padamu hanya diriku sangat senang bisa bertemu denganmu Riziel!” Roh tersebut langsung menghilang lalu muncul di hadapannya hingga membuka kain penutup wajahnya.


"Apa yang kau lakukan!?” Riziel mulai terlihat wajahnya.


"Wajah sangatlah tampan meskipun dalam wujud Astral Spiritualitas Form sungguh menarik” Roh itu langsung muncul dan menghilang.


"Katakan apa maumu!” Riziel yang sudah kesal.


"Aku adalah sebagian kecil dari Roh dewi alam yang menghilang dan disini saya ingin meminta bantuan kepada anda untuk menemukannya karena kamu satu-satunya orang yang bisa menyatu dengan energi alam sebelumnya hingga menggerakkan energi spiritual alam menggunakan wujud manusiamu” Roh Gadis dengan pakaian beberapa tanaman yang menutupi tubuhnya dengan penuh warna hijau.


"Kenapa aku harus membantumu jawab diriku atau aku akan menebasmu dengan sabitku!” Riziel yang merasa penasaran.


"Karena hanya tersisa diriku dari bagian Roh dewi alam di dunia ini jika diriku hancur atau lenyap dunia yang kamu lindungi akan hancur oleh alam sendiri dan tolong bantu diriku menemukan tubuh asliku aku mohon” Roh gadis tersebut langsung memegang tangan Riziel sambil memperlihatkan tatapan sangat membutuhkan bantuan darinya.


Riziel yang langsung menghilangkan senjatanya dari tangan merasa Roh di depannya sangat membutuhkan bantuan dan juga baru mengingat suaranya hampir mirip suara saat itu mendengarkan seolah neneknya yang sudah lama menghilang meminta bantuannya.


"Baiklah aku akan membantumu dan maaf aku sudah membentakmu padahal dirimu hanya ingin meminta pertolongan dariku” Riziel yang langsung menundukkan wajahnya karena terlalu overprotektif pada keluarganya.


"Saya mengerti perasaanmu kok karena dari melihatmu saja kau adalah Seseorang yang tidak beruntung dalam kehidupan dengan selalu di benci oleh seseorang di lingkunganmu jadi saat ini kau ingin melindungi senyuman kebahagiaan yang berada di dekatmu bukan?” Roh Gadis tersebut langsung bertanya kepada Riziel untuk memastikan keinginan Riziel.


"Diriku sejak kecil memang tidak beruntung dengan di benci oleh semua orang namun dengan kemampuan ini meskipun aku membunuh semua orang namun aku masih tidak bisa membunuh seseorang karena aku membenci mereka karena latar belakang kehidupan semua manusia jadi bantulah aku memperbaiki dunia ini menjadi lebih baik dari pada sebelumnya” Riziel langsung mengulurkan tangannya kepada Roh Gadis tersebut.


"Bukannya lebih baik kamu menjadi dewa saja apa lagi kondisi dewa Arthur yang sedang melemah?” Roh gadis tersebut masih ingin bertanya.


"Dulu impianku memang ingin seperti itu tapi saat ini aku sudah tau itu sangatlah sulit apa lagi aku hanyalah manusia dan impianku hanya ingin membuat dunia ini lebih baik dengan membuat mereka sadar sendiri saat waktunya tiba” Riziel langsung melihat ke langit.


"Tapi saat ini aku hanyalah sisa Roh atau setara dengan manusia biasa akan sulit mewujudkan impian seperti itu” Roh gadis tersebut mulai memperlihatkan wujudnya.


"Tidak apa-apa aku akan mencobanya sendiri dan aku akan membantumu menemukan tubuh aslimu yang menghilang karena jika kemampuanmu hampir sama seperti dewa Arthur” Riziel kemudian berjanji.


"Ba-bagaimana kamu mengetahuinya?” Roh gadis tersebut terkejut dengan kaitannya dirinya bersama dewa Arthur.


"Tentu saja dewa Arthur adalah dewa kehidupan semua itu berhubungan satu sama lain dan kau bilang meminta bantuan untuk menemukan tubuh asli Dewi alam yang telah menghilang bukan?” Riziel yang sudah menebaknya.


"Ternyata kau memang menarik kalau begitu akan aku bantu semampuku dan namaku adalah Dryad sang penjaga hutan dalam kenal Riziel” Roh gadis tersebut langsung bersalaman dengan Riziel.

__ADS_1


"Ya” Riziel yang akan berusaha melakukan hal yang terbaik.


Kemudian di punggung telapak tangan Riziel langsung muncul sebuah tanda berwarna hijau dengan sebuah tanda yang tidak di mengerti oleh Riziel sendiri bersamaaan dari itu Roh gadis Dryad langsung menghilang dari hadapannya.


__ADS_2