Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
14. Rahasia Sebenarnya


__ADS_3

Setelah selesai mengobrol dengan ayah sakura yang sudah pergi pulang dan Riziel pun melanjutkan pekerjaannya di dalam Indomaret itu sambil membawa Colanya belum habis di simpan di sebelah kasir tempat Riziel berada.


"Hahhh memusingkan saja apakah keputusanku benar?" Riziel yang berbicara di dalam hatinya sambil mengacak-acak rambut sendiri.


"Sudah benar kok keputusanmu Riziel" pelanggan selanjutnya yang langsung bicara membuat Riziel kaget.


"Zh-zhiru kenapa ada disini?" Riziel mengenali wajahnya yang begitu familiar.


"Bermain saja aku sibuk akhir-akhir ini" zhiru yang sedang memilih makanan yang mau di beli.


"Apakah benar keputusanku tentang sebelumnya benar bisa merusak keseimbangan dunia?" Riziel yang bertanya kepada zhiru melalui telepati karena itu hal yang harus di sembunyikan.


"Setengah benar dan setengah salah karena menjadi seorang penjaga hanyalah penjaga kedamaian 3 dunia dan yang merusak keseimbangan itu adalah tanggung jawab dari dewa Arthur sendiri bila sudah ada sesuatu yang besar itu tanggung jawabnya" zhiru yang menjelaskannya kepada Riziel secara singkat masih mengobrol di dalam telepati.


"Begitu yah" Riziel yang sedikit kecewa dengan keputusannya.


"Dan jangan kecewa begitu dan semua ini tanggung jawabmu jadi harus benar dengan perkataan yang menurut benar karena identitasmu tidak boleh di bocorkan karena akan banyak iblis yang menyerangmu sama seperti ezra" zhiru masih berbicara kepada Riziel dengan telepatinya.


"Kalau begitu ini semua berapa?" Zhiru yang tanpa sadar sudah ada di depannya


"Tu-tunggu biar periksa dahulu" Riziel langsung memeriksa harga seluruh barang yang di belinya.


"Baiklah jadi semangat dan lindungi orang yang kamu berguna" zhiru yang sedang menunggu belanjaannya yang Riziel periksa sambil sambil mengucapkan beberapa patah kata.


"Semuanya 54rb dan tentu saja" Riziel berbicara sambil mentotalkannya sambil memberikannya kembali.


"Baiklah ini uangnya" zhiru yang membayarnya.


"Terimakasih nanti kesini lagi" Riziel berbicara kepada zhiru teman pertamanya.


Dan setelah itu Riziel meminum colanya lagi karena mulai lelah dan seseorang bertanya kepada Riziel yaitu seorang karyawan.


"Kawan tadi sepertinya orang yang tadi temanmu yah?" Karyawan itu bertanya kepada Riziel.


"Ya teman sekolah smpku dulu" Riziel yang mulai berbohong lagi.


"Pantas saja akrab perkenalkan namaku deon dan bekerja lah dengan nyaman disini" deon yang mulai memperkenalkan dirinya.


"Ya pasti" Riziel bicara kepada deon.


Setelah itu deon pun kembali bekerja lagi dan seseorang masuk lagi orang yang di kenal Riziel lagi membuat 3x berturut turut kaget.


"Riziel bekerja disini?" Seseorang itu adalah sakura yang ibunya menyuruh belanja beberapa makanan.


"I-iya betul sekali dan kenapa hari ini harus kaget 3x sih bisa bisa terkena serangan jantung" Riziel yang mengeluh.


Sakura yang hanya mendengarnya ingin tertawa lalu pergi menjauh untuk memilih makanan yang ingin di beli.


"Ada ada aja hari ini aku ingin pulang cepat kalau begini" Riziel yang masih saja mengeluh sambil duduk di kursinya.


"Ini berapa semuanya Riziel?" Sakura yang bertanya kepada Riziel.


"Baiklah aku periksa dahulu dan sakura jangan menyalahkan dirinya sendiri pas kejadian tadi siang di sekolah yah?" Riziel yang sambil memeriksa semua harga sambil mengobrol.


"Pasti tau dari ayahku tadi kemari dan iya maaf" sakura yang meminta maaf.


"Total 45rb belanjanya banyak sekali?" Riziel yang memberi total harga.


"Untuk ngemil di kamar dan juga untuk ayah juga ibuku dan ini uangnya" sakura yang memberikan uang sebesar 50rb.


"Ini kembaliannya dan awas bikin gendut ngemil malam malam" Riziel pun mengembalikan 5rb kembaliannya kepada sakura.


"Tidak akan dan tadi pasti kaget yah berbicara dengan ayahku?" Sakura yang bertanya kepada Riziel.


"Lumayan menegangkan" Riziel yang berbicara kepada sakura.


"Yasudah besok jangan lupa bareng lagi kalau berangkat sekolah dan aku pulang dahulu" sakura yang pergi menjauh dari Indomaret jalan kaki.


Setelah itu Riziel pun hanya menunggu pelanggan lagi tapi waktu sudah menunjukan jam 11 malam belarti bekerjanya berakhir dan setelah membereskan serta mendata barang tersisa Riziel pun pergi bersiap pulang menuju rumahnya.


Ketika Riziel hendak pergi seperti ada yang aneh di dalam dirinya lalu Riziel pun langsung segera pulang tapi pada saat di jalan mendengar suara teriakan yang cukup familiar.


Riziel pun berhenti di depan gang yang berasal lalu Riziel pun memarkirkan motornya lalu berhati hati melihat dahulu.


"Hei anak kecil kau tersesat yah?" Seorang preman bertanya kepada Riziel.


"Sepertinya itu belanjaan sakura yang tadi beli deh" Riziel yang berbicara di dalam hatinya.


Riziel pun langsung mengambil belanjaan tersebut dari preman yang langsung di suguhi serangan kejutan dan Riziel pergi menyimpannya belanjaan di motornya lalu setelah selesai kembali lagi menyelamatkan seseorang itu.

__ADS_1


"Ohok dasar be**bah sia**n" preman itu berbicara sampai muntah darah.


"Kata siapa berbuat jahat ini balasannya" Riziel dengan nada bicara santai sambil menendangnya.


"Hei jangan kesini nanti di hajar habis habisan" seorang perempuan yang tidak terlihat identitasnya.


"Kalian menyiksa perempuan sangat buruk sekali kalian sampah" Riziel yang mulai kesal langsung menghajar preman di sebelahnya.


"Bocah sialan ini bukan urusanmu" preman itu tambah marah dan Riziel menghajar lagi setelah itu berlari menuju perempuan di tempatkan.


"Kamu tidak apa ap--" Riziel langsung melihat perempuan itu sakura yang langsung kaget.


"Ri-riziel" sakura yang masih ketakutan.


"Diam di belakangku" Riziel mengeluarkan aura di tubuhnya sebagai ancaman.


"Ba-baiklah dan apa ini hijau melingkari tubuhku?" Sakura yang bertanya kepada Riziel.


"Tidak apa apa dan itu untuk menyembuhkan luka" Riziel yang menutupi tubuh sakura dengan dosa neraka Greed untuk menyembuhkan luka dan Riziel pun mata sebelahnya berubah jadi merah dan sekaligus mengeluarkan (Grim scyte).


"Kita harus kabur ada orang aneh dan kita sudah berurusan dengan orang yang salah" para preman itu kabur dari sana.


"Death Book : Open" Riziel pun menulis semua nama preman itu agar mati di tabrak mobil di jalan.


"Death Book and Grim Scyte : Invisible" Riziel selesai lalu menghilangkan 2 senjata andalannya.


"A-apa sudah selesai?" Sakura yang takut sampai menutup matanya lagi.


"Tidak apa apa mereka sudah pergi dan mereka mendapatkan hukuman setimpal dengan yang di lakukan dan luka sudah sembuh sekarang bisa berdiri atau aku mau gendong?" Riziel yang bertanya kepada sakura.


"A-aku bisa sen--" sakura pun terjatuh lagi akibat masih takut.


"Sudah diam aku akan gendong dan mengantarkan ke rumah" Riziel yang mulai mengangkat tubuhnya sakura.


"Ahh emm" sakura yang mulai salting sendiri akibat malu pertama kalinya.


Riziel pun membawa sakura ke motornya dan Riziel pun menaikan badan sakura ke motor.


"Bajumu basah kuyup pasti banyak genangan air hujan yah? Dan pakai jaketku ini" Riziel membuka jaketnya lalu memasangkannya kepada sakura.


"I-iya dan tapi Riziel kedinginan nanti" sakura yang masih saja mengkhawatirkan Riziel.


"Baiklah terimakasih Riziel sudah menggantikan peran kakakku sekarang" sakura yang bersyukur ada yang peduli dengan dirinya.


"Sama sama dan aku juga punya janji sendiri padamu dan keluargaku yang mulai hari ini harus bisa melindunginya" Riziel yang berbicara agak lembut kepada sakura.


Sakura yang hanya diam sambil senyum dan mengeratkan pelukannya agar tidak jatuh dari motor dan sampailah di depan rumahnya sakura dan Riziel pun menggendong sakura lagi sampai depan pintu.


(Tok tok tok : suara ketukan pintu)


"Tunggu sebentar saya buka dahulu" ada jawaban langsung dan seketika pintu di buka dan ternyata yang membukannya ibu sakura yang langsung kaget melihat sakura.


"Tunggu bu jangan bicara dulu maaf biarkan aku masuk berat sekali sakura ini" Riziel yang meminta sakura dan Riziel masuk dahulu.


"Silahkan masuk dahulu" ibu sakura yang hampir menangis dan segera membiarkan sakura dan Riziel duduk.


Setelah masuk Riziel pun langsung menempatkan sakura di sofa yang seketika terbangun.


"Aku di mana?" Sakura yang baru terbangun dari tidurnya akibat lama di jalan.


"Di rumah nak maaf ibu tadi tidak mengantarkan kamu nak" ibu sakura pun menangis melihat sakura baik baik saja.


"Ibu hiks hiks" sakura yang ikut menangis juga karena takut dan Riziel pun pergi keluar sambil mengambil belanjaan sakura.


Riziel pun setelah selesai mengambil belanjaan sakura lalu masuk lagi ke dalam rumah sakura dan menyimpannya di atas mejanya.


"Hoam ada tamu siapa itu?" Tanya pak ridwan yang terbangun akibat suara tangisan yang berisik.


"Selamat malam pak maaf mengganggu waktu tidurnya" Riziel yang berbicara kepada ayahnya sakura.


"Apa yang terjadi kenapa kau ada disini?" pak ridwan pun langsung turun untuk melihat ada apa.


"Sudah jangan banyak bicara kasihan pasti mereka lelah jangan di ajak bicara dahulu" ibu sakura yang memukul suaminya yang bodoh.


"Sakura kalau besok masih takut atau masih shock jangan sekolah saja yah?" Riziel yang mulai berbicara kepada sakura.


"Baik tapi nanti datang kesini lagi?" Sakura yang meminta Riziel datang untuk menjenguk dirinya.


"Ya cepet sehat dan bu, pak kalau bisa beri waktu istirahat sakura jangan di tanya dahulu karena masih shock dan saya pamit dahulu" Riziel yang berbicara kepada keluarga sakura.

__ADS_1


"Ya terimakasih sudah membawa pulang sakura dan hati hati di jalan" pak ridwan yang berbicara kepada Riziel.


"Jangan pergi" sakura yang masih menahan Riziel.


"Sudah istirahat agar cepat sembuh" Riziel yang langsung berbicara kepada sakura sambil mengusap kepalanya di depan ayah dan ibunya yang kaget dengan kedekatan anaknya dengan Riziel.


"Baiklah dan ini bagaimana?" Tanya sakura yang menunjukan jaket Riziel mulai ikut basah.


"Biar ibu yang nanti cuci dan kalau sudah bersih sakura akan memberitahukannya" ibu sakura yang langsung bicara.


"Maaf merepotkan pak, bu" Riziel yang berbicara kepada ayah dan ibu sakura.


"Tidak apa apa" pak ridwan menjawab perkataan Riziel.


"Baiklah saya pamit dahulu" Riziel yang langsung pergi keluar rumah sakura.


Riziel pun menyalakan motornya dan setelah itu Riziel pergi menuju rumahnya sendiri dan setelah sampai di depan rumah Riziel memasukkan motornya ke dalam garasinya lalu masuk ke dalam rumah yang sudah sepi hanya aiko yang masih menunggu.


"Gog gog" aiko yang menggonggong pelan.


"Tidak apa apa kok" Riziel pun mengunci pintu depan rumah lalu pergi ke kamarnya dan aiko pun mengikuti dari belakangnya.


"Mau ikut tidur di kamarku?" Riziel yang bertanya kepada aiko.


"Gog gog hah hah" aiko yang sangat ingin.


"Dasar hellhound tau saja aku ingin pergi ke nirwana tau aja" Riziel yang memasuki kamarnya lalu membuka bajunya yang kotor oleh lumpur.


Riziel pun mandi dan setelah mandi langsung mengambil bajunya dan setelah itu tidur dan spirit Riziel pun keluar dari tubuhnya dan aiko berubah wujud menjadi cerberus lalu Riziel menaiki tubuh besar aiko dan pergi menuju nirwana.


"Pasti zanna bertanya terus dan ohh iya aku belum menukar point kontribusi tugas yah bagaimana pergi ke sana saja aiko" Riziel mengajak Aiko ke tempat penukaran point di surga.


"Gog gog aung" aiko pun dengan kecepatan tinggi langsung menuju kesana.


Dan setelah sampai di tempat penukaran point surga disana ada felysia yang sedang berjaga.


"Ehh Riziel sudah lama tidak kemari dan itu hellhound?" Felysia yang bertanya kepada Riziel.


"Ya memang kenapa?" Riziel yang turun dari badan aiko lalu Riziel berjalan menuju tempat penukaran.


"Dari dulu ingin mencoba menaikinya tapi hellhound itu terlalu susah di kendalikan" felysia yang cukup kecewa dengan dirinya sendiri.


"Aiko ajak felysia berjalan jalan" Riziel yang mendengar cerita felysia jadi ikut sedih berbeda dengan Riziel yang langsung akrab.


"Gog gog" Aiko yang langsung menurunkan badannya kepada felysia.


"Boleh kah manaikinya? tapi aku sedang berjaga" felysia yang berjaga.


"Biar aku yang akan menggantikannya" Riziel yang langsung siap.


"Baiklah terimakasih Riziel" felysia langsung penuh antusias menaiki badan aiko.


"Ini tuan pointnya" petugas penukaran point langsung memberikannya kepada Riziel.


"Baiklah terimakasih" Riziel langsung menyimpan pointnya ke dalam death Book.


Riziel pun langsung menuju perbatasan surga neraka untuk berjaga mengganti felysia yang berjaga.


Dan setelah sampai Riziel pun berdiam disana sambil menstabilkan kekuatannya yang sudah di pakai berlebihan.


1 iblis pun mencoba melewati perbatasan tapi Riziel sudah menyadarinya dan pada saat iblis itu sudah ada di sebelah Riziel dan Riziel pun langsung menjatuhkannya langsung dengan tenaga yang besar sampai lantai surga retak.


(Duar! : Suara ledakan yang Riziel buat menjatuhkan iblis di sebelahnya)


Asmodeus pun datang untuk menangkap iblis yang ingin menerobos surga sambil melihat siapa yang menyebabkan ledakan besar itu dan setelah sampai di sana melihat Riziel yang sedang duduk meningkatkan kekuatannya.


"Ahh ternyata Riziel yang telah memberhentikan iblis yang menerobos yah?" Asmodeus bertanya kepada Riziel.


"Ya maaf aku menghajarnya terlalu kuat dan iblis ini pingsan seketika dan menyebabkan ledakan lumayan besar" Riziel yang menceritakannya kepada asmodeus.


"Begitu maaf aku akan membawanya kembali" ketika asmodeus ingin membawa iblis itu pulang dan setelah itu banyak sekali penghuni surga yang datang melihat kejadian di perbatasan.


"Apa yang terjadi sebelumnya sampai ledakan begitu besar" penghuni surga itu bertanya kepada Riziel.


"Tidak hanya saja ada iblis yang menerobos masuk jadi aku menghajarnya" jawab Riziel kepada seluruh penghuni surga.


"Hebat kekuatannya sangat kuat sekali sampai menyebabkan ledakan seperti itu" salah satu penghuni surga memuji Riziel.


"Haha biasa saja sekarang kalian boleh kembali" Riziel tidak suka jadi yang paling terkenal di antara surga dan neraka setelah itu semua penghuni surga pun kembali lagi kecuali zanna yang diam.

__ADS_1


__ADS_2