
Riziel yang terbangun di pagi hari karena mimpi buruk dan melihat jam menunjukkan pukul 04:05 pagi Riziel langsung seperti biasa melakukan olahraga pagi beberapa menit di pagi hari di dalam kamar.
Kemudian waktu Riziel melihat waktu masih lama lalu Riziel langsung mengambil handphone sambil bermain game untuk menunggu waktu sampai jam 05:45 pagi.
Riziel meninggalkan adiknya yang tertidur di dalam kamarnya dan Riziel berjalan keluar dari kamar untuk melihat orangtuanya apa sudah bangun di hari yang masih pagi.
Disisi lain orangtua Riziel yang baru saja bangun tidur dan baru saja keluar dari dalam kamar menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Lalu Riziel yang baru saja turun tangga dari kamarnya sendiri kemudian terdengar suara Bel rumah dari luar.
"Siapa yang datang sepagi ini sih!?” Riziel dengan wajah kesal.
Lalu Riziel langsung berjalan menuju pintu rumah untuk mengecek siapa yang datang pada saat pagi hari.
Pintu pun di buka dan Riziel terkejut dengan siapa yang datang ternyata Polisi yang datang dengan pakaian sopan yang di pakai sehari hari.
"Apa ini rumah Riziel?” Polisi itu melupakan wajah Riziel sendiri.
"Ohh saya sendiri bukankah bapa yang Polisi waktu itu bukan?” Riziel yang masih mengingat jelas.
"Ah maaf saya melupakan wajahmu dan syukurlah saya benar mencari rumahmu” Polisi itu mengeluh di hadapan Riziel.
"Silahkan masuk dahulu” Riziel yang langsung membuka pintu dengan lebar.
"Ti-tidak usah dan saya hanya ingin menepati janji untuk memberikan baju sekolahmu sebagai tanda terimakasih dari kepolisian sekaligus lencana polisi sebagai hiasan kecil di dalam kotak ini” Polisi itu langsung memberikan kotak sedang.
"Terimakasih banyak dan apa tidak mau masuk dahulu?” Riziel yang merasa tidak enak kepada tamu di pagi hari.
"Tidak perlu lagi pula saya buru buru untuk mengurus kejadian kemarin bersama pihak rumah sakit untuk mengidentifikasi identitas anak anak yang sudah meninggal” Polisi itu berbicara kepada Riziel.
"Baiklah” Riziel kemudian Riziel menutup pintu.
Polisi itu juga pergi kembali menuju kantor Polisi dan Riziel langsung membawa barang yang baru saja di berikan menuju ruang makan.
Saat Riziel sampai di ruang makan bersamaaan dengan kedua orangtua yang baru saja mencuci muka.
"Apa itu nak? Dan dapat dari mana?” Sinta yang langsung ingin tau dari mana asal barang yang anaknya di bawa.
"Ya itu Polisi saat yang membantuku menangkap para penculik anak anak dan ingin memberikan ini sebagai tanda terimakasih dari pihak kepolisian” Riziel langsung menjelaskannya kepada Orangtuanya.
"Coba lihat apa isinya?” Kirota yang masih tidak percaya.
"Seragam sekolah yang rusak dan di penuhi darah yang sudah aku buang lalu ini sebagai gantinya” Riziel yang langsung membuka sambil memberitahukan ayahnya.
"Syukurlah ayah kira kamu tidak akan menunggu ayah membelikan baju sekolah untukmu” Kirota sambil mengusap dada dengan lega.
"Ya lagi pula aku tidak pernah meminta kepada ayah sedikitpun kecuali ayah memaksaku untuk meminta sesuatu” Riziel sambil berbicara dengan pelan.
"Ehh ayahkan hanya ingin memberikan sesuatu pada anak ayah yang selalu bersikap dingin pada ayahmu ini” Kirota yang langsung selalu mengeluh kepada anaknya yang selalu bersikap cuek kepada ayahnya sendiri.
"Sudah sudah bagaimana ibu siapkan sarapan saja?” Sinta yang mencoba menengahi pembicaraan ayah dan anak yang selalu tidak pernah berubah dari dulu.
"Baiklah” Riziel bersama Kirota berbicara secara bersamaan.
Kemudian setelah Riziel membuka Kotak Kardus terlihat Baju sekolah Putih abu dengan tambahan bet seragam sekolah yang lengkap sudah di pasangkan dengan rapih dan masih baru.
"Wah ternyata sudah terpasang jadi aku bisa sekolah sekarang?” Riziel yang dengan senang.
"Ya sebaiknya cepat mandi dahulu setelah itu bangunkan adikmu juga” Sinta yang senang melihat anak pertamanya bisa kembali sekolah tanpa harus berfikir membeli seragam baru.
"Ehh apa Sakira mulai sekolah juga?” Riziel yang tidak mengerti perkataan ibunya.
"Tidak sekolah adikmu masih di tutup sementara selama kurang dari satu bulan ibu lihat dari Grup kelas adikmu di handphone ibu” Sinta yang menjelaskan agar Riziel mengerti.
"Huh aku kira sekolah kembali secepat itu” Riziel membuang nafas lega.
Kemudian Riziel langsung membawa seragam barunya ke dalam kamar sekaligus mengambil handuk untuk mandi.
Setelah mandi sekitar kurang dari 5 menit dan selesai memakai Seragam barunya dengan ada tambahan Lencana polisi namun Riziel melepaskannya karena merasa seperti anak-anak dan menyimpannya di dalam saku.
Lalu setelah membangunkan adiknya sekaligus mencuci muka agar wajahnya segar kembali dan tidak mengantuk kemudian Riziel bersama adiknya berjalan langsung menuju ruang makan untuk sarapan pagi.
"Selamat pagi ayah, ibu” Sakira yang langsung menyapa kedua orangtuanya.
"Selamat pagi putri ayah yang manis bagaimana tidurmu?” Kirota yang langsung menyapa kembali putrinya.
"Sangat nyaman bersama kakak dan anak-anak kucing di dalam kamar hehe” Sakira yang menjawabnya dengan penuh senang di hadapan ayahnya.
"Syukurlah putri ayah sudah baikan ayah ikut senang” Kirota dengan wajah stressnya berkurang ketika melihat putrinya kembali ceria.
"Ayah apa tidak bekerja?” Sakira yang melihat ayahnya masih memakai baju sehari hari di rumah.
"Ayah libur bekerja dahulu karena ingin istirahat” Kirota yang sebenarnya yang terlalu banyak pikiran tentang orangtuanya.
"Kalau begitu ayah nanti temani aku memilih komik milik kakak boleh?” Sakira yang langsung melihat ke arah Riziel yang sedang membuka handphone.
"Uh boleh saja kalau ada ayah yang mengawasi” Riziel yang untung saja mengoleksi Buku komik yang biasa saja bisa di baca untuk anak kecil jika di awasi Orangtuanya.
"Baiklah jika kakakmu mengatakan boleh ayah nanti akan menemani Putri ayah memilih Komiknya” Kirota yang dengan wajah sedikit demi sedikit melupakan banyak pikiran yang dipikirkan selama ini.
"Baiklah makanan sudah siap” Sinta yang baru saja selesai memasak dan menyimpan makanan yang sudah matang di atas meja.
"Selamat makan” Semuanya yang langsung makan bersama di pagi hari.
Setelah selesai sarapan pagi lalu Riziel langsung pergi menuju kamarnya untuk menyiapkan buku pelajaran hari selasa dan setelah selesai Riziel langsung membawa tas dan helm karena tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 06:26.
"Ayah, ibu aku berangkat sekolah dahulu” Riziel yang langsung dengan cepat memakai sepatu dan pamit.
"Hati hati di jalan nak jangan ngebut” Sinta yang mengingatkan Riziel.
"Baik bu” Riziel yang selesai memakai sepatu langsung berlari menuju Garasi untuk mengeluarkan motor.
Riziel lalu menyalakan motor dan pergi menuju sekolah dengan cepat namun saat di tengah perjalanan terkena macet yang lumayan panjang.
Riziel yang dengan cepat memanfaatkan jalan pintas yang di ketahui dengan memakan waktu yang lumayan lama.
25 menit di perjalanan akhirnya sampai di sekolah dengan sedikit lagi gerbang sekolah di tutup tapi Riziel masih sempat kemudian Riziel memarkirkan motor di tempat parkir sambil berlari dengan sekuat tenaga menuju kelasnya sambil berharap masih sempat masuk kelas.
"Hah hah maafkan saya bu saya terlambat” Riziel langsung membuka pintu kelas.
"Cepat duduk Sekarang” Guru dengan tegas bicara kepada Riziel.
__ADS_1
"Baik” Riziel langsung duduk di sebelah Clovis yang hanya tersenyum.
"Hahhh cape banget” Riziel mengeluh dengan pelan agar tidak terdengar guru.
"Gw kira gak akan masuk lagi? Bajumu baru Riziel?” Clovis yang melihat seragam Riziel baru.
"Ya tadi pagi baru mendapatkan kiriman dari kepolisian” Riziel sambil mengambil buku pelajaran dari dalam tasnya.
"Ohh begitu dan Riziel aku berhasil mendapatkan nomor WhatsApp milk Alice lho” Clovis dengan wajah sombongnya kepada Riziel.
"Bukan urusanku” Riziel yang kesal lalu fokus melihat guru ajarkan saat jam pelajaran berlangsung.
2 jam pelajaran akhirnya selesai dan Riziel bersama Clovis yang langsung berjalan menuju kantin untuk mencari makanan sambil menghiraukan para Gadis di kelas Riziel yang selalu menggodanya.
Kemudian saat Riziel bersama Clovis yang berjalan melewati lorong setiap kelas demi kelas lalu terlihat sekelompok 3 siswa mengganggu 1 siswi berkacamata yaitu Seira.
Riziel yang mengenal Seira langsung dengan cepat menolongnya sedangkan Clovis yang tidak bisa melakukan apapun hanya bisa memperhatikan dari kejauhan karena tidak mempunyai keberanian untuk menolong seseorang.
Riziel langsung mengambil beberapa poin di death Book karena mendengar permasalahannya dari kejauhan adalah uang jadi Riziel harus masih berjaga jaga.
"Kapan mau membayar hutang Seira? Ini sudah 3 minggu!” Daniel yang langsung bertanya kepada Seira.
"Aku masih belum ada uang untuk membayarnya” Seira yang masih tidak bisa membayar hutang.
"Bagaimana jika bayar dengan tubuhmu saja akan aku anggap lunas mau tidak?” Daniel yang langsung memegang kedua tangan Seira sambil mengajak pergi menuju suatu tempat.
"Tidak aku mohon beri waktu akan membayarnya” Seira yang mencoba melepaskan tangannya.
"Tidak ada tambahan waktu lagi sekarang ayo ikut denganku” Daniel yang langsung menarik tangan Seira pergi.
Kemudian Riziel langsung berjalan mendekati lalu langsung mencengkram tangan Daniel dengan keras untuk berhenti membawa Seira dengan niat buruknya.
"Br*ngs*k siapa kau? Seenaknya mengganggu urusan orang lain!” Daniel yang kesakitan tangannya di cengkram oleh Riziel dengan keras.
"Lepaskan dahulu tangannya baru akan aku lepaskan!” Riziel dengan nada bicara mengancam.
"Ba-baiklah” Daniel langsung melepaskan tangan Seira.
Kemudian Riziel melepaskan cengkraman tangannya lalu Seira yang terkejut dengan seseorang yang membantunya adalah Riziel.
"Se-nior Riziel kenapa membantuku?” Seira dengan wajah ketakutan.
"Hanya melewat saja dan tidak sengaja melihatmu meskipun sedikit berbeda” Riziel dengan wajah tenangnya.
"Hati hati Senior di belakangmu” Seira yang melihat Daniel bersiap memukul Riziel dari belakang.
Kemudian Riziel langsung memutar tubuhnya dan menahan pukulan kemudian memberikan pukulan balik dengan keras hingga terdorong mundur.
"Uhuk sial! Apa maumu?” Daniel yang langsung bertanya kepada Riziel.
"Kenapa kau memaksa membawa pergi juniorku sebenarnya ada urusan apa katakan padaku!” Riziel yang masih saja mengancam Daniel.
"Dia berhutang padaku 100rb dan sudah 3 minggu belum membayarnya” Daniel yang tidak berani berbicara tentang niat jahatnya.
"Oh masih ada yang kau sembunyikan dari perkataanmu tapi sudahlah aku maafkan dan sekarang ambil uang ini kemudian minta maaf lalu enyahlah dari sini sekarang!” Riziel langsung mengeluarkan uang 100rb dari dalam saku.
"Ugh kau ingin mempermalukanku bajingan?” Daniel yang kesal karena Riziel menyuruhnya minta maaf kepada Seira.
"Seira maafkan sikapku sebelumnya mau memaafkanku bukan? Dan juga hutangmu sudah di bayar oleh orang itu jadi aku tidak akan datang lagi kepadamu” Daniel yang langsung berdiri sambil memegang perutnya yang sakit.
"I-iya aku maafkan” Seira dengan wajah masih takut.
Kemudian Daniel langsung di bantu pergi oleh kedua temannya dan Riziel langsung pergi menjauh dari Seira.
"Tunggu Senior Riziel terimakasih sudah menolongku” Seira langsung menggapai tangan Riziel dan membuat Riziel berhenti pergi.
"Ya bukan masalah dan kau lapar bukan pasti belum sarapan?” Riziel yang melihat dari wajah Seira yang lemas.
"I-iya aku belum sarapan” Seira sambil menunduk kepala malu mengakuinya.
"Hahh kalau begitu ayo ke kantin bersama saja” Riziel yang langsung mengajak pergi Seira.
"Ba-baiklah” Seira yang telah salah menyangka Riziel adalah orang jahat ternyata Riziel sangat baik.
Lalu Clovis yang melihat Riziel yang menghajar siswa yaitu Daniel tanpa takut dan memberikan lawannya bergerak sedikitpun.
"Riziel kau sangat keren menghajar Daniel dengan satu kali pukul tidak bisa melawanmu” Clovis yang jarang sekali melihat Riziel memukul seseorang dengan serius.
"Apanya yang keren itu tidak tidak terlihat hebat dari pada sebelumnya” Riziel dengan cueknya.
"Riziel bagaimana kau bisa kuat begitu?” Clovis yang ingin tau kunci menjadi kuat.
"Pertama jangan takut dan jangan ragu melawan seseorang jika kau ingin melindungi seseorang kedua lakukan latihan setiap hari agar tubuhmu mempunyai tenaga kemudian tekuni dua hal itu saja” Riziel yang sering di lakukan setiap hari di dalam rumah maupun di luar rumah.
"Huh apa tidak ada cara yang luar biasa agar cepat kuat?” Clovis yang mengeluh.
"Dasar bocah semua itu butuh waktu bukan cara aneh aneh agar cepat kuat!” Riziel yang kesal kemudian memukul kepala Clovis.
"Gw kan bercanda aja sedangkan kau selalu serius mulu mendengarkannya” Clovis sambil mengusap kepalanya yang sakit.
"Masa bodoh” Riziel sambil berjalan menuju kantin.
Disisi lain Seira yang ternyata sudah salah menganggap Riziel jahat namun Seira juga harus melakukannya kecuali dirinya tidak mau terbunuh tapi Seira masih tidak mau melakukannya sampai kapanpun.
Kemudian sampai di kantin yang sangat ramai oleh para siswa dan siswi kemudian Riziel melihat tempat duduk yang sudah di tempati oleh Dozen bersama teman temannya.
Kemudian Riziel, Clovis dan Seira langsung mendekati tempat duduk yang di duduki oleh Dozen.
"Bubar sekarang dan biarkan teman teman Riziel duduk” Dozen yang langsung bicara kepada teman temannya.
Kemudian setelah semua teman teman Dozen pergi lalu Riziel langsung duduk bersama yang lain.
"Lama tidak bertemu ternyata kau tidak melupakanku ya?” Riziel langsung bicara kepada Dozen.
"Tidak akan dong masa harus lupa nanti diriku di hajar lagi” Dozen dengan tersenyum yang sebenarnya takut pada Riziel.
"Huh tidak akan jika kau macam macam sih” Riziel yang langsung mengambil lencana polisi sebelumnya yang menempel pada bajunya.
"Riziel kemarin ada Polisi yang waktu itu datang ke sekolah lho dan apa baju itu pemberian juga?” Clovis yang sangat ingin tentang baju barunya.
"Ya lalu apa yang terjadi kemarin apa beritanya tersebar?” Riziel sambil mengambil handphone sambil memasukkan lencana polisi ke dalam saku.
__ADS_1
"Tidak ada sih hanya saja kemarin ada pembinaan saja sebentar dari kepolisian” Clovis yang mengatakan sejujurnya.
"Syukurlah aku bisa aman dan Seira ini untukmu belilah makanan katanya belum sarapan” Riziel langsung melihat kepada Seira sambil memberikan uang 15rb.
"Eh aku tidak lapar kok” Seira dengan malu mengatakannya.
"Jangan di sembunyikan lagi wajahmu saja terlihat lemas ambil saja dan beli makanan” Riziel yang memaksa untuk menerima pemberian uang dari Riziel.
"Baiklah jika Senior memaksa” kemudian Seira mengambilnya lalu pergi membeli makanan.
Kemudian Clovis dan Dosen yang terheran heran dengan sikap baik Riziel memberanikan bertanya kepada Riziel.
"Riziel kenapa kau sangat baik pada gadis itu? Memangnya siapamu?” Clovis yang mulai memberanikan bertanya.
"Bukannya aku baik tapi hanya bersimpati karena kedua orangtuanya sudah meninggal dan sekarang hidup sendiri makanya tadi bermasalah dengan Daniel karena mempunyai hutang sebanyak 100rb pada Daniel lalu Seira bekerja di tempatku baru saja kemarin” Riziel yang juga menganggap Seira adiknya.
"Ohh begitu kasihan juga” Dozen yang baru saja mengetahuinya karena sangat jarang melihatnya.
"Hayo pada ngomongin apa? Dan Riziel kau sekolah?” Alice langsung mengagetkan semua yang ada disana.
"Ya begitulah meskipun telat sedikit namun masih sempat dan mau tau aja hmph” Riziel yang malas memberitahukannya kepada Alice.
"Yasudah kalau tidak mau memberitahukan gak apa-apa” Alice yang sangat mengenal Riziel.
"Riziel kau tidak ingin membeli makanan?” Clovis yang merasa lemas.
"Boleh ayo beli dan Alice tunggu bersama Dozen tidak apa-apa hanya sebentar?” Riziel yang melihat Alice kurang suka bersama Dozen.
"Tidak apa-apa aku bawa bekal kok” Alice yang tidak menyukai kehadiran Dozen.
"Yasudah” kemudian Riziel bersama Clovis langsung pergi juga membeli makanan.
Setelah selesai membeli makanan Riziel bersama Clovis langsung kembali ke tempat duduk sebelumnya.
"Kenapa lama sekali dan aku sudah selesai makan baru kalian kembali hmph” Alice yang begitu kesal.
"Maaf terlalu ramai disana dan sejak kapan Cakra ada disitu?” Riziel yang melihat sudah ada Cakra dan Seira.
"Yo aku baru saja datang” Cakra yang duduk sambil bermain game.
Lalu Riziel langsung duduk sambil mengeluarkan Handphone di simpan di atas meja sambil makan.
"Senior Riziel boleh aku minta nomormu?” Seira yang baru selesai makan.
"Untuk apa?” Riziel yang ragu untuk memberikan nomor handphone.
"Untuk meminta bantuan jika senior terlambat bekerja” Seira yang tidak tau harus berbicara apa.
"Oh mintalah pada Clovis aku sibuk” Riziel langsung kembali melanjutkan makan.
"Kalian berdua sudah mengenal?” Alice yang cukup terkejut.
"Ya Seira teman kerjaku” Riziel yang langsung melihat menuju Alice.
Lalu 2 orang siswi yang langsung mendekati Riziel bersama yang lain ingin ikut duduk bersama.
"Hei kutu buku pindah sana! Dan biarkan kami berdua duduk” Chelsea bersama dengan Intan kelas Riziel.
"Ba-bai---”
"Siapa kau mencoba mengusir temanku?” Riziel yang kesal kepada teman satu kelasnya.
"Bukankah aku temanmu juga?” Chelsea yang langsung bicara dengan berpura-pura ketakutan.
"Oh ternyata kau silahkan pergi, aku tidak pernah menganggapmu teman karena kau sama seperti serangga datang sebagai penjilat dan pergi sebagai penghianat!!” Riziel yang langsung melihat menuju orang itu dan melihat Chelsea bersama Intan.
"Huh awas saja! Akan aku ingat penghinaan ini” Chelsea yang langsung pergi kesal dan marah.
"Cih dasar masih syukur bisa hidup malah kau mencoba memaksaku” Riziel yang kesal kapada teman kelasnya.
"Sudah sudah Riziel sabar jangan emosi” Alice bersama Clovis yang langsung mendekati Riziel untuk menenangkannya.
"Hahhh sudahlah aku tidak apa-apa” Riziel yang menarik nafas dan membuang nafas secara pelan pelan.
Lalu handphone di hadapan Riziel bergetar dan terlihat ada yang menelpon nomor tidak di kenal.
"Aku angkat telepon dahulu dan kalian tunggu sebentar” Riziel yang langsung mengambil handphone.
"Baiklah Riziel” teman temannya menjawab bersama.
Riziel langsung berjalan menjauh ke tempat yang tidak terlalu ramai dan berisik lalu Riziel langsung mengangkat telepon dari nomor telepon yang tidak dikenal.
"Halo siapa ini?” Riziel langsung bicara pertama.
"Riziel syukurlah akhirnya nomornya benar dari 3x salah terus” Suara sakura yang baru saja bangun.
"Begitukah sekarang pakai apa bisa menelpon?” Riziel yang sangat senang bisa mendengar suara asli Sakura.
"Telepon rumah sakit aku pinjam sebentar dan kapan kesini aku ingin tau kejutan darimu Riziel?” Sakura yang sangat ingin tau kejutannya.
"Nanti setelah pulang sekolah baru akan kesana tunggu saja” Riziel dengan senang.
"Huh baiklah dan ada yang ingin aku bicarakan denganmu Riziel” sakura yang ingin melihat kejutan yang di siapkan oleh Riziel.
"Baiklah dan aku akan kesana dengan orangtuamu” Riziel yang langsung berjalan kembali.
"Boleh saja dan maaf ganggu waktunya Riziel” Sakura yang merasa tidak enak karena melupakan hari ini sekolah.
"Tidak apa-apa ini masih istirahat pertama” kemudian Riziel langsung menutup teleponnya.
Riziel langsung berjalan kembali dan melihat teman temannya yang masih menunggu disana untuk mendengarkan siapa yang menelepon.
"Maaf menunggu lama” Riziel yang senang mempunyai teman disisinya berbeda dengan sebelumnya.
"Tidak apa-apa Riziel dan siapa yang menelepon?” Alice yang sangat ingin tau.
"Dari rumah sakit sakura baru saja bangun dari koma selama 1 minggu dan memintaku untuk datang” Riziel langsung mengatakan kepada Alice.
"Syukurlah kalau begitu nanti pulang ikut denganmu” Alice yang sangat ingin tau kondisi Sakura.
"Baik tapi beritahukan orangtuamu agar tidak khawatir” Riziel yang mengingatkan Alice.
__ADS_1
Kemudian jam istirahat habis semua murid langsung kembali menuju kelas masing masing untuk melanjutkan mata pelajaran selanjutnya.