Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
47. Balas Dendam Tiada Akhir


__ADS_3

*********[ 2 minggu kemudian]************


Waktu yang di tunggu tunggu akhirnya tiba dan Riziel yang sudah berada di sekolah dengan menggunakan baju bebas dan orangtua Riziel juga disana sekaligus adiknya.


"Kakak hati hati di jalan" sakira yang melambaikan tangannya.


"Ya dan jangan lupa berikan makan aiko agar cepat besar jangan sampai telat" Riziel yang berjalan mendekati sakira.


"Ya kak" sakira yang sedikit sedih tapi langsung ceria kembali.


"Ayah, ibu aku pergi sebentar nanti aku akan pulang dengan aman" Riziel yang berjanji kepada orangtuanya.


"Ya berjuang untuk menang dan banggakan orangtuamu ini" ayah Riziel yang menyemangati Riziel.


"Jangan sampai lupa makan dan kabari ibu jika sudah sampai" sinta yaitu ibu Riziel yang begitu khawatir tapi harus terpaksa melepaskannya.


"Iya bu Riziel tidak akan lupa itu dan aku menyayangi ibu" Riziel yang memeluk ibunya.


Lalu setelah beberapa saat Riziel melepaskan pelukan perpisahan dengan ibunya lalu melihat yang berlari menuju gerbang.


"Riziel apakah belum pergi?" Sakura yang baru sampai disana.


"Ada apa?" Riziel melihat sakura baru datang sudah berlari.


"Itu semoga beruntung dan jangan lupa kabari aku lalu jangan malas" sakura yang bicara pelan.


"Itu saja dasar kau sakura dan jaga dirimu jangan terbawa masalah lalu aku menyukaimu" Riziel yang bicara di telinga sakura lalu mengusap kepalanya setelah itu pergi.


Sakura yang malu lalu menutup mukanya dan terasa hangat tangan Riziel menyentuh kepalanya lalu berjalan menjauh menaiki mobil.


*****


Riziel yang di dalam mobil hanya melihat ke arah kaca mobil dan handphone di simpan di saku bajunya.


"Kira kira sampai kapan bu?" Alice yang bertanya kepada Bu dina.


"Sepertinya sore dan untuk kalian bertiga nanti akan di siapkan kamar hotel masing masing untuk istirahat" Bu dina memberitahukan kepada Alice, Riziel dan cakra.


Riziel yang tidak terlalu mendengarkannya lalu Riziel memasang earphone dan menyalakan musik lagunya sambil bermain game.


Cakra dan Riziel yang sibuk masing masing tidak mengobrol sedikit pun sedangkan alice duduk di depan berdua dengan Bu dina.


Riziel yang selesai bermain game dan hasilnya memang bermain rank lalu ada notifikasi pesan WhatsApp.


...(Sakura 1 pesan)...


(sakura)


[Masih di perjalanan?]∆


^^^(Riziel)^^^


^^^∆[Ya begitulah kira kira nanti sore]^^^


(Sakura)


[masih lama dong?]∆


^^^(Riziel)^^^


^^^∆[Tidak ada guru?]^^^


(Sakura)


[Baru aja di bicarakan ini baru datang]∆


^^^(Riziel)^^^


^^^∆[Yasudah sana Belajar]^^^


Riziel lalu mematikan handphonenya dan menyimpan di saku baju setelah itu melanjutkan mendengarkan lagu.


Riziel yang sudah mengurusi urusan adiknya menghapus ingatan tentang mimpi buruk di pikiran adik Riziel sebelum hari ini tiba 2 minggu lalu.


Lalu Riziel yang masih merahasiakan hubungannya dengan sakura karena belum waktunya tapi juga malas biar semua tau saja sendiri.


"Hahh membosankan" Riziel terdengar oleh guru dan 2 murid lain.


"Tidur saja Riziel jika bosan dan jaga sikap karena ada guru" alice yang memperingatkan Riziel.


Riziel yang tidak mendengarkannya lalu melihat langit tidak melihat jiwa iblis lagi yang berkeliaran lagi atau mungkin bersembunyi.


Lalu Riziel memutuskan untuk tidur sebentar sambil menyalakan lagunya dengan sengaja dan tanpa di sadari Riziel banyak jiwa iblis yang menyerang Riziel tapi semua di kalahkan oleh agares dan juga Leviathan.


**********

__ADS_1


Leviathan dan Agares yang bertarung dengan jiwa iblis yang melarikan diri semua di bunuh langsung oleh Leviathan dan agares dengan mudah.


"Membosankan sekali iblis lemah ini jadi ingin bertarung dengan Riziel lagi" Leviathan menebas semua iblis dengan mudah.


"Tugas kita berdua disini melindungi Riziel jadi jangan mengeluh dan jika Riziel sudah pulih aku akan ajak Riziel bertarung lagi" agares menyerap semua iblis yang sudah sudah lenyap menjadi energi spiritual.


"Huh kira kira berapa lama Riziel bisa sembuh total?" Leviathan mengubah tubuhnya menjadi besar untuk membereskan dengan cepat.


"Setelah tahun" agares yang menebas semua jiwa iblis dengan cepat.


"Huh masih lama dan sepertinya sudah selesai agares" Leviathan yang mengembalikan bentuk tubuhnya menjadi semula lagi.


"Ya mungkin dan sisanya serahkan pada Riziel karena sedikit iblis tidak akan membuat dia kesusahan" agares yang mengubah bentuk tangannya kembali.


Lalu agares dan Leviathan langsung kembali menuju alam nirwana karena tugas menjaga Riziel selesai.


*******


Riziel yang baru saja terbangun melihat mobilnya yang masih di perjalanan lalu 2 mobil berhenti di tengah perjalanan untuk istirahat dan belok mengarah rest area.


Riziel yang entah harus senang atau tidak karena hanya istirahat saja dan merasakan sedikit energi jahat mendekati Riziel.


"Baiklah kalian jika mau ke kamar mandi silahkan dan kalau ingin makan atau beli makanan tapi jika sudah selesai kembali lagi menuju mobil" Pak hadi yang ternyata ikut di mobil depan Riziel.


"Baik pak" mereka bertiga menjawab serempak lalu Riziel berjalan mengarah kamar mandi karena sudah melihat 4 jiwa iblis yang mengejarnya.


"Riziel kau ingin kemana?" Alice yang mulai berbicara sekian lama marah.


"Ke kamar mandi sebentar" Riziel yang menjawabnya.


"Ohh baiklah" alice yang begitu kecewa.


Lalu Riziel sampai di dalam kamar mandi tidak terlalu ramai lalu Riziel mengubah tubuhnya menjadi wujud penjaga neraka dan surga di tambah menyatu dengan tubuh manusia.


"Apa mau kalian mengikuti!!" Riziel yang bertanya sangat kesal.


"Karena kau kami ingin menguasai dunia manusia gagal dan karena kau manusia tidak berani lagi melakukan apa yang kami inginkan itu semua akibat kau!!!!" Jiwa iblis mengamuk langsung menyerang Riziel secara bersama.


'CHAINS OF POISON : DESTROY PACHTOR!!' Riziel membuat tebasan rantai dengan begitu cepat hingga keempat iblis tidak bisa mengelaknya.


'FIRE LOTUS : BOMBER!!' Salah satu iblis meledakkan diri di hadapan Riziel yang sudah lolos dari serangan Riziel.


"Ugh aku tidak sempat menghindar" Riziel yang terpojok oleh langit yang di penuhi energi ledakan api.


"Hahhh akhirnya aku bisa merasakannya kembali energi spirit" Riziel yang langsung mengangkat sabitnya kembali.


'CRESSENT OF COSMOS!' Riziel langsung mengeluarkan energi yang paling hebat di capai oleh Riziel dan memberikan 1 tebasan sabit yang tidak bisa di hancurkan.


"Hah hah hah mereka hanya makhluk lemah kenapa kau mengeluarkan energi yang besar dasar bodoh" Riziel yang kesal kepada dirinya sendiri.


lalu Riziel mengubah wujudnya menjadi manusia kembali dan berjalan keluar dari kamar mandi lalu berjalan ke dalam supermarket untuk membeli minuman dan makanan kecil.


Riziel yang memilih minuman cola dan snack kecil yang gampang di bawa lalu membayarnya ke kasir.


"Huh panjang sekali antriannya makanya aku malas begini" Riziel yang mengeluh melihat antrian begitu panjang.


Lalu setelah sekian lama mengantri akhirnya bagian dirinya untuk membayar lalu Riziel mengeluarkan uang di saku celananya pemberian ibunya sendiri.


Setelah itu Riziel langsung pergi dan berjalan kembali menuju mobil karena kepalanya mulai pusing karena mengeluarkan energi spiritual terlalu banyak.


'Death Book : Visible' Riziel langsung melihat kondisi para tahanannya yang tidak melarikan diri.


Riziel Yora - Guardian Of Heaven And Hell.


Strangth \= Ss+


Defense \= Ss+


Speed \= Ss+


Intellegence \= Ss+


Physical \= Ss+


Refleks \= Ss+


Technique \= Sss+


Sihir \= Red Spirit, Greed of Spirit, Secret Spirit.


Weapons \= Dark Scyte.


Point Kontribusi \= 15.000 point.


Riziel yang melihat status dirinya yang tidak ada berubah lalu Riziel menghilangkan 'Death Book : Invisible' lalu Riziel melihat masih sepi di mobil hanya Bu Dina saja.

__ADS_1


"Yang lain belum kembali bu?" Riziel yang merasa dirinya lama atau hanya kebetulan saja.


"Belum tunggu saja di mobil masih lama dan guru yang lain juga belum kembali" Bu Dina memberitahukan Riziel.


"Baiklah bu" Riziel langsung masuk ke dalam mobil lalu duduk dan menyimpan makanan dan minuman di sebelahnya.


Lalu handphone Riziel bergetar dan ternyata telpon dari ibunya yang mungkin saja khawatir lalu Riziel langsung mengangkat teleponnya sambil keluar dari mobil.


"Kakak sudah sampai?" Sakira yang bicara di telpon begitu nyaring.


"Belum baru saja sampai di rest area dekat jalan raya dan ada apa?" Riziel yang sangat ingin tau.


"Tidak kak hanya tidak ada yang main denganku" sakira yang tidak ada teman bermain.


"Kan ada aiko ajak main sana" Riziel yang baru ingatan ada anjingnya.


"Ya kak dan ayo bermain aiko kata kakak" sakira yang bicara dengan anjing milik Riziel.


"Yasudah hati hati di jalan nak" sinta yang bicara.


"Ya bu lalu ayah, ibu dan sakira juga jaga diri jangan sampai sakit" Riziel yang mengingatkan orangtuanya.


"Ya nak terimakasih sudah mengingatkan" sinta yang sangat senang anaknya semakin dewasa.


Lalu Riziel menutup teleponnya setelah itu alice yang baru saja datang mendekati Riziel karena ingin tau.


"Menelpon siapa Riziel?" Alice yang sangat ingin tau.


"Kepo kau" Riziel yang mukai jutek karena malas bicara.


"Yasudahlah" alice yang kesal lalu masuk ke dalam mobil dan duduk paling depan.


Lalu Riziel juga masuk ke dalam mobil duduk di belakang sambil membuka tutup botol minuman cola lalu meminumnya sambil membuka 1 snack tiktak.


Lalu semuanya pun kembali lalu melanjutkan perjalanannya ke semarang untuk lomba lalu hari semakin sore akhirnya sampai di semarang dan akhirnya bisa tidur


"Baiklah ini kartu kamar kalian bertiga jangan sampai hilang dan juga jangan berbuat yang aneh atas dasar menjelekkan sekolah dan kamar kalian ada di lantai 4 dan nomor kamar suda tertera di kartu itu" Pak Hadi langsung memberikan masing masing kartu kamar 1 orang.


"Ya pak!" Mereka bertiga menjawab lagi dengan kompak.


"Huh akhirnya bisa tidur dan tempatnya lantai 4 dan nomor kamar 35" Riziel yang menerima kartu untuk masuk kamar.


Lalu Riziel berjalan langsung menuju lift untuk ke lantai 4 bersama alice dan cakra lagi tanpa bicara sedikitpun.


Lalu handphone Riziel bergetar lagi belarti pesan Whatsapp lagi entah dari siapa lalu Riziel menyalakan handphone.


...(Sakura 1 pesan belum di baca)...


(sakura)


∆[Bagaimana sudah sampai?]


^^^(Riziel)^^^


^^^∆[baru saja sampai dan ini lagi di lift]^^^


(Sakura)


∆[Sudah sampai hotel🤔]


^^^(Riziel)^^^


^^^∆[Ya dan tapi pulang dengan siapa?]^^^


(Sakura)


∆[Sendiri pake bis emang apa lagi🙄]


^^^(Riziel)^^^


^^^∆[Heh aku kira di jemput siapa gitu]^^^


(Sakura)


∆[gak lah]


∆[Yasudah istirahat]


∆[kalau gak istirahat nanti tau rasa]


^^^(Riziel)^^^


^^^∆[Ya ya]^^^


Riziel yang langsung menutup aplikasi lalu mematikan handphonenya dan menyimpan lagi di saku baju dan pintu lift terbuka lalu Riziel berjalan meninggalkan cakra alice di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2