
Sekian lama akhirnya pengumuman hasinya terlihat dan di beritahukan oleh speaker sekitar tempat itu.
Lalu semua murid langsung pergi ke suatu tempat yang luas dan di hadapan semua murid terlihat panggung setelah itu pengawas dan guru guru setiap sekolah datang juga berkumpul disana.
"Saya akan umumkan dari hasilnya dan yang menempati juara 3 adalah SMA ERLANGGA 2 kota bogor selamat silahkan 3 orang perwakilan sekolah maju ke depan panggung" pengawas yang langsung memberitahukan juara 3.
3 murid Smk Erlangga 2 kota malang langsung ke depan dengan suara guru perwakilan juga sangat senang.
"Lalu saya lanjutkan untuk juara 2 adalah SMA JAKSANEGARA 1 kota Indramayu untuk 3 orang perwakilan juga silahkan ke depan dan saya ucapkan selamat juga" pengawas itu juga sama memberitahukan pemenang selanjutnya.
Semua guru sangat senang melihat muridnya menang lalu 3 orang yang ke depan ternyata salah satunya ezra disana membuat Riziel sedikit takjub mungkin bisa mendapatkan juara 2 di olimpiade tingkat jawa barat.
"Lalu untuk juara pertama Saya Akan sebutkan dengan nilai mendekati hasil sempurna adalah SMK SAH DANCI kota Jakarta Barat kalian sudah berusaha belajar dengan giat dengan hasil yang sangat memuaskan membuat semua terkejut silahkan ke depan untuk menerima penghargaannya" Pengawas itu sangat senang melihat Murid dari kota jakarta yang lumayan hebat.
"Riziel aku tidak bermimpi bukan?" Alice yang tidak percaya dengan hasilnya.
"Ini kenyataan dan Apa aku bilang" Riziel, alice langsung berdiri sedangkan cakra mulai sangat gugup.
"Ri-riziel maafkan aku sudah menganggapmu salah" Cakra yang langsung meminta maaf.
"Lupakan untuk sekarang dan ayo kesana, benar tidak Alice?" Riziel yang membantu cakra berdiri.
"Baiklah terimakasih" cakra lalu berdiri dengan bantuan Riziel.
"Silahkan kalian bertiga kedepan dan dari kalian bertiga ada yang ingin di katakan?" Pengawas itu melihat Riziel dan yang lainnya naik ke atas panggung.
"Kami berdua tidak ada dan tanyakan kepada Riziel" alice dan cakra bicara kompak membuat Riziel terkejut.
"Ahh baiklah yang saya akan ucapkan terimakasih kepada guru yang sudah mengajar kami sampai bisa menang dan saya tidak bisa mendapatkan juara karena bukan guru yang telah mengajarkan kami sampai sekarang lalu untuk semua murid lain tolong maafkan perkataanku yang kurang sopan sebelumnya dan terakhir aku ingin katakan semua berhak menjadi pemenang jika kalian bersungguh sungguh sekian dari saya terimakasih" Riziel yang menyampaikan pesan singkatnya di depan umum.
Lalu Riziel memberikan kembali mikrofonnya lalu semua orang disana sangat terkejut dengan perkataan Riziel yang baru di ucapkan begitu keluar dari dalam hati yang paling dalam membuat sebagian guru bahagia dan senang.
"Baiklah pesan singkatnya sangat membuat semua orang memotivasi dan siapa tadi namanya?" Pengawas itu lupa.
"Riziel" alice yang bicara.
"Baiklah waktunya pemberian penghargaan" pengawas itu langsung memberikan penghargaan.
Setelah semuanya berakhir lalu alice dan cakra yang berterimakasih kepada Riziel yang telah membuat mereka sadar dan guru juga senang dan beberapa murid tidak di kenal mendatangi Riziel.
"Kerja bagus perkataanmu juga sangat memotivasi dan kita akan bertemu lagi di lain waktu" orang itu ternyata ezra yang senang melihat orang baru bisa lebih pintar darinya.
"Ya sampai jumpa" Riziel langsung bersalaman dengan ezra disana.
Lalu semua murid juga berterimakasih juga setelah itu Riziel dan semua murid membereskan barang barang karena sudah selesai dan Riziel masuk ke dalam kamarnya dan mandi setelah selesai langsung memakai baju yang sedikit bagus di tambah oleh jaketnya sekaligus merapikan tempatnya.
Lalu setelah semuanya selesai lalu pulang di sore hari perjalanan yang mendekati malam yang begitu sepi dan damai angin dingin berhembus tanpa henti.
"Riziel aku tidak percaya bahwa kita akan mendapatkan juara 1 aku kira akan mendapatkan juara 3" alice yang langsung berbicara kepada Riziel.
"Memangnya aku tau itu dan aku juga tidak niat juga untuk menang tapi melihat kalian berusaha keras aku juga tidak ingin mengecewakan kalian dan karena kalian berdua aku harus bicara di depan umum membuatku sangat gugup sambil terpaksa" Riziel yang kesal tapi arti di dalam perkataannya sangat senang dan sangat peduli.
"Haha apa lagi kami berdua ada yang bicara juga sudah syukur dan semuanya berkatmu Riziel" Cakra yang tidak biasanya bicara.
"Cih sialan kalian" Riziel yang kesal bercampur dengan senang.
"Riziel jika ada olimpiade tingkat nasional ikut lagi dong agar juara 1" alice yang mengejek Riziel.
"Heh nenekmu aja tuh ajakin dan mending aku di rumah membaca komik di rumah santai" Riziel yang kesal mendengar canda tawa teman barunya.
"Hahaha santai santai" cakra yang tertawa di sebelah Riziel.
Dan Bu Dina yang mendengar perkataan muridnya begitu senang bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan menjadi kebanggaan sekolahnya.
Lalu handphonenya bergetar dan berdering yang tandanya ada pesan masuk dan telpon masuk juga bersamaan lalu Riziel langsung mengambil earphone di tas lalu memasangnya setelah itu mengangkat teleponnya dengan cepat sebelum mati.
"Halo ayah ada apa?" Riziel yang berbicara menggunakan earphone melalui handphone.
"Sudah selesai lombanya dan kapan pulang?" Kirota yang sedang menyiapkan sesuatu di rumah.
"Ahh ini sedang perjalanan pulang" Riziel yang di sebut senang ya lumayanlah.
"Menang juara berapa nak?" Kirota yang sedang sibuk terdengar mengerjakan sesuatu.
"Itu kepo nanti juga tau di rumah" Riziel yang tersenyum.
"Oleh ayah tidak akan di berikan uang jajan selama 1 bulan lho" kirota yang mengancam Riziel.
"Tidak apa masih ada uang gajian jadi tidak perlu khawatir haha" Riziel yang tertawa sambil menutup telponnya.
"Apa aku salah dengar kau punya uang gajian apakah kau kerja?" Alice yang sangat ingin tau.
"Kepo cari tau sendiri aja" Riziel yang mulai membuka aplikasi WhatsApp.
__ADS_1
Lalu Riziel membuka aplikasi WhatsApp dan melihat pesan tersebut adalah sakura dan juga keluarganya kebiasaannya menelpon terus.
...(Sakura 1 pesan)...
(Sakura)
[Bagaimana selesai?]∆
^^^(Riziel)^^^
^^^∆[sudah ini perjalanan pulang]^^^
(Sakura)
[Hasilnya bagaimana?]∆
^^^(Riziel)^^^
^^^∆[Kepo lihat saja nanti di sekolah]^^^
(Sakura)
[awas saja jika bertemu tau rasa]∆
^^^(Riziel)^^^
^^^∆[Bodo amat😝]^^^
(Sakura)
[😒😡]∆
Riziel yang keluar dari aplikasi WhatsApp lalu mematikan handphone setelah itu menyimpannya di saku bajunya lagi.
Lalu di jalan pulang gurunya yang sedang baik langsung mengantarkan muridnya ke rumah masing masing setelah sekian lama akhirnya sampai di depan rumah Riziel yang begitu gelap.
Lalu mobil guru itu langsung pergi bersama cakra dan alice yang rumahnya lebih jauh dari pada Riziel.
"Riziel pulang kenapa semua ge---" Riziel yang sedang bicara lalu lampu menyala dan melihat semua keluarganya menyambut langsung ada juga sakura.
"Selamat datang kembali" orangtuanya bicara bersama lalu sakira adiknya langsung seperti biasa berlari memeluk Riziel.
"Ya syukurlah kalian baik baik saja" Riziel yang senang melihat keluarganya.
"Kakak ada sesuatu untukku tidak?" Sakira yang ingin tau.
"Wah bagus kak ini untukku?" Sakira yang senang di berikan hadiah.
"Ya dan jangan melihat begitu dong sakura, kenapa mau?" Riziel yang langsung memasang kalungnya di leher sakira lalu menggoda sakura.
"Aku bukan anak kecil tidak butuh yang seperti itu" sakura yang memalingkan mukanya.
"Ini untukmu juga sedikit berbeda namun lebih cocok denganmu" Riziel yang memberikan kalung kepada sakura.
"Mm terimakasih dan bisa pasangkan?" Sakura yang sangat malu di ketahui oleh orangtua Riziel.
"Baiklah dan untuk ayah, ibu tunggu sebentar Riziel punya yang spesial" Riziel langsung memasangkan kalung di leher sakura juga.
"Kak sakura kita berdua sama" sakira yang menunjukan kepada sakura.
"Ya dan aku menyukainya Riziel" sakura yang sangat senang.
"Ya" Riziel langsung mengambil map hijau dan medali emas.
"Apa itu nak?" Kedua orangtuanya langsung ingin tau.
"Terima saja dan lihat isinya pasti ibu, ayah senang bukan?" Riziel yang Riziel memberikan map hijau itu sekaligus medali emas itu.
Orangtuanya yang langsung menerima map dan medali emas lalu membuka map hijau lalu orangtuanya langsung terkejut dengan yang ada di dalamnya.
"Nak ini benar kau dapat juara 1 tingkat jawa barat" orangtuanya yang begitu terkejut.
"Ya betul ayah, ibu" Riziel yang mengakuinya.
"Terimakasih telah membahagiakan orangtuamu ini" ayah dan ibunya langsung memeluk Riziel.
"Baiklah untuk merayakannya makan bersama dan nak sakura ikut makan malam bersama dan terimakasih sudah membantu membereskan juga" sinta yang langsung mengajak sakura.
"Itu bukan apa apa dan iya aku akan ikut tante" sakura langsung mengikuti orangtuanya Riziel menuju ruang makan.
"Kenapa kau bisa datang kesini?" Riziel yang sangat ingin tau.
"Itu ibumu menelponku untuk datang lalu aku datang karena aku tidak enak menolaknya sambil mengembalikan buku komikmu" sakura yang mengatakannya.
__ADS_1
"Begitu baiklah" Riziel yang sudah mulai mengerti bahwa orangtuanya yang sudah sedikit mengetahui hubungan Riziel dan sakura tapi belum mengetahui kenyataannya.
"Guk guk" anjingnya yang langsung muncul.
"Ohh iya lupa belum menyapanya" Riziel langsung kembali lagi.
"Ada apa?" Sakura yang melihat Riziel sedikit berbeda.
"Itu aku ingin mengatakan sesuatu" Riziel langsung mendekati anjingnya.
"Guk?" Apa itu anjingnya yang ingin tau.
"Pergilah ke alam nirwana dan katakan bahwa aku baik baik saja jangan khawatir kepada Felysia dan zanna" Riziel memberitahukan kepada anjingnya itu.
"Guk guk" anjingnya yang mengatakan 'siap akan aku sampaikan' yang mengerti.
"Tunggu jadi anjingmu ini bukan anjing biasa?" Sakura yang mengikuti Riziel dan mendengarnya.
"Ahh aku kira kau kesana dan iya nanti akan aku jelaskan" Riziel yang sedikit terkejut dengan sakura yang di belakangnya.
"Baiklah lalu ayo makan" sakura yang langsung menarik lengan Riziel.
"Iya iya dan pergilah" Riziel memberikan perintah kepada anjingnya lalu berjalan bersama sakura.
Lalu Riziel dan sakura sampai di ruang makan lalu mereka makan bersama sambil membicarakan beberapa hal.
"Nak ayah dan ibu ingin tanya sesuatu jadi bisakah jujur?" Orangtuanya yang bicara membuat Riziel merasa ada yang buruk.
"I-iya apa itu?" Riziel yang gugup.
"Sakura sekarang semakin dekat dan akrab sampai membelikan kalung untuknya apa kalian lebih dari teman?" Kirota yang bicara membuat Riziel terkejut.
"Ahh itu bagaimana ya jelask---" sakura langsung menjawab sekaligus menyela Riziel.
"Ya yang seperti di pikirkan memang" sakura yang mengakuinya.
"Hei sakura kau?" Riziel yang tambah terkejut.
"Biarkan aku yang ingin mengatakannya dan maaf Riziel mengecewakan janji kita" sakura yang sangat ingin memberitahukan kepada orangtuanya Riziel.
"Itu keputusanmu jadi aku tidak akan melarang" Riziel yang langsung menepuk pundak sakura lalu melanjutkan makan.
"Begitu ayah dan ibu hanya ingin tau saja kepastiannya karena kalian akrab sekali" ayah Riziel yang mengatakannya dengan santai.
Lalu semuanya selesai makan sakira yang sudah mengantuk lalu Riziel langsung membereskan piring sekaligus membersihkannya.
"Ohh iya ini sudah malam kapan pulang" sinta yang bertanya kepada sakura.
"Olehku akan di antar pulang bu" Riziel yang baru kembali selesai mencuci piring dan yang lainnya.
"Hati hati dan jangan di bawa ke mana pun langsung antar pulang" sinta yang bicara kepada Riziel.
"Santai saja bu" Riziel langsung pergi mengambil kunci motor di lemari meja belajar kamarnya.
Lalu Riziel kembali melihat sakura yang masih menunggu sendirian setelah itu Riziel langsung mengajak Riziel berangkat untuk mengantar sakura pulang.
Riziel yang langsung mengambil motor setelah itu sakura hanya diam entah apa yang sedang di pikirkan.
"Riziel aku sekarang milikmu saja" Sakura yang langsung mendekati Riziel yang sedang menyalakan motornya.
"Kena-- mm!" Riziel yang terkejut melirik ke arah sakura tiba tiba langsung menciumnya.
"Aku sudah percaya denganmu" sakura yang mengakhiri ciuman pertamanya.
"Baiklah ayo pulang" Riziel langsung menyalakan motornya.
"Ayo" sakura yang langsung naik ke motor Riziel lalu memeluk dari belakang Riziel.
"Kenapa kau percaya denganku bukankah aku sama dengan laki laki lain?" Riziel yang tidak percaya diri.
"Tidak tau karena tubuhku yang ingin mempercayaimu" sakura yang tidak mengerti pada dirinya sendiri.
"Yasudahlah dan bagaimana besok sekolah?" Riziel yang langsung mengendarai motor.
"Libur karena semua kelas 1 dan kelas 2 akan di pakai untuk UN dan ujian kelulusan lalu mungkin tubuhku yang mulai mempercayaimu apa mungkin itu cinta?" Sakura yang berbicara tidak jelas.
"Tidak tau tapi yang pasti iya sepertinya" Riziel yang menjawab setaunya saja.
Lalu sampailah di depan rumah sakura yang begitu sepi yang mungkin orangtuanya sudah tidur.
"Langsung tidur karena sudah malam" Riziel memperingati sakura.
"Iya tau dan selamat malam lalu hati hati di jalan" sakura yang berpisah.
__ADS_1
"Ya" Riziel langsung kembali menuju rumahnya untuk istirahat.
Riziel yang di perjalanan begitu dingin melihat langit begitu indah di malam hari lalu sampai di rumah lalu Riziel langsung menyimpan motor di garasi lalu masuk ke dalam kamar untuk tidur.