Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 4 ] : Pertarungan Penentuan


__ADS_3

Riziel yang bertarung habis habisan dengan Raja iblis Cheonma yang sulit sekali mencari titik kelemahannya.


Riziel yang terus menerus menyerang balik kepada Cheonma dengan mengarah kepada tangan kanannya yang terpikir adalah kelemahannya sekaligus kekuatan yang sering di gunakannya.


Cheonma yang menyerang Riziel dengan kecepatan yang setara dengan Riziel lalu mendaratkan pukulan kepada Riziel.


"Uhuk grh memgesalkan juga kau ya" Riziel yang semakin kesal kondisinya semakin menurun.


'Demonic Blood Detonate!' Cheonma yang langsung mengambil darah yang di muntahkan Riziel lalu mencoba meledakkan darah di tubuh Riziel.


'Secret Wish!' Riziel langsung memurnikan tubuhnya agar tidak meledak sesuai perintah Cheonma.


"Ugh uhuk" Riziel yang sangat merasakan darahnya bergejolak ingin meledak hingga mulutnya mengeluarkan darah.


Lalu setelah beberapa lama darah di dalam tubuh Riziel mulai kembali lalu raja iblis Cheonma yang kesal sihirnya gagal lalu mencoba menyerang Riziel.


'Demonic Blood : Crusher!' Cheonma yang langsung Menghantam kepala Riziel.


"Keugh hrg" Riziel yang langsung terlempar cukup jauh hingga kain penutup kepalanya terlihat.


BAM! BAM!


Riziel yang meruntuhkan 2 bangunan karena pukulan kejut yang tanpa disadari lalu Riziel melesat lagi menuju Raja iblis Cheonma yang sudah kesal.


'Deep Red Spirit : End Of Nightmare!!' Riziel langsung melesat sambil melempar serangan kepada raja iblis Cheonma dan berhasil memutuskan tangan kanannya.


"ARGH HRG" Raja iblis Cheonma yang kedua tangannya sudah hilang.


'Five Cosmos spirit : Eksplosion Big Bag!' Riziel langsung membuat ruang untuk mengunci raja iblis Cheonma di dalam.


"AARRGGHH SI*L*N!!" Raja iblis Cheonma yang langsung terkunci di dalam suatu ruang dimensi lalu membuat ledakan di dalam untuk melenyapkannya.


Bam! Duar!


"Hah hah hah akhirnya selesai juga" Riziel yang mulai kehabisan energi.


Setelah pertarungan selesai lalu langit yang awalnya merah mulai mengganti menjadi biru kembali dan matahari mulai terlihat dan Riziel sangat senang.


Riziel melesat ke arah teman temannya berada lalu sampai disana melihat semuanya sudah sangat lelah dan senang semua kembali.


"Yo kalian baik baik saja?" Riziel yang menyapa semuanya.


"Kau berhasil Riziel dan semua aman kecuali sebagian manusia" Dante yang senang melihat Riziel berhasil.


"Riziel itu ternyata kau dan kenapa pada saat awal kau tidak menjawabku" asmodeus yang sangat terkejut.


"Aku harus menyelesaikan semuanya jadi aku sibuk dan kalian para manusia baik baik saja?" Riziel melihat beberapa anak anak dan orangtua.


"Kami baik baik saja terimakasih sudah menyelamatkan semuanya tapi ada 2 orang yang terkena racun bisakan menolongnya?" Seorang nenek meminta bantuan.


"Apa! baiklah dimana sini akan aku bantu sembuhkan" Riziel langsung menangani.


Riziel yang langsung mengeluarkan racun dari tubuh 2 orang dewasa yang terkena racun Basilisk sambil tubuh Riziel di pulihkan oleh asmodeus.


Lalu setelah beberapa lama akhirnya selesai dan semua kota yang hancur terlihat dengan jelas.


"Terimakasih atas bantuannya" 2 orang dewasa itu sangat berterimakasih kepaa Riziel.


"Ya jadi sekarang jalani hidup kalian dan kami semua akan membantu membangun tempat tinggal lagi" Riziel yang sangat senang masih ada yang baik baik saja.


Lalu Riziel langsung pergi menuju rumahnya sendiri lalu melihat kota yang hancur sangat kecewa tapi entah kelanjutan dunia ini akan seperti apa di lain waktu.


\[ 1Tahun kemudian\]


Setelah semuanya berakhir dunia sekarang mulai terlihat perubahannya dimana semua orang mulai hidup dengan aman dan bisa mengetahui semua identitas sebenarnya.

__ADS_1


Lalu kota yang mulai terbangun kembali dan jumlahnya semakin sedikit sedangkan anak anak yang tersisa menjadi yatim piatu di buat tempat khusus.


Dan sekolah sudah di bangun dan semua anak murid kelas 2 sudah naik ke kelas 3 dan sekarang libur untuk sementara karena pembangunan sekolah belum selesai sepenuhnya sekaligus belum siap untuk digunakan untuk belajar.


Riziel yang sedang di dalam kamarnya sambil membaca komik sambil memikirkan perasaan anak anak sebesar adiknya sudah kehilangan orangtuanya.


TOK! TOK! TOK!


Riziel yang tidak bisa fokus lalu suara ketukan pintu yang menganggu entah siapa yang ingin masuk lalu Riziel membuka pintu.


"Riziel aku hanya ingin memberitahukan besok pergi ke pantai bersama keluargamu karena sekarang sudah libur sekolah bukan?" Sakura yang langsung bicara setelah Riziel membuka pintu kamarnya.


"Huh baiklah lalu ada apa kau datang?" Riziel yang sudah terbiasa dengan sakura yang selalu datang.


"Apa lagi meminjam buku komikmu dan kau tidak bosan di rumah?" Sakura yang memikirkan Riziel entah sedikit berbeda.


"Ugh bosan sih tapi maukah pergi denganku ke suatu tempat?" Riziel yang sangat terpikir tentang anak anak di panti asuhan.


"Baiklah asalkan kau yang ajak hehe" sakura yang tertawa.


"Cih baiklah" Riziel langsung menyimpan buku komik di atas meja belajar lalu mengambil uang gajian yang sudah di kumpulkan.


Lalu Riziel mengambil jaket yang di bersih setelah itu menyimpan uang gajian di lemari meja belajar yang sudah payah di kumpulkan.


Riziel yang telah siap lalu mengambil kunci motor yang di gantung di sebelah lemari komik lalu sakura yang telah selesai meminjam buku komik lalu ikut dengan Riziel keluar kamarnya.


"Nak mau pergi kemana?" Sinta yang berusaha agar Riziel tidak bepergian.


"Ke suatu tempat dan uang gajianku akan di pakai tidak apa apa bu?" Riziel sambil mengeluarkan kertas berisi uang.


"Baiklah tidak apa apa tapi pulang jangan telat" sinta yang membiarkan anaknya pergi.


"Ya bu" Riziel langsung berjalan menuju pintu rumah.


"Hm Riziel sebenarnya kau ingin kemana?" Sakura yang sedikit ragu.


"Ikut kok" sakura yang masih belum dapat mengetahui pikiran Riziel.


"Yasudah ikuti saja" Riziel yang langsung membuka pintu lalu mengambil motornya.


"Ya" sakura dengan sedikit pusing.


Lalu Riziel yang membuka garasi lalu menyalakan motornya setelah itu langsung sakura lalu naik ke motornya lalu pergi menuju panti asuhan.


Riziel yang mengendarai motornya dengan begitu cepat lalu sampai di depan panti asuhan yang begitu besar setelah itu Riziel parkir disana.


"Ahh itu kakak yang waktu itu menyelamatkan kita bukan?" Seorang anak laki laki bicara melihat Riziel datang.


"Benar ayo kita kesana" anak perempuan yang mengajak anak lain untuk menyambut Riziel.


"Riziel jadi kau ingin kesini dan kenapa.tidak bicara dari tadi?" Sakura yang sangat heran.


"Malas memberitahukannya" Riziel yang bicara lalu masuk ke dalam panti.


"Halo kak dan bagaimana keadaan kakak?" seorang anak yang langsung bicara.


"Ohh baik baik saja dan bagaimana kalian sehat disini?" Riziel yang sangat senang melihat semua anak anak baik baik saja.


"Ya disini ramai dan bisa bermain lalu tidur bersama dan ada apa kakak kemari?" Anak perempuan bicara.


"Rahasia anak kecil tidak boleh tau dan dimana pengurus kalian?" Riziel yang mulai bertanya kepada semua anak anak.


"Ikuti aku dan disisi kakak siapa?" Seorang anak laki laki sangat ingin tau sakura.


"Ada gajah terbang di atas langit" Riziel yang mulai bercanda.

__ADS_1


"Nanti gajahnya jatuh menimpa kami nanti jadi seperti uang 500" anak anak mulai menjawab.


"Pfft Riziel bercandanya gak masuk akal" sakura yang tertawa karena sangat lucu mendengar jawaban anak anak.


Lalu mereka semua langsung pergi menuju ruang pengurus panti asuhan yang merawat anak anak.


"Riziel jadi anak anak ini tau identitasmu?" Sakura yang sangat aneh dari awal.


"Yap betul mereka semua aku selamatkan dari Basilisk yang begitu banyak mengepungnya dan saat itu kain penutupku terbuka" Riziel yang mulai bercerita sedikit.


"Ohh begitu pantas saja tapi kau tidak apa apa di ketahui oleh semua orang" sakura yang masih ingin tau.


"Tidak apa" Riziel berjalan mengikuti anak anak.


Lalu sampai di satu tempat melihat ibu ibu sedang diam mengobrol dengan anak anak seperti belajar.


"Permisi boleh kami masuk?" Sakura yang langsung bicara sedangkan Riziel sedang sibuk dengan anak anak.


"Ohh silahkan masuk" ibu pengurus panti asuhan langsung mempersilahkan masuk.


"Riziel ayo masuk" sakura langsung menggusur Riziel.


"Ya ya sabar" Riziel lalu berdiri dan masuk ke dalam tempat itu.


"Ehh anda bukannya yang menolong waktu itu? Dan silahkan duduk dahulu dan anak anak keluar sebentar" Ibu pengurus mengenal wajah Riziel lalu mempersilahkan duduk.


"Baik bu" anak anak lalu pergi keluar.


"Terimakasih" lalu Riziel dan sakura langsung duduk di atas sofa.


"Ya sepertinya anda mengenal saya jadi saya disini akan mengatakan tujuanku ingin memberikan sedikit sumbangan untuk membantu" Riziel langsung mengeluarkan uang dari kertas itu sebagian.


"Terimakasih banyak karena semenjak itu terjadi saya sangat membutuhkan dana tambahan untuk mengurus anak anak" ibu pengurus itu langsung menerima uang dari Riziel.


"Ya sebenarnya saya juga khawatir karena anak anak kurang dalam hal makan dan tempatnya dan juga banyak arwah orangtua anak anak juga banyak bicara kepadaku" Riziel yang bercerita jujur kepada pengurus panti asuhan.


"Kak apa benar perkataan kakak bisa melihat arwah yang sudah mati?" 1 anak perempuan langsung mendekati Riziel dari luar masuk ke dalam ruangan.


"Ya ada apa?" Riziel yang berusaha untuk membantu anak anak agar bisa kembali lagi ceria.


"Apakah aku bisa bertemu dengan ayah, ibuku karena aku masih ingin bertemu" anak kecil itu memberikan permintaan kepada Riziel.


"Apakah kau bisa Riziel melakukan?" Sakura yang tidak percaya bahwa bisa melakukannya.


"Akan aku usahakan dan siapa nama orangtuamu?" Riziel yang bertanya tenatang nama.


"Itu kalau tidak salah nama ayahku David dan ibuku namanya irina apakah kakak bisa bertemu?" Anak perempuan itu sangat ingin bertemu.


"Baiklah sini duduk di sebelahku" Riziel yang mengajak anak perempuan duduk di sebelah Riziel.


"Baiklah kak" anak perempuan itu langsung perlahan mendekati Riziel lalu duduk di samping Riziel.


"Sebelumnya maaf ini akan sedikit sakit jadi tahan dan tubuh akan kosong jadi tolong jaga sebentar sakura dan bu pengurus" Riziel yang meminta tolong kepada sakura dan ibu pengurus.


"Baiklah" sakura dan ibu pengurus itu setuju.


"Ehh kak aku baru ingat ada temanku juga ada yang ingin bertemu juga dengan orangtuanya boleh?" Anak perempuan itu bertanya.


"Boleh ajak kesini dan bersama sama pergi" Riziel sambil melepaskan tangan anak kecil itu.


Lalu anak kecil itu datang kembali sambil membawa temannya lalu mereka berdua lalu duduk di sebelah Riziel.


"Pegang tanganku lalu tutup mata" Riziel yang memberikan arahan.


"Baiklah kak" 2 anak perempuan itu langsung memegang kedua tangan Riziel.

__ADS_1


Setelah itu Riziel langsung mengalirkan energi spirit lalu mencoba melepaskan jiwa dari wadah tubuh manusia.


__ADS_2